A24 adalah salah satu studio film paling menarik dalam satu dekade terakhir. Bukan karena semua filmnya selalu sempurna, tentu saja. Kita masih hidup di dunia yang sama, jangan terlalu optimis. Tapi A24 berhasil membangun identitas yang sangat kuat: film indie, auteur-driven, aneh, berani, emosional, dan sering terasa seperti proyek yang tidak akan lolos rapat studio besar karena terlalu spesifik, terlalu pelan, terlalu gelap, atau terlalu sulit dijual dengan mainan Happy Meal.
Menariknya, justru dari situ A24 menjadi populer. Logo A24 seperti memberi sinyal tertentu kepada penonton: ini mungkin horor yang tidak biasa, drama yang menyakitkan, komedi yang canggung, sci-fi yang filosofis, atau film kecil yang tiba-tiba membuat kamu mempertanyakan seluruh hidup. Dari Moonlight sampai Everything Everywhere All at Once, dari Hereditary sampai Past Lives, A24 berhasil menjadikan “film indie” terasa lebih dekat dengan penonton luas.
Tentu, istilah “film A24” sendiri bisa mencakup banyak hal. Ada film yang diproduksi langsung oleh A24, ada juga film yang didistribusikan oleh A24. Untuk daftar ini, fokusnya adalah film-film yang lekat dengan identitas A24, baik sebagai distributor maupun produser, dan punya pengaruh kuat terhadap reputasi studio tersebut.
Daftar ini berisi 15 film A24 terbaik dari berbagai genre: coming-of-age, sci-fi, horor, drama keluarga, thriller kriminal, romance, perang sipil fiktif, sampai multiverse absurd yang entah bagaimana bisa membuat batu diam menjadi emosional.
Berikut rekomendasi film A24 terbaik yang wajib kamu tonton.
Daftar Isi
Daftar Cepat Film A24 Berdasarkan Mood
| Mood Menonton | Rekomendasi Film |
|---|---|
| Drama coming-of-age | The Spectacular Now, Lady Bird, Eighth Grade |
| Sci-fi cerdas | Ex Machina, Everything Everywhere All at Once |
| Horor A24 | The Witch, Hereditary, Midsommar |
| Drama pemenang penghargaan | Moonlight, Minari, Past Lives, The Zone of Interest |
| Thriller intens | Uncut Gems, Civil War |
| Film A24 yang emosional | Moonlight, Minari, Aftersun, Past Lives |
| Film A24 untuk pemula | Lady Bird, Ex Machina, Hereditary, Past Lives, Everything Everywhere All at Once |
1. The Spectacular Now (2013)

The Spectacular Now adalah salah satu film awal A24 yang sering terasa lebih kecil dibanding judul-judul besar studio ini, tapi tetap penting. Film ini mengikuti Sutter Keely, remaja populer yang hidupnya terlihat santai, dan Aimee Finecky, perempuan yang lebih pendiam dan serius. Hubungan mereka berkembang menjadi romance coming-of-age yang manis, rapuh, dan tidak terlalu dibuat-buat.
Yang membuat The Spectacular Now menarik adalah caranya melihat masa remaja tanpa terlalu banyak hiasan. Film ini tidak menggambarkan cinta pertama sebagai dongeng sempurna. Di balik chemistry Sutter dan Aimee, ada masalah keluarga, alkohol, rasa takut tumbuh dewasa, dan kebiasaan menghindari masa depan.
Sebagai film A24, film ini mewakili sisi drama indie yang intim dan karakter-driven. Tidak ada konsep besar, tidak ada horor ekstrem, tidak ada multiverse yang mengganggu logika manusia. Hanya dua remaja yang mencoba memahami cinta dan hidup, lalu tentu saja membuat keputusan yang tidak selalu pintar, karena usia muda rupanya lisensi global untuk kekacauan emosional.
Film ini cocok untuk penonton yang suka coming-of-age drama yang lembut, realistis, dan tidak terlalu melodramatis.
2. Ex Machina (2014)
Ex Machina adalah film sci-fi thriller karya Alex Garland tentang Caleb, programmer muda yang diundang ke rumah terpencil milik Nathan, CEO perusahaan teknologi besar. Di sana, ia diminta menguji Ava, robot humanoid dengan kecerdasan buatan yang sangat maju.
