Series fantasi punya daya tarik yang berbeda dari genre lain. Ia bisa membawa penonton ke dunia penuh sihir, kerajaan, naga, monster, dewa, makhluk mitologi, ramalan, perang besar, sampai karakter yang harus menyelamatkan dunia sambil tetap punya masalah keluarga. Karena tentu saja, bahkan di dunia fantasi pun hidup tetap tidak bisa santai.
Berbeda dari series kriminal, thriller, atau horor yang sering terasa dekat dengan dunia nyata, series fantasi memberi ruang untuk imajinasi yang lebih luas. Dunia dalam genre ini bisa benar-benar baru, lengkap dengan sejarah, aturan sihir, bahasa, politik, makhluk, dan konflik yang terasa besar.
Tapi series fantasi terbaik bukan cuma soal efek visual mahal atau dunia yang luas. Yang membuatnya bertahan adalah karakter, konflik, tema, dan emosi yang tetap terasa manusiawi. Mau dunianya punya naga atau kerajaan bawah laut, penonton tetap butuh alasan untuk peduli.
Dalam daftar ini, kita akan membahas rekomendasi series fantasi terbaik dari berbagai gaya. Ada fantasi epik, dark fantasy, urban fantasy, fairy tale modern, supernatural fantasy, sampai animasi fantasi yang punya cerita sangat kuat.
Daftar Isi
Rekomendasi series fantasi terbaik yang wajib kamu tonton
1. Game of Thrones (2011-2019)

Sulit membahas series fantasi terbaik tanpa menyebut Game of Thrones. Diadaptasi dari seri novel A Song of Ice and Fire karya George R.R. Martin, series ini membawa penonton ke Westeros, dunia penuh perebutan kekuasaan, keluarga bangsawan, perang, pengkhianatan, naga, dan ancaman besar dari utara.
Yang membuat Game of Thrones begitu populer bukan hanya elemen fantasinya. Series HBO ini kuat karena politiknya. Alih-alih membuat cerita hitam-putih antara kebaikan dan kejahatan, Game of Thrones memperlihatkan dunia yang jauh lebih abu-abu. Karakter baik bisa mati cepat. Karakter jahat bisa punya alasan. Keputusan kecil bisa memicu perang besar.
Season awalnya sangat kuat karena penulisan karakter dan intrik politiknya terasa rapi. Keluarga Stark, Lannister, Targaryen, Baratheon, dan banyak faksi lain saling berebut pengaruh dengan cara yang sering kali brutal.
Memang, ending series ini masih diperdebatkan sampai sekarang. Tapi pengaruh Game of Thrones terhadap serial televisi modern tidak bisa diabaikan. Ini series yang membuat fantasi epik masuk arus utama dengan skala produksi yang sangat besar.
2. House of the Dragon (2022-sekarang)
House of the Dragon adalah prekuel Game of Thrones yang berfokus pada keluarga Targaryen, jauh sebelum peristiwa utama di Westeros. Ceritanya menggali konflik suksesi dalam keluarga pemilik naga, yang perlahan berubah menjadi perang saudara besar.
Daya tarik utama series ini ada pada drama keluarga dan politik kekuasaan. Naga memang penting, tapi yang lebih menarik justru manusia-manusia yang mengendalikan, memperebutkan, dan menyalahgunakan simbol kekuasaan itu.
House of the Dragon terasa lebih fokus dibanding Game of Thrones karena ceritanya lebih terpusat pada satu keluarga besar. Konfliknya tidak hanya soal siapa yang duduk di takhta, tapi juga bagaimana ambisi, gender, tradisi, dendam, dan kesalahpahaman bisa menghancurkan satu dinasti.
Kalau kamu suka fantasi yang penuh intrik kerajaan dan karakter yang sulit sepenuhnya benar atau salah, House of the Dragon jelas layak ditonton.
3. The Lord of the Rings: The Rings of Power (2022-sekarang)
The Rings of Power membawa penonton kembali ke dunia Middle-earth, jauh sebelum kisah The Lord of the Rings. Series ini mengambil latar Second Age, masa ketika kekuatan besar mulai bangkit dan sejarah cincin kekuasaan mulai terbentuk.
