Beranda blog Halaman 36

25 Film Anak-Anak Terbaik untuk Ditonton Bersama Keluarga

Film anak-anak sering dianggap sekadar tontonan ringan. Ada karakter lucu, warna cerah, lagu yang mudah menempel di kepala, lalu semua selesai dengan pelukan keluarga. Sederhana, kan? Tentu tidak. Karena film anak-anak yang bagus justru sering punya tugas yang berat: menghibur anak, membuat orang tua tidak bosan, memberi pesan yang tidak terlalu menggurui, dan kalau bisa tidak membuat semua orang trauma secara tidak sengaja. Standar yang lumayan tinggi untuk film berisi ikan bicara dan mainan hidup.

Film anak-anak terbaik biasanya tidak hanya bekerja untuk anak-anak. Banyak film dalam daftar ini juga tetap kuat untuk penonton dewasa karena membahas tema besar seperti keluarga, persahabatan, kehilangan, keberanian, imajinasi, penerimaan diri, pendidikan, dan hubungan orang tua-anak. Bedanya, semua itu dikemas dengan cara yang lebih hangat, mudah diikuti, dan aman untuk ditonton bersama keluarga.

Selain film animasi internasional seperti Toy Story, Finding Nemo, Inside Out, dan Coco, film anak-anak juga bisa hadir dalam bentuk live-action, musikal, petualangan, fantasi, dan drama keluarga. Karena itu, daftar ini juga memasukkan film Indonesia seperti Petualangan Sherina, Laskar Pelangi, dan Jumbo. Ketiganya penting karena punya tempat khusus dalam budaya menonton keluarga di Indonesia.

Untuk artikel ini, film anak-anak tidak berarti semua film harus hanya untuk balita. Beberapa judul lebih cocok untuk anak yang sudah agak besar, terutama yang punya tema emosional lebih dalam. Jadi, orang tua tetap perlu menyesuaikan pilihan film dengan usia dan kesiapan anak. Karena rupanya “anak-anak” bukan satu kategori seragam. Mereka juga punya level, seperti game, hanya saja lebih berisik.

Daftar Cepat Film Anak-Anak Berdasarkan Mood

Mood MenontonRekomendasi Film
Film anak klasikThe Wizard of Oz, E.T. the Extra-Terrestrial, The Princess Bride
Film animasi anakToy Story, Finding Nemo, Ratatouille, Frozen, Inside Out
Film anak IndonesiaPetualangan Sherina, Laskar Pelangi, Jumbo
Film keluarga yang hangatPaddington 2, Coco, Klaus, The Mitchells vs. the Machines
Film anak tentang persahabatanMy Neighbor Totoro, E.T., Toy Story, Finding Nemo
Film anak tentang keluargaThe Lion King, Coco, Inside Out, Jumbo
Film anak petualanganPetualangan Sherina, The Goonies, How to Train Your Dragon, Harry Potter and the Sorcerer’s Stone
Film anak yang emosionalLaskar Pelangi, Coco, Up, Inside Out, Jumbo

Rekomendasi film anak-anak terbaik yang bisa ditonton bersama keluarga

1. The Wizard of Oz (1939)

the wizard of oz

The Wizard of Oz adalah salah satu film anak-anak klasik paling penting. Ceritanya mengikuti Dorothy, gadis dari Kansas yang terbawa ke dunia ajaib Oz dan harus mencari jalan pulang bersama Scarecrow, Tin Man, dan Cowardly Lion.

Film ini punya semua elemen dongeng yang kuat: dunia ajaib, perjalanan, teman-teman unik, penyihir, lagu, warna, dan pesan tentang keberanian serta arti rumah. Meski usianya sudah sangat tua, pesonanya masih terasa karena ceritanya sederhana dan emosinya mudah dipahami.

Untuk anak-anak, film ini bisa menjadi perkenalan bagus pada film fantasi klasik. Untuk orang dewasa, The Wizard of Oz tetap menarik karena pengaruhnya sangat besar dalam sejarah film keluarga.

Sebagai film anak-anak, The Wizard of Oz cocok ditonton bersama keluarga karena menggabungkan petualangan, musik, dan pesan sederhana: kadang yang kita cari jauh-jauh sebenarnya sudah dekat dengan diri kita sendiri. Sangat manis, walau manusia tetap butuh perjalanan rumit dulu untuk menyadarinya.