Film ini sangat kuat karena tidak membutuhkan dunia futuristik besar untuk terasa menakutkan. Cukup rumah modern yang dingin, seorang miliarder teknologi yang terlalu percaya diri, dan AI yang mungkin lebih paham manusia daripada manusia memahami dirinya sendiri. Sangat menyenangkan, terutama sekarang ketika semua orang tiba-tiba merasa perlu memasukkan AI ke toaster.
Sebagai film A24, Ex Machina penting karena menunjukkan kemampuan studio ini membawa sci-fi yang lebih kecil, filosofis, dan psikologis ke penonton luas. Film ini membahas kesadaran, manipulasi, kuasa, tubuh, gender, dan etika teknologi tanpa perlu banyak ledakan.
Film ini cocok untuk penonton yang suka sci-fi cerdas, tegang, dan punya suasana tidak nyaman yang pelan-pelan menyusup.
3. Room (2015)
Room adalah drama emosional tentang Joy dan anaknya, Jack, yang hidup dalam satu ruangan kecil setelah Joy diculik dan ditahan selama bertahun-tahun. Bagi Jack, ruangan itu adalah seluruh dunia. Bagi Joy, ruangan itu adalah penjara.
Film ini sangat kuat karena tidak hanya membahas trauma, tetapi juga proses keluar dari trauma. Paruh pertama film berfokus pada kehidupan terbatas mereka di dalam ruangan. Paruh kedua justru sama pentingnya: bagaimana seseorang belajar hidup kembali setelah dunia yang lebih luas terbuka, tapi luka batin belum selesai.
Brie Larson tampil sangat kuat sebagai Joy, sementara Jacob Tremblay memberi performa anak yang luar biasa natural. Hubungan ibu dan anak menjadi pusat emosional film ini.
Sebagai film A24, Room menunjukkan sisi drama kemanusiaan yang intens dan sangat personal. Ini bukan film yang mudah ditonton, tapi sangat membekas.
Film ini cocok untuk penonton yang ingin drama serius tentang trauma, keluarga, dan bertahan hidup secara emosional.
4. The Witch (2015)
The Witch adalah horor period karya Robert Eggers yang berlatar New England abad ke-17. Ceritanya mengikuti sebuah keluarga Puritan yang diasingkan dan mulai dihantui oleh kejadian-kejadian aneh di sekitar hutan dekat rumah mereka.
Film ini menjadi salah satu contoh paling kuat dari reputasi A24 dalam horor modern. Bukan horor yang hanya mengandalkan jumpscare, tetapi horor atmosferik yang tumbuh dari paranoia, agama, keluarga, rasa bersalah, dan isolasi.
Kekuatan The Witch ada pada suasana. Semua terasa dingin, asing, dan penuh tekanan. Bahasa, kostum, cahaya, suara hutan, dan dinamika keluarga membuat film ini terasa seperti mimpi buruk sejarah yang sangat sabar menghancurkan penonton.
Sebagai film A24, The Witch penting karena membuka jalan bagi label “A24 horror” yang kemudian semakin kuat lewat film seperti Hereditary, Midsommar, dan Talk to Me.
Film ini cocok untuk penonton yang suka horor lambat, gelap, dan lebih menekan pikiran daripada hanya mengagetkan telinga.
5. Moonlight (2016)
Moonlight adalah salah satu film A24 paling penting. Film ini mengikuti kehidupan Chiron dalam tiga fase: masa kecil, remaja, dan dewasa. Lewat perjalanan itu, film ini membahas identitas, maskulinitas, seksualitas, kemiskinan, keluarga, dan kebutuhan manusia untuk dicintai dengan jujur.
Film ini sangat lembut tapi menghantam. Tidak ada adegan besar yang terasa memaksa, tapi setiap tatapan, percakapan, dan keheningan terasa punya bobot. Barry Jenkins menyutradarai film ini dengan sangat puitis, sementara struktur tiga babaknya membuat kehidupan Chiron terasa seperti rangkaian luka yang perlahan membentuk dirinya.
