Beranda blog Halaman 37

17 Film Masak Memasak Ini Akan Sukses Bikin Kamu Lapar

Film masak memasak menjadi salah satu genre tersendiri yang semakin banyak dinikmati penggemar film.

Keunikan dari film ini sendiri biasanya adalah keindahan estetika proses memasak hingga penyajian makanan yang indah, sehingga memanjakan mata dan membuat perut keroncongan.

Karena itulah film masak sendiri tidak bisa dibilang sebagai film yang biasa saja. Film-film yang sukses adalah yang bisa membawa cerita yang baik, tapi dengan keindahan pengambilan gambar yang seakan mengajak penonton untuk mencicipi makanan.

Tidak heran ketika ada beberapa film dengan adegan masak yang gagal total. Bukannya membuat penonton ingin untuk mencicipi makanan, tapi mereka malah membuat penonton pusing karena gambar yang acak-acakan.

Daftar film masak terbaik

Karenanya, untuk kamu yang ingin menonton film sekaligus terhibur dengan adegan masak, menonton.id sudah membuat daftarnya.

Beberapa film masakan ini akan sukses membuat kamu lapar. Daftar film masak masakan ini ada yang berasal dari Hollywood, Asia, bahkan di Indonesia.

Berikut daftar lengkapnya:

Tampopo (1985)

tampopo - film masak

Sutradara: Juzo Itami Pemain: Tsutomu Yamazaki, Nobuko Miyamoto, Koji Yakusho, Ken Watanabe Sinematografi: Masaki Tamura

Tampopo adalah film komedi Jepang yang banyak disukai penonton karena menyajikan beragam adegan masak juga makan yang menggugah selera.

Diceritakan, dua supir truk susu Jepang (Yamazaki, Watanabe) berusaha membantu seorang pemilik restoran (Miyamoto) untuk belajar memasak mie yang lezat.

Ada beragam adegan adegan masak memasak yang bisa bikin kita lapar, sekaligus juga mengundang tawa.

Beberapa yang legendaris adalah adegan memasak omurice dan juga adegan memakan ramen yang lezat.

Babette’s Feast (1987)

babette's feast - film masak

Sutradara: Gabriel Alex Pemain: Stephane Audran, Birgitte Federspiel, Bodil Kjel Sinematografi: Henning Kristiansen

Film pemenang Best Foreign Language Film Piala Oscar ini berkisah tentang Babette, seorang pengungsi dari Paris yang diminta untuk menjadi tukang masak di sebuah keluarga.

Babette’s Feast dipenuhi dengan adegan masak yang sangat memanjakan mata dan lidah. Tentunya membuat kita semakin lapar saja.

Goodfellas (1990)

goodfellas

Sutradara: Martin Scorsese Pemain: Robert De Niro, Ray Liotta, Joe Pesci, Lirraine Bracco Sinematografer: Masaki Tamura

Goodfellas memang bukan film masak masakan atau film kuliner secara spesifik.

Film ini adalah film kriminal mafia yang berkisah tentang Henry Hill (Liotta) bersama dua temannya Jimmy (De Niro) dan Tommy (Pesci). Mereka mencoba untuk memanjat kelas kriminal dari jalanan New York ke level gangster.

Hanya saja, ada satu scene di mana beberapa tokoh dalam film mempersiapkan makan malam di dalam penjara.

Screenplay yang dinarasikan oleh Hill, memberikan kita gambaran makanan yang sangat enak. Ia mulai mendeskripsikan bagaimana Paulie memotong bawang putih sangat tipis sehingga bisa lumer saat dibuat saus pasta.

Ia juga menjelaskan tentang steak, lobster, roti, keju, salami, prosciutto hingga scotch.

Sungguh tidak seperti penjara yang dibayangkan banyak orang.

Eat Drink Man Woman (1994)

eat drink man woman

Sutradara: Ang Lee Pemain: Sihung Lung, Kuei-Mei Yang, Chien-lien, Yu-Wen Wang Sinematografi: Jong Jin

Chef Chu (Lung) adalah seorang master chef yang sudah akan pensiun dan tinggal di rumah bersama tiga anak perempuannya.

Cerita tentang bagaimana mereka menghadapi kehidupan sehari-hari semuanya tergambanr dalam mempersiapkan dan makan malam bersama setiap hari Minggu.

Ada banyak adegam masak dalam Eat Drink Man Woman. Tapi, salah satu yang paling menggugah selera adalah adegan pembuka film mandarin ini; di mana chef Chu mempersiapkan makan malam dengan memasak banyak makanan.

Mulai dari menggoreng ikan, mengiris cabai, memotong ayam, sampai mengukus dim sum semuanya dikemas dengan sangat menggugah selera. Membuat kita segera ingin makan sambil menontonnya.

Big Night (1996)

big night - film masak

Sutradara: Campbell Scott, Stanley Tucci Pemain: Minnie Driver, Ian Holm, Tony Shaloub, Stanley Tucci Sinematografi: Ken Kelsch

Big Night bercerita tentang dua bersaudara dari Italia. Mereka adalah seorang chef dan seorang pebisnis.

Suatu hari, mereka mencoba untuk membuat seorang penyanyi Amerika-Italia terkenal terkesan, guna menyelamatkan restoran mereka yang hampir bangkrut.

Dalam sebuah scene, mereka mencoba memasak timpano, sebuah makanan pasta dengan resep rahasia yang mereka bawa dari Italia.

Adegan ini menggambarkan bagaimana proses pembuatan timpano. Membuat kita ingin ikut coba mencicipi masakan ini.

Chocolat (2000)

chocolat - film masak

Sutradara: Lasse Hallstrom Pemain: Juliette Binoche, Johnny Depp, Judi Dench, Alfred Molina Sinematografi: Roger Pratt

Untuk para penggemar makanan manis, cobalah tonton bagaimana Juliette Binoche mempersiapkan beragam hidangan cokelat di film ini. Membuat kita ingin sedikit mencicipi cokelat dan makanan manis lainnya.

Chocolat sendiri bercerita tentang seorang wanita dan anak perempuannya yang membuat toko cokelat di sebuah desa konservatif di Perancis. Kebanyakan dari penduduk desa keberatan akan kedatangannya ke sana.

Ratatouille (2007)

ratatouille

Sutradara: Brad Bird, Jan Pinkava Pengisi Suara: Patton Oswalt, Ian Holm, Lou Romano, Janeane Garofalo Sinematografi: Sharon Calahan, Robert Anderson

Tidak banyak film animasi yang bisa menggugah selera lewat filmnya. Salah satu yang terbaik adalah Ratatouille. Ada banyak adegan di mana mata kita disuguhkan masakan yang ingin kita cicipi.

Film ini sendiri berkisah tentang Remy, seekor tikus, yang bercita-cita untuk menjadi seorang koki handal terkenal di Perancis. Tapi, itu semua tidak mudah karena ia dianggap sebagai hama dan binatang yang kotor bagi kebanyakan orang.

Waitress (2007)

waitress - film masak

Sutradara: Adrienne Shelly Pemain: Keri Russell, Nathan Fillion, Cheryl Hines, Eddie Jemison Sinematografi: Matthew Irving

Film ini lagi-lagi cocok untuk kamu yang menyukai makanan manis, terutama pie. Bagaimana tidak, film ini sendiri bercerita tentang seorang waitress yang bekerja di sebuah diner dengan beragam macam pie yang dibuatnya.

Ia sendiri selalu membuat pie sesuai dengan suasana hatinya ketika itu. Ketika menonton film ini, dijamin kita pasti langsung ingin makan pie. Atau… mungkin masak pie sendiri(?)

Julie & Julia (2009)

julie and julia - film masak

Sutradara: Nora Ephron Pemain: Meryl Streep, Amy Adams, Stanley Tucci, Chris Messina Sinematografi: Stephen Goldblatt

Julie & Julia bercerita tenang bagaimana seorang Julie yang sangat mengidolakan Julia Child. Ia kemudian menantang dirinya sendiri untuk membuat blog yang berisikan pengalamannya memasak masakan Julia Child.

Ada banyak adegan yang membuat perut keroncongan. Mulai dari membahas butter, memasak lobster, beef bourguignon, bruschetta, ikan, hingga memasak telur rebus. Semua masakan rumahan ini akan membuat kita sangat lapar.

Bridesmaids (2011)

bridesmaid

Sutradara: Paul Feig Pemain: Kristen Wiig, Maya Rudolph, Rose Byrne, Melissa McCarthy Sinematografi: Robert Yeoman

Sama seperti Goodfellas, Bridesmaids bukanlah sebuah film yang khusus berkisah tentang masak memasak. Akan tetap ada sebuah scene yang tentunya akan memanjakan mata dengan proses memasaknya yang ciamik.

Adegan tersebut adalah ketika Annie (Wiig) memasak cupcake untuk dirinya sendiri. Proses pembuatan hingga menghiasnya diambil dengan sangat detail menjadikan cupcake tampak sangat cantik dan memanggil untuk dinikmati.

Jiro Dreams of Sushi (2011)

jiro dreams of sushi

Sutradara: David Gelb Pemain: Jiro Ono Sinematografi: David Gelb

Film dokumenter ini menceritakan kisah perjalanan hidup Jiro Ono, seorang chef Sushi yang sangat terkenal, dan kini membuka restoran sushi yang mendapatkan tiga bintang Michelin.

Kini, harga sekali makan di tempatnya bisa mencapai harga ยฅ30.000 (sekitar 4 juta Rupiah).

Paduan dari musik klasik, pengambilan gambar yang baik, hingga teknik penyajian sushi oleh Jiro sangat berkelas. Tidak heran ketika film ini akhirnya memenangkan banyak penghargaan.

Tabula Rasa (2014)

tabula rasa - film masak

Sutradara: Adriyanto Dewo Pemain: Jimmy Kobogau, Dewi Irawan, Yayu Unru, Ozzol Ramdan Sinematografi: Amalia T.S.

Pecinta masakan Padang sih rasanya wajib menonton film Tabula Rasa. Karena di dalamnya, ada banyak adegan memasak makanan padang yang tentunya kaya akan rasa.

Film Indonesia ini bercerita tentang Hans, seoran pemuda dari Papua yang merantau ke Jakarta untuk jadi pemain sepakbola. Sayang, cidera membuatnya tinggal luntang lantung di ibu kota.

Sampai akhirnya ia bertemu dengan Mak, seorang pemilik restoran Padang.

The Hundred-Foot Journey (2014)

the hundred-foot journey - film masak

Sutradara: Lasse Hallstrom Pemain: Hellen Mirren, Om Puri, Manish Dayal, Charlotte Le Bon Sinematografi: Linus Sandgren

Bercerita tentang keluarga India yang pindah ke Perancis dan membuka sebuah restoran tepat di seberang restoran kelas atas Perancis. Hal ini kemudian menjadikan adanya perang rival antar keduanya.

Dari ceritanya, sudah dipastikan akan ada banyak adegan masak yang menggugah selera. Mulai dari masakan fine dining kelas atas hingga masakan rumahan India.

Tapi salah satu scene yang paling menonjol adalah ketika Madame Mallory membuat omelette bersama dengan Hasan.

Chef (2014)

chef - film masak

Sutradara: Jon Favreau Pemain: Jon Favreau, Sofia Vergara, John Leguizamo, Emjay Anthony Sinematografi: Kramer Morgenthau

Memasak jadi terlihat menyenangkan saat menonton Chef. Film arahan Jon Favreau ini kaya akan banyak adegan masak yang sangat menggiurkan.

Mulai dari makanan fancy hingga roti isi yang bisa dibuat banyak orang, disajikan dengan baik dalam pengambilan gambar yang lezat.

Film ini berkisah tentang seorang chef yang karirnya terjun bebas setelah masakannya dikritik pedas oleh seorang kritikus makanan. Ia kemudian beralih haluan menjual Cuban sandwich dari dalam food truck.

Burnt (2015)

burnt - film masak

Sutradara: John Wells Pemain: Bradley Cooper, Sienna Miller, Daniel Bruhl, Omar Sy Sinematografi: Adriano Goldman

Jika dalam Chef kita ditunjukkan bagaimana memasak bisa menjadi hal yang membahagiakan, tidak di film ini.

Burnt berkisah tentang Adam Jones (Cooper), seorang chef yang karier memasaknya hancur karena obat-obatan terlarang.

Ia kemudian mencoba kembali dan berusaha mendapatkan bintang Michelin yang ke-tiga untuknya.

Dalam film ini kita akan melihat banyaknya adegan memasak di dalam dapur profesional. Masakan yang diperlihatkan pun adalah makanan-makanan fine dining khas restoran kelas atas.

Cook Up a Storm (2017)

cook up a storm

Sutradara: Wai-Man Yip Pemain: Nicholas Tse, You Ge, Anthony Chau-Sang Wong Sinematografi: S.K. Yip

Menonton film ini tidak sama seperti menonton film masak lainnya. Setiap adegan memasak dalam Cook Up a Storm dibuat layaknya adegan laga.

Walau kita menyaksikannya dengan cepat, tapi tetap membuat kita seakan merasakan kenikmatan setiap masakannya.

Film ini sendiri berkisah tentang rivalitas antara seorang koki makanan jalanan Kanton dan seorang koki kelas bintang Michelin. Mereka berdua beradu keahlian sambil bersiap untuk mengikuti kompetisi kuliner kelas dunia.

Aruna & Lidahnya (2018)

aruna dan lidahnya

Sutradara: Edwin Pemain: Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Hannah Al Rashid, Oka Antara Sinematografi: Amalia T.S.

Seorang ahli epidemiologi diminta untuk menginvestigasi sebuah kasus flu burung. Dalam perjalanannya ke berbagai daerah di Indonesia, ia juga mencoba merasakan banyak makanan khas lokal.

Pecinta masakan nusantara tentunya perlu menonton Aruna & Lidahnya. Ada banyak makanan khas dari berbagai daerah di dalam film ini.

Yang tentunya juga membuat kita ingin segera pergi ke tempatnya dan mencicipinya langsung.

Honorary Mention Film Masak: Ghibli Movies

ghibli

Sutradara: Various Film: Various Sinematografi: Various

Tidak lengkap membicarakan adegan masak di film jika tidak bicara tentang film Ghibli. Ada banyak adegan film animasi masak yang diproduksi studio ini.

Walaupun disajikan dalam gambar animasi, tapi seriap makanan dan masakan di dalam film akan terlihat sangat lezat. Membuat kita ingin segera menyantap makanan di dalam dunia animasi tersebut.

***

Itu dia beragam pilihan film masak yang bisa kita nonton. Jangan lupa persiapkan makanan dan minuman sebelum menontonnya. Karena pasti kamu juga akan ikutan lapar!