Secara visual, series ini sangat megah. Dunia Middle-earth terasa luas, indah, dan penuh detail. Ada elf, dwarf, manusia, Númenor, kerajaan kuno, dan ancaman gelap yang perlahan muncul.
Memang, series Prime Video ini sempat mendapat banyak perdebatan dari penggemar Tolkien. Adaptasi dunia sebesar ini memang tidak pernah mudah, apalagi ketika setiap orang merasa punya hak suci terhadap versi Middle-earth di kepala masing-masing. Internet, seperti biasa, tenang sekali. Tidak pernah berlebihan. Sama sekali tidak.
Tapi sebagai series fantasi berskala besar, The Rings of Power tetap punya daya tarik. Ini cocok untuk kamu yang ingin fantasi megah dengan dunia luas, visual cantik, dan mitologi besar.
4. The Witcher (2019-sekarang)
The Witcher diadaptasi dari buku karya Andrzej Sapkowski dan mengikuti Geralt of Rivia, seorang pemburu monster yang hidup di dunia penuh sihir, politik, perang, dan makhluk berbahaya.
Daya tarik utama series ini ada pada Geralt. Ia kasar, dingin, sering terlihat malas berurusan dengan manusia, tapi punya kode moral sendiri. Dunia The Witcher juga menarik karena tidak selalu menampilkan monster sebagai makhluk paling buruk. Sering kali, manusia justru lebih busuk daripada makhluk yang mereka takuti. Sebuah pengamatan yang sayangnya terlalu sering akurat.
Series Netflix ini menggabungkan dark fantasy, petualangan, drama politik, dan hubungan takdir antara Geralt, Yennefer, dan Ciri. Meski kualitas antar-season bisa naik turun, The Witcher tetap menjadi salah satu series fantasi modern yang populer dan mudah dikenali.
Kalau kamu suka fantasi gelap dengan monster, sihir, pedang, dan karakter utama yang sinis, ini pilihan yang sangat cocok.
5. His Dark Materials (2019-2022)
His Dark Materials adalah adaptasi dari trilogi novel Philip Pullman. Ceritanya mengikuti Lyra, gadis muda dari dunia alternatif tempat jiwa manusia hadir dalam bentuk hewan pendamping yang disebut daemon.
Series ini punya konsep fantasi yang sangat menarik. Ada dunia paralel, organisasi keagamaan yang kuat, anak-anak yang hilang, makhluk beruang berzirah, penyihir, dan alat misterius yang bisa membaca kebenaran.
Tapi di balik semua elemen fantasinya, His Dark Materials juga membahas tema besar seperti kebebasan berpikir, otoritas, iman, pengetahuan, dan pertumbuhan menuju kedewasaan.
Series ini cocok untuk kamu yang suka fantasi dengan ide filosofis dan world-building yang unik. Ceritanya mungkin terasa seperti petualangan anak di awal, tapi semakin lama temanya menjadi jauh lebih besar dan kompleks.
6. The Sandman (2022-sekarang)
The Sandman diadaptasi dari komik Neil Gaiman dan mengikuti Dream, salah satu makhluk abadi yang menguasai dunia mimpi. Setelah lama terkurung, ia kembali untuk memulihkan kerajaannya dan menghadapi konsekuensi dari ketidakhadirannya.
Series ini punya konsep fantasi yang sangat khas. Alih-alih fokus pada kerajaan, naga, atau perang besar, The Sandman bergerak di wilayah mimpi, mitologi, kematian, cerita, dan makhluk abadi.
Daya tariknya ada pada imajinasi. Setiap episode bisa terasa berbeda. Ada kisah gelap, ada drama emosional, ada horor, ada filosofi, dan ada momen yang terasa seperti dongeng dewasa.
Tom Sturridge membawa Dream dengan aura dingin, kaku, tapi perlahan membuka sisi rapuhnya. Series ini cocok untuk kamu yang suka fantasi yang lebih puitis, gelap, dan tidak terlalu mengikuti formula petualangan biasa.
