15 Film Disney Plus Original Terbaik yang Wajib Ditonton

-

Disney+ memiliki koleksi film yang sangat besar, mulai dari animasi klasik Disney, film Pixar, Marvel Cinematic Universe, Star Wars, sampai dokumenter National Geographic. Namun, tidak semua film yang tersedia di platform tersebut merupakan film original Disney+.

Film seperti Avengers: Endgame, Frozen II, Encanto, dan Toy Story 4 awalnya dibuat untuk bioskop sebelum akhirnya masuk ke layanan streaming. Karena katalog Disney+ bisa berubah berdasarkan negara, masa lisensi, dan strategi distribusi, membuat daftar berdasarkan film yang sedang tersedia akan cepat kedaluwarsa.

Artikel ini mengambil pendekatan yang berbeda. Daftar berikut berfokus pada film Disney Plus original, yaitu film yang secara resmi dibuat, diperoleh, dipasarkan, atau dirilis secara eksklusif sebagai Disney+ Original Movie.

Beberapa merupakan cerita baru, beberapa diadaptasi dari novel, sementara yang lain menjadi remake atau lanjutan dari film Disney terdahulu. Jadi, kata “original” di sini merujuk pada status distribusinya sebagai konten Disney+, bukan berarti seluruh ceritanya selalu benar-benar baru.

Disney+ sendiri diluncurkan pada November 2019 dengan beberapa film original seperti Lady and the Tramp dan Noelle. Sejak itu, platform tersebut terus merilis film keluarga, drama olahraga, romance remaja, musikal, fantasi, dan petualangan yang dibuat khusus untuk penonton streaming.

Ketersediaan setiap film tetap dapat berbeda berdasarkan wilayah. Namun, status film-film berikut sebagai produksi atau rilisan original Disney+ tidak berubah hanya karena suatu judul dipindahkan dari katalog regional.

Daftar Cepat Film Original Disney+ Berdasarkan Mood

Mood MenontonRekomendasi Film
Film Disney+ terbaik secara keseluruhanTogo, Chip ‘n Dale: Rescue Rangers, Clouds
Drama yang mengharukanClouds, Out of My Mind, Safety
Film keluargaFlora & Ulysses, Lady and the Tramp, Noelle
Coming-of-ageStargirl, Chang Can Dunk, Better Nate Than Ever
Film olahragaSafety, Chang Can Dunk
Film musikalBetter Nate Than Ever, World’s Best, Stargirl
PetualanganTogo, Peter Pan & Wendy, Flora & Ulysses
KomediChip ‘n Dale: Rescue Rangers, Timmy Failure, Noelle
Film NatalNoelle, Hocus Pocus 2 untuk suasana Halloween
Cocok ditonton bersama anakFlora & Ulysses, Timmy Failure, Lady and the Tramp
Untuk penonton remajaStargirl, Chang Can Dunk, World’s Best
Cerita berdasarkan kisah nyataTogo, Clouds, Safety

Rekomendasi Film Disney Plus Original

1. Togo (2019)

film disney plus togo - Menonton.id (14)

Togo mengangkat kisah nyata perjalanan anjing kereta luncur bernama Togo dan pemiliknya, Leonhard Seppala. Keduanya harus menempuh perjalanan berbahaya melintasi Alaska untuk membawa serum ke wilayah yang sedang menghadapi wabah pada musim dingin 1925. Willem Dafoe memerankan Seppala, sementara Ericson Core menjadi sutradaranya. Disney memperkenalkan film ini sebagai Disney+ Original sebelum dirilis pada Desember 2019.

Di permukaan, Togo mungkin tampak seperti film keluarga biasa tentang persahabatan manusia dan anjing. Namun, film ini jauh lebih kuat daripada formula sederhana tersebut. Perjalanan Seppala dan Togo dibangun sebagai kisah bertahan hidup yang penuh bahaya, cuaca ekstrem, dan pengorbanan.

Hubungan antara manusia dan hewan menjadi pusat emosinya, tetapi film tidak berusaha memeras air mata dengan cara murahan. Togo digambarkan bukan sekadar hewan peliharaan yang setia, melainkan rekan perjalanan dengan keberanian dan kepribadian sendiri.

Visual alam bersalju membuat petualangannya terasa luas sekaligus mengancam. Willem Dafoe juga memberi penampilan yang tenang dan meyakinkan sebagai pria yang harus mempercayai anjingnya ketika kondisi alam tidak lagi memberi banyak pilihan.

