17 Film Korea Terbaik untuk Para Pecinta Drakor

memories of murder - film korea

Industri perfilman Korea Selatan kian bersinar namanya setelah Parasite (2019) memenangkan Best Picture Piala Oscar 2020. Orang pun ramai-ramai mencari film terbaik Korea Selatan lainnya.

Tidak sulit sebenarnya, karena Korea Selatan bisa dibilang sebagai salah satu negara dengan industri film yang maju. Film-film terbaiknya ada sejak puluhan tahun lalu, hanya saja masih belum banyak yang mengetahuinya.

Industri perfilman Korea Selatan mulai naik pamornya bukan hanya karena film-film yang mendapatkan banyak pujian kritikus seperti Parasite. Tapi juga bagaimana film-filmnya kini menjadi lebih populer. Lihat saja fenomena drama Korea atau drakor.

Drakor kini terus menggaet banyak penonton karena kisahnya yang menghibur dan memang populer bagi banyak penonton. Kisahnya yang dekat dengan masyarakat, dan dikemas secara menarik, tentu menggaet penonton. Walaupun kualitasnya tidak sebagus film-film di dalam daftar ini.

Kini, dengan kemenangan Parasite, film-film terbaik Korea dicari banyak orang. Judul-judul film besar kini muncul kembali. Coba ditonton pecinta film yang ingin mencari film berkualitas lain dari negeri ginseng ini.

Untuk itu, menonton.id sudah merangkum sebanyak 17 judul film terbaik Korea Selatan yang perlu ditonton; diurutkan berdasarkan tahun tayangnya.

Film terbaik Korea Selatan berdasarkan tahun rilisnya

Peppermint Candy (1999)

peppermint candy - film korea

Sutradara: Lee Chang-dong Pemain: Sol Kyung-gu, Moon So-ri, Kim Yeo-jin Durasi: 130 menit

Film ini mengambil cara bercerita yang unik. Yaitu dengan menyajikan alur mundur yang bercerita tentang bagaimana kehidupan seseorang hancur.

Peppermint Candy dimulai dengan adegan bunuh diri sang karakter utama. Dari sana cerita berangkat tentang kejadian-kejadian kunci di dalam hidupnya, selama 20 tahun ke belakang.

A Tale of Two Sisters (2003)

a tale of two sisters

Sutradara: Kim Jee-woon Pemain: Im Soo-jung, Moon Heun-young, Tum Jung-ah, Kim Kap-soo Durasi: 144 menit

Film horor ini terinspirasi dari cerita rakyat di Dinasti Joseon berjudul Janghwa Hongryeon jeon. Kisah ini sendiri sudah diadaptasi menjadi film beberapa kali. Hanya saja, A Tale of Two Sisters bisa dibilang merupakan adaptasi terbaiknya.

Film ini berkisah tentang seorang pasien yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa dan kembali tinggal bersama saudara perempuannya. Ia kemudian menghadapi beragam kejadian aneh dengan ibu tirinya dan juga hantu penunggu rumah.

Saking suksesnya, film ini juga diadaptasi ke dalam film versi Hollywood berjudul The Uninvited yang dirilis tahun 2009.

Memories of Murder (2003)

memories of murder - film korea

Sutradara: Bong Joon-ho Pemain: Song Kang-ho, Kim Sang-kyung, Kim Roi-ha, Park Hae-il Durasi: 131 menit

Film ini terinspirasi lepas dari kisah pembunuhan berantai pertama di Korea Selatan di tahun 1986 hingga tahun 1991. Memories of Murder bercerita tentang bagaimana detektif lokal berusaha mencari pelaku pembunuhan dengan bantuan seorang detektif dari Seoul.

Pujian datang untuk film ini dari sinematografi hingga akting para pemainnya; terutama Song Kang-ho. Film ini juga diklaim sebagai salah satu film terbaik sepanjang masa Korea Selatan.

Oldboy (2003)

oldboy - film korea

Sutradara: Park Chan-wook Pemain: Choi Min0sik, Yoo Ji-tae, Kang Hye-jung Durasi: 120 menit

Oldboy bisa jadi merupakan film Korea Selatan yang paling banyak dipuji kritikus film dunia, sebelum adanya Parasite. Film ini bahkan dibuat versi Hollywood-nya di tahun 2013 dengan Spike Lee sebagai sutradara dan dibintangi oleh Josh Brolin dan Elizabeth Olsen.