Sebagai film A24, Moonlight wajib masuk daftar karena menjadi film A24 pertama yang memenangkan Best Picture Oscar. Lebih dari itu, film ini memperlihatkan bagaimana cerita yang sangat spesifik bisa terasa universal jika diceritakan dengan kejujuran emosional.
Film ini cocok untuk penonton yang ingin drama intim, puitis, dan sangat manusiawi.
6. Lady Bird (2017)
Lady Bird adalah coming-of-age drama karya Greta Gerwig tentang Christine “Lady Bird” McPherson, remaja Sacramento yang ingin keluar dari kota kecilnya dan hidup lebih besar. Film ini berfokus pada hubungan Lady Bird dengan ibunya, sekolah Katolik, sahabat, cinta pertama, dan mimpi kuliah.
Film ini sangat disukai karena terasa dekat. Konfliknya bukan sesuatu yang besar secara dunia, tetapi besar bagi seorang remaja: ingin dimengerti, ingin bebas, ingin dianggap spesial, tapi juga masih butuh rumah. Singkatnya, masa remaja: fase ketika manusia merasa paling unik sambil melakukan kesalahan yang sangat umum.
Sebagai film A24, Lady Bird mewakili sisi drama indie yang hangat, lucu, dan sangat tajam dalam memahami keluarga. Saoirse Ronan dan Laurie Metcalf memberi performa yang membuat hubungan ibu-anak terasa rumit, penuh cinta, tapi juga melelahkan.
Film ini cocok untuk penonton yang suka coming-of-age, drama keluarga, dan cerita remaja yang tidak dibuat terlalu manis.
7. Hereditary (2018)
Hereditary adalah film horor karya Ari Aster tentang keluarga Graham yang mulai mengalami kejadian mengerikan setelah kematian nenek mereka. Semakin jauh cerita berjalan, semakin jelas bahwa keluarga ini menyimpan misteri, trauma, rahasia, dan warisan yang jauh lebih gelap dari dugaan.
Film ini sering dianggap sebagai salah satu horor terbaik dari A24. Yang membuatnya kuat bukan hanya unsur supernatural, tetapi drama keluarga yang sangat menyakitkan. Toni Collette tampil luar biasa sebagai ibu yang hancur oleh duka, rasa bersalah, dan kemarahan.
Sebagai film horor, Hereditary bekerja karena membuat keluarga terasa seperti tempat paling tidak aman. Rumah yang seharusnya menjadi ruang perlindungan justru berubah menjadi tempat trauma diwariskan. Menyenangkan, ya, ketika silsilah keluarga berubah menjadi ancaman spiritual.
Sebagai film A24, Hereditary wajib masuk daftar karena memperkuat reputasi studio ini sebagai rumah untuk horor modern yang lebih psikologis, emosional, dan mengganggu.
8. Eighth Grade (2018)
Eighth Grade adalah film coming-of-age karya Bo Burnham tentang Kayla, siswi SMP yang canggung, pendiam, dan berusaha bertahan di minggu terakhir kelas delapan. Ia membuat video motivasi untuk internet, tapi dalam kehidupan nyata ia kesulitan berinteraksi dan merasa tidak percaya diri.
Film ini sangat kuat karena menangkap kecemasan remaja modern dengan jujur. Media sosial, rasa ingin diterima, awkward silence, self-image, dan tekanan untuk terlihat baik-baik saja menjadi bagian penting cerita.
Sebagai film A24, Eighth Grade mewakili sisi kecil tapi sangat tajam dari studio ini. Tidak ada konflik besar, tidak ada twist, tidak ada visual megah. Tapi film ini sangat efektif karena memahami betapa beratnya menjadi remaja di dunia yang selalu menuntut kita tampil.
Film ini cocok untuk penonton yang suka coming-of-age modern yang canggung, lucu, dan sangat empatik. Juga cocok untuk orang dewasa yang ingin mengingat bahwa masa remaja memang mengerikan, bukan hanya karena nostalgia membuatnya terlihat manis.
9. Midsommar (2019)
Midsommar adalah film horor Ari Aster tentang Dani, perempuan yang sedang berduka, yang ikut pergi bersama pacarnya dan teman-temannya ke sebuah festival musim panas di Swedia. Apa yang awalnya terlihat seperti perjalanan budaya perlahan berubah menjadi ritual komunitas yang sangat tidak normal. Dan ya, itu cara halus untuk mengatakannya.