2. E.T. the Extra-Terrestrial (1982)

e.t. the extra-terrestrial - menonton.id (11)

E.T. the Extra-Terrestrial adalah film keluarga karya Steven Spielberg tentang Elliott, anak laki-laki yang berteman dengan alien kecil yang tertinggal di Bumi. Dari hubungan itu, muncul kisah tentang persahabatan, rasa ingin pulang, dan keberanian anak-anak menghadapi dunia orang dewasa.

Film ini bekerja karena emosinya sangat jujur. E.T. bukan monster menyeramkan, tetapi makhluk asing yang rapuh dan membutuhkan bantuan. Elliott juga bukan pahlawan besar, hanya anak biasa yang merasa terhubung dengan sesuatu yang kesepian.

Sebagai film anak-anak, E.T. bagus karena mengajarkan empati. Anak-anak diajak melihat bahwa sesuatu yang berbeda tidak harus ditakuti. Kadang yang berbeda justru sedang sama-sama ingin dimengerti.

Film ini cocok untuk keluarga yang ingin tontonan klasik yang hangat, sedikit sedih, dan penuh rasa ajaib.

3. My Neighbor Totoro (1988)

my neighbor totoro - Menonton.id (21)

My Neighbor Totoro adalah film animasi Studio Ghibli karya Hayao Miyazaki tentang dua saudara perempuan, Satsuki dan Mei, yang pindah ke desa dan bertemu makhluk hutan bernama Totoro.

Film ini sangat berbeda dari banyak film anak-anak modern yang penuh konflik besar. Tidak ada penjahat utama, tidak ada dunia yang harus diselamatkan, dan tidak ada pertarungan besar. Yang ada adalah masa kecil, rasa penasaran, alam, keluarga, dan imajinasi.

Justru karena itu My Neighbor Totoro terasa sangat istimewa. Film ini menangkap cara anak-anak melihat dunia: pohon bisa terasa seperti istana, hujan bisa menjadi petualangan, dan makhluk ajaib mungkin saja tinggal di dekat rumah.

Sebagai film anime Jepang, My Neighbor Totoro cocok untuk penonton kecil karena lembut, indah, dan tidak terlalu menegangkan. Untuk orang dewasa, film ini seperti pengingat bahwa dunia pernah terasa lebih ajaib sebelum hidup berubah menjadi kalender, tagihan, dan notifikasi.

4. Home Alone (1990)

home-alone-menonton.id

Home Alone adalah film komedi keluarga tentang Kevin McCallister, anak kecil yang tidak sengaja tertinggal sendirian di rumah saat keluarganya pergi liburan Natal. Situasi makin kacau ketika dua pencuri mencoba masuk ke rumahnya.

Film ini sangat populer karena premisnya sederhana dan sangat efektif. Anak-anak suka karena Kevin terlihat mandiri, cerdik, dan bisa mengalahkan orang dewasa dengan jebakan-jebakan kreatif. Orang dewasa mungkin menonton sambil bertanya bagaimana satu keluarga bisa lupa anak sendiri. Tapi ya, plot butuh kelalaian manusia. Industri cerita bergantung padanya.

Sebagai film anak-anak, Home Alone cocok untuk tontonan keluarga karena lucu, cepat, dan penuh energi slapstick. Namun, beberapa adegan jebakannya cukup kasar, jadi lebih cocok untuk anak yang sudah agak besar.

Film ini juga punya pesan keluarga yang jelas: kadang kita baru menghargai orang rumah ketika mereka tidak ada. Atau ketika dua pencuri hampir menghancurkan rumah. Metode pembelajaran yang agak ekstrem.

5. Beauty and the Beast (1991)

beauty and the beast

Beauty and the Beast adalah salah satu film animasi Disney paling dicintai. Ceritanya mengikuti Belle, perempuan muda yang cerdas dan suka membaca, yang kemudian terjebak di kastil milik Beast, pangeran yang dikutuk menjadi monster.

Film ini kuat karena menggabungkan musik, dongeng, karakter memorable, dan pesan tentang melihat seseorang lebih dari penampilan luarnya. Belle juga menjadi salah satu karakter Disney yang cukup kuat karena punya rasa ingin tahu, keberanian, dan keinginan untuk hidup lebih luas dari lingkungan kecilnya.