Togo merupakan salah satu film original Disney+ terbaik dan mungkin film yang paling layak ditonton oleh penonton dewasa maupun anak-anak dalam daftar ini.

2. Chip ‘n Dale: Rescue Rangers (2022)

chip 'n dale rescue rangers - Menonton.id (13)

Chip ‘n Dale: Rescue Rangers mempertemukan animasi dengan dunia live-action. Chip dan Dale kini hidup terpisah setelah serial televisi mereka berakhir. Chip bekerja sebagai agen asuransi, sedangkan Dale menjalani kehidupan sebagai selebritas nostalgia yang rutin tampil dalam acara penggemar. Mereka kemudian kembali bekerja sama ketika seorang teman lama menghilang. Film original Disney+ ini dirilis pada Mei 2022.

Alih-alih membuat remake biasa, film ini menjadikan serial klasik Rescue Rangers sebagai bagian dari sejarah para karakter. Chip dan Dale adalah mantan aktor animasi yang pernah bekerja bersama, kemudian berpisah setelah persahabatan mereka memburuk.

Pendekatan meta tersebut memberi film banyak ruang untuk mengejek industri hiburan, budaya nostalgia, remake, perubahan teknologi animasi, dan kebiasaan studio menghidupkan kembali karakter lama. Agak ironis bahwa Disney mengkritik obsesi industri terhadap nostalgia melalui film yang memang dibuat dari nostalgia, tetapi setidaknya filmnya menyadari lelucon tersebut.

John Mulaney dan Andy Samberg memberi suara kepada Chip dan Dale dengan dinamika yang lucu. Berbagai penampilan karakter animasi lain juga membuat dunianya terasa seperti pertemuan antara Who Framed Roger Rabbit dan komedi detektif modern.

Film ini cocok untuk penonton keluarga, tetapi sebagian besar lelucon tentang industri film justru akan lebih dinikmati oleh penonton dewasa.

3. Clouds (2020)

clouds - Menonton.id (12)

Clouds diangkat dari kisah nyata Zach Sobiech, seorang remaja dan musisi yang didiagnosis mengidap osteosarcoma. Ketika mengetahui bahwa penyakitnya semakin parah, Zach memilih menggunakan waktu yang tersisa untuk membuat musik bersama sahabatnya. Disney+ memperoleh film ini dan merilisnya sebagai Disney+ Original Film pada Oktober 2020.

Film yang membahas penyakit serius sering terjebak menjadikan karakternya sebagai alat untuk membuat penonton menangis. Clouds memang emosional, tetapi film ini tetap memberi Zach kehidupan, humor, hubungan, rasa takut, dan ambisi di luar penyakitnya.

Fin Argus membawakan Zach dengan kehangatan yang membuatnya terasa seperti remaja nyata, bukan simbol inspirasi yang terlalu sempurna. Sabrina Carpenter dan Madison Iseman juga membantu memperlihatkan bagaimana kondisi Zach memengaruhi orang-orang terdekatnya.

Musik menjadi bagian penting dari cerita. Lagu-lagu yang dibuat Zach bukan hanya pelengkap, melainkan caranya meninggalkan sesuatu setelah ia tidak lagi ada. Karena itu, momen musikal dalam film terasa berkaitan langsung dengan perjalanan emosionalnya.

Siapkan diri untuk drama yang menyedihkan, tetapi tidak sepenuhnya muram. Clouds tetap menjadi film tentang cinta, persahabatan, dan keputusan untuk menjalani hidup ketika waktu terasa sangat terbatas.

4. Out of My Mind (2024)

out of my mind - Menonton.id (11)

Out of My Mind diadaptasi dari novel karya Sharon M. Draper. Ceritanya mengikuti Melody Brooks, seorang siswi dengan cerebral palsy yang memiliki kecerdasan tinggi tetapi kesulitan berkomunikasi secara verbal. Setelah mendapatkan teknologi yang membantunya menyampaikan pikiran, Melody mulai menuntut agar orang-orang di sekitarnya melihat kemampuan dirinya, bukan hanya kondisi fisiknya. Disney merilis film ini sebagai Disney Original Movie di Disney+ pada November 2024.

Kekuatan utamanya berada pada sudut pandang Melody. Film memperlihatkan betapa sering orang dewasa, guru, dan teman sebaya berbicara seolah dirinya tidak memahami apa yang terjadi. Padahal, Melody justru memperhatikan lebih banyak hal dibanding kebanyakan orang di ruangan.