Film ini unik karena horornya terjadi di siang hari, di tempat terang, dengan bunga, pakaian putih, dan lanskap yang indah. Ari Aster membalik banyak konvensi horor: tidak perlu rumah gelap, malam, atau lorong sempit untuk membuat penonton tidak nyaman.
Sebagai film A24, Midsommar penting karena menunjukkan bahwa horor bisa sangat indah secara visual sekaligus sangat mengganggu secara emosional. Film ini juga membahas grief, hubungan toxic, kebutuhan diterima, dan bahaya komunitas yang terlalu rapi menyambut luka seseorang.
Film ini cocok untuk penonton yang suka folk horror, drama psikologis, dan film yang membuat liburan musim panas terasa seperti ancaman.
10. Uncut Gems (2019)
Uncut Gems adalah thriller kriminal karya Safdie Brothers tentang Howard Ratner, pedagang perhiasan New York yang hidupnya dipenuhi utang, taruhan, kebohongan, dan keputusan buruk yang dibuat dengan kepercayaan diri luar biasa.
Adam Sandler tampil luar biasa sebagai Howard, karakter yang membuat penonton stres sejak awal sampai akhir. Ia bukan tokoh yang mudah disukai, tapi sangat sulit diabaikan. Setiap kali ada kesempatan untuk memperbaiki situasi, Howard justru menemukan cara baru untuk membuat semuanya lebih buruk. Sebuah bakat yang, tragisnya, cukup manusiawi.
Sebagai film A24, Uncut Gems wajib masuk daftar karena menjadi salah satu thriller paling intens dari studio ini. Film ini tidak butuh kejar-kejaran besar atau ledakan. Cukup satu karakter impulsif, uang, taruhan basket, dan kota yang tidak pernah memberi ruang untuk bernapas.
Film ini cocok untuk penonton yang ingin film thriller dengan energi panik, tempo cepat, dan tekanan darah yang naik perlahan tapi pasti.
11. Minari (2020)
Minari adalah drama keluarga tentang keluarga Korea-Amerika yang pindah ke Arkansas untuk memulai hidup baru dan membangun pertanian. Film ini mengikuti Jacob, Monica, anak-anak mereka, dan nenek Soon-ja dalam perjuangan menyesuaikan diri dengan tanah, keluarga, dan impian imigran.
Film ini sangat lembut dan manusiawi. Tidak ada konflik besar yang dibuat berlebihan, tapi setiap ketegangan keluarga terasa nyata: uang, pekerjaan, kesehatan anak, pernikahan, dan pertanyaan tentang apa arti kehidupan yang lebih baik.
Sebagai film A24, Minari penting karena memperlihatkan kekuatan cerita kecil yang sangat spesifik secara budaya, tetapi tetap universal secara emosi. Keluarga ini punya pengalaman Korea-Amerika yang khas, tapi rasa takut gagal, ingin memberi yang terbaik untuk anak, dan tekanan rumah tangga bisa dipahami siapa saja.
Film ini cocok untuk penonton yang ingin drama keluarga yang hangat, sedih, dan penuh empati.
12. Everything Everywhere All at Once (2022)
Everything Everywhere All at Once adalah film A24 yang membawa studio ini ke level pengakuan global yang jauh lebih besar. Ceritanya mengikuti Evelyn Wang, pemilik laundromat yang hidupnya kacau, lalu terseret ke konflik multiverse yang absurd, penuh aksi, komedi, dan drama keluarga.
Di atas kertas, film ini terdengar seperti kekacauan: multiverse, pajak, kungfu, batu, bagel nihilisme, hot dog fingers, dan drama ibu-anak. Tapi anehnya, semuanya bekerja. Di balik semua kegilaan visualnya, film ini sebenarnya adalah cerita tentang keluarga, penyesalan, ekspektasi imigran, depresi, dan usaha untuk tetap memilih kebaikan di dunia yang terasa terlalu banyak.
Sebagai film A24, film ini wajib masuk daftar karena menjadi salah satu pencapaian terbesar studio tersebut. Ia membuktikan bahwa film aneh, liar, dan sangat personal masih bisa mendapat cinta besar dari penonton dan penghargaan.