Sebagai film anak-anak, Beauty and the Beast cocok karena punya lagu-lagu indah, visual hangat, dan cerita yang mudah diikuti. Di balik itu, orang tua juga bisa membahas soal empati, perubahan diri, dan pentingnya tidak menilai orang hanya dari luar.

Film ini tetap menjadi salah satu animasi keluarga klasik yang mudah direkomendasikan lintas generasi.

6. Aladdin (1992)

aladdin

Aladdin adalah film animasi Disney tentang pemuda jalanan yang menemukan lampu ajaib berisi Genie, lalu terlibat dalam petualangan untuk memenangkan hati Putri Jasmine dan menghentikan rencana jahat Jafar.

Film ini punya energi yang sangat cepat dan menyenangkan. Genie menjadi pusat komedi dengan improvisasi dan humor yang membuat film terasa hidup. Aladdin sendiri adalah karakter underdog yang ingin membuktikan bahwa dirinya lebih dari status sosialnya.

Sebagai film anak-anak, Aladdin cocok karena penuh lagu, humor, petualangan, dan warna visual yang menarik. Namun, daya tariknya tidak hanya untuk anak-anak. Tema tentang kejujuran, identitas, dan menjadi diri sendiri tetap mudah dipahami penonton dewasa.

Film ini juga bagus untuk tontonan keluarga karena ringan, seru, dan punya pesan jelas tanpa terasa seperti ceramah sekolah minggu versi animasi.

7. The Lion King (1994)

film anak-anak the lion king - Menonton.id (3)

The Lion King adalah salah satu film animasi Disney paling ikonik. Ceritanya mengikuti Simba, anak singa yang harus menghadapi kehilangan ayahnya, rasa bersalah, dan takdirnya sebagai pemimpin.

Film ini punya skala emosional yang besar untuk film anak-anak. Ada keluarga, kematian, pengkhianatan, pelarian, persahabatan, dan proses menerima tanggung jawab. Semua itu dikemas lewat lagu, karakter hewan, dan visual savana yang megah.

Sebagai film anak-anak, The Lion King bagus karena bisa menjadi pintu masuk untuk membicarakan emosi yang berat dengan cara yang masih bisa diterima anak. Kehilangan dan rasa takut tidak dihindari, tetapi diceritakan dalam bentuk yang puitis.

Film ini cocok untuk keluarga yang ingin tontonan animasi klasik yang menghibur sekaligus emosional. Dan ya, beberapa adegan mungkin masih membuat orang dewasa pura-pura kelilipan. Tradisi keluarga yang sehat.

8. Toy Story (1995)

toy story - Menonton.id (4)

Toy Story adalah tonggak besar dalam sejarah animasi modern. Film ini mengikuti Woody, mainan koboi kesayangan Andy, yang merasa posisinya terancam ketika Buzz Lightyear, mainan baru yang canggih, datang.

Film ini penting karena menjadi film panjang animasi komputer pertama dari Pixar dan mengubah arah animasi keluarga modern. Tapi di luar pencapaian teknisnya, Toy Story juga berhasil karena ceritanya kuat.

Anak-anak bisa menikmati gagasan bahwa mainan mereka hidup saat tidak dilihat. Orang dewasa bisa melihat tema tentang kecemburuan, persahabatan, rasa tidak aman, dan belajar menerima perubahan.

Sebagai film anak-anak, Toy Story wajib masuk daftar karena menyenangkan, lucu, dan emosional. Ini film yang terlihat sederhana, tetapi sebenarnya membahas hal yang cukup dewasa: takut tergantikan. Sebuah kecemasan universal, bahkan untuk boneka koboi.

9. Matilda (1996)

matilda

Matilda adalah film keluarga yang diadaptasi dari novel Roald Dahl. Ceritanya mengikuti Matilda, anak perempuan cerdas dengan kemampuan telekinesis yang tumbuh di keluarga yang tidak menghargainya dan bersekolah di tempat yang dipimpin kepala sekolah kejam.

Film ini menarik karena memberi anak-anak fantasi yang sangat kuat: bagaimana jika anak yang diremehkan ternyata punya kekuatan untuk melawan orang dewasa yang buruk? Sebuah konsep yang mungkin terlalu menggoda bagi anak-anak, tapi tenang, sebagian besar tetap hanya ingin cemilan.