Film ini tidak memperlakukan karakter utamanya sebagai objek belas kasihan. Melody bisa marah, lucu, ambisius, kecewa, dan keras kepala. Ia tidak harus menjadi sosok inspiratif setiap saat hanya agar orang lain merasa lebih baik tentang dirinya sendiri.

Out of My Mind juga membahas inklusi secara lebih konkret. Mengizinkan seseorang berada di ruangan yang sama tidak otomatis berarti ia mendapat kesempatan yang setara. Dukungan tanpa kemauan mendengar tetap dapat berubah menjadi bentuk pengabaian yang dibungkus sopan santun.

Film ini cocok ditonton oleh keluarga, sekolah, dan siapa pun yang menyukai drama coming-of-age dengan karakter utama kuat.

5. Safety (2020)

safety - Menonton.id (10)

Safety terinspirasi dari kisah Ray McElrathbey, pemain American football di Clemson University yang diam-diam merawat adiknya ketika kondisi keluarga mereka memburuk. Ray harus menyeimbangkan latihan, pendidikan, kehidupan kampus, dan tanggung jawab sebagai kakak. Disney memproduksi film ini sebagai Disney+ Original yang dirilis eksklusif melalui platform tersebut.

Film olahraga biasanya membangun klimaks melalui pertandingan besar. Safety memang memiliki unsur tersebut, tetapi konflik terpentingnya justru berlangsung di luar lapangan.

Ray bukan hanya mengejar posisi dalam tim. Ia berusaha menjaga adiknya tetap aman tanpa kehilangan beasiswa yang menjadi peluang terbesar dalam hidupnya. Kondisi tersebut membuat setiap keputusan terasa berat karena keberhasilan pribadi Ray dan keselamatan keluarganya saling bergantung.

Jay Reeves memberi penampilan yang cukup kuat sebagai Ray. Hubungannya dengan Fahmarr terasa hangat tanpa dibuat terlalu manis. Kehadiran rekan satu tim dan komunitas kampus juga mengubah film ini menjadi cerita tentang keberanian menerima bantuan.

Untuk penonton yang menyukai film olahraga seperti Remember the Titans atau Invincible, Safety menawarkan formula serupa dengan fokus keluarga yang lebih kuat.

6. Stargirl (2020)

stargirl - Menonton.id (8)

Stargirl diadaptasi dari novel Jerry Spinelli dan mengikuti Leo Borlock, siswa SMA yang terbiasa menghindari perhatian. Hidupnya berubah ketika bertemu Stargirl Caraway, siswi baru yang percaya diri, eksentrik, dan tidak terlalu peduli pada aturan sosial sekolah. Film ini diperkenalkan sebagai film coming-of-age Disney+ dan dirilis pada Maret 2020.

Film ini membahas ketegangan antara menjadi diri sendiri dan keinginan untuk diterima. Stargirl menarik perhatian karena keberaniannya tampil berbeda, tetapi keberanian tersebut juga membuatnya menjadi sasaran penilaian dari lingkungan sekolah.

Leo tertarik pada kebebasan Stargirl, tetapi pada saat yang sama merasa tidak nyaman ketika hubungan mereka membuatnya ikut menjadi pusat perhatian. Di sinilah filmnya cukup jujur. Banyak orang mengaku menyukai keunikan seseorang sampai keunikan itu mulai mengganggu posisi sosial mereka sendiri.

Grace VanderWaal membawa karakter Stargirl dengan energi yang hangat dan sedikit misterius. Musik juga menjadi bagian penting dari identitas film, meski ceritanya tetap berpusat pada hubungan dan pencarian jati diri.

Film ini paling cocok untuk penonton remaja atau siapa pun yang menyukai romance coming-of-age yang lembut.

7. Better Nate Than Ever (2022)

better nate than never - Menonton.id (9)

Nate Foster adalah remaja yang bermimpi tampil di Broadway, tetapi bahkan gagal mendapatkan peran dalam produksi sekolah. Ketika orang tuanya pergi, Nate dan sahabatnya, Libby, diam-diam menuju New York untuk mengikuti audisi musikal. Film ini diadaptasi dari novel karya Tim Federle dan dirilis eksklusif di Disney+ pada April 2022.

Better Nate Than Ever memiliki energi musikal yang cerah tanpa mengabaikan rasa tidak aman karakter utamanya. Nate percaya bahwa panggung adalah tempatnya, tetapi keyakinan tersebut terus diuji oleh penolakan, keluarga, dan dunia audisi yang tidak selalu ramah.