***

Dapatkan rekomendasi, review, dan trailer film terbaru hanya di menonton.id. Follow juga Twitter, Instagram, dan Facebook untuk informasi terbaru seputar dunie entertainment.

15 Film Semi yang Sering Dibahas dalam Kajian Film Dewasa

Istilah film semi sering dipakai penonton Indonesia untuk menyebut film dengan tema dewasa, relasi intim, dan penggambaran hasrat yang lebih berani dibanding drama romantis biasa. Namun, tidak semua film dalam kategori ini dibuat hanya untuk sensasi. Banyak di antaranya justru dibahas karena pendekatan artistik, kontroversi, atau cara film tersebut membaca tubuh, relasi, kuasa, kesepian, dan batas antara cinta dengan obsesi.

Karena itu, daftar ini tidak ditujukan untuk membahas film secara vulgar. Beberapa judul di bawah memang dikenal sebagai film yang sangat dewasa dan pernah memicu perdebatan besar, tetapi pembahasannya di sini lebih diarahkan pada konteks sinema: cerita, reputasi, kontroversi, pendekatan sutradara, dan alasan mengapa film-film ini sering muncul dalam diskusi film bertema dewasa.

Film semi sendiri bukan istilah genre resmi dalam sinema internasional. Di Indonesia, istilah ini biasanya dipakai secara populer untuk menyebut film cerita yang mengandung tema dewasa, relasi intim, atau eksplorasi tubuh dan hasrat, tetapi masih berada dalam konteks narasi film. Jadi, film semi berbeda dari film dewasa yang hanya dibuat untuk menonjolkan unsur eksplisit tanpa cerita yang jelas.

Beberapa film dalam daftar ini berasal dari dunia arthouse Eropa, beberapa dari sinema Amerika independen, dan beberapa lainnya dari film eksperimental yang memang dibuat untuk menantang batas kenyamanan penonton. Dengan kata lain, ini bukan daftar tontonan ringan untuk menemani makan malam. Kecuali kamu memang ingin suasana makan berubah menjadi diskusi panjang tentang alienasi, tubuh, dan krisis manusia modern. Pilihan hidup yang cukup melelahkan, tapi setidaknya terdengar intelektual.

Karena temanya dewasa, semua film dalam daftar ini lebih cocok untuk penonton matang. Selalu perhatikan rating usia, konteks cerita, dan kesiapan diri sebelum menonton.

Tonton juga daftar film semi korea di bawah ini:

Daftar Cepat Film Semi Berdasarkan Mood

Mood MenontonRekomendasi Film
Film semi klasikBlue Movie, Caligula
Film semi arthouse EropaRomance, Pola X, Intimacy, Anatomy of Hell
Film semi kontroversialBaise-moi, The Brown Bunny, 9 Songs, Love
Film semi eksperimentalEnter the Void, Nymphomaniac, Mektoub, My Love: Intermezzo
Film semi romantis dewasaIntimacy, 9 Songs, Shortbus
Film semi tentang relasi dan kesepianShortbus, Love, Nymphomaniac
Film semi paling beratAntichrist, Anatomy of Hell, Nymphomaniac
Film semi untuk penonton arthouseRomance, Intimacy, Antichrist, Love, Mektoub, My Love: Intermezzo

Berikut rekomendasi film semi yang sering dibahas dalam kajian sinema dewasa.

1. Blue Movie (1969)

blue-movie-andy-warhol

Blue Movie adalah salah satu film awal yang sering dibahas ketika membicarakan batas antara sinema arus utama, seni eksperimental, dan film bertema dewasa. Film ini dibuat oleh Andy Warhol, seniman yang memang dikenal sering menantang batas antara seni, budaya pop, dan provokasi.

Secara cerita, film ini sangat minimalis. Namun, posisinya penting karena menjadi bagian dari sejarah panjang perdebatan tentang bagaimana tubuh, percakapan, dan relasi intim bisa dimasukkan ke dalam karya sinema. Film ini juga sering dibahas dalam konteks perubahan budaya Amerika pada akhir 1960-an.

Sebagai film semi, Blue Movie lebih tepat dilihat sebagai karya eksperimental dan historis, bukan sebagai film romantis atau drama konvensional. Film ini cocok untuk penonton dewasa yang tertarik pada sejarah sinema, seni avant-garde, dan kontroversi budaya pop.

2. Caligula (1979)

caligula

Caligula adalah salah satu film paling kontroversial dalam sejarah sinema dewasa. Awalnya, film ini dirancang sebagai drama sejarah tentang Kaisar Romawi Caligula, dengan pemain besar seperti Malcolm McDowell, Helen Mirren, dan Peter Oโ€™Toole. Namun, proses produksinya menjadi sangat bermasalah karena perbedaan visi antara sutradara, penulis, dan produser.

Film ini sering dibahas bukan hanya karena isinya yang ekstrem, tetapi juga karena sejarah produksinya yang kacau. Beberapa pihak kreatif bahkan menolak hasil akhir film tersebut karena perubahan besar yang dilakukan setelah produksi utama selesai.

Sebagai film semi, Caligula lebih cocok dilihat sebagai contoh bagaimana ambisi drama sejarah bisa berubah menjadi kontroversi besar ketika unsur sensasi mengambil alih. Film ini bukan tontonan ringan dan lebih cocok untuk penonton dewasa yang tertarik pada sejarah produksi film kontroversial.

3. Romance (1999)

romance

Romance adalah film karya Catherine Breillat yang sering dibahas dalam kajian film dewasa dan sinema feminis. Film ini mengikuti seorang perempuan yang merasa tidak terpenuhi dalam hubungannya, lalu memasuki perjalanan emosional dan tubuh yang semakin kompleks.

Film ini tidak memakai tema dewasa sebagai hiasan cerita. Breillat justru menjadikannya sebagai cara untuk membahas kuasa, tubuh perempuan, relasi yang timpang, dan pencarian identitas. Karena itu, Romance sering dianggap sebagai film yang menantang cara penonton melihat hasrat dan posisi perempuan dalam hubungan.

Sebagai film semi, Romance lebih dekat ke arthouse drama daripada film romantis biasa. Pendekatannya dingin, tidak selalu nyaman, dan sangat dewasa. Film ini cocok untuk penonton yang tertarik pada sinema Eropa, kajian gender, dan film yang tidak takut membuat penonton tidak nyaman.

4. Pola X (1999)

pola x - Menonton.id

Pola X adalah film Leos Carax yang diadaptasi secara longgar dari novel Pierre; or, The Ambiguities karya Herman Melville. Film ini mengikuti seorang penulis muda yang hidupnya berubah setelah bertemu perempuan misterius yang mengaku punya hubungan dengan masa lalunya.

Film ini sering dibahas karena pendekatannya yang gelap, intens, dan penuh ambiguitas. Relasi dalam film ini tidak digambarkan secara ringan, tetapi sebagai sesuatu yang membawa karakter ke wilayah moral dan emosional yang rumit.

Sebagai film semi, Pola X masuk karena keberaniannya menggambarkan hubungan dewasa dalam konteks drama arthouse yang muram. Film ini bukan tontonan romantis yang nyaman. Ia lebih seperti perjalanan ke dalam obsesi, identitas, dan kehancuran emosional. Sangat Prancis, tentu saja, karena rupanya penderitaan batin lebih elegan jika diucapkan pelan di ruangan gelap.

5. Baise-moi (2000)

baise-moi

Baise-moi adalah film Prancis yang sangat kontroversial dan sering dibahas dalam konteks batas antara kekerasan, trauma, seksualitas, dan pemberontakan dalam sinema. Disutradarai Virginie Despentes dan Coralie Trinh Thi, film ini mengikuti dua perempuan yang melakukan perjalanan penuh kekerasan setelah mengalami kehidupan yang keras dan penuh luka.

Film ini tidak cocok untuk semua penonton. Pendekatannya sangat kasar, frontal, dan sengaja dibuat tidak nyaman. Namun, dalam kajian film, Baise-moi sering dibahas karena memancing perdebatan tentang eksploitasi, agensi perempuan, dan kemarahan terhadap struktur sosial yang menindas.

Sebagai film semi, Baise-moi sebaiknya ditempatkan sebagai film kontroversial dewasa, bukan tontonan ringan. Film ini cocok untuk penonton yang tertarik pada sinema ekstrem, kritik sosial, dan film yang memang dirancang untuk mengganggu rasa aman penonton.

6. Intimacy (2001)

intimacy

Intimacy adalah drama karya Patrice Chรฉreau tentang dua orang dewasa yang bertemu secara rutin tanpa benar-benar membangun hubungan emosional yang jelas. Dari relasi tersebut, film bergerak ke wilayah kesepian, keterasingan, dan kebutuhan manusia untuk merasa terhubung.

Yang membuat Intimacy sering dibahas adalah cara film ini menggambarkan relasi tubuh bukan sebagai sensasi, tetapi sebagai pintu masuk untuk membaca kesepian karakter. Film ini tidak menjadikan hubungan dewasa sebagai dekorasi, melainkan sebagai bagian dari konflik psikologis dan emosional.

Sebagai film semi, Intimacy lebih dekat ke drama dewasa yang serius. Ceritanya muram, pelan, dan cukup berat. Film ini cocok untuk penonton yang tertarik pada drama relasi yang tidak romantis dalam arti biasa, tetapi lebih jujur dalam menggambarkan jarak antara tubuh dan perasaan.

7. The Brown Bunny (2003)

the brown bunny

The Brown Bunny adalah film karya Vincent Gallo yang sempat menjadi salah satu film paling dibicarakan setelah pemutarannya di Cannes. Film ini mengikuti Bud Clay, pembalap motor yang melakukan perjalanan panjang sambil dihantui hubungan masa lalunya.

Film ini sering dibahas karena kontroversinya, tetapi di luar itu, The Brown Bunny juga punya pendekatan yang sangat sunyi dan minimalis. Banyak bagian filmnya terasa seperti perjalanan kosong yang dipenuhi rasa bersalah, kehilangan, dan ketidakmampuan karakter untuk benar-benar keluar dari masa lalu.

Sebagai film semi, The Brown Bunny masuk karena reputasi kontroversial dan pendekatan dewasanya terhadap memori serta relasi. Film ini cocok untuk penonton arthouse yang tidak keberatan dengan ritme lambat, ruang kosong, dan karakter yang tampak lebih sering tenggelam dalam dirinya sendiri daripada berinteraksi dengan dunia.

8. Anatomy of Hell (2004)

anatomy of hell

Anatomy of Hell adalah film Catherine Breillat yang sangat provokatif dan sering memecah pendapat penonton. Film ini memakai relasi antara dua karakter sebagai ruang untuk membahas tubuh, gender, rasa jijik, hasrat, dan pandangan laki-laki terhadap tubuh perempuan.

Film ini jelas bukan tontonan mudah. Pendekatannya sangat simbolik, dingin, dan sengaja tidak nyaman. Breillat tidak membuat film ini untuk memberi romansa atau kehangatan, tetapi untuk mempertanyakan cara tubuh perempuan dilihat, ditakuti, dan dikontrol.

Sebagai film semi, Anatomy of Hell lebih cocok diposisikan sebagai film arthouse dewasa yang ekstrem secara tema, bukan sebagai rekomendasi romantis. Film ini cocok untuk penonton yang tertarik pada kajian gender, tubuh, dan sinema provokatif. Bagi penonton umum, film ini bisa terasa terlalu berat, dan itu memang bukan kecelakaan.

9. 9 Songs (2004)

9 songs

9 Songs adalah film Michael Winterbottom yang menggabungkan drama relasi dan konser musik. Ceritanya mengikuti hubungan sepasang karakter dari awal ketertarikan sampai perlahan merenggang. Struktur filmnya sederhana: momen hubungan mereka diselingi penampilan band-band indie dan rock.

Film ini sering dibahas karena pendekatannya yang sangat dewasa dalam menggambarkan hubungan pasangan. Namun, yang menarik dari film ini bukan hanya kontroversinya, melainkan cara Winterbottom mencoba menangkap hubungan sebagai rangkaian memori: musik, tubuh, kebiasaan, jarak, dan perasaan yang memudar.

Sebagai film semi, 9 Songs cocok dibaca sebagai eksperimen tentang cinta modern dan memori relasi, bukan drama romantis konvensional. Film ini cocok untuk penonton dewasa yang tertarik pada hubungan antara musik, ingatan, dan keintiman emosional.

10. Shortbus (2006)

shortbus

Shortbus adalah film John Cameron Mitchell tentang beberapa karakter di New York yang mencari koneksi, cinta, identitas, dan keintiman dalam kehidupan kota yang penuh kesepian. Film ini memakai struktur ensemble, sehingga ceritanya tidak hanya berpusat pada satu pasangan atau satu konflik.

Yang membuat Shortbus menarik adalah pendekatannya yang lebih hangat dibanding banyak film dewasa lain dalam daftar ini. Film ini memang sangat terbuka secara tema, tetapi tujuan utamanya bukan sensasi. Ia lebih tertarik membahas kesepian, komunitas, penerimaan diri, dan kebutuhan manusia untuk benar-benar terhubung.

Sebagai film semi, Shortbus sering dibahas karena berada di antara komedi, drama, dan eksplorasi relasi dewasa. Film ini cocok untuk penonton yang ingin film dewasa yang lebih humanis, queer-friendly, dan tidak sekadar muram.

11. Antichrist (2009)

antichrist-2009

Antichrist adalah film Lars von Trier yang sangat gelap, simbolik, dan mengganggu. Film ini mengikuti pasangan yang berduka setelah kehilangan anak mereka, lalu pergi ke sebuah kabin terpencil di hutan. Dari sana, hubungan mereka berubah menjadi perjalanan psikologis yang semakin ekstrem.

Film ini bukan film semi dalam arti ringan. Antichrist lebih tepat disebut sebagai psychological horror arthouse dengan tema dewasa, duka, tubuh, rasa bersalah, dan kehancuran mental. Banyak penonton membencinya, banyak juga yang menganggapnya penting. Von Trier, seperti biasa, tampaknya melihat kenyamanan penonton sebagai musuh pribadi.

Sebagai film semi, Antichrist masuk karena penggambaran relasi dewasa menjadi bagian dari trauma dan krisis psikologis karakter. Film ini cocok untuk penonton dewasa yang siap dengan horor simbolik dan pengalaman menonton yang sangat tidak nyaman.