7. Shadow and Bone (2021-2023)
Shadow and Bone membawa penonton ke dunia Grishaverse, tempat sebagian orang memiliki kemampuan khusus yang disebut Grisha. Ceritanya mengikuti Alina Starkov, seorang perempuan muda yang menemukan bahwa dirinya memiliki kekuatan langka yang bisa mengubah nasib dunia.
Series ini punya elemen fantasi yang cukup lengkap: kekuatan magis, kerajaan, militer, konflik politik, dunia yang terpecah, dan kelompok kriminal karismatik. Salah satu daya tarik terbesarnya adalah karakter dari kelompok Crows, yang sering kali mencuri perhatian dengan dinamika dan misi mereka.
Shadow and Bone cocok untuk kamu yang suka fantasi young adult dengan dunia magis, konflik besar, dan romansa. Series ini tidak segelap Game of Thrones atau seberat His Dark Materials, tapi cukup seru untuk penonton yang ingin fantasi modern yang mudah diikuti.
Sayangnya, series ini berhenti sebelum semua potensi ceritanya berkembang penuh. Ya, streaming platform lagi-lagi menjadi makhluk mitologi paling menakutkan: pembatal seri.
8. Avatar: The Last Airbender (2005-2008)
Walau berbentuk animasi, Avatar: The Last Airbender adalah salah satu series fantasi terbaik yang pernah dibuat. Ceritanya berlatar dunia yang terbagi menjadi empat bangsa berdasarkan elemen: air, tanah, api, dan udara. Aang, Avatar terakhir, harus menguasai semua elemen untuk menghentikan perang yang dipimpin Negara Api.
Yang membuat Avatar luar biasa adalah keseimbangan antara petualangan, humor, aksi, dan perkembangan karakter. Series ini bisa lucu dan ringan, tapi juga mampu membahas perang, trauma, imperialisme, kehilangan, tanggung jawab, dan penebusan dosa dengan sangat baik.
Karakter seperti Aang, Katara, Sokka, Toph, dan Zuko punya arc yang kuat. Terutama Zuko, yang sering disebut sebagai salah satu contoh character development terbaik di animasi televisi.
Avatar: The Last Airbender cocok untuk semua umur, tapi jangan salah. Ini bukan sekadar tontonan anak-anak. Ceritanya rapi, emosional, dan jauh lebih matang daripada banyak series dewasa yang sok gelap tapi kosong.
9. The Legend of Korra (2012-2014)
Sebagai lanjutan dari Avatar: The Last Airbender, The Legend of Korra mengambil latar beberapa dekade setelah kisah Aang. Tokoh utamanya adalah Korra, Avatar baru dari Suku Air yang harus menghadapi dunia yang jauh lebih modern dan kompleks.
Kalau Avatar lebih terasa seperti petualangan klasik, Korra membawa dunia fantasi itu ke arah yang lebih politis dan urban. Ada kota besar, teknologi, gerakan anti-bender, konflik spiritual, perang ideologi, dan pertanyaan tentang peran Avatar di dunia yang terus berubah.
Korra sendiri adalah karakter yang berbeda dari Aang. Ia kuat, keras kepala, impulsif, dan harus belajar banyak hal dengan cara yang menyakitkan. Series ini mungkin tidak selalu seimbang di setiap season, tapi ambisinya sangat menarik.
Kalau kamu suka dunia Avatar, The Legend of Korra jelas wajib masuk daftar.
10. Good Omens (2019-sekarang)
Good Omens adalah fantasi komedi yang diadaptasi dari novel karya Neil Gaiman dan Terry Pratchett. Ceritanya mengikuti malaikat Aziraphale dan iblis Crowley yang sudah terlalu nyaman hidup di Bumi, lalu mencoba mencegah kiamat karena ternyata mereka sama-sama menyukai dunia ini.
Premisnya lucu, dan eksekusinya sangat charming. Michael Sheen dan David Tennant punya chemistry luar biasa sebagai dua makhluk abadi yang secara teori berada di pihak berlawanan, tapi praktiknya sudah seperti pasangan tua yang saling memahami kebiasaan aneh masing-masing.
Good Omens menggabungkan fantasi, satire agama, komedi Inggris, dan cerita tentang persahabatan lintas kubu. Series ini tidak sebesar Game of Thrones, tapi punya kehangatan dan kecerdasan tersendiri.
