Review Ted Lasso Season 1: Serial Komedi Kultural yang Sempurna

ted lasso - review

Review Ted Lasso Season 1 | Genre: Comedy, Sports Pemain: Jason Sudeikis, Hannah Waddingham, Jeremy Swift, Juno Temple, Brendan Hunt Studio: Apple TV+ Original Release: 14 Agustus 2020

***

Sinopsis Ted Lasso Season 1

Ted Lasso pada awalnya hanya sebuah karakter yang dikembangkan untuk sebuah iklan di NBC Sports di tahun 2013. Dalam promo tersebut, Ted Lasso terbang ke Inggris untuk menjadi pelatih klub sepakbola ternama Tottenham Hotspur F.C. yang berkompetisi di Premier League.

Tapi, sinopsis Ted Lasso (2020) sedikit berubah dari karakter yang dibuat di tahun 2013. Walaupun masih mengambil garis besar yang sama.

ted lasso - review

Ted Lasso adalah seorang pelatih American football yang sukses membawa timnya juara. Ia kemudian di minta untuk terbang ke Inggris untuk melatih tim sepakbola AFC Richmond yang berkompetisi di Premier League; kompetisi sepakbola paling tinggi dan bergengsi di Inggris.

Ia datang bersama coach Beard ke Inggris untuk melatih tim sepakbola, di mana mereka sendiri tidak mengetahui sedikit pun tentang sepakbola. Karena, American football sendiri memang berbeda jika dibandingkan dengan sepakbola yang kita kenal.

Pers Amerika Serikat mengira ditunjuknya Ted Lasso adalah buah dari sebuah kesuksesannya melatih tim American football. Tapi pers Inggris menilai penujukkan Ted Lasso adalah sebuah kebodohan dan ketidakseriusan.

Yang mereka semua tidak ketahui, pemilik AFC Richmond sengaja menunjuk Ted Lasso sebagai pelatih timnya karena sang pemilik punya rencana balas dendam.

Ia sengaja merekrut Ted Lasso yang tidak berpengalaman, untuk membawa AFC Richmond ke kehancuran. Karena, klub ini adalah satu-satunya hal yang dicintai oleh mantan suaminya.

Sebuah komedi menyenangkan yang jarang ditemui belakangan ini

Terus terang, menonton dua episode pertamanya saya tidak terlalu sering tertawa. Serial ini jelas tidak seperti acara komedi kebanyakan, yang memberikan lelucon yang bisa membuat kita tertawa terbahak-bahak.

Hanya saja, di dua episode pertamanya tersebut saya langsung jatuh cinta dengan serial ini. Walau tidak memberikan lelucon yang melahirkan tawa besar, tetap saja komedi di dalam serial ini menggelitik. Cukup menghibur sebagai komedi; dan yang paling penting: melekat di hati.

Pada episode-episode selanjutnya, jelas saya sudah bisa menyesuaikan pace dan juga gaya bercerita dari Ted Lasso. Dari sana, saya menyadari bahwa Ted Lasso adalah sebuah serial komedi yang langka, yang sudah jarang ditemukan dalam beberapa tahun ke belakang.

Jokes di dalam serial ini dipenuhi dengan jokes kultural, terutama antara American football dan sepak bola, selain juga antara Amerika Serikat dan Inggris.

Kita bisa tertawa dari lelucon tentang menang/kalah di American football dan menang/kalah/seri di sepakbola. Atau bagaimana Ted Lasso mempertanyakan kenapa orang Inggris memilih 999 sebagai nomor telepon emergency di Inggris; padahal nomor tersebut bisa dengan mudah terpencet oleh balita.

Pujian patut diberikan pada kreator, produser, dan tim penulisnya.

ted lasso - review

Di samping itu semua, cerita dan dialog yang dibangun dalam Ted Lasso adalah sebuah kehangatan. Bagaimana saat menontonnya, kita bisa tidak sadar tersenyum melihat tingkah para karakternya.

Karakter di dalamnya sungguh beragam, dengan kelakuan dan sifat-sifat yang berbeda pula. Tapi semuanya hadir dengan sempurna dan saling melengkapi dengan baik.

Sulit untuk tidak jatuh cinta pada tiap karakternya. Bahkan yang antagonis dan menyebalkan sekalipun.

Banyak review Ted Lasso yang memuji penampilan Jason Sudeikis sebagai sang karakter utama. Walaupun memang ia sangat menonjol dibandingkan dengan karakter lainnya, tapi pujian juga perlu diberikan ke seluruh pemainnya.

Pada akhirnya, sama seperti serial olah raga lainnya, Ted Lasso berusaha untuk mencari definisi lain dari sebuah “kemenangan” dalam pertandingan. Apakah itu kemenangan secara harfiah di lapangan, kemenangan membangun sebuah tim yang kompak, atau kemenangan untuk mengembangkan potensi setiap anggota tim.

Yang pasti, yang saya rasakan, Ted Lasso sendiri telah meredefinisi arti sebuah serial komedi yang baik. Bahwa, dengan sebuah sajian lelucon, permainan kata, dan dialog sederhana saja terbukti bisa memberikan sajian yang sangat menyenangkan.

Tidak harus membuat jokes atau dialog yang rumit untuk membuat kita terhibur. Ted Lasso membuktikannya.

Di saat yang penuh tekanan dan ketidakjelasan seperti sekarang, Ted Lasso sungguh sangat cocok untuk ditonton.

Season pertama dari Ted Lasso ini, dare I say, one of the best comedy series ever.

***

Selain review Ted Lasso, lihat juga review TV series lainnya di menonton.id. Jangan lupa untuk follow menonton.id di media sosial seperti Twitter, Instagram, dan juga Facebook untuk informasi dunia entertainment terbaru.

Ryan Achadiat

Memulai karier sebagai seorang editor dan penulis di sebuah majalah film, Ryan berpindah karier sebagai wartawan dan lalu kemudian sebagai digital content manager. Kini kesibukannya adalah menonton ulang The Office sambil mencoba menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk. Tapi malah bikin menonton.id.

View All Posts

1 comment on “Review Ted Lasso Season 1: Serial Komedi Kultural yang Sempurna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *