11 Film yang Harus Ditonton Pecinta Bola Basket

1
103
He Got Game 1998 - film basket

Bola basket adalah salah satu olahraga paling populer di dunia. Tidak heran jika banyak orang yang memainkannya. Bahkan, tidak sedikit pula film yang mengangkat basket sebagai kisah utamanya.

Ya, memang ada banyak film bola basket yang diproduksi, khusunya di Amerika Serikat, mengingat olahraga ini memang sangat populer di sana. Bahkan lebih populer daripada sepakbola.

Karenanya, menonton.id merangkum kumpulan film-film basket terbaik yang pernah ada. Para pecinta bola basket tentunya tidak boleh terlewat menonton film ini.

Film basket paling keren versi menonton.id

Daftar di bawah ini merupakan daftar film-film basket; baik itu dokumenter maupun film panjang biasa. Tapi jelas kalian tidak akan menemukan The Last Dance (2020) di dalam daftar ini. Walaupun keren, acara Netflix tersebut hadir dalam format docuseries dan bukan merupakan film.

Hoosiers (1986)

Hoosiers - film basket

Sutradara: David Anspaugh Pemain: Gene Hackman, Barbara Hershey, Dennis Hopper, Sheb Wooley Durasi: 115 menit

Premis Hoosiers: Sebuah sekolah menengah di sebuah kota kecil di Indiana berusaha agar tim basket mereka bisa masuk ke dalam kejuaraan negara bagian. Film ini merupakan adaptasi lepas dari Milan High School yang menjuarai state championship di tahun 1954.

Sang sutradara yang juga penulis film ini mengetahui betul tentang dunia olahraga di kota kecil. Ia pahal tentang politiknya, aturan sekolah, dewan sekolah, sampai para orang tuanya. Inilah yang membuat film ini terasa sangat spesial, dengan dinamika kehidupan dalam dan luar lapangan basketnya.

White Men Can’t Jump (1992)

white man can't jump - film basket

Sutradara: Ron Shelton Pemain: Wesley Snipes, Woody Harrelson, Rosie Perez, Tyra Ferrell Durasi: 115 menit

Premis White Man Can’t Jump: Penipu sekaligus pemain basket kulit hitam dan putih bersatu untuk menipu lebih banyak korban di bola basket jalanan dan di turnamen bola basket asli.

Film ini merupakan film favorit dari sutradara legendaris Stanley Kubrick. Hal ini saja sudah bisa jadi alasan untuk menonton White Man Can’t Jump. Ditambah lagi, film ini memang merupakan film komedi yang dibintangi tiga aktor utama yang berakting sangat keren. Menjadikannya sangat menghibbur ketika ditonton.

Hoop Dreams (1994)

hoop dreams - film basket

Sutradara: Steve James Pemain: William Gates, Arthur Agee Durasi: 170 menit

Premis Hoop Dreams: Dua orang anak dari Chicago mencoba berjuang untuk menjadi pemain basket universitas untuk membuka jalan menuju dunia profesional.

Disebut-sebut sebagai salah satu dokumenter terbaik di dunia yang pernah dibuat, tentunya kita tidak bisa melewatkan film ini. Walaupun memiliki durasi yang panjang, dokumenter ini bisa membedah dengan detail kehidupan, perjuangan, dan perjalanan dari dua tokoh utama di dalam filmnya. Sekaligus menggambarkan betapa terjalnya jalan untuk menjadi pemain basket profesional di Amerika Serikat.

He Got Game (1998)

He Got Game 1998 - film basket

Sutradara: Spike Lee Pemain: Denzel Washington, Ray Alen, Milla Jovovich, John Turturro Durasi: 136 menit

Premis He Got Game: Seorang ayah pemain basket ingin meyakinkan anaknya untuk melanjutkan kuliah agar ia bisa mendapatkan hukuman penjara yang lebih pendek.

Film karya Spike Lee tidak pernah sederhana. Termasuk film ini. Walaupun mengambil basket sebagai kisahnya, tapi film ini adalah film hubungan ayah dan anak. Dalam film ini kita juga bisa melihat bagaimana Denzel Washington beradu basket dengan Ray Allen. Allen sendiri adalah seorang atlet basket profesional dan bermain untuk Milwaukee Bucks ketika film ini dibuat.

Love and Basketball (2000)

love and basketball

Sutradara: Gina Prince-Bythewood Pemain: Omar Epps, Sanaa Lathan, Alfree Woodard, Dennis Haysbert Durasi: 124 menit

Premis Love and Basketball: Monica dan Quincy senang bermain bola basket bersama untuk menghadapi masalah hidup sejak kecil hingga dewasa.

Bola basket juga bisa menjadi sentral dari kisah romantis. Film ini adalah contohnya. Tidak hanya romantis, film ini juga berhasil mengangkat isu yang lebih mendalam tentang kehidupan masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat.

Coach Carter (2005)

coach carter

Sutradara: Thomas Carter Pemain: Samuel L. Jackson, Rob Brown, Ashanti, Channing Tatum Durasi: 136 menit

Premis Coach Carter: Kisah tentang kontroversi pelatih basket SMA Ken Carter setelah ia menon-aktifkan seluruh timnya yang telah melanggar perjanjian akademik dengannya.

Film ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi di tahun 1999. Richmond High School sedang meraih kemenangan beruntun, tapi tiba-tiba mereka menghentikan partisipasi dalam turnamen karena sang pelatih merasa para pemainnya gagal secara akademik. Mengingatkan bahwa pendidikan dan sekolah memang lebih penting daripada olahraga, walaupun olahraga juga akan membawa kesuksesan.