Film ini diangkat dari manga Jepang karya Garon Tsuchiya. Oldboy bercerita tentang seorang lelaki karyawan biasa yang tiba-tiba diculik dan disekap di sebuah kamar hotel selama 15 tahun, yang kemudian dilepaskan secara tiba-tiba pula. Motif penculikan dan siapa dibalik penculikan ini sama sekali tidak diketahui.

Film ini banyak dipuji kritikus film dunia, akan ceritanya yang memiliki menegangkan, penuh aksi, juga para pemainnya yang berakting sangat apik. Ditambah lagi adanya adegan kelahi single shot yang legendaris.

Bukan hanya masuk ke dalam daftar film terbaik Korea Selatan saja, banyak publikasi dan kritikus film kenamaan juga memasukkan Oldboy sebagai salah satu film terbaik di dekade 2000-an.

The Host (2006)

the host - film korea

Sutradara: Bong Joon-ho Pemain: Song Kang-ho, Byun Hee-bong, Park Hae-il, Bae Doona Durasi: 119 menit

The Host adalah film monster yang menculik anak perempuan. Sang ayah, berusaha untuk menyelamatkan anaknya.

Sang sutradara Bong Joon-ho mengaku mendapatkan inspirasi akan film ini setelah membaca artikel lokal tentang ikan mengalami deformasi. Ikan yang ditangkap di sungai Han tersebut memiliki bentuk tulang belakang berbentuk huruf S.

Alur cerita ini mungkin terdengar klise. Tapi jangan salah, film ini menawarkan banyak hal menarik di dalamnya. Mulai dari kritik sosial, karakternya yang khas dan tidak biasa, adegan menegangkan, hingga banyaknya humor segar di dalamnya.

Menjadikannya sangat menghibur untuk ditonton.

The Chaser (2008)

the chaser - film korea

Sutradara: Na Hong-jin Pemain: Kim Yoon-seok, Ha Jung-woo, Seo Young-hee Durasi: 123 menit

Film ini terinspirasi dari pembunuh berantai Korea Selatan Yoo Young-chul yang mengaku membunuh 20 orang. Kebanyakan dari mereka adalah PSK dan laki-laki kaya raya.

Berkisah tentang mantan polisi yang menjadi mucikari, film ini mengikuti usahanya untuk mencarri para pekerjanya yang tiba-tiba menghilang satu persatu. Ia curiga bahwa mereka dijual oleh salah seorang klien. Padahal klien tersebut adalah seorang pembunuh yang memangsa perempuan-perempuan tersebut.

Mother (2009)

mother - film korea

Sutradara: Bong Joon-ho Pemain: Kim Hye-ja, Won Bin, Jin Goo, Moon Hee-ra Durasi: 128 menit

Lewat Mother, Bong Joon-ho membuktikan diri sebagai seorang sutradara serba bisa yang memiliki keunikan dalam setiap filmnya. Film ini bisa dibilang sebagai salah satu filmnya yang paling tragis.

Mother bercerita tentang seorang perempuan paruh baya yang anaknya dituduh sebagai pembunuh. Anaknya sendiri memiliki kelainan mental. Ia kemudian berusaha mencari pembunuh sebenarnya sekaligus melindungi anaknya bagaimana pun caranya.

Thirst (2009)

thirst - film korea

Sutradara: Park Chan-wook Pemain: Song Kang-ho, Kim Ok-bin, Kim Hae-sook, Shin Ha-kyun Durasi: 134 menit

Park Chan-wook masuk ke dalam kisah vampir dan membuat sebuah film yang memiliki perspektif unik di tengah demam vampir di industri film.

Thirst bercerita tentang seorang pendeta katolik yang berubah menjadi vampir dari gagalnya sebuah ekperimen medis. Ia juga menyimpan perasaaan untuk istri dari temannya.

Walau terdengar sangat melodramatis layaknya kisah cinta vampir dan manusia, tapi film ini sangat berbeda. Terlebih banyak adegan berdarah dan mendebarkan dari film horor ini.