Sebagai film anak-anak, Matilda bagus karena membahas keberanian, kecerdasan, kebaikan, dan pentingnya menemukan orang dewasa yang benar-benar peduli. Miss Honey menjadi kontras yang hangat terhadap keluarga Matilda dan Miss Trunchbull yang keras.

Film ini cocok untuk anak yang sudah agak besar dan suka cerita dengan humor gelap ringan serta tokoh utama yang pintar dan mandiri.

10. Petualangan Sherina (2000)

petualangan sherina - Menonton.id (6)

Petualangan Sherina adalah salah satu film anak-anak Indonesia paling penting. Film ini mengikuti Sherina, anak perempuan yang pindah ke Bandung dan kemudian terlibat dalam petualangan bersama Sadam, anak laki-laki yang awalnya sering mengganggunya.

Film ini sangat berpengaruh karena ikut membantu membangkitkan minat penonton Indonesia terhadap film lokal setelah industri film nasional sempat lesu pada 1990-an. Bagi banyak anak Indonesia yang tumbuh pada awal 2000-an, Petualangan Sherina bukan hanya film, tetapi bagian dari memori masa kecil.

Sebagai film anak-anak, kekuatannya ada pada kombinasi petualangan, musik, komedi, keluarga, dan energi anak-anak yang terasa hidup. Sherina bukan karakter pasif. Ia aktif, pintar, berani, dan punya rasa ingin tahu besar.

Film ini wajib masuk daftar karena menjadi salah satu film keluarga Indonesia paling ikonik. Kalau artikel film anak-anak Indonesia tidak menyebut Petualangan Sherina, rasanya seperti pesta ulang tahun tanpa kue. Secara teknis bisa, tapi menyedihkan.

11. Spirited Away (2001)

spirited away - Menonton.id (12)

Spirited Away adalah film animasi Studio Ghibli karya Hayao Miyazaki tentang Chihiro, anak perempuan yang tersesat di dunia roh setelah orang tuanya berubah menjadi babi. Untuk menyelamatkan mereka, Chihiro harus bekerja di pemandian roh milik penyihir Yubaba.

Film ini sangat imajinatif. Ada roh sungai, makhluk tanpa wajah, penyihir, kontrak nama, makanan terkutuk, dan dunia ajaib yang tidak selalu dijelaskan secara langsung. Justru itu yang membuatnya terasa seperti mimpi.

Sebagai film anak-anak, Spirited Away lebih cocok untuk anak yang sudah agak besar karena beberapa adegannya bisa terasa aneh atau sedikit menyeramkan. Namun, pesannya sangat kuat: keberanian, kerja keras, identitas, dan kedewasaan.

Film ini cocok untuk keluarga yang ingin animasi fantasi yang indah, unik, dan lebih dalam daripada tontonan anak-anak biasa.

12. Harry Potter and the Sorcerer’s Stone (2001)

harry potter

Harry Potter and the Sorcerer’s Stone adalah pintu masuk ke dunia sihir Hogwarts. Ceritanya mengikuti Harry Potter, anak yatim piatu yang mengetahui bahwa dirinya adalah penyihir dan masuk ke sekolah sihir.

Film ini punya daya tarik besar untuk anak-anak karena dunia Hogwarts terasa seperti fantasi sekolah terbaik: ada asrama, mantra, makhluk magis, kelas sihir, pertandingan Quidditch, dan misteri yang harus dipecahkan.

Sebagai film anak-anak, film pertama Harry Potter masih relatif ramah keluarga dibanding film-film lanjutannya yang semakin gelap. Ia membahas persahabatan, keberanian, rasa ingin tahu, dan pentingnya memilih hal yang benar.

Film ini cocok untuk anak yang sudah siap dengan fantasi petualangan yang sedikit menegangkan. Untuk keluarga, ini juga bisa menjadi awal marathon panjang, karena rupanya satu film tentang sekolah sihir tidak pernah cukup bagi umat manusia.

13. Finding Nemo (2003)

finding nemo - Menonton.id (2)

Finding Nemo adalah film Pixar tentang Marlin, ikan badut yang mencari anaknya, Nemo, setelah Nemo tertangkap penyelam dan dibawa ke akuarium. Dalam perjalanannya, Marlin bertemu Dory, ikan pelupa yang sangat optimis.

Film ini sangat cocok untuk anak-anak karena penuh warna, karakter lucu, petualangan bawah laut, dan humor. Namun, di balik itu, Finding Nemo juga punya tema kuat tentang keluarga, rasa takut, kemandirian anak, dan kepercayaan orang tua.

Marlin adalah orang tua yang terlalu protektif karena trauma kehilangan. Nemo adalah anak yang ingin membuktikan dirinya. Hubungan mereka membuat film ini tidak hanya lucu, tetapi juga emosional untuk orang dewasa.

Sebagai film anak-anak, Finding Nemo wajib masuk daftar karena menyenangkan, hangat, dan punya pesan keluarga yang kuat tanpa terasa menggurui.

14. The Incredibles (2004)

film kartun the incredibles - menonton.id (10)

The Incredibles adalah film animasi superhero keluarga dari Pixar. Ceritanya mengikuti keluarga Parr, keluarga superhero yang harus hidup normal setelah aktivitas superhero dilarang, sebelum akhirnya kembali menghadapi ancaman besar.

Film ini menarik karena bekerja di dua level. Untuk anak-anak, ini film superhero seru dengan aksi, kostum, kekuatan super, dan humor. Untuk orang dewasa, film ini membahas keluarga, krisis identitas, pekerjaan, kebosanan hidup domestik, dan rasa ingin kembali merasa berguna. Pixar memang suka menyelipkan terapi dewasa di balik warna cerah.

Sebagai film anak-anak, The Incredibles cocok untuk anak yang suka action dan superhero. Tapi karena beberapa adegannya cukup intens, lebih cocok untuk anak yang sudah agak besar.

Film ini wajib masuk daftar karena menjadi salah satu film keluarga terbaik yang memadukan action, komedi, dan dinamika keluarga dengan sangat rapi.

15. Laskar Pelangi (2008)

film pendidikan laskar pelangi - Menonton.id (9)

Laskar Pelangi adalah film Indonesia yang diadaptasi dari novel Andrea Hirata. Ceritanya mengikuti anak-anak di Belitung yang bersekolah di tengah keterbatasan, bersama guru-guru yang percaya bahwa pendidikan bisa mengubah hidup.

Film ini mungkin bukan “film anak-anak” dalam arti tontonan yang hanya berisi hiburan ringan. Tapi sangat cocok untuk ditonton anak yang sudah agak besar bersama keluarga, karena temanya kuat: pendidikan, mimpi, persahabatan, guru, dan ketimpangan sosial.

Yang membuat Laskar Pelangi penting adalah caranya memperlihatkan anak-anak Indonesia dengan latar daerah, bukan hanya kehidupan kota besar. Film ini membuka ruang untuk cerita anak-anak yang lebih membumi dan dekat dengan realitas lokal.

Sebagai film anak Indonesia, Laskar Pelangi wajib masuk daftar karena punya nilai edukatif dan emosional yang kuat. Ini film yang bisa membuat anak melihat sekolah bukan hanya sebagai tempat PR lahir dan kebahagiaan mati pelan-pelan, tapi juga sebagai ruang harapan.

16. Up (2009)

up

Up adalah film Pixar tentang Carl Fredricksen, pria tua yang menerbangkan rumahnya dengan balon untuk memenuhi impian lama bersama mendiang istrinya. Di tengah perjalanan, ia tidak sengaja membawa Russell, anak pramuka yang ceria dan banyak bicara.

Film ini terkenal karena opening-nya yang sangat emosional. Dalam beberapa menit, Pixar berhasil membuat penonton dewasa menatap layar dengan mata basah. Anak-anak mungkin menikmati rumah terbang dan petualangannya, sementara orang dewasa diam-diam diserang oleh tema kehilangan, cinta, dan hidup yang terus berjalan.

Sebagai film anak-anak, Up bagus karena menggabungkan petualangan, komedi, dan pesan tentang keluarga yang tidak selalu datang dari hubungan darah.

Film ini cocok untuk keluarga yang ingin tontonan lucu sekaligus menyentuh. Tapi siap-siap, beberapa adegan bisa terasa sangat emosional.

17. How to Train Your Dragon (2010)

how to train your dragon - menonton.id (9)

How to Train Your Dragon adalah film animasi tentang Hiccup, anak muda Viking yang berbeda dari lingkungannya, dan Toothless, naga yang awalnya dianggap musuh tetapi kemudian menjadi sahabatnya.

Film ini sangat cocok untuk anak-anak karena punya petualangan, humor, naga, dan hubungan persahabatan yang kuat. Tapi di balik itu, film ini juga membahas keberanian menjadi berbeda, mempertanyakan tradisi, dan melihat “musuh” dari sudut pandang baru.

Hiccup bukan pahlawan kuat secara fisik, tetapi ia pintar, empatik, dan berani mengambil jalan yang berbeda. Itu membuat film ini punya pesan yang bagus untuk anak-anak.

Sebagai film anak-anak, How to Train Your Dragon wajib masuk karena menghibur, emosional, dan punya visual terbang yang sangat menyenangkan.

18. Ratatouille (2007)

ratatouille

Ratatouille adalah film Pixar tentang Remy, tikus yang punya mimpi menjadi chef di Paris. Masalahnya jelas: ia tikus. Dan manusia, dengan standar kebersihan yang cukup masuk akal, biasanya tidak ingin tikus mengatur dapur mereka.

Film ini lucu, indah, dan sangat inspiratif. Pesannya kuat: bakat bisa datang dari mana saja, dan mimpi tidak selalu harus mengikuti ekspektasi orang lain. Remy ingin memasak meski dunia tidak menganggapnya pantas berada di dapur.

Sebagai film anak-anak, Ratatouille bagus karena mengajarkan kreativitas, keberanian mengejar passion, dan pentingnya tidak meremehkan orang hanya dari asal atau bentuknya.

Film ini juga menyenangkan untuk orang dewasa karena punya humor, visual makanan yang menggoda, dan kritik kecil terhadap dunia kritik kuliner. Ya, bahkan film tikus bisa menyentil profesi manusia yang terlalu serius menilai sup.

19. Frozen (2013)

frozen - Menonton.id

Frozen adalah salah satu film animasi Disney paling populer dalam dekade terakhir. Ceritanya mengikuti Elsa dan Anna, dua saudari kerajaan Arendelle, yang hubungannya diuji oleh kekuatan es Elsa dan rasa takut yang menutup dirinya dari dunia.

Film ini sangat disukai anak-anak karena lagu, karakter, humor Olaf, dan visual dunia es yang indah. Namun, kekuatan sebenarnya ada pada hubungan kakak-adik. Cinta dalam film ini tidak hanya romantis, tetapi juga keluarga.

Sebagai film anak-anak, Frozen bagus karena membahas penerimaan diri, rasa takut, dan pentingnya hubungan saudara. Elsa bukan penjahat, melainkan karakter yang takut menyakiti orang lain karena tidak memahami kekuatannya.

Film ini cocok untuk keluarga, terutama anak-anak yang suka musikal dan fantasi. Orang tua mungkin harus siap mendengar lagu-lagunya berkali-kali sampai alam bawah sadar ikut hafal. Itu risiko domestik.

20. Paddington 2 (2017)

paddington 2 - Menonton.id (1)

Paddington 2 adalah salah satu film keluarga modern terbaik. Ceritanya mengikuti Paddington, beruang baik hati yang tinggal bersama keluarga Brown di London, saat ia berusaha membeli hadiah untuk ulang tahun bibinya tetapi justru terlibat dalam kasus pencurian.

Film ini sangat hangat, lucu, dan hampir mustahil dibenci. Paddington adalah karakter yang percaya pada kebaikan, kesopanan, dan marmalade. Di dunia yang sering terlalu sinis, karakter seperti ini terasa seperti gangguan positif yang dibutuhkan manusia.

Sebagai film anak-anak, Paddington 2 cocok karena aman, menyenangkan, penuh warna, dan punya pesan kuat tentang kebaikan kecil. Film ini juga sangat menyenangkan untuk orang dewasa karena humornya rapi dan visualnya kreatif.

Ini salah satu film keluarga yang benar-benar bisa dinikmati lintas usia tanpa membuat orang tua merasa sedang menunaikan kewajiban parenting belaka.

