13 Film Horor Found Footage Terbaik yang Mengerikan

0
612
rec - film horor found footage

Film horor found footage terbaik sempat populer pada akhir tahun 2000-an hingga awal 2010-an. Jenis film ini terus berkembang dari mulai berkembangnya handycam, sampai semakin canggihnya kamera smartphone.

Film horor lebih identik dengan teknik ini. Tidak heran, karena nama teknik ini pun diambil dari narasi film horor.

Film found footage adalah film yang disajikan seakan kita menonton video amatir (footage) yang ditemukan (found) di suatu tempat. Di dalam video tersebut, biasanya para karakternya sudah tewas atau hilang.

Video yang kita saksikan bisa disajikan secara “mentah” atau bahkan sudah diedit. Yang terpenting bisa menceritakan narasi yang sesuai dengan tujuan film.

Tapi, seiring perkembangannya, film-film dengan penyajian layaknya direkam secara langsung sendiri sebenarnya bukan hanya milik genre horor saja. Mulai dari film action hingga thriller juga sering menggunakan metode ini.

Misalnya saja film District 9 (2009) yang merupakan film science fiction, End of Watch (2012) film action, Chronicle (2012) film thriller, dan Project X (2012) film komedi.

Yang pasti, salah satu tujuan dari teknik ini adalah membuat para penonton seakan mengalami sendiri kejadian di dalamnya. Membuat film menjadi lebih menarik (jika dieksekusi dengan baik tentunya).

Untuk itu, menonton.id sudah merangkum rekomendasi film horor found footage terbaik yang tentunya bisa kamu tonton.

Daftar film horor found footage terbaik

Cannibal Holocaust (1980)

cannibal holocaust - film horor found footage

Sutradara: Ruggero Deodato Pemain: Robert Kerman, Carl Gabriel Yorke, Francesca Ciardi, Luca Barbareschi Budget: US$100,000

Kru film hilang ketika melakukan syuting dokumenter tentang suku kanibal lokal. Ketika tim penyelamat mencoba mencari, mereka hanya menemukan sisa film dari tim tersebut. Saat melihat isi rekaman dalam film tersebut, mereka terkejut akan apa yang ada di dalamnya.

Setengah dari film Cannibal Holocaust menayangkan isi dari rekaman yang ditemukan. Hal ini kemudian menjadi inovasi genre found footage di dunia film, yang kemudian dipopulerkan oleh The Blair Witch Project.

Film ini banyak dikecam karena menyajikan kekerasan dengan sangat jelas. Setelah dirilis di Italia, film ini diminta diboikot, dan Deodato ditangkap dengan alasan pencabulan.

Ia bahkan kemudian didakwa dengan tuduhan pembunuhan karena rumor mengklaim bahwa beberapa aktor dibunuh di depan kamera. Walaupun ia akhirnya bebas dari segala tuduhan, film ini tetap mendapatkan kecaman. Film ini juga diboikot di beberapa negara.

The Last Broadcast (1998)

the last broadcast - film horor found footage

Sutradara: Stefan Avalos Pemain: Stefan Avalos, Lance Weiler, David Beard, Jim Seward Budget: US$900

Diceritakan dalam format mockumentary dan teknik found footage, film ini mengangkat cerita tentang kru film yang harus masuk ke dalam hutan untuk membuktikan tentang hal mistis bernama Jersey Devil.

Tiga hari kemudian, kedua orang meninggal dan satu orang berhasil keluar. Ia kemudian dijadikan tersangka hilangnya dua oran lain. Tapi, seorang pembuat film menemukan rekaman, dan mendapatkan cerita lain.

Film ini diklaim sebagai film pertama yang direkam, edit, dan ditampilkan secara digital. Tanpa elemen film sama sekali.

The Blair Witch Project (1999)

the blair witch project - film horor found footage

Sutradara: Daniel Myrick, Eduardo Sánchez Pemain: Heather Donahue, Michael C. Williams, Joshua Leonard Budget: US$200,000-500,000

Tiga murid sekolah film melakukan hiking ke Black Hills di tahun 1994. Mereka bertujuan membuat film dokumenter tentang legenda lokal yang disebut Blair Witch. Ketiga murid tersebut hilang dan rekaman videonya ditemukan setahun kemudian. Film ini menyajikan rekaman-rekaman video tersebut.

Film fiksi ini dikembangkan sejak tahun 1993 dengan skenario hanya setebal 35 halaman. Dialognya harus diimprovisasi oleh para aktor. Proses syuting di tahun 1997 memakan waktu 8 hari dan menghasilkan 20 jam video, yang kemudian diedit menjadi sepanjang 82 menit.

Film ini disebut-sebut kembali membangkitkan teknik found footage, yang kemudian digunakan oleh film horor sukes lain seperti Paranormal Activity dan Cloverfield.