12. Enter the Void (2009)

enter the void

Enter the Void adalah film Gaspar Noรฉ yang membawa penonton ke pengalaman sinematik yang sangat eksperimental. Ceritanya mengikuti Oscar, seorang pengedar narkoba di Tokyo yang mengalami pengalaman out-of-body setelah hidupnya berubah secara drastis. Dari sana, film bergerak seperti perjalanan visual tentang kematian, ingatan, trauma, dan kelahiran kembali.

Film ini sering dibahas karena visualnya yang ekstrem, penggunaan warna neon, kamera subjektif, dan cara Noรฉ menggambarkan tubuh serta kehidupan malam Tokyo. Tema dewasanya bukan sekadar bagian terpisah, tetapi menyatu dengan dunia karakter yang penuh kehilangan dan disorientasi.

Sebagai film semi barat, Enter the Void lebih cocok dilihat sebagai film eksperimental dewasa. Film ini cocok untuk penonton yang tertarik pada arthouse ekstrem, pengalaman visual yang tidak biasa, dan sinema yang membuat kepala terasa seperti habis dilempar ke lampu neon.

13. Nymphomaniac (2013)

nymphomaniac - Menonton.id (2)

Nymphomaniac adalah film Lars von Trier yang terbagi dalam dua bagian dan mengikuti kisah Joe, perempuan yang menceritakan perjalanan hidupnya kepada seorang pria yang menemukannya dalam keadaan terluka. Dari cerita Joe, film membahas hasrat, rasa bersalah, trauma, moralitas, dan pencarian makna.

Film ini sangat dewasa, panjang, dan penuh provokasi. Namun, seperti banyak karya von Trier, provokasi itu digunakan untuk memaksa penonton melihat karakter yang sulit, tidak selalu simpatik, dan penuh kontradiksi.

Sebagai film semi, Nymphomaniac sering dibahas karena menjadikan hasrat sebagai pusat struktur cerita dan krisis karakter. Film ini cocok untuk penonton dewasa yang tertarik pada arthouse ekstrem, drama psikologis, dan film yang tidak takut membuat semua orang di ruangan merasa canggung.

14. Love (2015)

film semi love - Menonton.id

Love adalah film Gaspar Noรฉ tentang Murphy, pria yang mengenang hubungan lamanya dengan Electra setelah hidupnya berubah menjadi lebih dingin dan penuh penyesalan. Film ini menggunakan struktur memori untuk melihat kembali cinta, hasrat, kecemburuan, dan kehancuran sebuah hubungan.

Film ini sering dibahas karena pendekatan visual dan temanya yang sangat dewasa. Namun, di balik reputasi kontroversialnya, Love sebenarnya lebih banyak bicara tentang hubungan yang rusak, ego, kehilangan, dan ketidakmampuan seseorang memahami nilai cinta sampai semuanya terlambat.

Sebagai film semi, Love adalah contoh film arthouse yang sangat frontal dalam membahas relasi. Film ini cocok untuk penonton dewasa yang tertarik pada drama romantis eksperimental, sinema Gaspar Noรฉ, dan film yang melihat cinta sebagai sesuatu yang indah sekaligus merusak.

15. Mektoub, My Love: Intermezzo (2019)

mektoub my love intermezzo - Menonton.id (1)

Mektoub, My Love: Intermezzo adalah film Abdellatif Kechiche yang menjadi salah satu judul paling kontroversial dari festival film modern. Film ini melanjutkan dunia Mektoub, My Love dengan fokus pada karakter muda, pesta, tubuh, ketertarikan, dan dinamika sosial yang berlangsung dalam durasi panjang.

Film ini sering dibahas karena pendekatannya yang sangat observasional dan ekstrem dalam memanjangkan momen. Kechiche seperti ingin menangkap tubuh, tatapan, dan energi sosial dalam waktu yang hampir melelahkan. Tentu saja, hasilnya memicu banyak perdebatan, karena tidak semua penonton merasa pendekatan itu punya nilai yang seimbang dengan durasinya.

Sebagai film semi, Mektoub, My Love: Intermezzo cocok ditempatkan sebagai karya arthouse dewasa yang kontroversial. Film ini bukan tontonan mudah, bukan juga romance konvensional. Ia lebih tepat untuk penonton yang tertarik pada batas antara observasi, sensualitas, dan eksplorasi tubuh dalam sinema.

Rekomendasi Tambahan Film Bertema Dewasa Lainnya

Kalau kamu tertarik pada film bertema dewasa dengan pendekatan yang masih berada di wilayah sinema arthouse, kontroversial, atau eksperimental, beberapa judul ini juga bisa masuk watchlist:

  • In the Realm of the Senses
  • Destricted
  • Lie with Me
  • The Idiots
  • Battle in Heaven
  • The Wayward Cloud
  • Stranger by the Lake
  • Wetlands
  • All About Anna
  • Pasolini
  • Marfa Girl 2
  • Q
  • Hotel Desire
  • Now & Later
  • Ana, mon amour

Setelah menonton daftar utama, judul-judul tambahan ini bisa jadi pilihan lanjutan untuk melihat bagaimana sinema dari berbagai negara membahas relasi dewasa dengan pendekatan yang berbeda. In the Realm of the Senses dikenal sebagai salah satu film Jepang paling kontroversial, Stranger by the Lake membawa tema dewasa ke wilayah thriller minimalis, sementara Pasolini menarik untuk penonton yang ingin melihat film biografis tentang salah satu sineas paling provokatif dalam sejarah sinema Italia.

Apa Itu Film Semi?

Film semi adalah istilah populer yang sering dipakai penonton Indonesia untuk menyebut film cerita dengan tema dewasa, relasi intim, atau penggambaran hasrat yang lebih berani dibanding film romantis biasa. Istilah ini bukan kategori resmi seperti drama, thriller, horor, atau komedi.

Dalam konteks sinema, film semi biasanya masih punya cerita, karakter, konflik, dan pendekatan artistik. Beberapa film semi lebih dekat ke drama romantis dewasa, beberapa ke arthouse, beberapa ke thriller psikologis, dan beberapa lainnya ke film kontroversial yang memang dibuat untuk menantang batas sosial.

Karena temanya lebih dewasa, film seperti ini tidak cocok untuk semua umur. Penonton sebaiknya memperhatikan rating usia, konteks cerita, dan reputasi film sebelum menonton.

Bedanya Film Semi, Film Dewasa, dan Film Romantis

Film romantis biasanya berfokus pada hubungan cinta, perkembangan perasaan, konflik pasangan, dan emosi antarkarakter. Film semi bisa membahas cinta, tetapi sering masuk ke wilayah yang lebih dewasa, seperti tubuh, hasrat, perselingkuhan, obsesi, relasi kuasa, trauma, atau kesepian.

Film dewasa adalah istilah yang lebih luas. Sebuah film bisa disebut dewasa bukan hanya karena relasi intim, tetapi juga karena temanya berat, bahasanya kasar, kekerasannya intens, atau konfliknya tidak cocok untuk anak-anak.

Sementara film semi biasanya berada di tengah: ia masih berbentuk film cerita, tetapi punya pendekatan yang lebih berani terhadap tema relasi dan tubuh. Karena itu, beberapa film semi juga masuk kategori arthouse, drama psikologis, atau film festival.

Kenapa Banyak Film Semi Masuk Kategori Arthouse?

Banyak film semi masuk kategori arthouse karena tema dewasa sering dipakai oleh sutradara untuk membahas hal yang lebih besar: kesepian, tubuh, kekuasaan, gender, identitas, trauma, dan batas moral. Dalam film seperti Romance, Intimacy, Shortbus, Antichrist, atau Nymphomaniac, unsur dewasa bukan hanya pemanis cerita, tetapi bagian dari konflik karakter.

Sinema arthouse juga sering lebih bebas dalam bentuk dan tema. Film-film seperti ini tidak selalu mengejar kenyamanan penonton. Kadang alurnya lambat, dialognya sedikit, visualnya aneh, dan konfliknya sengaja dibuat tidak mudah. Karena rupanya beberapa sutradara melihat kebingungan penonton sebagai bagian dari pengalaman seni. Menyebalkan, tapi kadang berhasil.

Karena itu, film semi arthouse biasanya lebih cocok untuk penonton yang tertarik pada diskusi film, bukan sekadar mencari hiburan ringan.

Tips Menonton Film Semi dengan Aman dan Tepat

Pertama, perhatikan rating usia dan konteks film. Banyak film dalam daftar ini dibuat untuk penonton dewasa dan tidak cocok ditonton bersama anak-anak.

Kedua, jangan hanya melihat film dari reputasi kontroversialnya. Beberapa film memang terkenal karena temanya yang berani, tetapi nilai utamanya bisa berada pada cerita, visual, akting, atau cara film tersebut membahas relasi manusia.

Ketiga, pahami bahwa tidak semua film semi nyaman ditonton. Beberapa film dalam daftar ini sengaja dibuat intens, muram, atau mengganggu. Kalau kamu ingin film romantis ringan, mungkin lebih cocok membaca rekomendasi film romantis biasa.

Keempat, pilih berdasarkan mood. Kalau ingin drama relasi yang lebih emosional, pilih Intimacy, Shortbus, atau Love. Kalau ingin arthouse yang lebih ekstrem, pilih Antichrist, Nymphomaniac, atau Mektoub, My Love: Intermezzo. Kalau ingin film yang lebih eksperimental, Enter the Void bisa jadi pilihan.

Film semi sering dipahami secara sempit sebagai film dengan tema dewasa. Namun, jika dilihat dari konteks sinema, banyak film dalam kategori ini sebenarnya membahas hal yang lebih luas: cinta, tubuh, relasi kuasa, kesepian, identitas, trauma, dan batas antara seni dengan kontroversi.

Dari Blue Movie dan Caligula yang punya posisi historis, Romance dan Intimacy yang dekat dengan arthouse Eropa, Shortbus yang lebih humanis, Antichrist dan Nymphomaniac yang sangat provokatif, sampai Love dan Mektoub, My Love: Intermezzo yang memicu perdebatan modern, film-film ini menunjukkan bahwa tema dewasa dalam sinema bisa muncul dalam banyak bentuk.

Kalau kamu baru ingin mulai, pilih film yang sesuai dengan kesiapan dan minatmu. Shortbus relatif lebih humanis. Intimacy lebih dekat ke drama relasi. Romance, Antichrist, Nymphomaniac, dan Love jauh lebih berat dan cocok untuk penonton yang terbiasa dengan sinema arthouse dewasa.

Pada akhirnya, film semi bukan hanya soal keberanian visual. Film yang paling menarik justru adalah film yang memakai tema dewasa untuk membahas manusia secara lebih kompleks. Dan seperti biasa, manusia memang makhluk yang rumit: ingin dicintai, ingin bebas, ingin dipahami, tapi sering merusak semuanya dengan keputusan yang buruk. Sinema hanya memegang kamera.

***

Dapatkan informasi, review, dan rekomendasi film terbaru hanya di menonton.id. Ikuti juga kami di media sosial seperti TwitterInstagramFacebook, YouTube,TikTok, dan Google News untuk mengetahui berita dan rekomendasi terbaru tentang film.

FAQ

Apa itu film semi?

Film semi adalah istilah populer untuk menyebut film cerita dengan tema dewasa, relasi intim, atau penggambaran hasrat yang lebih berani dibanding film romantis biasa. Istilah ini bukan genre resmi dalam sinema internasional.

Apakah film semi sama dengan film dewasa?

Tidak selalu. Film dewasa adalah istilah yang lebih luas dan bisa mencakup banyak tema berat. Film semi biasanya merujuk pada film cerita yang punya tema relasi dewasa atau penggambaran tubuh dan hasrat dalam konteks narasi.

Apakah film semi cocok ditonton semua umur?

Tidak. Film semi umumnya lebih cocok untuk penonton dewasa. Sebaiknya perhatikan rating usia, konteks cerita, dan tema film sebelum menonton.

Apa bedanya film semi dan film romantis biasa?

Film romantis biasanya fokus pada hubungan cinta dan perkembangan perasaan. Film semi bisa membahas cinta, tetapi sering masuk ke tema yang lebih dewasa seperti hasrat, tubuh, relasi kuasa, perselingkuhan, trauma, atau kesepian.

Kenapa banyak film semi masuk kategori arthouse?

Banyak film semi dekat dengan arthouse karena tema dewasa sering dipakai untuk membahas isu yang lebih kompleks, seperti identitas, gender, tubuh, kuasa, dan batas moral. Film seperti ini biasanya tidak hanya mengejar hiburan, tetapi juga memancing diskusi.

Review 1917: Sajian Kengerian Perang Dunia I Tanpa Putus

Jika ada review 1917 yang menyebut film tersebut adalah film bagus, maka review tersebut tidak terlalu adil. Karena, kualitas film ini bisa dibilang hampir sempurna. Bukan sekadar bagus

Mengisahkan tentang dua serdadu muda Inggris di Perang Dunia I, mereka harus berjalan menembus pertahanan lawan untuk mengabari divisi lain bahwa serangan mereka di pagi hari esok adalah sebuah jebakan musuh.

Kisah sederhana tersebut disajikan dengan sangat apik lewat sinematografi-nya yang mengajak kita seakan ikut melakukan perjalanan.

Sam Mendes, sang sutradara, memutuskan untuk menyajikan film seakan diambil dalam satu take panjang tanpa putus atau one shot take. Dan itu dieksekusi dengan baik oleh sinematografer dan editor legendaris, Roger Deakins dan Lee Smith.

Teknik tersebut bukanlah sebuah hal yang baru dalam dunia perfilman. Beberapa film lain menggunakan teknik yang serupa.

Salah satu yang terkenal salah satunya adalah Birdman (2014) yang memenangkan Best Picture Piala Oscar 2015.

Sinematografi dan editing Birdman memang mengesankan, hanya saja, Birdman menggambarkan suasana panggung Broadway yang memang terkenal menyajikan pertunjukkan tanpa putus.

1917 berbeda. Ada banyak elemen yang lebih rumit untuk mengambil banyak shot dan menyajikannya dalam bentuk satu shot panjang.

Di sini lah set production dari 1917 juga harus diberikan pujian. Kita bisa ikut merasakan suasana peran dengan nyata.

Kita bisa merasakan kengerian, ketakutan, kecemasan langsung dari para karakter di dalamnya. Karena kita tidak diberikan jeda, merasakan semua emosi dan suasana. Tanpa potongan, disuguhkan keindahan dan kengerian di dalamnya.

1917 merupakan film perang yang hampir sempurna di segala aspek. superb directing, stunning cinematography, flawless editing, gorgeous set production, beautiful sound effects.