I Saw the Devil (2010)

i saw the devil - film korea

Sutradara: Kim Jee-woon Pemain: Lee Byung-hun, Choi Min-sik, Oh San-ha, Jeon Gook-hwan Durasi: 141 menit

Film action thriller ini merupakan sebuah film yang bercerita tentang seorang agen NIS yang ingin membalaskan dendam atas kematian tunangannya. Tunangannya dibunuh secara brutal oleh psikopat pembunuh berantai.

Film ini menyajikan adegan-adegan brutal yang sulit untuk ditonton. Sangat intens dengan beragam kekerasan di dalamnya. Tapi, bukan berarti film ini hanya berupa film sadis tanpa kualitas. Justru sebaliknya.

I Saw the Devil justru bisa menggabungkan cerita yang menarik dengan aksi yang brutal. Menjadikannya sangat menghibur untuk ditonton terutama bagi para pecinta film thriller.

Poetry (2010)

poetry - film korea

Sutradara: Lee Chang-dong Pemain: Yoo Jeong-hee, Lee David, Kim Hee-ra, Ahn Nae-sang Durasi: 139 menit

Poetry bercerita tentang seorang perempuan berusia 60 tahunan yang mulai menyukai puisi. Sayangnya, ia juga mulai mengalami gejala-gejala alzhimer.

Film ini merupakan akting pertama Yoon Jeon-hee dalam 16 tahun. Peran terakhinya sebelum film ini adalah dalam Manmubang yang dirilis tahun 1994.

Poetry memenangkan Best Screenplay Award di Festival Film Cannes 2010. Juga mendapatkan beragam penghargaan lain, di antaranya adalah penghargaan bagi Jeon-hee yang mendapatkan banyak pujian.

The Handmaiden (2016)

the handmaiden

Sutradara: Park Chan-wook Pemain: Kim Min-hee, Kim Tae-ri, Ha Jung-woo, Cho Jin-woong Durasi: 145 menit (168 menit director’s cut)

Film erotic psychological thriller ini terinspirasi dari novel Fingersmith karya penulis asal Wales, Sarah Waters. Hanya saja, setting era victoria dalam bukunya diubah ke dalam era kolonial Jepang di Korea.

Film ini dipilih untuk berkompetisi dalam Palme d’Or di Festival Film Cannes 2016. The Handmaiden bahkan juga memenangkan kategori Best Film Not in the English Language ajang British Academy Film Awards (BAFTA).

The Wailing (2016)

the wailing

Sutradara: Na Hong-jin Pemain: Kwak Do-won, Hwang Jung-min, Chun Woo-hee, Jun Kunimura Durasi: 156 menit

Seorang polisi menginvestigasi pembunuhan berantai dan penyakit misterius di kawasan terpencil bernama Gokseong. Usahanya ini dilakukan untuk menyelamatkan anak perempuannya.

The Wailing memberikan atmosfer supernatural mencekam sekaligus juga memberikan kejutan dalam ceritanya.

Tidak heran ketika banyak kritikus memuji film ini. Situs Rottentomatoes bahkan memberikan rating 99% fresh dari 81 kritikus film.

Train to Busan (2016)

train to busan - film zombie (1)

Sutradara: Yeon Sang-ho Pemain: Gong Yoo, Ma Dong-seok, Jung Yu-mi, Kim Su-an Durasi: 118 menit

Film ini berkisah tentang kereta menuju Busan saat serangan zombie tiba-tiba terjadi di negara tersebut. Mengancam seluruh penumpang di dalamnya.

Train to Busan disebut-sebut sebagai film yang berhasil memberikan cerita mencekam sekaligus menghibur para pecinta horor, terutama genre zombie.

Karakter di dalamnya kuat, diisi juga dengan kritik sosial, hingga adegan aksinya yang menawan. Menjadikannya sebagai salah satu film horor zombie terbaik yang pernah diproduksi.

Sutradara Edgar Wright, yang membuat film zombie legendaris Shaun of the Dead (2004), bahkan menyebut Train to Busan sebagai “best zombie movie I’ve seen in forever.”

A Taxi Driver (2017)

a taxi driver - film korea

Sutradara: Jang Hoon Pemain: Song Kang-ho, Thomas Kretschmann, Yoo Hae-jin, Ryu Jun-yeol Durasi: 137 menit

A Taxi Driver bercerita tentang seorang supir taxi yang mengantar seorang reporter asal Jerman dari Seoul ke Gwangju. Reporter tersebut berada di sana untuk meliput Pergerakan Demokrasi Gwangju tahun 1980.