Pendapatan box office yang mencapai US$248,6 juta menjadikannya sebagai salah satu film independen tersukses sepanjang masa.

Paranormal Activity (2007)

paranormal activity - film horor found footage

Sutradara: Oren Peli Pemain: Katie Featherston, Micah Sloat Budget: US$215,000

Paranormal Activity berkisah tentang pasangan muda yang didatangi roh jahat di rumah mereka. Mereka kemudian berusaha memasang kamera dan merekan kejadian-kejadian janggal di rumahnya.

Film ini disebut-sebut sebagai film paling menguntungkan (dalam hal balik modal) yang pernah dibuat dalam industri film. Bagaimana tidak, film ini awalnya diproduksi dengan budget sebesar US$15 ribu saja.

Karena sukses dalam festival independen, Paramount Pictures membeli film ini, dan mengubahnya ending filmnya dengan biaya tambahan US$200 ribu. Menjadikan total produksi sebesar US$215,000.

Film ini laris dan menjadi sebuah fenomena di dunia. Berhasil mencatatkan total US$193,4 juta di seluruh dunia. Lima film lain juga dibuat dari cerita Paranormal Activity, baik prekuel maupun sekuel. Film ke-tujuhnya juga sedang dalam tahap pengembangan dan akan dirilis 2022.

REC (2007)

rec - film horor found footage

Sutradara: Jaume Balagueró, Paco Plaza Pemain: Manuela Velasco, Ferrán Terraza, Jorge-Yamam Serrano, Pablo Rosso Budget: US$2 juta

REC merupakan film horor Spanyol yang bercerita tentang seorang reporter dan kameramen. Ia melakukan liputan di sebuah bangunan apartemen di Barcelona, yang sedang dikarantina.

Ternyata para penghuni apartemen tersebut menunjukkan gejala berubah menjadi ganas dan membunuh.

Film ini bukan hanya sukses secara komersial, tapi juga dari segi kualitas. Bahkan, disebut-sebut sebagai salah satu film horor found footage terbaik yang pernah ada.

Rec 2 (2009), Rec 3: Genesis (2012), dan Rec 4: Apocalypse (2014) dibuat dan merupakan kelanjutan dari film pertamanya.

Tidak hanya itu, film ini juga dibuat ulang ke dalam versi Hollywood dengan judul Quarantine (2008) yang dibintangi Jennifer Carpenter.

Lake Mungo (2008)

lake mungo

Sutradara: Joel Anderson Pemain: Talia Zucker, Rosie Traynor, David Pledger Budget:

Mengangkat konsep mockumentary, Lake Mungo menyajikan rangkaian wawancara dari keluarga Palmer. Keluarga ini kehilangan anak perempuannya yang tenggelam dan kejadian supernatural terjadi setelah kematiannya.

Dalam skenarionya, tidak ada dialog yang ditulis. Hanya berupa garis besar dari cerita saja. Sehingga membuat para pemainnya harus melakukan improvisasi dialog dalam adegannya.

Sementara sang sutradara menjadi pewawancara di luar layar, layaknya sebuah dokumenter.

Lake Mungo juga disebut-sebut sebagai salah satu film horor terbaik produksi Australia.

Cloverfield (2008)

cloverfield

Sutradara: Matt Reeves Pemain: Lizzy Caplan, Jessica Lucas, T.J. Miller, Michael Stahl-David Budget: US$25 juta

Bisa jadi, Cloverfield adalah film dengan budget produksi terbesar di dalam daftar ini. Walau besar, bukan berati buang-buang uang dan mengecewakan.

Terbukti jika memiliki modal yang cukup, film jenis ini bisa memiliki kualitas yang lebih baik lagi.

Film ini bercerita tentang bagaimana lima orang di New York City kabur dari monster besar dan makhluk aneh. Makhluk-makhluk ini datang saat yang menyerang kota mereka.

Cloverfield juga dikenal akan pemasaran dan promosinya yang menarik dan mengundang banyak pertanyaan. Promosinya melahirkan spekulasi online. Forum hingga situs didedikasikan untuk mengungkap film ini.

Kesuksesan film ini juga melahirkan sebuah franchise. 10 Cloverfield Lane (2016) dan The Cloverfield Paradox (2018) juga dibuat.

Keramat (2009)

keramat - film horor found footage

Sutradara: Monty Tiwa Pemain: Poppy Sovia, Migi Parahita, Sadha Triyudha, Miea Kusuma Budget: –

Salah satu film horor Indonesia yang tidak banyak dibicarakan orang, padahal memiliki kualitas baik adalah Keramat.

Keramat bercerita tentang sekelompok tim produksi dari Jakarta yang berangkat ke daerah Bantul untuk melakukan pra-syuting. Keanehan-keanehan dalam perjalanan.