Lewat review 1917 ini saya hanya ingin berkata: Beruntunglah semua orang yang menyaksikan 1917 di layar lebar. Sebuah sajian epik dengan sinematografi indah memang seharusnya disaksikan di bioskop. Bukan di layar kecil TV.

15 Film Buddy Cop Lucu dan Penuh Aksi

Bad Boy for Life yang merupakan film ketiga dari franchise Bad Boys (1995) mendapatkan banyak pujian dari kritikus. Padahal, film buddy cop komedi ini diprediksi tidak bisa menyaingi sukses film pertama dan keduanya.

Film buddy cop memang sangat digemari banyak orang. Genre ini memiliki memiliki dua hal yang menghibur. Yaitu jokes yang bikin ketawa dan adegan penuh aksi yang seru.

Menjadikan film genre ini sangat menarik untuk ditonton sambil bersantai di akhir pekan.

Karenanya, menonton.id memberikan rekomendasi 15 judul film buddy cop lain yang bisa teman menonton saksikan.

Daftar film buddy cop terbaik yang bisa kamu tonton

Partikelir (2018)

partikelir - Menonton.id (14)

Sutradara: Pandji Pragiwaksono | Pemain: Pandji Pragiwaksono, Deva Mahenra, Aurelie Moeremans, Lala Karmela

Partikelir diklaim sebagai film buddy cop pertama Indonesia.

Berkisah tentang Adri dan Jaka yang bersahabat sejak kecil.

Cita-cita mereka adalah menjadi detektif. Adri memiliki karakter yang berani dan berpikiran spontan.

Sementara Jaka adalah seseorang yang senang membuat strategi dan sedikit lebih lama dalam mengambil keputusan.

Suatu hari Adri, yang telah menjadi seorang private investigator meminta bantuan Jaka, seorang laywer, untuk memecahkan suatu misteri.

Bad Boys (1995)

film buddy cop bad boys - Menonton.id (13)

Sutradara: Michael Bay | Pemain: Martin Lawrence, Will Smith, Tea Leoni, Joe Pantaliano

Film polisiini merupakan film panjang pertama yang disutradarai oleh Michael Bay.

Walaupun mendapatkan kritik yang beragam, tapi film ini banyak disukai penonton karena menghibur. Bahkan melahirkan dua film lain Bad Boys II (2003) dan Bad Boys for Life (2020).

Diceritakan, Marcus adalah seorang family man. Sementara Mike adalah seorang playboy.

Suatu hari, keduanya diberikan waktu 72 jam untuk mencari heroin yang dicuri dari gudang markas polisi mereka sendiri.

White Chicks (2004)

white chicks - Menonton.id (12)

Sutradara: Keenen Ivory Wayans | Pemain: Shawn Wayans, Marlon Wayans, Jaime King, Frankie Faison

Walaupun mendapatkan banyak nominasi Razzie Awards, film ini tetap menjadi salah satu film komedi paling laris di 2004.

Kakak beradik FBI, Kevin dan Marcus yang berkulit hitam, harus menyamar menjadi perempuan kulit putih untuk menyelesaikan kasus penculikan.

Let’s Be Cops (2014)

let's be cops - Menonton.id (11)

Sutradara: Luke Greenfield | Pemain: Jake Johnson, Damon Wayans Jr., Nina Dobrev, Keegan-Michael Key

Diproduksi hanya dengan $17 juta, film polisi ini bisa meraup keuntungan hingga $138,2 juta di seluruh dunia.

Ryan dan Justin bukanlah seorang polisi. Mereka hanyalah dua sabahat yang menggunakan seragam polisi untuk datang ke pesta kostum.

Tapi, akhirnya mereka malah harus berhadapan dengan mafia dan detektif korup di dunia nyata.

The Heat (2013)

the heat - Menonton.id (10)

Sutradara: Paul Feig | Pemain: Sandra Bullock, Melissa McCarthy, Demian Bichir, Michael Rapaport

Film buddy cop ini disebut-sebut sebagai film yang mudah ditebak. Tapi The Heat juga dipuji karena chemistry dua pemeran utamanya, Sandra Bullock dan Mellisa McCarthy, yang kocak.

Seorang special agent FBI yang kaku harus ber-partner dengan polisi Boston yang senang berkata kasar.

Mereka berdua harus saling membantu untuk menangkap gembong narkoba yang jahat.

Ride Along (2014)

film buddy cop ride along - Menonton.id (9)

Sutradara: Tim Story | Pemain: Ice Cube, Kevin Hart, John Leguizamo, Laurence Fishburne

Film polisi ini mendapatkan total pendapatan $153 juta di seluruh dunia. Padahal hanya membutuhkan budget produksi sebesar $25 juta.

Ride Along berkisah tentang Ben, seorang penjaga sekolah suatu SMA yang berusaha untuk meyakinkan James, bahwa ia pantas untuk menikahi adiknya.

James sendiri merupakan seorang polisi. Ia kemudian terpaksa mengajak Ben ikut serta dalam pengejaran perompak dari Serbia.

The Other Guys (2010)

the other guys - Menonton.id (8)

Sutradara: Adam McKay | Pemain: Will Ferrell, Mark Wahlberg, Eva Mendes, Michael Keaton

Film polisi ini merupakan kolaborasi keempat antara Will Ferrell dan sutradara Adam McKay. Banyak dipuji kritikus, film ini berhasil menggaet untung $170 juta di seluruh dunia.

Diceritakan, dua detektif yang bertolak belakang mengambil kesempatan untuk menjadi polisi terbaik di New York, seperti idola mereka.

Tapi, tentu saja semuanya tidak berjalan mulus.

48 Hrs. (1982)

48 hrs - Menonton.id (6)

Sutradara: Walter Hills | Pemain: Nick Nolte, Eddie Murphy, Annette O’Toole, James Remar

Eddie Murphy memulai debutnya sebagai aktor layar lebar lewat film ini.

Tidak tanggung-tanggung, perannya langsung diganjar nominasi Golden Globe.

Film buddy cop ini bercerita tentang polisi dan tahanannya yang akhirnya harus bersatu untuk menangkap dua pembunuh polisi.

Semua itu harus dilakukannya dalam 48 jam.

The Guard (2011)

the guard - Menonton.id (7)

Sutradara: John Michael McDonagh | Pemain: Brendan Gleeson, Don Cheadle, Mark Strong, Liam Cunningham

Film buddy cop ini banyak mendapatkan pujian terutama untuk akting dari Gleeson dan Cheadle.

Gleeson sendiri bahkan mendapatkan nominasi Golden Globe untuk perannya.

Seorang polisi Irlandia yang agresif disatukan dengan seorang agen FBI yang kaku.

Padahal mereka harus menangkap komplotan penyelundup narkoba internasional.

Blue Streak (1999)

blue streak - Menonton.id (4)

Sutradara: Les Mayfield | Pemain: Martin Lawrence, Luke Wilson, Dave Chappelle, Peter Greene

Film polisi ini merupakan sebuah remake dari film Inggris berjudul The Big Job (1965). Soundtrack film ini mendapatkan penghargaan platinum.

Salah satu pengisi soundtracknya adalah Jay-Z dengan lagu Girl’s Best Friend.

Blue streak bercerita tentang seorang mantan narapidana yang menyamar menjadi polisi untuk mengambil berlian yang ia curi bertahun-tahun lalu.

Ia harus menyamar karena tempat di mana ia menyembunyikan berlian telah berubah menjadi kantor polisi.

Men in Black (1997)

men in black - Menonton.id (5)

Sutradara: Barry Sonnenfeld | Pemain: Tommy Lee Jones, Will Smith, Linda Fiorentino, Vincent D’Onofrio

Men in Black bercerita tentang dua agen organisasi rahasia bernama Men in Black yang mengawasi kehidupan alien di bumi yang menyamar sebagai manusia.

Film ini mendapatkan pujian di seluruh dunia. Bahkan dua nominasi Piala Oscar berhasil disabet: Best Art Direction dan Best Original Score.

Sementara kategori Best Makeup berhasil dimenangkannya.

Hot Fuzz (2007)

hot fuzz - Menonton.id (3)

Sutradara: Edgar Wright | Pemain: Simon Pegg, Nick Frost, Jim Broadbent, Bill Nighy

Simon Pegg bekerja sama dengan Nick Frost untuk mengungkap beragam kejadian misterius di sebuah desa bernama Sandford di West Country.

Film polisi ini dibintangi banyak nama aktor besar Inggris dan juga beberapa cameo. Hot Fuzz merupakan film kedua dari trilogy Three Flavours Cornetto.

Film pertamanya adalah Shaun of the Dead (2004) dan film ketiganya adalah The World’s End (2013).

Di ketiga film tersebut, karakternya terlihat memakan berbagai rasa es krim Cornetto.

21 Jump Street (2012)

21 jump street - Menonton.id (2)

Sutradara: Phil Lord, Christopher Miller | Pemain: Jonah Hill, Channing Tatum, Brie Larson, Dave Franco

Film ini merupakan pengembangan cerita dari serial TV berjudul sama yang tenar tahun 1987 hingga 1991.

Kesuksesan film buddy cop ini membuatnya mendapatkan sekuel 22 Jump Street di tahun 2014.

Diceritakan, dua polisi harus menyamar sebagai anak SMA untuk mencari tahu tentang penjualan dan transaksi narkoba di sekolah tersebut.

Rush Hour (1998)

rush hour - Menonton.id (1)

Sutradara: Brett Ratner | Pemain: Jackie Chan, Chris Tucker, Tom Wilkinson, Chris Penn

Dua karakter dengan sifat berseberangan dan juga berasal dari negara yang berbeda harus bersatu untuk menyelesaikan kasus penculikan anak diplomat China di Amerika Serikat.

Film polisi ini sukses besar di pasaran sehingga dibuat dua film tambahan, yaitu Rush Hour 2 (2001) dan Rush Hour 3 (2007)

Lethal Weapon (1987)

lethal weapon - Menonton.id

Sutradara: Richard Donner | Pemain: Mel Gibson, Danny Glover, Gary Busey, Mitchell Ryan

Tiga film sekuel dan satu acara TV series dibuat setelah film ini sukses besar.

Berkisah tentang detektif LAPD yang memiliki sifat berbeda akhirnya harus bekerja sama untuk menyelesaikan kasus.

Martin adalah mantan anggota Pasukan Khusus Green Beret yang kehilangan istrinya. Sementara Roger adalah seorang detektif 50 tahun yang “too old for this sh*t“.


Jangan lupa untuk terus menjelajahi dunia hiburan di menonton.id, di mana kamu bisa menemukan artikel-artikel menarik tentang film, serial TV, dan berita hiburan lainnya. Ikuti juga kami di media sosial sepertiย Twitter,ย Instagram,ย Facebook, YouTube,TikTok, dan Google News untuk mengetahui berita dan rekomendasi terbaru tentang film.

23 Film Ghibli di Netflix yang Harus Kamu Tonton

Sejak 1 Februari 2020 lalu, seluruh film Ghibli di Netflix sudah bisa dinikmati banyak pengggemarnya.

Studio animasi kenamaan asal Jepang ini terkenal akan film-film animasinya yang mendunia. Sebanyak 22 judul film animasi Ghibli di Netflix telah dirilis dalam dan masih bisa tonton hingga saat ini.

Film animasi panjang produksi Ghibli sendiri sebenarnya berjumlah 23 judul. Namun, ada satu film yang tidak (atau belum) akan tayang di Netflix.

Film tersebut adalah Grave of the Fireflies (1988) yang bisa disaksikan di Hulu.

22 Daftar film Ghibli di Netflix

Nausicaa of the Valley of the Wind (1984)

nausicaa of the valley of the wind - Menonton.id (15)

Sutradara: Hayao Miyazaki | Rilis Perdana: 11 Maret 1984

Bersetting di masa depan di dunia post-apokaliptik, Nausicaa seorang putri Valley of the Wind harus berjuang dari Tolmekia, sebuah kerajaan yang mencoba untuk menggunakan senjata kuno untuk membasmi hutan yang ditinggali serangga raksasa mutan.

Castle in the Sky (1986)

castle in the sky - Menonton.id (22)

Sutradara: Hayao Miyazaki | Rilis Perdana: 2 Agustus 1986

Film ini merupakan produksi pertama Studio Ghibli. Bercerita tentang petualangan seorang pemuda dan pemudi untuk mempertahankan sebuah kristal sihir dari sekelompok agen militer, sambil mencari kastil terbang legendaris.

My Neighbor Totoro (1988)

my neighbor totoro - Menonton.id (21)

Sutradara: Hayao Miyazaki | Rilis Perdana: 16 April 1988

Berkisah tentang dua anak perempuan dari seorang profesor dan interaksi mereka dengan sebuah arwah hutan bersahabat di kawasan pedesaan Jepang setelah Perang Dunia.

Film ini berada di peringkat 41 daftar 100 Film Terbaik di Dunia Film Malajah Empire. Karakter-karakter di film ini juga kerap kali tampil di film-film Studio Ghibli lainnya.

Kiki’s Delivery Service (1989)

kiki's delivery service - Menonton.id (20)

Sutradara: Hayao Miyazaki | Rilis Perdana: 29 Juli 1989

Seorang penyihir muda bernama Kiki, pindah ke sebuah kota baru dan menggunakan kemampuannya terbang untuk bertahan hidup. Menurut sang sutradara, film ini menggambarkan jurang pemisah antara menjadi independen atau menggantungkan nasib para remana perempuan di Jepang.

Only Yesterday (1991)

only yesterday - Menonton.id (19)

Sutradara: Isao Takahata | Rilis Perdana: 20 Juli 1991

Film yang mendapatkan rating 100% di Rotten Tommatoes ini mengksplor genre yang dikira berada di luar dunia animasi. Film ini sendiri merupakan sebuah drama realistis yang ditulis untuk para orang dewasa, khususnya perempuan. Film ini dirilis ulang dalam bentuk Bahasa Inggris di tahun 2016 dengan pengisi suara seperti Daisy Ridley, Dev Patel, Alison Fernandez, dan Ashley Eckstein.

Porco Rosso (1992)

film ghibli di netflix porco rosso - Menonton.id (18)

Sutradara: Hayao Miyazaki | Rilis Perdana: 18 Juli 1992

Bercerita tentang mantan pilot pesawat petarung Perang Dunia I yang kemudian hidup sebagai seorang bounty hunter di Adriatic Sea. Tapi, sebuah kutukan membuatnya berubah menjadi seekor babi. Sebelumnya ia dikenal bernama Marco Pagot, karena kutukan tersebut ia kemudian dikenal dunia sebagai Porco Rosso (“Babi Merah” dalam Bahasa Italia).