Rueby Wood tampil sangat menyenangkan sebagai Nate. Karakternya percaya diri ketika berbicara tentang Broadway, tetapi masih rentan ketika harus menghadapi pertanyaan tentang identitas dan penerimaan.

Lisa Kudrow juga memberi film ini lapisan emosional sebagai Heidi, bibi Nate yang pernah mengejar impian serupa. Hubungan mereka memperlihatkan bahwa memiliki bakat tidak selalu menjamin keberhasilan, tetapi kegagalan pun tidak harus menghapus kecintaan seseorang pada seni.

Bagi penggemar musikal, teater, dan cerita tentang mengejar mimpi, film ini menjadi salah satu Disney+ Original yang paling mudah direkomendasikan.

8. Chang Can Dunk (2023)

chang can dunk - Menonton.id (7)

Chang Can Dunk mengikuti Chang, siswa keturunan Asia-Amerika yang bertaruh bahwa dirinya dapat melakukan slam dunk sebelum acara homecoming sekolah. Taruhan tersebut awalnya dibuat untuk mendapatkan perhatian dan mengalahkan pemain basket yang lebih populer. Namun, perjalanan Chang kemudian memaksanya menilai ulang harga diri, persahabatan, serta hubungannya dengan sang ibu. Disney+ merilisnya sebagai Original Film pada Maret 2023.

Premisnya tampak seperti film olahraga remaja yang sederhana. Chang berlatih, menghadapi keraguan, dan mengejar target yang dianggap mustahil. Untungnya, film ini tidak berhenti ketika karakter utamanya berhasil meningkatkan kemampuan fisik.

Chang harus menghadapi alasan sebenarnya di balik ambisinya. Ia tidak hanya ingin melakukan dunk. Ia ingin dihormati, dikagumi, dan dianggap lebih penting oleh orang-orang di sekolah.

Film ini berani memperlihatkan bahwa kerja keras tidak otomatis membuat seseorang menjadi lebih dewasa. Kesuksesan bahkan dapat memperburuk ego ketika karakter belum memahami apa yang sebenarnya ia cari.

Chang Can Dunk cocok untuk penonton remaja, penggemar basket, dan keluarga yang menginginkan cerita olahraga dengan konflik karakter yang cukup kuat.

9. World’s Best (2023)

world's best - Menonton.id

World’s Best mengikuti Prem Patel, anak jenius matematika yang mengetahui bahwa mendiang ayahnya pernah menjadi rapper. Penemuan tersebut membuat Prem mencoba memahami sisi lain keluarganya dan mulai membayangkan dirinya sebagai musisi hip-hop. Film musikal komedi ini dipasarkan sebagai Disney+ Original Movie dan dirilis pada Juni 2023.

Prem terbiasa melihat dunia melalui angka dan rumus. Musik kemudian memberinya cara baru untuk memahami ayah yang hampir tidak sempat ia kenal. Imajinasi Prem menghadirkan berbagai nomor musikal yang mempertemukan matematika, rap, dan kenangan keluarga.

Manny Magnus tampil menyenangkan sebagai Prem, sementara Utkarsh Ambudkar membawa energi besar sebagai figur ayah yang muncul melalui fantasi dan ingatan.

Film ini memang mengikuti banyak pola coming-of-age Disney. Ada kompetisi, konflik dengan teman, ketegangan dengan orang tua, dan pelajaran tentang menjadi diri sendiri. Namun, perpaduan budaya Asia Selatan, musik hip-hop, dan hubungan ayah-anak membuatnya memiliki identitas yang cukup berbeda.

World’s Best bisa menjadi pilihan untuk penonton keluarga yang ingin film musikal tanpa harus kembali memutar lagu putri kerajaan untuk keempat ratus kalinya.

10. Flora & Ulysses (2021)

flora & ulysses - Menonton.id (1)

Flora adalah anak berusia 10 tahun yang menyukai komik superhero dan menganggap dirinya seorang sinis. Kehidupannya berubah setelah ia menyelamatkan seekor tupai bernama Ulysses yang ternyata memiliki kekuatan tidak biasa. Film ini diadaptasi dari buku karya Kate DiCamillo dan diproduksi khusus untuk Disney+.

Daya tarik filmnya tidak hanya berasal dari tupai berkekuatan super. Di balik komedi dan petualangan, Flora & Ulysses membahas keluarga yang sedang menghadapi perceraian dan seorang anak yang mencoba memahami perubahan dalam hidupnya.

Flora menggunakan logika cerita superhero untuk menghadapi kondisi keluarga. Ulysses kemudian menjadi simbol harapan yang perlahan meruntuhkan pandangan sinisnya.