Kalau kamu ingin series fantasi yang tidak terlalu berat dan lebih playful, Good Omens adalah pilihan yang sangat menyenangkan.
11. American Gods (2017-2021)
American Gods, juga berdasarkan karya Neil Gaiman, membawa premis menarik tentang dewa-dewa lama yang hidup di dunia modern dan bersaing dengan dewa-dewa baru seperti media, teknologi, dan konsumsi.
Ceritanya mengikuti Shadow Moon, mantan narapidana yang bertemu Mr. Wednesday dan terseret ke konflik besar antara kekuatan lama dan baru. Konsep ini membuat American Gods terasa seperti fantasi mitologis yang bercampur road trip dan kritik budaya modern.
Series ini punya visual yang kuat, ide besar, dan atmosfer yang aneh. Memang, kualitasnya tidak selalu stabil, tapi premisnya tetap sangat menarik.
Kalau kamu suka fantasi mitologi yang lebih dewasa, gelap, dan simbolik, American Gods layak dicoba.
12. Once Upon a Time (2011-2018)
Once Upon a Time membawa karakter-karakter dongeng klasik ke dunia modern. Ceritanya dimulai di kota Storybrooke, tempat berbagai tokoh fairy tale hidup tanpa mengingat identitas asli mereka karena kutukan.
Series ini cocok untuk kamu yang suka dongeng, karakter Disney, kutukan, keluarga, cinta sejati, dan konflik antara kebaikan dan kejahatan. Ada Snow White, Prince Charming, Evil Queen, Rumplestiltskin, Captain Hook, dan banyak karakter lain yang diberi versi baru.
Memang, seiring berjalan, ceritanya bisa menjadi sangat ramai. Terlalu banyak karakter, terlalu banyak kutukan, terlalu banyak twist. Seperti lemari dongeng yang tumpah ke lantai dan tidak ada yang mau merapikan.
Tapi di season awal, Once Upon a Time punya daya tarik kuat sebagai fantasi ringan yang penuh nostalgia dan drama keluarga.
13. Carnival Row (2019-2023)
Carnival Row adalah series fantasi gelap yang berlatar dunia neo-Victorian, tempat manusia hidup berdampingan dengan makhluk fantasi seperti fae. Tapi hubungan itu jauh dari harmonis. Ada diskriminasi, konflik politik, migrasi, dan ketegangan sosial.
Series ini menarik karena menggunakan dunia fantasi untuk membahas isu yang sangat nyata: rasisme, pengungsi, kolonialisme, dan ketimpangan sosial. Elemen kriminal dan misterinya juga cukup kuat, terutama di season awal.
Orlando Bloom dan Cara Delevingne menjadi pusat cerita, tapi dunia Carnival Row sendiri adalah daya tarik utamanya. Atmosfernya gelap, kotor, dan penuh ketegangan.
Kalau kamu suka fantasi yang lebih dewasa, politis, dan bercampur mystery crime, Carnival Row bisa jadi pilihan menarik.
14. Merlin (2008-2012)
Merlin adalah series fantasi Inggris yang mengangkat ulang legenda Raja Arthur dari sudut pandang Merlin muda. Di sini, Merlin datang ke Camelot dan harus menyembunyikan kekuatan sihirnya, karena sihir dilarang oleh Raja Uther.
Series ini punya vibe yang lebih ringan dan klasik. Ada petualangan mingguan, monster, kutukan, sihir, persahabatan, dan hubungan Merlin dengan Arthur yang menjadi pusat cerita.
Daya tarik Merlin ada pada kehangatannya. Ini bukan fantasi yang terlalu gelap atau penuh intrik brutal. Lebih cocok untuk kamu yang ingin series fantasi petualangan dengan karakter yang mudah disukai.
Meski efek visualnya mungkin terasa sederhana dibanding standar sekarang, Merlin punya pesona yang masih kuat, terutama untuk penggemar legenda Arthurian.
15. The Wheel of Time (2021-sekarang)
The Wheel of Time diadaptasi dari seri novel fantasi panjang karya Robert Jordan. Ceritanya berlatar dunia tempat kekuatan magis dimiliki oleh perempuan tertentu, sementara ramalan tentang kelahiran kembali sosok bernama Dragon Reborn menjadi pusat konflik besar.