Ocean Waves (1993)

ocean waves - Menonton.id (16)

Sutradara: Tomomi Mochizuki | Rilis Perdana: 5 Mei 1993

Bersetting di Kota Kochi di Pulau Shikoku, Jepang, film ini berkisah tentang cinta segitiga yang berkembang di antara dua sahabat dan seorang murid SMA perempuan baru dari Tokyo. Ocean Waves memberikan kesempatan bagi para staff Ghibli yang muda untuk membuat film dengan biaya yang murah.

Pom Poko (1994)

film ghibli di netflix pom poko - Menonton.id (9)

Sutradara: Isao Takahata | Rilis Perdana: 16 Juli 1994

Pom Poko merujuk pada suara dari tanuki, anjing rakun jepang, yang memukul perut mereka sendiri. Film ini berhasil menjadi film nomor satu di pasar domestik Jepang tahun 1994.

Whisper of the Heart (1995)

whisper of the heart - Menonton.id (7)

Sutradara: Yoshifumi Kondo | Rilis Perdana: 15 Juli 1995

Fil ini merupakan film satu-satunya karya Yoshifumi Kondo sebelum kematiannya di tahun 1998. Padahal, sebelumnya Studio Ghibli berharap bahwa Kondo akan menjadi penerus dari Miyazaki dan Takahata.

Princess Mononoke (1997)

princess mononoke - Menonton.id (14)

Sutradara: Hayao Miyazaki | Rilis Perdana: 12 Juli 1997

Di akhir periode Muromachi (tahun 1336 ke 1573), pangeran muda suku Emishi bernama Ashitaka dan keterlibatannya dengan dewa-dewa hutan dan manusia yang mengkonsumsi sumber dayanya. Mononoke sendiri adalah sebuah istilah yang berarti ruh atau monster: supernatural, makhluk pengubah bentuk.

My Neighbors the Yamadas (1999)

my neighbor the yamadas - Menonton.id (13)

Sutradara: Isao Takahata | Rilis Perdana: 17 Juli 1999

Film komedi animasi ini disajikan dalam bentuk komik strip, berbeda dari film-film produksi Ghibli yang lain. Film ini berkisah tentang kehidupan sehari-hari keluarga Yamada yang terdiri dari Takahasi (ayah), Matsuko (ibu), Shige (ibu dari Matsuko), Noburu (anak laki-laki sulung), Nonoko (anak perempuan), dan Pochi (anjing keluarga)

Spirited Away (2001)

spirited away - Menonton.id (12)

Sutradara: Hayao Miyazaki | Rilis Perdana: 20 Juli 2001

Spirited Away adalah film animasi gambar tangan berbahasa asing pertama dan satu-satunya yang memenangkan Best Animated Feature Piala Oscar. Film ini juga sering masuk ke dalam jajaran film animasi terbaik di beragam daftar bergengsi. Berkisah tentang Chihiro Ogino, seorang anak perempuan 10 tahun, ketika pindah ke sebuah lingkungan baru, dan masuk kedalam dunia arwah dari legenda Shinto.

The Cat Returns (2002)

the cat returns - Menonton.id (11)

Sutradara: Hiroyuki Morita | Rilis Perdana: 20 Juli 2002

Merupakan spin-off dari Whisper of the Heart (1995), film ini bercerita tentang seorang anak perempuan 17 tahun yang mendapatkan dirinya bertunangan dengan seorang pangeran kucing di dunia magis, setelah menyelamatkan seekor kucing.

Howl’s Moving Castle (2004)

howl's moving castle - Menonton.id (6)

Sutradara: Hayao Miyazaki | Rilis Perdana: 119 menit

Bercerita di sebuah kerajaan fiktif di mana sihir dan juga teknologi abad 20 adalah hal biasa, Sophie yang disihir menjadi seorang wanita tua oleh penyihir yang datang ke tokonya. Ia kemudian bertemu dengan penyihir lain bernama Howl, dan harus berjuang melawan untuk sang raja.

Howl’s Moving Castle juga dibuat versi bahasa Inggrisnya. Dengan pengisi suara seperti Christian Bale, Lauren Bacall, Emily Mortimer, dan Jean Simmons.

Tales from Earthsea (2006)

tales from earthsea - Menonton.id (17)

Sutradara: Goro Miyazaki | Rilis Perdana: 29 Juli 2006

Film fantasi ini merupakan gabungan dari plot dan karakter empat buku pertama Ursula K. Le Guin berjudul Earthsea. Tales from Earthsea berkisah tentang seorang laki-laki dan anak kecil yang menginvestigasi beragam kejadian aneh yang muncul berulang kali.

Ponyo (2008)

film ghibli di netflix ponyo - Menonton.id (5)

Sutradara: Hayao Miyazaki | Rilis Perdana: 19 Juli 2008

Film Studio Ghibli ke-8 yang disutradarai oleh Hayao Miyazaki ini bercerita tentang ikan mas bernama Ponyo yang berteman dengan seorang anak manusia berumur 5 tahun, dan ingin menjadi seorang perempuan manusia.

Arrietty (2010)

arrietty - Menonton.id (10)

Sutradara: Hiromasa Yonebayashi | Rilis Perdana: 17 Juli 2010

Film yang diadaptasi dari novel berjudul The Borrowers karya Mary Norton ini berkisah tentang sebuah keluarga berukuran kecil yang tinggal secara rahasia di tembok dan lantai rumah seseorang. Mereka meminjam beragam barang dari manusia untuk bisa bertahan hidup.

From Up on Poppy Hill (2011)

from up on poppy hill - Menonton.id (4)

Sutradara: Goro Miyazaki | Rilis Perdana: 17 Juli 2011

Yokohama, Jepang, tahun 1963, Umi Matsuzaki seorang anak perempuan sekolahan yang tinggal di boarding house bertemu dengan Shun Kazama. Ia adalah anggota dari klub majalah, dan mereka berencana untuk membersihkan clubhouse sekolah mereka. Tapi, Tokumariu seorang pebisnis ingin menghancurkan gedung tersebut. Umi dan Shun mencari cara untuk membujuknya membatalkan itu semua.

The Tale of the Princess Kaguya (2013)

the tale of princess kaguya - Menonton.id (8)

Sutradara: Isao Takahata | Rilis Perdana: 23 November 2013

Dengan budget mencapai US$49,3 juta, film ini adalah film Jepang termahal hingga sekarang. The Tale of Princess Kaguya juga mendapatkan nominasi Best Animated Feature di Piala Oscar 2015. Film ini juga merupakan film terakhir yang disutradarai Takahata, yang meninggal dunia April 2018.

The Wind Rises (2013)

the wind rises - Menonton.id (2)

Sutradara: Hayao Miyazaki | Rilis Perdana: 20 Juli 2013

Film ini merupakan kisah fiksi biopik dari Jiro Horikoshi, perancang Mitsubishi A5M dan A6M Zero pesawat perang yang digunakan kekaisaran Jepang saat Perang Dunia II. Film ini pada awalnya merupakan film terakhir Hayao Miyazaki yang menyatakan pensiun di tahun 2013.

When Marnie Was There (2014)

when marnie was there - Menonton.id (3)

Sutradara: Hiromasa Yonebayashi | Rilis Perdana: 19 Juli 2014

Anna Sasaki tinggal dengan saudaranya di Kushiro wetlands, Hokkaido. Ia kemudian menemukan sebuah mansion yang ditinggalkan pemiliknya, dan kemudian bertemu dengan Marnie, seorang perempuan misterius yang terus meminta Anna untuk merahasiakan keberadaannya dari siapapun.

Earwig and the Witch (2020)

earwig and the witch - Menonton.id (1)

Sutradara: Gorล Miyazaki | Rilis Perdana: 18 Oktober 2020

Film ini bercerita tentang seorang anak yatim piatu bernama Earwig. Hidupnya berubah drastis ketika ia harus pindah dan hidup bersama dengan seorang penyihir egois. Di sana ia juga mulai akrab dengan dunia yang penuh mantra, magis, dan ramuan ajaib.

Film Ghibli di Hulu

Grave of the Fireflies (1988)

grave of the fireflies - Menonton.id

Sutradara: Isao Takahata | Rilis Perdana: 16 April 1988

Film ini merupakan film perang animasi yang berkisah tentang semi-otobiografi dari cerita pendek karya Akiyuki Nosaka. Berkisah tentang dua saudara Seita dan Setsuko di Kobe, Jepang, di mana mereka harus bertahan hidup di bulan-bulan terakhir Perang Dunia II. Jangan lupa untuk menyiapkan tisu saat menonton film ini, karena film ini jelas masuk ke dalam daftar film bikin nangis versi menonton.id.


Jangan lupa untuk terus menjelajahi dunia hiburan di menonton.id, di mana kamu bisa menemukan artikel-artikel menarik tentang film, serial TV, dan berita hiburan lainnya. Ikuti juga kami di media sosial seperti TwitterInstagramFacebook, YouTube,TikTok, dan Google News untuk mengetahui berita dan rekomendasi terbaru tentang film.

17 Film Tanpa Cut atau One Shot yang Wajib Ditonton

Film karya Sam Mendes 1917 (2019) menjadi buah bibir banyak orang. Selain memiliki beragam keunggulan dari berbagai aspek, film ini juga dipuji dari segi sinematografi karena disajikan layaknya film tanpa cut atau one shot.

Sebenarnya film ini bukanlah film pertama yang mengadaptasi cara ini.

Sebelumnya, Birdman (2014) juga melakukan hal yang sama. Selama 119 menit, film seakan-akan hanya diambil dalam satu shot, tanpa cut atau perpindahan kamera sama sekali.

Tapi, 1917 dan Birdman sebenarnya tidak mengambil gambar dalam satu shot. Dalam film tersebut terdapat beberapa kali pengambilan gambar yang kemudian diedit seakan-akan menjadi satu.

Padahal, memang ada film yang diambil hanya dalam satu shot. Film ini sama sekali tanpa cut, tidak disambung atau diedit seakan satu shot. Dan film-film ini belum banyak diketahui orang.

Untuk itu, sambil kita menikmati pengambilan gambar masterpiece dari Roger Deakins di 1917, berikut ini adalah film-film lain yang memang diambil dalam satu shot, tanpa cut.

9 film tanpa cut yang harus ditonton pecinta film

Macbeth (1983)

macbeth-1983 - film tanpa cut

Sutradara: Bela Tarr Sinematografi: Buda Gulyas, Ferenc Papp Negara: Hungaria Durasi One Shot: 57 menit (shot terpanjang di dalam film)

One shot film ini merupakan adaptasi dari karya teater Shakespeare, Macbeth. Diperankan oleh aktor dan aktris Hungaria seperti Gyorgy Cserhalmi dan Erzebet Kutvolgyi, film ini memiliki dua shot.

Shot pertama muncul sebelum main title dan berdurasi selama 5 menit. Sementara sisa filmnya sepanjang 57 menit diambil dalam satu shot.

Timecode (2000)

timecode - film tanpa cut

Sutradara: Mike Figgis Sinematografi: Patrick Alexander Stewart Editor: Mike Figgis Negara: Amerika Serikat Durasi One Shot: 97 menit

Tidak tanggung-tanggung, film ini diambil dalam satu kali shot oleh empat kamera. Bukan satu, tapi empat kamera dari empat titik yang berbeda dan ditampilkan dalam split screen.

Di akhir filmnya Timecode disebut mengambil 4 shot secara bersamaan tepat pukul 3:00 pm di hari Jumat, 29 November 1999. Seluruh pemainnya melakukan improvisasi dari struktur yang sudah ditentukan sutradara.

Russian Ark (2002)

russian ark - film tanpa cut

Sutradara: Alexander Sokurov Sinematografi: Tilman Buttner Editor: Stefan Ciupek, Sergei Ivanov, Betina Kuntzsch, Patrick Wilfert Negara: Rusia Durasi One Shot: 96 menit

Pengambilan gambar film ini dilakukan di Winter Palace, salah satu museum di Rusia. Diambil dalam satu shot berdurasi 96 menit, film ini merupakan film eksperimental sejarah.

Beberapa kali scene di film ini rusak, tapi para pemainnya mengulang dan berusaha membangun kembali scene-scene tersebut.

PVC-1 (2007)

pvc-1 - 2007 - film tanpa cut

Sutradara: Spiros Stathoulopoulos Sinematografi: Spiros Stathoulopoulos Negara: Kolombia Durasi One Shot: 85 menit

Film ini terinspirasi dari kisah nyata tentang bom pipa yang dipasang di leher korban pemerasan.

Single shot film ini diambil dalam 84 menit dengan satu kamera menggunakan glidecam dan sistem stabilizer.

Fish & Cat (2013)

fish & cat - film tanpa cut

Sutradara: Shahram Mokri Sinematografi: Mahmoud Kalari Negara: Iran Durasi One Shot: 134 menit

Film ini diambil tanpa cut sama sekali, film ini bercerita tentang sekelompok mahasiswa yang berkemah di samping danau untuk mengikuti kompetisi layangan.

Film ini terinspirasi dari kisah nyata di mana sebuah restoran menyajikan daging manusia di Iran Utara di akhir tahun 1990-an.

Ana Arabia (2013)

ana arabia - film tanpa cut

Sutradara: Amos Gitai Sinematografi: Amos Gitai Negara: Israel Durasi One Shot: 85 menit

Film yang bercerita tentang gitaris legendaris bernama Sagi Dash ini diambil dalam satu shot dengan durasi 85 menit.

Film ini diikutsertakan dalam kompetisi utama Festival Film Internasional Venezia ke-70.

Agadam (2014)

Sutradara: Mohamad Issack Sinematografi: E. J. Nauzad Negara: India Durasi One Shot: 123 menit

Film inilah yang mendapatkan penghargaan film tanpa potong terpanjang dari Guiness Book of Record.

Di ambil dalam satu hari 7 Desember 2012, film horor ini berkisah tentang seseorang yang sedang mengubur tubuh seorang perempuan yang kemudian menghantuinya.

Victoria (2015)

victoria - film tanpa cut

Sutradara: Sebastian Schipper Sinematografi: Sturla Brandth Grovlen Editor: Olivia Neergaard-Holm Negara: Jerman Durasi One Shot: 140 menit

Film bergenre crime thriller ini melewati masa produksi yang tidak mudah. Demi mendapat biaya produksi, Schipper berjanji kepada para produser untuk membuat “Plan B” dengan versi shot tradisional.

Versi tersebut syuting terlebih dahulu dalam 10 hari, tapi shot tradisional tersebut tidak memuaskan sang Sutradara.

Ia kemudian hanya diberikan tiga kesempatan syuting untukdengan cara one shot. Kesempatan pertama, sang sutradara merasa filmnya membosankan karena para aktor takut melakukan kesalahan.

Kesempatan kedua, sebaliknya, kesalahan justru banyak terjadi. Di kesempatan ketiga barulah mereka berhasil mendapatkan adegan film one shot yang diinginkan.

Lost in London (2017)

lost in london - film tanpa cut

Sutradara: Woody Harrelson Sinematografi: Nigel Willoughby Negara: Amerika Serikat Durasi One Shot: 100 menit

Film ini diambil dan ditayangkan secara langsung di bioskop terpilih pada 19 Januari 2017.

Lost in London sendiri diangkat dari pengalaman Woody Harrelson ketika berada di London di tahun 2002 saat ia dikejar polisi dan harus dipenjara selama semalam.

Film yang diedit seakan seperti film tanpa cut

Jika di atas adalah memang film one shot tanpa cut, maka ada juga film-film yang diambil dalam beberapa shot, kemudian diedit seakan menjadi satu. Sehingga terlihat seolah one take film, padahal tidak.

Berikut ini adalah beberapa judulnya.

Rope (1948)

rope

Sutradara: Alfred Hitchcock Sinematografi: Joseph A. Valentine, William V. Skall Editor: William H. Ziegler Negara: Amerika Serikat

Film psychological crime thriller ini adalah film technicolor pertama Alfred Hitchcock. Rope diambil dengan beberapa pengambilan gambar panjang yang kemudian diedit seakan-akan menjadi satu take.

Homework (1991)

homework-menonton.id

Sutradara: Jaime Humberto Hermosillo Sinematografi: Toni Kuhn Negara: Meksiko

Film ini masuk ke dalam jajaran film Meksiko untuk nominasi Best Foreign Language Film di Piala Oscar 1992. Tapi, film ini gagal lolos menjadi nominasi.

Film ini berkisah tentang seorang mahasiswi film yang sembunyi-sembunyi merekam kegiatan seksual dirinya dengan mantan suaminya untuk memenuhi tugas kelas film.

Running Time (1997)

running time - film tanpa cut

Sutradara: Josh Becker Sinematografi: Kurt Rauf Editor: Raymond Berthaud, Kaye Davis Negara: United States

Running Time diambil secara langsung dan mengikuti take panjang layaknya Rope (1948).

Agar lebih estetik, Becker memilih gambar hitam putih agar lebih mudah menghilangkan masalah ketika terjadi transisi antar-scene.

La Casa Muda (2010)

la casa muda - film tanpa cut

Sutradara: Gustavo Hernandez Sinematografi: Pedro Luque Negara: Uruguay

Film horor Uruguay ini disinyalir terinspirasi dari kejadian nyata di tahun 1940-an, tapi tidak ada data yang menunjukkan kejadian ini benar terjadi.

Film berbudget kecil ini awalnya hanya diperuntukkan bagi penonton lokal. Tapi film ini sukses besar di festival film internasional, seperti Festival Film Cannes dan Festival Film Sundance.

La Casa Muda kemudian di-remake menjadi film Hollywood berjudul Silent House (2012) yang dibintangi Elizabeth Olsen.

Silent House (2012)

silent house - film tanpa cut

Sutradara: Chris Kentis, Laura Lau Sinematografi: Igor Martinovic Negara: Amerika Serikat

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Silent House merupakan remake dari film Uruguay La Casa Muda.

Walaupun banyak mendapat pujian dari segi teknikal, film ini mendapat banyak kritik negatif secara keseluruhan.

Birdman (2014)

birdman

Sutradara: Alejandro G. Inarritu Sinematografi: Emmanuel Lubezki Editor: Douglas Crise, Stephen Mirrione Negara: Amerika Serikat

Film ini memenangkan Best Picture Piala Oscar 2015. Tidak hanya itu, di ajang tersebut, film ini juga merebut penghargaan Best Director dan Best Cinematography.

Disajikan seakan diambil dalam one shot, Birdman berkisah tentang seorang aktor Hollywood terlupakan yang mencoba peruntungan di panggung teater Broadway.

Bushwick (2017)

bushwick - film tanpa cut

Sutradara: Jonathan Milott, Cary Murnion Sinematografi: Lyle Vincent Editor: Joe Hobeck Negara: Amerika Serikat

Dibintangi oleh Dave Bautista dan Brittany Snow, film ini berkisah tentang seorang mantan pegawai rumah sakit Angkatan Laut AS dan seorang perempuan yang bersatu saat terjadi invasi ke kota mereka oleh pasukan milisi bersenjata.

1917 (2019)

1917

Sutradara: Sam Mendes Sinematografi: Roger Deakins Editor: Lee Smith Negara: Amerika Serikat, Inggris

Berkisah tentang dua orang tentara muda Inggris di Perang Dunia I, film ini diambil oleh Roger Deakins dalam shot panjang yang kemudian diedit seakan menjadi satu shot panjang; seolah menjadi film tanpa cut.

Film ini banyak dipuji dan mendapatkan banyak penghargaan bergengsi. Seperti Piala Oscar 2020.

***

Jangan lupa untuk terus menjelajahi dunia hiburan di menonton.id, di mana kamu bisa menemukan artikel-artikel menarik tentang film, serial TV, dan berita hiburan lainnya. Ikuti juga kami di media sosial sepertiย Twitter,ย Instagram,ย Facebook, YouTube,TikTok, dan Google News untuk mengetahui berita dan rekomendasi terbaru tentang film.

Review Parasite: Bukan Sekadar Film dengan Plot Twist Mind-blowing

Saya teringat pertama kali banyak orang yang merekomendasikan film ini. Lewat media sosial, review Parasite sangatlah positif. Banyak pujian yang diberikan untk film ini.

Di circle saya, syukurlah, tidak ada yang langsung memberikan spoiler film ini. Mereka hanya berkata bahwa film ini memiliki plot twist yang keren dan sudah lama tidak mereka lihat di film dalam beberapa tahun terakhir.

Maka, ketika saya menonton film ini untuk pertama kali, saya mengharapkan plot twist Parasite, seperti yang banyak orang bilang.

Tapi saya sama sekali tidak mengetahui jalan cerita film ini.

Untunglah, ternyata hal ini memang direkomendasikan oleh Bong Joon-ho. Ia berkata bahwa Parasite sebaiknya memang ditonton tanpa mengatahui sama sekali jalan ceritanya.

Mengikuti saran dari sutradara Okja (2017) dan Snowpiercer (2013) itu, maka saya juga tidak akan menceritakan plot dan alur kisah ini.

Yang pasti, seperti yang sudah saya bilang, pertama kali saya menonton untuk mengetahui plot twist dan juga jalan cerita Parasite. It was amazing.

Tapi setelah saya menonton untuk yang kedua kalinya, film ini adalah salah satu film sempurna yang menutup dekade kemarin.

Film ini bukan hanya menghibur lewat jalan cerita yang keren dan dialog yang bikin kita senyum-senyum sendiri, tapi lebih dari itu.

Film ini memiliki pesan yang sangat dalam. Bahwa di dunia ini, kita akan selalu bergelut dan berjuang. Terutama dengan mereka yang berbeda kelas dengan kita.

Tidak mengherankan jika review Parasite didominasi oleh banyak pujian. Bahkan mendapatkan nominasi Best Picture Piala Oscar 2020.

Karena memang filmnya hampir sempurna di berbagai aspek. Baik soal cerita, eksekusi, maupun masalah teknis.

Parasite is a masterpiece. Not only it’s raw, bitter, darkly funny, and ironic. But also entertaining and mind-blowing at the same time.

Itโ€™s about a class war. Itโ€™s about the rich vs the poor. The privileged and the parasite. 

Itโ€™s about the life we live.

25 Film Sedih yang Bisa Bikin Kamu Nangis Banget

Entah kenapa banyak orang suka menonton film sedih. Padahal dalam kehidupan nyata, menangis biasanya bukan aktivitas yang dicari secara sadar. Tapi ketika masuk ke film, semuanya berubah. Kita sengaja duduk, menyiapkan waktu, lalu membiarkan diri dihantam cerita tentang kehilangan, perpisahan, perang, keluarga, kematian, cinta yang gagal, dan anjing yang terlalu setia. Manusia memang makhluk yang sangat tidak efisien secara emosional.

Film sedih punya daya tarik karena bisa membuat kita merasakan sesuatu dengan aman. Kita ikut menangis, tapi tidak harus benar-benar mengalami tragedinya. Kita bisa memahami kehilangan, cinta, pengorbanan, trauma, dan harapan lewat karakter di layar. Kadang film sedih juga membantu kita melepaskan emosi yang selama ini tertahan, seperti terapi kecil yang datang dalam bentuk dua jam penderitaan sinematik.

Namun, tidak semua film sedih punya rasa yang sama. Ada film sedih romantis yang bikin kamu ingat hubungan lama. Ada film sedih keluarga yang membuat kamu ingin menelepon orang tua. Ada film sedih tentang perang yang menghancurkan hati karena terasa terlalu nyata. Ada film tentang hewan peliharaan yang secara tidak adil menyerang titik lemah semua manusia. Ada juga film yang tidak banyak menangis di layar, tapi membuat penonton diam lama setelah selesai.

Daftar ini berisi rekomendasi film sedih terbaik dari berbagai genre dan negara. Ada drama romantis, animasi, film kisah nyata, drama keluarga, film perang, sampai film tearjerker yang memang dibuat untuk mengaduk emosi penonton.

Daftar Cepat Film Sedih Berdasarkan Mood

Mood MenontonRekomendasi Film
Film sedih perangGrave of the Fireflies, Schindlerโ€™s List, The Pianist, Life Is Beautiful
Film sedih romantisTitanic, The Notebook, A Walk to Remember, Blue Valentine
Film sedih keluargaThe Pursuit of Happyness, Up, Lion, Marriage Story
Film sedih tentang hewanHachi: A Dogโ€™s Tale, Marley & Me
Film sedih kisah nyataSchindlerโ€™s List, The Pianist, Fruitvale Station, Lion
Film tearjerker klasikThe Green Mile, Forrest Gump, Million Dollar Baby

Rekomendasi film sedih terbaik yang bisa bikin kamu nangis dan susah melupakannya

Grave of the Fireflies (1988)

grave of the fireflies

Kalau membahas film sedih terbaik, Grave of the Fireflies hampir selalu masuk daftar utama. Film animasi Jepang karya Isao Takahata ini mengikuti Seita dan Setsuko, dua kakak beradik yang berusaha bertahan hidup di Jepang pada akhir Perang Dunia II.

Yang membuat film ini sangat menghancurkan adalah sudut pandangnya. Cerita perang biasanya sering fokus pada tentara, strategi, atau politik besar. Tapi Grave of the Fireflies melihat perang dari sisi anak-anak yang tidak punya kuasa apa pun atas kehancuran di sekitar mereka.

Seita dan Setsuko bukan pahlawan perang. Mereka hanya anak-anak yang ingin makan, berlindung, dan tetap bersama. Justru karena itu, film ini terasa sangat menyakitkan. Tidak ada dramatisasi berlebihan. Tidak ada adegan sentimental murahan. Yang ada hanya kehidupan yang perlahan menjadi semakin berat.

Sebagai film sedih, Grave of the Fireflies bukan tipe film yang membuat kamu menangis lalu merasa lega. Ini film yang meninggalkan rasa kosong. Indah, penting, tapi juga sangat sulit ditonton ulang. Kalau kamu kuat, ini salah satu film animasi terbaik yang pernah dibuat.

Schindler’s List (1993)

schindler's list

Schindlerโ€™s List adalah film drama sejarah karya Steven Spielberg yang mengangkat kisah Oskar Schindler, seorang pengusaha Jerman yang menyelamatkan banyak orang Yahudi dari Holocaust dengan mempekerjakan mereka di pabriknya.

Film ini bukan sekadar sedih. Ia berat, penting, dan sangat menghantam. Visual hitam putihnya membuat kisahnya terasa dingin dan dokumenter, sementara beberapa momen kecil di dalamnya terasa begitu manusiawi di tengah kekejaman yang tidak manusiawi.

Liam Neeson memerankan Schindler sebagai sosok kompleks. Ia bukan digambarkan sebagai orang suci sejak awal. Ia berubah perlahan ketika melihat langsung kekejaman yang terjadi di sekitarnya. Perubahan itu membuat film ini terasa kuat secara moral dan emosional.

Schindlerโ€™s List adalah film biopik sedih yang perlu ditonton dengan kesiapan mental. Ini bukan tearjerker ringan. Ini film tentang salah satu tragedi terbesar dalam sejarah manusia, dan cara segelintir orang mencoba mempertahankan kemanusiaan di tengah kehancuran.

Forrest Gump (1994)

forrest gump

Forrest Gump adalah film yang hangat, lucu, dan sedih sekaligus. Tom Hanks memerankan Forrest, pria dengan cara pandang sederhana yang secara tidak sengaja hadir dalam berbagai momen penting sejarah Amerika.

Daya tarik Forrest Gump ada pada kombinasi antara kepolosan, cinta, persahabatan, dan kehilangan. Forrest tidak selalu memahami kompleksitas dunia di sekitarnya, tapi ia menghadapi hidup dengan ketulusan yang sulit tidak disukai.

Film ini punya banyak momen emosional, terutama dalam hubungan Forrest dengan ibunya, Jenny, Bubba, dan Letnan Dan. Setiap hubungan itu membawa bentuk kehilangan dan harapan yang berbeda.

Sebagai film sedih, Forrest Gump tidak selalu membuat penonton menangis karena tragedi besar. Kadang justru karena ketulusan karakter utamanya. Dunia di sekitar Forrest sering kejam dan rumit, tapi ia tetap berjalan dengan hati yang baik. Sebuah konsep yang tampaknya semakin langka, seperti sinyal internet stabil saat dibutuhkan.

Romeo + Juliet (1996)

romeo + juliet

Romeo + Juliet versi Baz Luhrmann adalah adaptasi modern dari kisah tragis karya William Shakespeare. Leonardo DiCaprio dan Claire Danes memerankan dua anak muda dari keluarga yang saling bermusuhan, tetapi tetap jatuh cinta.

Yang membuat versi ini menarik adalah gaya visualnya yang sangat enerjik. Dialog klasik Shakespeare tetap digunakan, tetapi latarnya dibuat modern, penuh musik, warna, senjata, dan konflik urban.

Sebagai film sedih romantis, kekuatan Romeo + Juliet tentu ada pada tragedinya. Ini kisah cinta yang sejak awal terasa tidak punya ruang untuk bertahan. Dua karakter utama masih muda, impulsif, dan sangat percaya pada perasaan mereka, sementara dunia di sekitar mereka terlalu sibuk mempertahankan kebencian lama.

Film ini cocok untuk kamu yang ingin film sedih romantis dengan gaya visual besar dan energi 90-an yang sangat khas.

Life Is Beautiful (1997)

life-is-beautiful - film sedih

Life Is Beautiful adalah film Italia yang memadukan komedi, drama keluarga, dan tragedi sejarah dengan cara yang sangat emosional. Film ini mengikuti Guido, seorang ayah Yahudi yang menggunakan humor dan imajinasi untuk melindungi anaknya dari kenyataan mengerikan kamp konsentrasi Nazi.

Yang membuat film ini begitu menyentuh adalah kontrasnya. Di satu sisi, situasi yang mereka hadapi sangat mengerikan. Di sisi lain, Guido terus berusaha menciptakan dunia kecil yang lebih aman untuk anaknya, meski hanya lewat cerita dan permainan pura-pura.

Film ini menunjukkan bahwa cinta orang tua kadang hadir dalam bentuk perlindungan emosional, bukan hanya fisik. Guido tidak bisa mengubah dunia yang kejam, tapi ia berusaha menjaga cara anaknya melihat dunia selama mungkin.

Life Is Beautiful adalah film sedih yang tetap punya kehangatan. Ia membuat penonton tertawa, lalu menghancurkan hati dengan sangat pelan. Kejam, tapi indah.

Titanic (1997)

titanic

Titanic adalah salah satu film sedih romantis paling populer sepanjang masa. James Cameron menggabungkan tragedi sejarah tenggelamnya kapal RMS Titanic dengan kisah cinta Jack dan Rose, dua orang dari kelas sosial berbeda yang bertemu dalam perjalanan tersebut.

Yang membuat Titanic begitu efektif adalah skala emosinya. Ada romansa besar, konflik kelas sosial, produksi megah, musik ikonik, dan tragedi yang sejak awal sudah diketahui penonton. Kita tahu kapal laut itu akan tenggelam. Kita tahu sesuatu yang buruk akan terjadi. Tapi film ini tetap membuat kita berharap.

Hubungan Jack dan Rose mungkin berlangsung singkat, tetapi film ini membuatnya terasa besar karena Jack menjadi simbol kebebasan bagi Rose. Ia bukan hanya cinta pertama yang intens, tetapi juga orang yang membantu Rose melihat kemungkinan hidup yang berbeda.

Sebagai film yang bikin nangis, Titanic masih bekerja karena tragedinya sederhana dan universal: cinta, kehilangan, dan hidup yang berubah selamanya dalam satu malam.

The Green Mile (1999)

the green mile

The Green Mile adalah film drama penjara yang diadaptasi dari novel Stephen King. Ceritanya mengikuti Paul Edgecomb, sipir di blok hukuman mati, yang bertemu John Coffey, narapidana bertubuh besar dengan kemampuan misterius dan hati yang sangat lembut.

Film ini sangat emosional karena bermain di wilayah moral yang sulit. John Coffey terlihat seperti seseorang yang tidak cocok berada di tempat sekeras blok eksekusi. Ia lembut, rapuh, dan membawa semacam keajaiban di tengah dunia yang gelap.

Tom Hanks dan Michael Clarke Duncan tampil sangat kuat. Hubungan antara Paul dan John menjadi pusat emosional film ini, terutama ketika penonton mulai memahami siapa John sebenarnya.

The Green Mile adalah film sedih yang membahas keadilan, kemanusiaan, hukuman mati, dan kebaikan yang tidak selalu bisa diselamatkan. Menontonnya seperti melihat dunia diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik, lalu gagal. Sangat manusiawi, sayangnya.

A Walk to Remember (2002)

a walk to remember - film sedih

A Walk to Remember adalah drama romantis remaja yang diadaptasi dari novel Nicholas Sparks. Ceritanya mengikuti Landon, siswa populer yang awalnya sembrono, dan Jamie, gadis sederhana yang religius dan punya rahasia besar dalam hidupnya.

Film ini memakai formula romance yang cukup klasik: dua orang dari dunia berbeda, perubahan karakter, cinta pertama, dan tragedi yang datang perlahan. Tapi justru formula itu bekerja karena film ini tahu cara menyentuh emosi penonton.

Mandy Moore dan Shane West punya chemistry yang membuat hubungan Jamie dan Landon terasa manis. Perubahan Landon juga menjadi salah satu bagian paling penting, karena cinta dalam film ini tidak hanya membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya tumbuh.

Kalau kamu mencari film sedih romantis yang mudah ditonton dan sangat tearjerker, A Walk to Remember masih menjadi pilihan aman.

The Pianist (2002)

the pianist

The Pianist adalah drama perang yang mengikuti Wล‚adysล‚aw Szpilman, pianis Yahudi Polandia yang berjuang bertahan hidup di Warsawa selama Perang Dunia II. Film ini disutradarai Roman Polanski dan dibintangi Adrien Brody.

Yang membuat The Pianist sangat menyakitkan adalah rasa kesepiannya. Film ini tidak selalu memperlihatkan penderitaan lewat adegan besar. Banyak bagian justru menunjukkan Szpilman yang bersembunyi, kelaparan, diam, dan mencoba tetap hidup ketika semua hal di sekitarnya runtuh.

Adrien Brody memberikan performa yang luar biasa. Karakternya bukan pahlawan perang, bukan pejuang bersenjata, melainkan seorang seniman yang mencoba bertahan di tengah kekejaman sejarah holocaust.

Sebagai film sedih kisah nyata, The Pianist adalah tontonan yang berat tapi penting. Ia menunjukkan bagaimana perang merampas rumah, keluarga, identitas, dan martabat manusia.

Million Dollar Baby (2004)

million dollar baby

Million Dollar Baby adalah drama olahraga yang disutradarai Clint Eastwood. Ceritanya mengikuti Maggie Fitzgerald, perempuan yang bercita-cita menjadi petinju profesional, dan Frankie Dunn, pelatih tua yang awalnya enggan melatihnya.

Di awal, film ini terasa seperti cerita inspiratif tentang perjuangan mengejar mimpi. Maggie bekerja keras, Frankie perlahan membuka hati, dan hubungan mereka tumbuh seperti ayah dan anak. Tapi kemudian film ini berubah arah menjadi drama yang jauh lebih berat.

Yang membuat Million Dollar Baby sedih adalah caranya membahas mimpi, tubuh, martabat, dan pilihan hidup. Film tinju ini tidak memberi jalan mudah untuk karakternya. Ia membawa cerita olahraga ke wilayah moral yang sangat emosional.

Hilary Swank, Clint Eastwood, dan Morgan Freeman tampil sangat kuat. Kalau kamu mencari film sedih yang awalnya terasa inspiratif lalu menghantam dengan keras, ini salah satu pilihan terbaik.

The Notebook (2004)

the notebook - film sedih

The Notebook adalah salah satu film romantis sedih paling terkenal. Diadaptasi dari novel Nicholas Sparks, film ini mengikuti kisah cinta Noah dan Allie, dua anak muda dari latar belakang sosial berbeda yang jatuh cinta pada musim panas.

Daya tarik film ini ada pada romansa besarnya. Ada cinta pertama, perpisahan, surat, nostalgia, keluarga yang tidak setuju, dan perasaan yang bertahan selama bertahun-tahun. Semua bahan tearjerker dikumpulkan seperti resep rahasia untuk membuat penonton menangis tanpa merasa ditipu.

Ryan Gosling dan Rachel McAdams punya chemistry yang kuat, membuat hubungan Noah dan Allie terasa hidup meski ceritanya sangat melodramatis.

Sebagai film sedih romantis, The Notebook masih punya tempat kuat karena ia bermain dengan ide cinta yang bertahan melampaui waktu, kehilangan, dan ingatan.

The Pursuit of Happyness (2006)

the pursuit of happyness

The Pursuit of Happyness adalah film inspiratif yang diangkat dari kisah nyata Chris Gardner, seorang ayah tunggal yang berjuang keluar dari kemiskinan sambil merawat putranya.

Will Smith tampil sangat emosional sebagai Chris. Salah satu kekuatan film ini adalah hubungan ayah dan anak yang terasa tulus, apalagi karena Jaden Smith memerankan anaknya sendiri. Perjuangan Chris terasa sangat melelahkan, dari kehilangan tempat tinggal sampai mencoba mempertahankan harapan saat hidup terus menekan.

Film ini sedih, tapi juga memberi rasa optimisme. Ia bukan hanya tentang penderitaan, tetapi tentang ketahanan, cinta orang tua, dan upaya untuk tidak menyerah meski keadaan terus memburuk.

Kalau kamu mencari film sedih keluarga yang tetap memberi motivasi, The Pursuit of Happyness adalah pilihan kuat.

P.S. I Love You (2007)

p.s. i love you - film sedih

P.S. I Love You adalah drama romantis tentang Holly, perempuan yang kehilangan suaminya, Gerry. Setelah kematian Gerry, Holly menerima serangkaian surat yang sudah disiapkan suaminya untuk membantunya melewati masa duka.

Premis film ini sederhana tapi sangat efektif. Surat-surat itu menjadi cara Gerry tetap hadir dalam hidup Holly, bukan untuk membuatnya terus terjebak dalam masa lalu, tetapi untuk membantunya perlahan bergerak maju.

Film ini membahas cinta, kehilangan, duka, dan proses menyembuhkan diri. Hilary Swank membawa Holly sebagai karakter yang rapuh tapi perlahan menemukan kembali arah hidupnya.

Sebagai film sedih romantis, P.S. I Love You cocok untuk kamu yang ingin menangis karena tema perpisahan, tetapi tetap mendapat sedikit kehangatan di akhir.

The Boy in the Striped Pajamas (2008)

the boys in the striped pajamas

The Boy in the Striped Pajamas adalah drama sejarah yang mengambil sudut pandang anak-anak dalam masa Holocaust. Ceritanya mengikuti Bruno, anak seorang komandan Nazi, yang berteman dengan Shmuel, anak Yahudi yang berada di kamp konsentrasi.

Film ini sedih karena memperlihatkan tragedi besar dari perspektif kepolosan anak. Bruno tidak benar-benar memahami dunia orang dewasa di sekitarnya. Ia hanya melihat Shmuel sebagai teman.

Kontras antara kepolosan anak-anak dan kekejaman sistem yang mengelilingi mereka membuat film ini sangat menyakitkan. Ending-nya juga menjadi salah satu bagian paling menghantam.

Sebagai film sedih perang, film ini cocok untuk penonton yang mencari drama emosional dengan tema sejarah, meski tetap perlu ditonton dengan kesadaran bahwa pendekatannya lebih fiktif dan simbolik dibanding dokumentasi sejarah langsung.

Marley & Me (2008)

marley and me - film sedih

Marley & Me adalah bukti bahwa film tentang anjing punya kemampuan tidak adil untuk menghancurkan hati manusia. Film ini mengikuti pasangan muda yang mengadopsi Marley, seekor Labrador yang nakal, lucu, dan menjadi bagian penting dari perjalanan keluarga mereka.

Di awal, film ini terasa seperti komedi keluarga tentang hewan peliharaan yang sulit diatur. Tapi seiring waktu, Marley menjadi saksi berbagai fase hidup: pernikahan, pekerjaan, anak, pertengkaran, kedewasaan, dan perubahan.

Yang membuat film ini sedih adalah kedekatannya dengan pengalaman banyak orang yang pernah punya hewan peliharaan. Mereka bukan sekadar binatang di rumah. Mereka menjadi bagian dari rutinitas, keluarga, dan kenangan.

Kalau kamu punya atau pernah punya anjing, siapkan mental. Film ini tahu persis titik lemahmu dan menyerangnya tanpa belas kasihan.

Hachi: A Dog’s Tale (2009)

hachi a dog's tale - film sedih

Hachi: A Dogโ€™s Tale adalah salah satu film sedih tentang hewan paling terkenal. Diangkat dari kisah nyata Hachiko, anjing Akita yang setia menunggu pemiliknya di stasiun setiap hari bahkan setelah sang pemilik meninggal.

Film ini sederhana, tapi justru itu yang membuatnya efektif. Tidak perlu plot rumit. Tidak perlu konflik besar. Cukup seekor anjing yang menunggu, dan hati penonton sudah selesai.

Richard Gere memerankan profesor yang menjadi pemilik Hachi, dan hubungan mereka dibangun dengan sangat hangat. Tapi pusat emosi film ini tentu ada pada kesetiaan Hachi.

Sebagai film yang bikin nangis, Hachi: A Dogโ€™s Tale hampir curang. Ia memakai kesetiaan hewan peliharaan sebagai sumber emosi utama, dan manusia jelas tidak punya pertahanan yang cukup untuk itu.

Up (2009)

up

Up adalah film animasi Pixar yang dikenal punya salah satu opening montage paling emosional dalam sejarah film animasi. Dalam beberapa menit, film ini merangkum kisah cinta Carl dan Ellie dari masa kecil sampai perpisahan terakhir.

Yang membuat Up sedih bukan hanya kehilangan, tetapi juga gagasan tentang mimpi yang belum tercapai. Carl ingin memenuhi janji kepada Ellie untuk pergi ke Paradise Falls, tetapi hidup membawa mereka melewati banyak hal yang tidak selalu sesuai rencana.

Setelah bagian awal yang sangat emosional, Up berubah menjadi petualangan hangat bersama Russell, anak kecil yang tanpa sengaja masuk ke hidup Carl. Dari sana, film ini membahas duka, persahabatan, dan keberanian untuk membuka babak baru.

Sebagai film sedih keluarga, Up membuktikan bahwa animasi bisa menghantam emosi orang dewasa dengan sangat efektif. Pixar memang kadang terlalu berbakat membuat penonton menangis di depan karakter kartun.

Blue Valentine (2010)

blue valentine - film sedih

Blue Valentine adalah film drama romantis yang sangat realistis dan menyakitkan tentang hubungan yang perlahan rusak. Film ini mengikuti Dean dan Cindy, pasangan yang pernah jatuh cinta dengan intens tetapi kini menghadapi pernikahan yang retak.

Yang membuat film ini begitu sedih adalah strukturnya. Kita melihat masa lalu hubungan mereka yang manis, lalu dibandingkan dengan masa kini yang penuh jarak, frustrasi, dan komunikasi yang gagal. Film ini tidak perlu penjahat. Yang menghancurkan hubungan mereka adalah waktu, luka, ekspektasi, dan ketidakmampuan untuk kembali menjadi orang yang dulu saling mencintai.