Matilda Lawler membawa Flora dengan energi yang cerdas dan tidak terlalu dibuat-buat. Ben Schwartz, Alyson Hannigan, dan Danny Pudi membantu menjaga komedinya tetap hidup tanpa menghilangkan emosi keluarga.

Film ini sangat cocok untuk ditonton bersama anak-anak, terutama karena temanya cukup mudah dipahami tetapi tetap memiliki lapisan untuk penonton dewasa.

11. Timmy Failure: Mistakes Were Made (2020)

timmy failure mistakes were made - Menonton.id (2)

Timmy Failure adalah anak yang menjalankan agen detektif bersama beruang kutub imajiner bernama Total. Ia percaya dirinya adalah penyelidik hebat, meski hasil pekerjaannya lebih sering menciptakan kebingungan daripada menyelesaikan kasus. Film ini disutradarai Tom McCarthy, diadaptasi dari buku karya Stephan Pastis, dan dibuat sebagai film original untuk Disney+.

Humor film ini berasal dari cara Timmy melihat dirinya sendiri. Ia bersikap seperti detektif noir yang keras dan penuh perhitungan, sementara dunia di sekitarnya tetap memperlakukannya sebagai anak sekolah dengan imajinasi terlalu aktif.

Namun, di balik komedi datarnya, Timmy sebenarnya menggunakan dunia detektif untuk menghadapi kesepian, perubahan keluarga, dan kesulitan berhubungan dengan orang lain.

Winslow Fegley membuat karakter Timmy terasa menyebalkan sekaligus simpatik. Film tidak memaksa karakternya berubah menjadi anak yang sepenuhnya mudah diatur. Ia tetap aneh, keras kepala, dan terlalu percaya diri, hanya sedikit lebih mampu memahami orang-orang di sekitarnya.

Film ini cocok untuk keluarga yang menyukai komedi anak dengan gaya humor kering dan karakter utama yang tidak biasa.

12. Lady and the Tramp (2019)

lady and the tramp - Menonton.id (3)

Lady and the Tramp merupakan remake live-action dan animasi komputer dari film Disney tahun 1955. Ceritanya mengikuti Lady, anjing peliharaan dari keluarga berada, yang bertemu Tramp, anjing jalanan dengan kehidupan bebas. Film ini menjadi salah satu Disney+ Original yang tersedia ketika platform tersebut diluncurkan pada November 2019.

Versi barunya tidak mengubah cerita secara radikal. Lady masih harus menghadapi perubahan dalam keluarganya setelah kehadiran seorang bayi, sementara Tramp membantunya memahami dunia di luar rumah.

Daya tarik terbesarnya tentu berada pada hubungan kedua anjing tersebut. Film mempertahankan beberapa momen terkenal dari animasi klasik, termasuk makan malam dengan sepiring spaghetti yang tampaknya berhasil membuat kebersihan makanan kehilangan seluruh arti.

Sebagai remake, Lady and the Tramp mungkin tidak memiliki keajaiban visual versi animasinya. Namun, film ini tetap menjadi tontonan keluarga yang hangat dan cukup aman untuk penonton muda.

Judul ini juga penting secara historis karena menjadi salah satu film yang membantu Disney+ memperkenalkan katalog originalnya ketika layanan tersebut baru diluncurkan.

13. Hocus Pocus 2 (2022)

hocus pocus 2 - Menonton.id (5)

Hocus Pocus 2 membawa kembali Winifred, Sarah, dan Mary Sanderson, tiga penyihir dari film kultus Hocus Pocus tahun 1993. Setelah kembali dibangkitkan di Salem, ketiganya menghadapi kelompok remaja baru yang berusaha menghentikan rencana mereka. Disney memproduksi sekuel ini sebagai film original Disney+ yang dirilis eksklusif pada 2022.

Film ini sangat bergantung pada nostalgia. Bette Midler, Sarah Jessica Parker, dan Kathy Najimy kembali dengan dinamika yang masih menjadi daya tarik terbesar waralaba tersebut.

Ceritanya tidak terlalu rumit dan ancamannya tidak pernah benar-benar terasa menakutkan. Namun, film ini memahami bahwa sebagian besar penonton datang untuk melihat Sanderson bersaudara berdebat, bernyanyi, dan gagal memahami dunia modern.

Dibanding film Halloween untuk penonton dewasa, Hocus Pocus 2 jelas jauh lebih ringan. Kostum, komedi, dan atmosfer Salem menjadikannya tontonan musiman yang cocok untuk keluarga.