Salah satu dari mereka bahkan kerasukan.

Film ini diklaim menjalankan proses syuting tanpa menggukan skenario atau skrip. Menjadikan ceritanya berjalan lebih natural dan juga tentunya menakutkan. Salah satu film horor terbaik di Indonesia.

Trollhunter (2010)

trollhunter

Sutradara: André Øvredal Pemain: Otto Jespersen, Hans Morten Hansen, Tomas Alf Larsen, Johanna Mørck Budget: NOK 19 juta

Trollhunter mengambil cerita dari rekaman video murid film Norwegia saat mereka melacak serial pembunuhan beruang misterius di pedesaan.

Thomas, Kalle, Johanna, mengikuti Hans ke dalam hutan. Hingga suatu waktu, mereka harus berhadapan dengan sebuah monster besar yang membuktikan sebuah mitos.

Film ini diperankan oleh pemain yang terkenal dan juga nama yang relatif baru di Norwegia. Film ini mendapatkan review positif baik di negara asalnya Norwegia, jutga di belahan dunia lain.

Terutama di Amerika Serikat di mana ia banyak dibicarakan.

V/H/S (2012)

vhs - film horor found footage

Sutradara: Adam Wingard, David Bruckner, Ti West, Glenn McQuaid, Joe Swanberg, Radio Silence Budget: –

V/H/S merupakan sebuah antalogi yang berisikan film-film horor pendek. Film horor ini semuanya berbentuk film found footage, dan seluruh nya saling terhubung.

Film ini sukses setelah dirilis dalam bentuk on demand. Kesuksesannya melahirkan V/H/S/2 (2013), V/H/S: Viral (2014), dan sebuah spin-off berjudul Siren (2016).

Memang, tidak semua filmnya bagus. Ada beberapa yang memang berkualitas, tapi ada juga yang tidak.

Walau begitu, secara keseluruhan, V/H/S merupakan sebuah film yang perlu ditonton pecinta horor.

The Sacrament (2013)

the sacrament

Sutradara: Ti West Pemain: Joe Swanberg, Amy Seimetz, Kate Lyn Sheil Budget: –

The Sacrament mengikuti kisah dua jurnalis VICE yang mencoba mendokumentasikan usaha teman mereka yang mencari saudara perempuannya.

Saudaranya tersebut hilang setelah ia bergabung dengan komunal religius tertutup yang misterius.

Film ini mungkin memiliki pace yang sedikit lambat. Tapi bukan berarti membosankan. Dalam setiap adegannya memberikan atmosfer yang menegangkan dan mencekam.

Jalan ceritanya didasarkan pada sebuah kejadian nyata di tahun 1978. Di mana terjadi pembantaian di Jonestown, Guyana.

Willow Creek (2013)

willow creek

Sutradara: Bobcat Goldthwait Pemain: Alexie Gilmore, Bryce Johnson Budger: –

Willow Creek merupakan sebuah film horor independen yang memiliki durasi tidak terlalu panjang. Hanya 79 menit.

Film ini mengangkat kisah tentang Jim dan Kelly, sepasang kekasih yang pergi ke kawasan hutan bernama Willow Creek.

Mereka pergi ke sana karena Jim adalah seorang yang percaya akan adanya Bigfoot.

Mereka melakukan perjalanan sambil merekam seluruh perjalanannya, berharap mereka akan bertemu dengan Bigfoot.

Film ini mendapatkan banyak tanggapan positif dari kritikus. Bukan hanya karena sajian yang menyeramkan, film ini juga disebut memberikan sebuah hal baru dalam genre found footage horor.

Creep (2014)

creep - film horor found footage

Sutradara: Patrick Brice Pemain: Mark Duplass, Patrick Brice Budget: –

Creep bercerita tentang Aaron, seorang videografer yang diminta untuk membuat sebuah serial video untuk Josef. Josef ingin membuat video karena ia dinyatakan sakit dan memiliki umur yang terbatas.

Tapi, semakin dekat hubungan mereka, semakin terkuak bahwa tampaknya Josef bukanlah orang biasa seperti yang dibayangkan, juga tidak stabil.

Film ini terinspirasi dari pengalaman Brice. Ia kemudian menambahkan sedikit inspirasi dari film-film lain seperti My Dinner with Andre (1981), Misery (1990), dan Fatal Attraction (1987).

Brice dan Duplass menulis ulang jalan cerita saat melakukan syuting. Hal ini kemudian membuat Creep memiliki banyak versi di setiap adegannya. Bahkan memiliki beberapa ending alternatif.

***

Dapatkan informasi seputar trailer, review, dan rekomendasi film terbaik lainnya hanya di menonton.id. Follow juga Twitter, Instagram, dan Facebook untuk informasi terbaru seputar dunia entertainment.