Film ini cocok untuk penonton yang ingin sci-fi komedi emosional yang sangat kreatif, kacau, dan menyentuh.
13. Aftersun (2022)
Aftersun adalah drama yang terlihat sederhana, tapi sangat menghantam. Film ini mengikuti Sophie yang mengenang liburan masa kecilnya bersama ayahnya, Calum, di sebuah resort. Lewat potongan ingatan, rekaman video, dan momen kecil, film ini perlahan memperlihatkan jarak antara apa yang dipahami anak-anak dan apa yang sedang dipikul orang dewasa.
Kekuatan Aftersun ada pada hal-hal yang tidak diucapkan. Film ini tidak menjelaskan semuanya secara terang-terangan. Ia membiarkan penonton merasakan kesedihan dari gesture kecil, tatapan, jeda, dan memori yang tidak utuh.
Sebagai film A24, Aftersun mewakili sisi paling sunyi dan emosional dari studio ini. Tidak ada plot besar, tapi efeknya bisa sangat dalam. Ini film tentang kenangan, orang tua, depresi, dan rasa terlambat memahami seseorang yang pernah sangat dekat dengan kita.
Film ini cocok untuk penonton yang suka drama pelan, kontemplatif, dan siap dihancurkan oleh adegan kecil yang tampak biasa.
14. Past Lives (2023)
Past Lives adalah drama romantis karya Celine Song tentang Nora dan Hae Sung, dua teman masa kecil dari Korea Selatan yang terpisah ketika Nora pindah ke Amerika. Bertahun-tahun kemudian, mereka kembali terhubung dan harus menghadapi kemungkinan hidup yang tidak mereka pilih.
Film ini sangat kuat karena tidak menjadikan romance sebagai perkara sederhana. Past Lives membahas imigrasi, identitas, bahasa, waktu, cinta yang lewat, dan konsep in-yun, yaitu hubungan antarmanusia yang terbentuk dari banyak kehidupan.
Sebagai film A24, Past Lives penting karena menjadi salah satu drama paling lembut dan matang dari studio ini. Tidak ada konflik melodramatis besar, tidak ada tokoh jahat, tidak ada keputusan yang mudah. Yang ada hanya tiga orang dewasa yang mencoba jujur pada hidup, cinta, dan kenyataan.
Film ini cocok untuk penonton yang suka drama romantis dewasa yang tenang, elegan, dan menyakitkan secara halus. Ini bukan film tentang “siapa yang dipilih,” tapi tentang hidup yang terbentuk dari semua pilihan yang tidak terjadi.
15. Civil War (2024)
Civil War adalah film karya Alex Garland tentang sekelompok jurnalis perang yang melakukan perjalanan melintasi Amerika Serikat dalam situasi perang sipil fiktif. Film ini dibintangi Kirsten Dunst sebagai fotografer perang yang sudah terlalu lama menyaksikan kekerasan dari dekat.
Film ini menarik karena tidak terlalu sibuk menjelaskan politik secara detail. Fokusnya lebih pada pengalaman perang, peran jurnalis, kekerasan yang menjadi normal, dan bagaimana sebuah negara bisa terlihat asing ketika sistemnya runtuh.
Sebagai film A24, Civil War penting karena menunjukkan arah baru studio ini: lebih besar, lebih mahal, dan lebih dekat ke blockbuster, tapi tetap membawa sensibilitas auteur. Ini bukan film perang tradisional yang memberi heroisme mudah. Ia lebih seperti perjalanan ke dalam kehancuran yang difoto dengan dingin dan brutal.
Film ini cocok untuk penonton yang suka thriller politik, film perang modern, jurnalisme konflik, dan cerita dystopian yang terasa terlalu dekat dengan dunia nyata. Sangat menenangkan, seperti biasa.