Film ini paling tepat ditonton menjelang Halloween, terutama jika kamu sudah menyukai film pertamanya dan tidak keberatan dengan nostalgia yang disajikan dalam porsi besar.

14. Peter Pan & Wendy (2023)

peter pan and wendy - Menonton.id (4)

Peter Pan & Wendy merupakan interpretasi live-action dari kisah J.M. Barrie serta film animasi Disney tahun 1953. Wendy Darling bertemu Peter Pan dan melakukan perjalanan bersama saudara-saudaranya ke Neverland, tempat mereka menghadapi Captain Hook. Film karya David Lowery ini dipasarkan sebagai Disney+ Original Movie dan dirilis melalui platform tersebut pada 2023.

David Lowery mencoba memberi cerita ini tone yang lebih melankolis. Wendy tidak hanya mengikuti Peter menuju petualangan, tetapi juga harus menghadapi ketakutannya terhadap perubahan dan kedewasaan.

Hubungan Peter dan Captain Hook mendapat perhatian lebih besar dibanding beberapa versi sebelumnya. Konflik mereka tidak hanya dibentuk oleh pertarungan antara pahlawan dan penjahat, tetapi juga oleh sejarah persahabatan dan rasa ditinggalkan.

Tidak semua unsur visualnya terasa seajaib animasi klasik. Beberapa bagian Neverland justru tampak terlalu muram untuk dunia yang seharusnya dibangun dari imajinasi anak-anak.

Meski begitu, film ini tetap menarik bagi penonton yang ingin melihat kisah Peter Pan dengan sudut yang lebih serius dan reflektif.

15. Noelle (2019)

Noelle - Menonton.id (6)

Noelle mengikuti Noelle Kringle, putri Santa Claus yang hidup di Kutub Utara bersama kakaknya, Nick. Ketika Nick merasa tidak siap mengambil alih tugas ayah mereka, ia pergi dan menghilang. Noelle kemudian harus meninggalkan Kutub Utara untuk menemukannya sebelum Natal. Film ini menjadi salah satu original Disney+ yang tersedia saat peluncuran platform pada November 2019.

Anna Kendrick membawa energi ceria yang sangat cocok dengan karakter Noelle. Sementara Bill Hader memerankan Nick sebagai calon Santa yang lebih suka melarikan diri daripada menerima tanggung jawab keluarga.

Cerita film ini sebenarnya cukup sederhana. Noelle memasuki dunia manusia, menghadapi berbagai kesalahpahaman, kemudian menyadari bahwa tradisi tidak selalu harus dijalankan dengan cara yang sama.

Tema utamanya berkaitan dengan ekspektasi keluarga dan gagasan bahwa posisi penting tidak harus selalu diwariskan kepada orang yang selama ini dianggap paling cocok berdasarkan tradisi.

Noelle bukan film Natal yang akan menggantikan Home Alone atau The Muppet Christmas Carol. Namun, film ini tetap ringan, hangat, dan mudah dinikmati bersama keluarga selama musim liburan.

Rekomendasi Tambahan Film Original Disney+ Lainnya

Selain 15 judul utama, Disney+ juga memiliki sejumlah film original lain yang dapat dimasukkan ke dalam daftar tontonan.

Beberapa di antaranya adalah:

  • Rise
  • Godmothered
  • Crater
  • Dashing Through the Snow
  • Cheaper by the Dozen
  • Secret Society of Second-Born Royals
  • Hollywood Stargirl
  • Disenchanted
  • Pinocchio
  • Sneakerella
  • Magic Camp
  • Black Beauty
  • Phineas and Ferb the Movie: Candace Against the Universe
  • The One and Only Ivan
  • Flora & Ulysses
  • Diary of a Wimpy Kid
  • World’s Best

Rise bisa dipilih jika kamu menyukai drama olahraga berdasarkan kisah nyata keluarga Antetokounmpo. Film ini dirilis sebagai Disney+ Original Movie pada 2022.

Untuk petualangan fiksi ilmiah, Crater menawarkan cerita sekelompok remaja yang melakukan perjalanan di koloni bulan. Film ini juga secara resmi dipasarkan sebagai Disney+ Original Movie.

Sementara itu, Godmothered cocok untuk penonton yang menginginkan komedi fantasi keluarga, dan Cheaper by the Dozen menawarkan cerita tentang keluarga besar yang mengelola rumah sekaligus bisnis bersama.

Apa yang Dimaksud dengan Film Original Disney+?