The Heart of the Game (2005)

Sutradara: Ward Serrill Narator: Ludacris Pemain: Bill Resler, Darnellia Russell, Joyce Walker Durasi: 97 menit

Premis The Heart of the Game: kisah tentang Roosevelt Roughriders, tim bola basket perempuan di Seattle, dan salah satu pemainnya yang ingin merebut kembali hak bermainnya.

Walau sama-sama dokumenter, film ini sedikit membahas hal yang berbeda dari Hoop Dreams. Keduanya sama-sama mengambil pusat cerita basket, namun berbeda dalam fokus narasinya. Drama di dalam dan luar lapangan dibahas tuntas. Menjadikannya salah satu film yang patut ditonton oleh penggemar basket.

Gunnin’ for That #1 Spot (2008)

gunnin' for that #1 spot - film basket

Sutradara: Adam Yauch Pemain: Jerryd Bayless, Michael Beasley, Tyreke Evans, Donté Greene Durasi: 90 menit

Premis Gunnin’ for That No. 1 Spot: Delapan pemain basket dari SMA terbaik di Amerika Serikat berkompetisi dalam turnamen pertama Elite 24 di Rucker Park.

Lagi-lagi sebuah film dokumenter tentang perjuangan mendapatkan karier profesional dalam ajang bola basket. Di sini kita bisa melihat kedelapan anak SMA yang berjuang mati-matian untuk bisa memenangkan pertandingan dan masuk ke dalam dunia basket profesional. Di tahun 2011, kedelapan pemain di dalam film ini berhasil menjadi pemain NBA.

More Than a Game (2009)

more than a game

Sutradara: Kristopher Belman Pemain: LeBron James, Dru Joyce III, Romeo Travis, Sian Cotton Durasi: 105 menit

Premis More Than a Game: Perjalanan LeBron James dan empat rekan berbakat lainnya untuk berkompetisi sebagai tim bola basket SMA di Akron, Ohio, Amerika Serikat.

Di sini kita bisa melihat perjuangan dan perjalanan karier LeBron James sebelum menjadi salah satu pemain basket paling sukses di dunia. Tidak seperti The Last Dance yang membahas perjalanan Michael Jordan dan Chicago Bulls dalam basket profesional, film ini membahas perjalanan basket LeBron James dan timnya ketika masih sekolah.

The Other Dream Team (2012)

the other dream team

Sutradara: Marius A. Markevičius Pemain: Jim Lampley, Bill Walton, Arvydas Sabonis Durasi: 89 menit

Premis The Other Dream Team: Kisah perjalanan tim bola basket Lithuania di Olimpiade tahun 1992. Di mana para atletnya berada di bawah Soviet, dan perjuangannya menjadi simbol dari pergerakan kemerdekaan Lithuania. Hingga akhirnya mereka bisa mendapatkan medali di ajang bergengsi tersebut.

Film ini tidak hanya membahas tim nasional bola basket Lithuania saja, tapi juga membahas secara utuh sejarah dan politik di negara tersebut. Judul film ini merupakan alusi dari The Dream Team, yang merupakan julukan timnas Amerika Serikat di Olimpiade 1992 yang berisikan legenda basket dunia: Michael Jordan, Larry Bird, dan Magic Johnson. Lithuania sendiri kalah di semifinal oleh tim AS tersebut.

Uncle Drew (2018)

uncle drew

Sutradara: Charles Stone III Pemain: Kyrie Irving, Lil Rey Howery, Shaquille O’Neal, Aaron Gordon Durasi: 103 menit

Premis Uncle Drew: Komedi anti-tua tentang seseorang yang bermimpi untuk memenangkan turnamen basket jalanan Rucker Classic di Harlem.

Film ini berisikan banyak pemain profesional NBA. Mulai dari Shaquille O’Nea;, Chris Webber, Aaron Gordon, Reggie Millert, hingga Nate Robinson. Tidak hanya NBA, atlet profesional WNBA juga ikut hadir, yaitu Lisa Leslie. Kisahnya cukup standar dan tidak menawarkan hal yang spesial. Tapi aksi dari para pemainnya membuat film ini sangat menyenangkan untuk ditonton.

High Flying Bird (2019)

high flying bird - film basket

Sutradara: Steven Soderbergh Pemain: André Holland, Zazie Beetz, Melvin Gregg, Sonja Sohn Durasi: 91 menit

Premis High Flying Bird: Saat pro basketball lockout, seorang agen olahraga menawarkan ide dan penawaran kontroversial pada seorang atlet baru basket.

Keseluruhan film ini diambil atau direkam menggunakan kamera iPhone 8. Menjadikan ini sebagai film kedua Soderbergh yang diambil menggunakan iPhone setelah Unsane (2018). Tidak hanya dari segi teknikalnya yang memuaskan, kita juga diajak menyelami rumitnya proses di belakang layar dunia olahraga profesional lewat film ini.

The Way Back (2020)

the way back

Sutradara: Gavin O’Connor Pemain: Ben Affleck, Al Madrigal, Michaela Watkins, Janina Gavankar Durasi: 108 menit

Premis The Way Back: Jack Cunningham adalah mantan pemain basket yang membawa SMA yang fenomenal. Tapi ia memilih untuk meninggalkan basket di puncak kariernya. Beberapa tahun kemudian, ia menjadi pelatih almamaternya dan mencoba untuk menyelesaikan hal yang ia tinggalkan dulu.

Ben Affleck berhasil mendapatkan banyak pujian dalam aktingnya di film ini. Di sini kita juga bisa melihat beragam perjuangan para anggota tim untuk bisa menyeimbangkan basket, hidup, dan juga pendidikan mereka.

***

Ikuti terus menonton.id di media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram untuk mendapat rekomendasi menonton kamu.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here