Film ini banyak digemari pecinta film dalam dan luar negeri Korea Selatan. Terutama bagaimana pendekatan unik penggambaran event di Gwangju, kisah emosionalnya, dan para karakternya yang sangat berkesan.

A Taxi Driver juga dipilih sebagai wakil Korea Selatan untuk berkompetisi dalam kategori Best Foreign Language Film Piala Oscar 2018.

Along with the Gods: The Two Worlds (2017)

along with the gods - film korea

Sutradara: Kim Yong-hwa Pemain: Ha Jung-woo, Cha Tae-hyun, Ju Ji-hoon, Kim Hyang-gi Durasi: 140 menit

Along with the Gods: The Two Worlds merupakan sebuah film aksi fantasi yang diangkat dari sebuah webtoon karya Joo Ho-min, Along with Gods.

Bercerita tentang Ja-hong, seorang pemadam kebakaran yang tewas tak terduga, dibawa ke akhirat oleh 3 penjaganya. Ia akan bisa direinkarnasi jika bisa membuktikan bahwa ia tidak bersalah dalam kehidupannya, di dalam 7 sidang selama 49 hari. 3 penjaganya tersebut ada di sisinya untuk membelanya.

Dengan pendapatan US$108,2 juta di Korea Selatan, film ini adalah film yang terlaris ke-tiga di Korea Selatan.

Film ini merupakan film pertama dari dua film. Judul lainnya adalah Along with Gods: The Last 49 Days yang tayang tahun 2018. Dua film sekuel lainnya sedang diproduksi.

Burning (2018)

burning - film korea

Sutradara: Lee Chang-dong Pemain: Yoo Ah-in, Steven Yeun, Jeon Jong-seo Durasi: 148 menit

Burning merupakan sebuah film misteri yang diadaptasi dari cerita pendek Barn Burning dalam The Elephant Vanishes karya Haruki Murakami.

Diceritakan, seorang kurir bernama Jungso bertemu dengan teman lamanya Haemi saat sedang bekerja. Haemi kemudian meminta dirinya untuk menjaga kucingnya ketika ia akan pergi ke Afrika. Ketika kembali dari Afrika, ia memperkenalkan Jungso pada Ben; seorang lelaki misterius yang ia temui. Ben kemudian mengaku memiliki hobi yang aneh pada Jungso.

Film ini sempat menjadi wakil Korea Selatan untuk berkompetisi pada ajang Piala Oscar 2019, tapi tidak lolos ke dalam nominasi. Walau begitu, Burning banyak masuk ke dalam daftar film terbaik 2018, seperti yang dibuat oleh The New York Times, LA Times, dan Associated Press.

Burning juga mendapatkan penghargaan FIPRESCI International Critics’ Prize dalam Festival Film Cannes 2018.

Parasite (2019)

parasite-2019

Sutradara: Bong Joon-ho Pemain: Song Kang-ho, Lee Sun-kyun, Cho Yeo-jeong, Choi Woo-shik, Park So-dam, Lee Jung-eun Durasi: 132 menit

Parasite adalah film yang menorehkan banyak sejarah. Baik untuk industri perfilman Korea Selatan, maupun dunia.

Parasite merupakan film Korea Selatan pertama yang memenangkan Piala Oscar kategori Best International Feature Film. Tidak berhenti di sana, film ini juga menjadi film non-bahasa Inggris pertama yang memenangkan Best Picture Piala Oscar.

Film ini juga menjadi film Korea Selatan dengan pendapatan terbesar dengan pendapatan US$266 juta dari biaya produksi US$11 juta saja.

Tidak mengherankan jika disebut sebagai salah satu film terbaik dekade 2010-an.

Fim ini berkisah tentang keluarga miskin yang mencoba untuk memasuki rumah keluarga kaya. Mereka mencoba menjadi tutor, supir, dan pembantu, tapi mereka seakan-akan tidak saling kenal satu sama lain.

***

Dapatkan beragam rekomendasi tentang film di menonton.id.

Ryan Achadiat

Memulai karier sebagai seorang editor dan penulis di sebuah majalah film, Ryan berpindah karier sebagai wartawan dan lalu kemudian sebagai digital content manager. Kini kesibukannya adalah menonton ulang The Office sambil mencoba menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk. Tapi malah bikin menonton.id.

View All Posts