Film original Disney+ adalah film yang dibuat, diperoleh, atau dirilis oleh Disney untuk layanan streaming Disney+. Film tersebut biasanya dipasarkan menggunakan label Disney+ Original Movie atau dirilis secara eksklusif melalui platform tersebut.

Namun, label “original” tidak selalu berarti ceritanya merupakan ide baru.

Lady and the Tramp adalah remake dari film animasi klasik. Hocus Pocus 2 merupakan sekuel. Peter Pan & Wendy adalah adaptasi baru dari cerita yang sudah berkali-kali difilmkan.

Sementara itu, film seperti Togo, Safety, dan Clouds diangkat dari kisah nyata. Stargirl, Flora & Ulysses, Timmy Failure, dan Out of My Mind berasal dari buku.

Jadi, istilah Disney+ Original lebih berkaitan dengan produksi dan distribusi dibanding orisinalitas cerita.

Bedanya Film Original Disney+ dan Film yang Tersedia di Disney+

Sama seperti Netflix atau HBO, tidak semua film yang dapat ditonton di Disney+ merupakan produksi original platform tersebut.

Film Marvel seperti Avengers: Endgame dibuat dan dirilis ke bioskop sebelum tersedia melalui Disney+. Hal yang sama berlaku untuk film animasi seperti Frozen II, Encanto, dan sebagian besar film Pixar.

Ada pula film seperti Luca, Soul, dan Turning Red yang dirilis langsung melalui Disney+ di beberapa wilayah karena perubahan strategi distribusi selama pandemi. Namun, film-film tersebut tetap merupakan produksi Pixar yang awalnya dikembangkan sebagai film studio, bukan bagian utama dari lini Disney+ Original Movie.

Sementara itu, Togo, Noelle, Timmy Failure, dan Flora & Ulysses sejak awal diperkenalkan sebagai film yang dibuat untuk layanan Disney+.

Perbedaan ini penting karena katalog streaming selalu berubah. Sebuah film bioskop bisa masuk dan keluar dari Disney+ berdasarkan wilayah, sedangkan status sebuah film sebagai Disney+ Original tetap menjadi bagian dari identitas produksinya.

Jenis Film Original Disney+ yang Paling Banyak Dirilis

1. Film keluarga dan anak-anak

Disney+ banyak menghasilkan film yang dapat ditonton oleh berbagai kelompok usia. Flora & Ulysses, Timmy Failure, Lady and the Tramp, dan Noelle termasuk dalam kategori ini.

2. Drama berdasarkan kisah nyata

Togo, Clouds, Safety, dan Rise menggunakan kisah nyata sebagai dasar cerita. Biasanya film-film ini menekankan perjuangan, keluarga, dan keberanian menghadapi kondisi sulit.

3. Coming-of-age remaja

Stargirl, Chang Can Dunk, Better Nate Than Ever, dan World’s Best membahas pencarian identitas, penerimaan sosial, mimpi, dan hubungan keluarga.

4. Musikal

Disney tentu tidak akan membiarkan satu layanan streaming hidup terlalu lama tanpa membuat orang bernyanyi. Better Nate Than Ever, World’s Best, Stargirl, dan Sneakerella menjadi beberapa film original Disney+ dengan unsur musikal.

5. Remake dan lanjutan film lama

Lady and the Tramp, Hocus Pocus 2, Peter Pan & Wendy, Pinocchio, dan Disenchanted menggunakan karakter atau dunia dari film Disney yang sudah dikenal.

6. Petualangan dan fantasi

Togo, Flora & Ulysses, Peter Pan & Wendy, Crater, dan Secret Society of Second-Born Royals cocok untuk penonton yang mencari petualangan dengan unsur fantasi atau fiksi ilmiah.

Kenapa Disney+ Membuat Film Original Sendiri?

Ketika Disney+ diluncurkan, platform tersebut tidak hanya membutuhkan katalog lama. Disney juga memerlukan film dan serial baru yang memberi alasan kepada penonton untuk berlangganan.

Film original membantu Disney+ memiliki konten yang tidak sekadar bergantung pada rilisan bioskop. Judul seperti Togo, Noelle, dan Lady and the Tramp menjadi bagian dari strategi awal tersebut ketika layanan ini diluncurkan pada 2019.

Film streaming juga memungkinkan Disney menghasilkan cerita dengan skala lebih kecil. Tidak semua film harus memiliki anggaran sebesar Marvel atau dipasarkan sebagai blockbuster bioskop.