Series ini punya banyak elemen fantasi klasik: ramalan, perjalanan berbahaya, kekuatan sihir, kelompok pahlawan muda, konflik antara terang dan gelap, serta dunia luas dengan banyak budaya dan aturan.
Sebagai adaptasi dari materi sumber yang sangat besar, The Wheel of Time punya tantangan berat. Tidak semua elemen bisa langsung dijelaskan dengan sempurna. Tapi untuk penonton yang suka fantasi epik dengan world-building besar, series ini tetap menarik untuk dicoba.
Kalau kamu mencari fantasi yang terasa seperti petualangan klasik dengan skala besar, The Wheel of Time bisa masuk watchlist.
Rekomendasi Tambahan Series Fantasi Lainnya
Kalau kamu masih ingin mencari series fantasi lain, beberapa judul ini juga layak masuk watchlist:
- Buffy the Vampire Slayer
- Angel
- Supernatural
- The Magicians
- Locke & Key
- A Discovery of Witches
- Sweet Tooth
- Cursed
- The Dark Crystal: Age of Resistance
- Willow
- Warrior Nun
- The Shannara Chronicles
- The Letter for the King
- Percy Jackson and the Olympians
- One Piece
- Frieren: Beyond Journey’s End
- Fullmetal Alchemist: Brotherhood
- Made in Abyss
- Arcane
- Dota: Dragon’s Blood
Beberapa judul di atas lebih dekat ke supernatural, anime, adventure, atau urban fantasy. Tapi semuanya punya elemen fantasi yang kuat dan bisa jadi pilihan menarik sesuai selera kamu.
Kenapa Series Fantasi Selalu Menarik?
Series fantasi menarik karena genre ini memberi ruang bagi imajinasi yang luas. Kita bisa masuk ke dunia yang berbeda dari kenyataan, tapi tetap menemukan konflik yang terasa dekat: keluarga, kekuasaan, cinta, pengkhianatan, kehilangan, tanggung jawab, dan pilihan moral.
Fantasi juga sering menjadi cara untuk membicarakan isu dunia nyata dengan bentuk yang lebih simbolik. Perebutan takhta bisa menjadi cerita tentang ambisi politik. Monster bisa menjadi simbol ketakutan sosial. Sihir bisa menjadi metafora kekuasaan. Dunia paralel bisa menjadi cara untuk membahas identitas dan kebebasan.
Format series membuat genre ini semakin menarik karena world-building butuh waktu. Penonton bisa mengenal sejarah dunia, aturan sihir, hubungan antar bangsa, keluarga kerajaan, mitologi, dan konflik panjang yang tidak cukup diceritakan dalam satu film.
Tentu saja, tantangannya juga besar. Series fantasi yang buruk bisa terasa seperti katalog nama kerajaan, istilah sihir, dan ramalan yang dibacakan terlalu serius. Tapi kalau berhasil, hasilnya bisa sangat memikat.
Subgenre Series Fantasi yang Populer
1. Fantasi epik
Biasanya punya dunia luas, perang besar, ramalan, kerajaan, dan konflik antara kekuatan besar. Contohnya Game of Thrones, The Wheel of Time, dan The Rings of Power.
2. Dark fantasy
Menggabungkan elemen fantasi dengan suasana gelap, kekerasan, moral abu-abu, atau horor. Contohnya The Witcher, Penny Dreadful, dan Carnival Row.
3. Urban fantasy
Menghadirkan elemen fantasi di dunia modern atau kota kontemporer. Contohnya Good Omens, American Gods, dan The Magicians.
4. Fairy tale fantasy
Menggunakan karakter dongeng, kutukan, dunia ajaib, dan konflik klasik antara kebaikan dan kejahatan. Contohnya Once Upon a Time.
5. Supernatural fantasy
Berisi vampir, penyihir, iblis, malaikat, atau makhluk supernatural lain. Contohnya Buffy the Vampire Slayer, Supernatural, dan A Discovery of Witches.
6. Animated fantasy
Fantasi dalam format animasi, sering kali punya world-building kuat dan visual lebih bebas. Contohnya Avatar: The Last Airbender, The Legend of Korra, Arcane, dan Frieren.
Tips Memilih Series Fantasi yang Cocok
Kalau kamu ingin fantasi epik yang besar dan penuh intrik politik, mulai dari Game of Thrones, House of the Dragon, atau The Rings of Power. Kalau ingin fantasi dengan monster dan dunia gelap, pilih The Witcher atau Carnival Row.
Kalau ingin yang lebih emosional dan filosofis, His Dark Materials dan The Sandman bisa jadi pilihan. Kalau ingin fantasi yang ringan dan lucu, Good Omens sangat direkomendasikan.
Untuk animasi, Avatar: The Last Airbender adalah pilihan yang hampir tidak pernah salah. Kalau kamu ingin anime fantasi yang lebih reflektif, Frieren: Beyond Journey’s End juga layak dicoba.
Intinya, jangan menganggap fantasi hanya soal naga dan sihir. Genre ini luas sekali. Kadang yang paling menarik bukan makhluk magisnya, tapi manusia yang tetap saja membuat masalah meski sudah hidup di dunia yang luar biasa.
Series fantasi terbaik adalah series yang bisa membangun dunia imajinatif sambil tetap membuat penonton peduli pada karakter dan konfliknya. Dunia boleh penuh naga, sihir, dewa, daemon, atau kerajaan ajaib, tapi tanpa emosi dan cerita yang kuat, semuanya hanya jadi dekorasi mahal.
Game of Thrones menunjukkan betapa besar pengaruh fantasi epik di era TV modern. House of the Dragon melanjutkan intrik keluarga Targaryen dengan konflik politik yang tajam. The Witcher menawarkan dark fantasy penuh monster dan moral abu-abu. His Dark Materials membawa petualangan fantasi dengan tema filosofis. The Sandman menghadirkan dunia mimpi yang puitis dan gelap. Sementara Avatar: The Last Airbender membuktikan bahwa animasi fantasi bisa punya cerita yang sangat matang dan emosional.
Kalau kamu baru ingin mulai menonton series fantasi, Game of Thrones, Avatar: The Last Airbender, The Sandman, Good Omens, dan The Witcher bisa jadi titik awal yang kuat.
Pada akhirnya, series fantasi membuat kita masuk ke dunia lain untuk memahami dunia sendiri. Kedengarannya puitis, tapi juga masuk akal. Kadang manusia memang perlu naga, sihir, dan kerajaan fiktif dulu untuk sadar bahwa masalah terbesar tetap saja ambisi, kekuasaan, dan keputusan buruk.
Dapatkan informasi, review, dan rekomendasi film terbaru hanya di menonton.id. Ikuti juga kami di media sosial seperti Twitter, Instagram, Facebook, YouTube,TikTok, dan Google News untuk mengetahui berita dan rekomendasi terbaru tentang film.
FAQ
Apa itu series fantasi?
Series fantasi adalah series yang menggunakan elemen imajinatif seperti sihir, dunia alternatif, makhluk mitologi, dewa, monster, kerajaan ajaib, atau kekuatan supernatural sebagai bagian penting dari ceritanya.
Apa series fantasi terbaik?
Beberapa series fantasi terbaik adalah Game of Thrones, House of the Dragon, The Witcher, His Dark Materials, The Sandman, Avatar: The Last Airbender, dan Good Omens.
Apa series fantasi yang cocok untuk pemula?
Series fantasi yang cocok untuk pemula antara lain Avatar: The Last Airbender, The Sandman, Good Omens, The Witcher, dan Game of Thrones.
Apa bedanya series fantasi dan series sci-fi?
Series fantasi biasanya memakai unsur sihir, mitologi, dunia ajaib, atau kekuatan supernatural. Series sci-fi lebih sering memakai konsep sains, teknologi, luar angkasa, AI, atau masa depan.
Apa series fantasi di Netflix yang bagus?
Beberapa series fantasi yang pernah populer di Netflix antara lain The Witcher, The Sandman, Shadow and Bone, Avatar: The Last Airbender, dan One Piece, tergantung ketersediaan katalog di wilayah kamu.