Rekomendasi Tambahan Film A24 Lainnya
Kalau kamu masih ingin menonton film A24 lain, beberapa judul ini juga layak masuk watchlist:
- Spring Breakers
- Enemy
- Under the Skin
- The Rover
- A Most Violent Year
- The Lobster
- Green Room
- 20th Century Women
- A Ghost Story
- The Florida Project
- Good Time
- First Reformed
- The Farewell
- The Lighthouse
- The Last Black Man in San Francisco
- The Souvenir
- Saint Maud
- Zola
- The Green Knight
- Marcel the Shell with Shoes On
- Men
- X
- Pearl
- Bodies Bodies Bodies
- Talk to Me
- The Iron Claw
- Dream Scenario
- Problemista
- I Saw the TV Glow
- Sing Sing
- Janet Planet
- Love Lies Bleeding
Beberapa judul di atas bisa masuk daftar utama tergantung angle artikel. Kalau ingin lebih horor, Talk to Me, X, Pearl, dan The Lighthouse bisa dinaikkan. Kalau ingin lebih arthouse, Under the Skin, The Lobster, First Reformed, dan A Ghost Story juga sangat kuat. Tapi untuk daftar utama, 15 judul di atas dibuat agar lebih seimbang antara popularitas, pengaruh, genre, dan identitas A24.
Apa yang Membuat Film A24 Berbeda?
Film A24 sering terasa berbeda karena studio ini berani mengambil risiko pada cerita yang lebih personal, aneh, gelap, atau tidak terlalu mengikuti formula mainstream. Tidak semua film A24 mudah ditonton, tapi banyak yang punya identitas kuat.
A24 juga sering bekerja dengan sutradara yang punya suara khas. Ari Aster membawa horor keluarga dan folk horror lewat Hereditary dan Midsommar. Robert Eggers membawa horor historis lewat The Witch. Daniels membawa multiverse absurd lewat Everything Everywhere All at Once. Celine Song membawa romance dewasa yang sunyi lewat Past Lives. Alex Garland membawa sci-fi dan political thriller lewat Ex Machina dan Civil War.
Selain itu, film A24 sering kuat secara atmosfer. Banyak filmnya terasa spesifik: warna, musik, ritme, ruang, dan tone-nya mudah dikenali. Kadang terlalu pelan untuk penonton umum, kadang terlalu aneh, kadang terlalu muram. Tapi setidaknya jarang terasa seperti produk pabrik yang dibuat dengan template spreadsheet. Sebuah keajaiban kecil dalam industri hiburan.
Kenapa Film A24 Banyak Disukai?
Film A24 banyak disukai karena memberi alternatif dari film studio besar yang sering bermain aman. Penonton yang mencari film lebih unik, emosional, atau tidak terlalu formulaik biasanya menemukan banyak pilihan di katalog A24.
A24 juga berhasil membangun brand yang kuat. Banyak orang menonton film bukan hanya karena sutradara atau pemainnya, tapi karena ada logo A24 di depan. Ini cukup langka untuk studio indie modern. Biasanya logo studio hanya lewat begitu saja, tapi A24 berhasil membuat logonya terasa seperti janji: mungkin aneh, mungkin bagus, mungkin traumatis, tapi hampir pasti punya identitas.
Film A24 juga sering menjadi bahan diskusi. Hereditary dibahas karena horornya mengganggu. Uncut Gems dibahas karena intensitasnya. Everything Everywhere All at Once dibahas karena kreativitasnya. Past Lives dibahas karena kelembutan emosinya. Civil War dibahas karena gambaran Amerika yang retak.
Dengan kata lain, film A24 sering membuat penonton ingin berbicara setelah menonton. Entah untuk memuji, berdebat, atau sekadar bertanya, “barusan gue nonton apa?”
Genre Film A24 yang Populer
1. Horor A24
A24 sangat kuat dalam horor modern, terutama horor yang lebih atmosferik dan psikologis. Contohnya The Witch, Hereditary, Midsommar, The Lighthouse, X, Pearl, dan Talk to Me.
2. Drama indie A24
Banyak film A24 fokus pada karakter, keluarga, identitas, dan relasi manusia. Contohnya Moonlight, Lady Bird, Minari, Aftersun, dan Past Lives.
3. Sci-fi dan film konsep tinggi
A24 juga punya film sci-fi dan film konsep unik yang lebih filosofis daripada bombastis. Contohnya Ex Machina dan Everything Everywhere All at Once.