Drama seperti Clouds, Safety, dan Out of My Mind dapat menjangkau penonton keluarga tanpa harus bersaing langsung dengan film besar di layar lebar.

Namun, kualitas film original Disney+ memang tidak selalu konsisten. Beberapa terasa seperti produksi bioskop yang layak, sedangkan lainnya tampak seperti film televisi dengan anggaran lebih nyaman. Setidaknya platform ini memberi ruang bagi cerita yang mungkin sulit mendapat jadwal bioskop luas.

Tips Memilih Film Disney+ yang Cocok

Kalau ingin menonton film Disney+ terbaik secara keseluruhan, mulai dari Togo, Chip ‘n Dale: Rescue Rangers, dan Clouds. Ketiganya memiliki identitas kuat dan dapat dinikmati oleh penonton di luar target keluarga.

Untuk drama mengharukan, pilih Out of My Mind, Safety, atau Clouds. Kalau ingin coming-of-age remaja, Stargirl, Chang Can Dunk, dan Better Nate Than Ever menjadi pilihan yang lebih tepat.

Penonton bersama anak kecil dapat mencoba Flora & Ulysses, Timmy Failure, Lady and the Tramp, atau Noelle. Sementara penggemar nostalgia Disney bisa memilih Hocus Pocus 2 dan Peter Pan & Wendy.

Tetap periksa klasifikasi usia dan ketersediaan regional sebelum menonton. Disney+ Original tidak selalu berarti film tersebut akan tersedia selamanya di seluruh negara. Bahkan layanan streaming milik studio sendiri terkadang memindahkan produksinya, karena rupanya kepemilikan konten masih belum cukup untuk mencegah katalog menjadi teka-teki.

Film Disney Plus tidak hanya terdiri dari film bioskop Disney, Pixar, Marvel, dan Star Wars yang kemudian masuk ke layanan streaming. Sejak diluncurkan pada 2019, Disney+ juga memproduksi dan merilis film originalnya sendiri.

Togo menjadi pilihan terbaik untuk petualangan berdasarkan kisah nyata. Chip ‘n Dale: Rescue Rangers menawarkan komedi meta yang kreatif. Clouds, Safety, dan Out of My Mind menghadirkan drama emosional, sementara Stargirl, Chang Can Dunk, dan Better Nate Than Ever cocok untuk penonton remaja.

Untuk tontonan keluarga yang lebih ringan, kamu bisa memilih Flora & Ulysses, Timmy Failure, Lady and the Tramp, atau Noelle. Penggemar karakter klasik Disney juga dapat mencoba Hocus Pocus 2 dan Peter Pan & Wendy.

***

Kalau kamu ingin terus menjelajahi dunia film, TV series, dan berita hiburan, jangan lupa untuk mampir ke menonton.id. Ikuti juga kami di media sosial seperti TwitterInstagramFacebook, dan YouTube untuk mengetahui berita dan rekomendasi terbaru tentang film.

FAQ

Apa film original Disney+ terbaik?

Beberapa film original Disney+ terbaik adalah Togo, Chip ‘n Dale: Rescue Rangers, Clouds, Out of My Mind, Safety, dan Stargirl.

Apa bedanya film original Disney+ dengan film yang tersedia di Disney+?

Film original Disney+ dibuat, diperoleh, atau dirilis khusus untuk platform tersebut. Sementara film yang tersedia di Disney+ bisa berasal dari rilisan bioskop Disney, Pixar, Marvel, Star Wars, atau studio lain dalam perusahaan Disney.

Apa film Disney Plus yang cocok ditonton bersama keluarga?

Film Disney Plus yang cocok untuk keluarga antara lain Flora & Ulysses, Timmy Failure: Mistakes Were Made, Lady and the Tramp, Noelle, dan Chip ‘n Dale: Rescue Rangers.

Apa film Disney+ berdasarkan kisah nyata?

Beberapa film original Disney+ berdasarkan kisah nyata adalah Togo, Clouds, Safety, dan Rise.

Apakah semua film Disney tersedia secara permanen di Disney+?

Tidak. Ketersediaan film dapat berubah berdasarkan negara, masa lisensi, dan kebijakan platform. Namun, status sebuah film sebagai Disney+ Original tidak berubah meski film tersebut tidak tersedia di wilayah tertentu.

Tim Menonton.id
Tim Menonton.idhttps://menonton.id/
Tim Menonton.id diisi oleh para penulis konten berpengalaman yang hobinya menonton film dan TV series.

Artikel Lainnya

Terpopuler

Terbaru dari Penulis

Lainnya dari Penulis