Ryan Gosling dan Michelle Williams tampil sangat kuat. Hubungan mereka terasa nyata karena tidak digambarkan sebagai drama romantis ideal.

Blue Valentine cocok untuk kamu yang mencari film sedih romantis yang dewasa, pahit, dan tidak memberi jawaban mudah.

Dear John (2010)

dear john - film sedih

Dear John adalah drama romantis lain yang diadaptasi dari novel Nicholas Sparks. Ceritanya mengikuti John, seorang prajurit, dan Savannah, perempuan yang ia cintai. Hubungan mereka diuji oleh jarak, perang, waktu, dan keputusan yang tidak selalu mudah.

Film ini bermain di wilayah romance klasik: cinta yang dipisahkan keadaan. Channing Tatum dan Amanda Seyfried membawa hubungan yang manis, meski konflik utamanya terasa sangat khas melodrama romantis.

Yang membuat Dear John sedih adalah rasa kehilangan yang datang bukan karena tidak ada cinta, tetapi karena hidup bergerak ke arah yang berbeda. Kadang dua orang saling menyayangi, tapi tetap tidak berhasil menyusun hidup bersama.

Kalau kamu suka film sedih romantis dengan surat, jarak, dan perpisahan, Dear John bisa jadi pilihan yang mudah dinikmati.

The Help (2011)

the help - film sedih

The Help adalah drama yang berlatar Amerika Serikat pada era segregasi rasial. Film ini mengikuti para pekerja rumah tangga kulit hitam yang bekerja untuk keluarga kulit putih, serta seorang perempuan muda yang mencoba menuliskan pengalaman mereka.

Film ini punya banyak momen emosional karena membahas ketidakadilan, diskriminasi, keberanian berbicara, dan hubungan antar perempuan dalam situasi sosial yang tidak setara.

Viola Davis dan Octavia Spencer tampil sangat kuat. Mereka membawa rasa sakit, martabat, humor, dan kekuatan yang membuat film ini terasa hidup.

Sebagai film sedih, The Help bukan hanya membuat menangis karena tragedi personal, tetapi karena memperlihatkan ketidakadilan sosial yang berlangsung lama dan memengaruhi kehidupan sehari-hari orang-orang biasa.

About Time (2013)

about time

About Time sering terlihat seperti film romantis time travel yang manis. Tapi semakin jauh, film ini justru menjadi salah satu film sedih keluarga yang sangat menyentuh.

Ceritanya mengikuti Tim, pria yang mengetahui bahwa laki-laki dalam keluarganya bisa melakukan perjalanan waktu. Awalnya, ia menggunakan kemampuan itu untuk urusan cinta. Namun, inti emosional film ini perlahan bergeser ke hubungan Tim dengan ayahnya.

Yang membuat About Time sangat kuat adalah pesannya tentang waktu. Film ini tidak hanya bertanya bagaimana jika kita bisa mengulang momen, tetapi juga bagaimana kita belajar menghargai hidup biasa yang tidak bisa terus diulang.

Sebagai film yang bikin nangis, About Time menyerang dengan cara halus. Ia lucu, hangat, romantis, lalu tiba-tiba membuat kamu memikirkan orang tua, waktu, dan semua hari biasa yang mungkin dulu kamu anggap tidak penting. Jahat sekali, dengan cara yang indah.

Fruitvale Station (2013)

fruitvale station

Fruitvale Station adalah drama yang diangkat dari kisah nyata Oscar Grant, seorang pria muda yang ditembak oleh petugas polisi di stasiun Fruitvale, Oakland, pada tahun 2009.

Film ini mengikuti hari terakhir dalam hidup Oscar. Pendekatan ini membuat ceritanya terasa sangat manusiawi. Oscar tidak digambarkan sebagai simbol kosong, tetapi sebagai anak, ayah, pasangan, teman, dan manusia yang sedang mencoba memperbaiki hidupnya.

Michael B. Jordan memberikan performa yang sangat kuat. Karena penonton sudah tahu arah tragedinya, setiap momen kecil terasa semakin menyakitkan.

Sebagai film sedih kisah nyata, Fruitvale Station menghantam karena memperlihatkan bagaimana satu kehidupan yang penuh kemungkinan bisa berakhir karena kekerasan dan ketidakadilan. Ini bukan film yang nyaman, tetapi penting.

Lion (2016)

lion - film sedih

Lion adalah drama emosional yang diangkat dari kisah nyata Saroo Brierley. Saat masih kecil, Saroo terpisah dari keluarganya di India dan akhirnya diadopsi oleh pasangan Australia. Bertahun-tahun kemudian, ia mencoba menemukan kembali keluarga asalnya.

Film ini sangat menyentuh karena membahas kehilangan rumah, identitas, keluarga, dan ingatan masa kecil. Dev Patel tampil kuat sebagai Saroo dewasa, sementara Sunny Pawar sebagai Saroo kecil membuat bagian awal film terasa sangat emosional.

Yang membuat Lion sedih adalah rasa kehilangan yang panjang. Saroo tidak hanya mencari lokasi geografis, tetapi juga bagian dari dirinya yang hilang sejak kecil.

Sebagai film sedih keluarga, Lion adalah salah satu pilihan terbaik. Ending-nya sangat emosional, tapi juga memberi rasa harapan. Jenis tangisan yang setidaknya tidak sepenuhnya menghancurkan mood hidup.

Wildlife (2018)

wildlife

Wildlife adalah drama keluarga yang mengikuti seorang remaja bernama Joe saat menyaksikan pernikahan orang tuanya perlahan retak. Berlatar tahun 1960-an, film ini dibintangi Carey Mulligan dan Jake Gyllenhaal.

Film ini sedih bukan karena tragedi besar, tetapi karena rasa tidak berdaya. Joe melihat orang tuanya berubah, bertengkar, menjauh, dan mengambil keputusan yang tidak sepenuhnya ia pahami. Banyak anak mungkin pernah merasakan hal serupa: menjadi saksi diam dari masalah orang dewasa.

Carey Mulligan tampil sangat kuat sebagai Jeanette, ibu yang merasa terjebak dalam hidupnya. Film ini tidak menghakimi karakternya secara mudah, tetapi memperlihatkan manusia yang sedang frustrasi, bingung, dan ingin keluar dari peran yang mengekangnya.

Wildlife cocok untuk kamu yang suka drama keluarga yang pelan, realistis, dan emosional tanpa perlu melodrama berlebihan.

Marriage Story (2019)

marriage story

Marriage Story adalah drama tentang perceraian yang sangat jujur dan menyakitkan. Film ini mengikuti Charlie dan Nicole, pasangan yang mencoba berpisah dengan baik-baik, tetapi proses hukum, ego, luka lama, dan cinta yang tersisa membuat semuanya semakin rumit.

Adam Driver dan Scarlett Johansson tampil luar biasa. Mereka membuat hubungan Charlie dan Nicole terasa nyata: pernah saling mencintai, masih saling peduli, tapi tidak lagi bisa hidup bersama.

Yang membuat film ini sedih adalah kedewasaannya. Tidak ada villain tunggal. Tidak ada jawaban mudah. Perceraian di sini bukan hanya akhir cinta, tetapi juga proses melepas versi hidup yang dulu pernah mereka bangun bersama.

Adegan pertengkaran mereka menjadi salah satu momen paling emosional dalam film modern. Bukan karena dramatis secara berlebihan, tetapi karena terasa seperti akumulasi luka yang akhirnya keluar tanpa filter.

Marriage Story adalah film sedih yang cocok untuk penonton dewasa yang ingin drama relasi yang realistis, pahit, dan sangat manusiawi.

Rekomendasi Tambahan Film Sedih Lainnya

Kalau kamu masih ingin mencari film sedih lain, beberapa judul ini juga layak masuk watchlist:

  • Terms of Endearment
  • Dead Poets Society
  • My Girl
  • The Bridges of Madison County
  • Dancer in the Dark
  • Big Fish
  • Eternal Sunshine of the Spotless Mind
  • Bridge to Terabithia
  • The Lovely Bones
  • Never Let Me Go
  • Amour
  • Me and Earl and the Dying Girl
  • Manchester by the Sea
  • A Monster Calls
  • Coco
  • Shoplifters
  • Roma
  • Aftersun
  • Past Lives
  • All of Us Strangers

Beberapa judul di atas lebih dekat ke drama keluarga, romance, coming-of-age, animasi, atau film arthouse. Tapi semuanya punya kekuatan emosional yang bisa membuat penonton diam lama setelah film selesai.

Jenis Film Sedih yang Paling Banyak Dicari

1. Film sedih romantis
Biasanya berfokus pada cinta, perpisahan, kehilangan, atau hubungan yang tidak berhasil. Contohnya Titanic, The Notebook, A Walk to Remember, dan Blue Valentine.

2. Film sedih keluarga
Mengangkat hubungan orang tua-anak, pernikahan, saudara, atau keluarga yang retak. Contohnya The Pursuit of Happyness, Up, Lion, dan Marriage Story.

3. Film sedih kisah nyata
Diangkat dari peristiwa atau tokoh nyata, sehingga emosinya terasa lebih berat. Contohnya Schindlerโ€™s List, The Pianist, Fruitvale Station, dan Lion.

4. Film sedih tentang perang
Membahas dampak perang terhadap manusia biasa. Contohnya Grave of the Fireflies, Life Is Beautiful, The Pianist, dan The Boy in the Striped Pajamas.

5. Film sedih tentang hewan peliharaan
Biasanya menyerang emosi lewat ikatan manusia dan hewan. Contohnya Hachi: A Dogโ€™s Tale dan Marley & Me.

6. Film tearjerker inspiratif
Membuat penonton menangis, tetapi tetap meninggalkan rasa harapan. Contohnya The Pursuit of Happyness, Forrest Gump, About Time, dan Lion.

Kenapa Kita Suka Menonton Film Sedih?

Film sedih memberi ruang untuk merasakan emosi yang sering sulit kita keluarkan dalam kehidupan sehari-hari. Saat menonton, kita bisa menangis karena karakter, cerita, atau momen tertentu, tetapi sebenarnya emosi itu bisa terhubung dengan pengalaman pribadi kita sendiri.

Selain itu, film sedih juga membantu kita memahami kehilangan dan empati. Kita melihat orang lain menghadapi duka, cinta, kemiskinan, perang, penyakit, atau perpisahan, lalu belajar merasakan sesuatu dari sudut pandang mereka.

Aneh memang, manusia sengaja mencari tontonan yang membuatnya menangis. Tapi mungkin justru itu gunanya film: memberi tempat aman untuk merasakan hal-hal yang terlalu berat jika dialami langsung.

Film sedih terbaik bukan hanya membuat penonton menangis. Ia membuat penonton merasa lebih peka, lebih sadar, atau lebih menghargai hal-hal yang sering dianggap biasa: keluarga, waktu, rumah, hewan peliharaan, dan orang-orang yang masih bisa kita hubungi hari ini.

Tips Memilih Film Sedih yang Cocok

Kalau kamu ingin film sedih yang sangat kuat dan penting, mulai dari Grave of the Fireflies, Schindlerโ€™s List, atau The Pianist. Kalau ingin film romantis yang bikin nangis, pilih Titanic, The Notebook, A Walk to Remember, atau Blue Valentine.

Kalau ingin film keluarga yang emosional, The Pursuit of Happyness, Up, Lion, dan Marriage Story bisa jadi pilihan. Kalau kamu ingin menangis karena hewan peliharaan, Hachi: A Dogโ€™s Tale dan Marley & Me jelas sangat efektif, bahkan terlalu efektif.

Kalau ingin film sedih tapi tetap hangat, tonton About Time, Forrest Gump, atau Life Is Beautiful. Kalau ingin yang lebih realistis dan pahit, pilih Marriage Story, Wildlife, atau Fruitvale Station.

Jangan tonton semuanya dalam satu hari. Itu bukan movie marathon, itu sabotase emosional yang diberi subtitle.

Film sedih terbaik bukan hanya film yang membuat penonton menangis. Yang membuatnya berkesan adalah bagaimana film itu membangun emosi, karakter, dan konflik yang terasa manusiawi.

Grave of the Fireflies memperlihatkan dampak perang dari sudut pandang anak-anak. Schindlerโ€™s List dan The Pianist membawa tragedi sejarah dengan sangat kuat. Titanic, The Notebook, dan A Walk to Remember menjadi pilihan populer untuk film sedih romantis. The Green Mile dan Million Dollar Baby memberi drama emosional yang berat. Hachi: A Dogโ€™s Tale dan Marley & Me membuktikan bahwa film tentang hewan peliharaan punya kekuatan menghancurkan hati yang tidak masuk akal.

Kalau kamu baru ingin mulai, Grave of the Fireflies, Titanic, The Green Mile, Hachi: A Dogโ€™s Tale, About Time, dan Marriage Story bisa jadi titik awal yang sangat kuat.

Pada akhirnya, film sedih membuat kita menangis bukan karena kita lemah, tetapi karena kita masih bisa merasakan sesuatu. Dan di dunia yang sering terlalu sibuk membuat orang mati rasa, itu bukan hal buruk. Mengganggu, melelahkan, tapi tetap manusiawi.

***

Jangan lupa untuk terus menjelajahi dunia hiburan di menonton.id, di mana kamu bisa menemukan artikel-artikel menarik tentang film, serial TV, dan berita hiburan lainnya. Ikuti juga kami di media sosial sepertiย Twitter,ย Instagram,ย Facebook, YouTube,TikTok, dan Google News untuk mengetahui berita dan rekomendasi terbaru tentang film.

FAQ

Apa film sedih terbaik yang bikin nangis?

Beberapa film sedih terbaik yang bikin nangis adalah Grave of the Fireflies, Schindlerโ€™s List, Titanic, The Green Mile, Hachi: A Dogโ€™s Tale, About Time, dan Marriage Story.

Apa film sedih romantis terbaik?

Film sedih romantis terbaik antara lain Titanic, The Notebook, A Walk to Remember, P.S. I Love You, Blue Valentine, dan Dear John.

Apa film sedih keluarga yang bagus?

Beberapa film sedih keluarga yang bagus adalah The Pursuit of Happyness, Up, Lion, Marriage Story, Wildlife, dan About Time.

Apa film sedih berdasarkan kisah nyata?

Film sedih berdasarkan kisah nyata antara lain Schindlerโ€™s List, The Pianist, Fruitvale Station, Lion, dan The Pursuit of Happyness.

Kenapa orang suka menonton film sedih?

Orang suka menonton film sedih karena film seperti ini memberi ruang aman untuk merasakan emosi, menangis, memahami kehilangan, dan membangun empati terhadap pengalaman orang lain.