4. Thriller A24
Film thriller A24 sering intens, gelap, dan tidak nyaman. Contohnya Uncut Gems, Green Room, Good Time, dan Civil War.
5. Coming-of-age A24
A24 punya beberapa coming-of-age film yang sangat kuat, seperti The Spectacular Now, Lady Bird, dan Eighth Grade.
Tips Memilih Film A24 yang Cocok
Kalau kamu baru ingin mulai menonton film A24, pilih Ex Machina, Lady Bird, Hereditary, Uncut Gems, Past Lives, dan Everything Everywhere All at Once. Judul-judul ini memberi gambaran luas tentang identitas A24.
Kalau suka horor, mulai dari The Witch, Hereditary, dan Midsommar. Kalau ingin horor yang lebih modern dan cepat, Talk to Me bisa masuk watchlist tambahan.
Kalau suka drama emosional, tonton Moonlight, Minari, Aftersun, dan Past Lives. Kalau ingin film yang lebih intens dan bikin stres, pilih Uncut Gems atau Civil War. Kalau ingin sci-fi cerdas, Ex Machina adalah pilihan paling aman.
Jangan masuk ke semua film A24 dengan ekspektasi yang sama. Ada film yang sangat accessible, ada yang pelan, ada yang aneh, ada yang seperti mimpi buruk mahal, dan ada yang hanya ingin membuat penonton duduk diam memikirkan hubungan dengan orang tua. Variasinya besar. Itulah daya tariknya, sekaligus alasan kenapa katalog A24 kadang terasa seperti rak toko buku indie yang terlalu percaya diri.
Film A24 terbaik menunjukkan bagaimana studio indie bisa punya identitas kuat di tengah industri film modern. Dari romance coming-of-age seperti The Spectacular Now, sci-fi cerdas seperti Ex Machina, horor mengganggu seperti The Witch, Hereditary, dan Midsommar, drama pemenang penghargaan seperti Moonlight, Minari, dan Past Lives, sampai thriller intens seperti Uncut Gems dan Civil War, A24 berhasil membangun katalog yang sangat beragam.
Kalau kamu baru ingin mulai, tonton Ex Machina, Moonlight, Lady Bird, Hereditary, Uncut Gems, Everything Everywhere All at Once, Past Lives, dan Civil War. Dari sana, kamu bisa memilih apakah ingin masuk ke horor A24, drama indie, thriller, sci-fi, atau coming-of-age.
Pada akhirnya, film A24 disukai karena tidak selalu memberi jawaban mudah. Kadang filmnya lucu, kadang traumatis, kadang sangat lembut, kadang membuat kepala berisik. Tapi setidaknya, banyak film A24 terasa seperti dibuat dengan sudut pandang yang jelas. Dan di industri yang sering terlalu nyaman membuat hal yang sama berulang-ulang, itu sudah cukup layak dirayakan.
***
Dapatkan informasi, review, dan rekomendasi film terbaru hanya di menonton.id. Ikuti juga kami di media sosial seperti Twitter, Instagram, Facebook, YouTube,TikTok, dan Google News untuk mengetahui berita dan rekomendasi terbaru tentang film.
FAQ
Apa film A24 terbaik?
Beberapa film A24 terbaik adalah Ex Machina, Moonlight, Lady Bird, Hereditary, Uncut Gems, Everything Everywhere All at Once, Past Lives, dan Civil War.
Apa film horor A24 terbaik?
Film horor A24 terbaik antara lain The Witch, Hereditary, Midsommar, The Lighthouse, X, Pearl, dan Talk to Me.
Apa film A24 yang cocok untuk pemula?
Film A24 yang cocok untuk pemula antara lain Ex Machina, Lady Bird, Hereditary, Uncut Gems, Past Lives, dan Everything Everywhere All at Once.
Apa film A24 yang menang Oscar?
Film A24 yang menang Oscar besar antara lain Moonlight dan Everything Everywhere All at Once. Keduanya memenangkan Best Picture di Academy Awards.
Kenapa film A24 banyak disukai?
Film A24 banyak disukai karena sering menawarkan cerita yang unik, berani, dan tidak terlalu formulaik. Studio ini dikenal lewat horor modern, drama indie, thriller intens, dan film auteur dengan identitas kuat.