21. Coco (2017)

coco - film anak anak

Coco adalah film Pixar tentang Miguel, anak laki-laki yang ingin menjadi musisi meski keluarganya melarang musik. Ia kemudian masuk ke Land of the Dead dan menemukan rahasia besar tentang keluarganya.

Film ini sangat kuat karena membahas keluarga, ingatan, tradisi, kematian, dan mimpi dengan cara yang indah. Untuk film anak-anak, Coco cukup berani membicarakan kematian, tetapi melakukannya dengan penuh warna, musik, dan kehangatan.

Pesan utamanya sangat menyentuh: seseorang tetap hidup dalam ingatan keluarga. Itu membuat film ini punya lapisan emosional yang kuat untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Sebagai film anak-anak, Coco wajib masuk daftar karena menggabungkan visual indah, lagu yang kuat, cerita keluarga, dan emosi yang tulus. Siapkan tisu, karena Pixar seperti biasa tidak bisa membiarkan keluarga menonton dengan damai.

22. Inside Out (2015)

inside out

Inside Out adalah film Pixar yang membawa penonton masuk ke dalam pikiran Riley, anak perempuan yang sedang menghadapi perubahan besar setelah keluarganya pindah kota. Di dalam pikirannya, emosi seperti Joy, Sadness, Anger, Fear, dan Disgust berusaha mengatur kehidupannya.

Film ini sangat penting untuk anak-anak karena membantu mereka memahami emosi. Anak-anak sering diajari untuk selalu bahagia, padahal sedih juga punya fungsi. Inside Out menjelaskan itu dengan cara yang kreatif dan mudah dipahami.

Untuk orang tua, film ini juga bagus karena membantu memahami bahwa perubahan kecil dalam hidup anak bisa terasa sangat besar dari dalam. Pindah rumah, sekolah baru, kehilangan teman, dan rasa asing bisa memengaruhi dunia emosional anak.

Sebagai film anak-anak, Inside Out wajib masuk daftar karena tidak hanya menghibur, tetapi juga bisa menjadi bahan obrolan keluarga tentang perasaan.

23. Klaus (2019)

film original netflix klaus - Menonton.id (1)

Klaus adalah film animasi Netflix tentang Jesper, tukang pos muda yang dikirim ke kota terpencil dan bertemu Klaus, pria pembuat mainan yang hidup menyendiri. Dari sana, lahir kisah hangat tentang kebaikan, hadiah, dan perubahan komunitas.

Film ini punya visual 2D yang sangat indah dan terasa berbeda dari banyak animasi modern. Ceritanya juga sederhana tapi efektif: satu tindakan baik bisa memicu tindakan baik lainnya.

Sebagai film anak-anak, Klaus cocok untuk tontonan keluarga, terutama saat musim liburan. Film ini punya humor, emosi, dan pesan moral yang jelas tanpa terasa terlalu menggurui.

Film ini juga bagus untuk mengajarkan bahwa kebaikan tidak selalu harus datang dari niat besar. Kadang hal kecil bisa membuat lingkungan berubah. Sebuah konsep asing bagi internet, tapi masih layak diajarkan ke anak-anak.

24. The Mitchells vs. the Machines (2021)

the mitchells vs. the machines - menonton.id (10)

The Mitchells vs. the Machines adalah film animasi keluarga tentang keluarga Mitchell yang harus menyelamatkan dunia dari pemberontakan robot saat perjalanan keluarga mereka berubah total menjadi misi penyelamatan manusia.

Film ini sangat cepat, lucu, dan penuh energi visual modern. Anak-anak bisa menikmati robot, aksi, dan komedinya. Orang dewasa bisa merasakan tema tentang hubungan ayah-anak, teknologi, keluarga yang tidak sempurna, dan sulitnya menerima perubahan.

Sebagai film Netflix anak-anak, film ini cocok untuk keluarga modern karena sangat dekat dengan kehidupan digital. Ada gadget, internet, algoritma, dan teknologi yang terlalu pintar untuk kebaikan manusia. Jadi ya, dokumenter ringan tentang masa depan kita.

Film ini wajib masuk daftar karena berhasil memadukan komedi keluarga, sci-fi, dan pesan emosional dengan cara yang segar.

25. Jumbo (2025)

jumbo - Menonton.id

Jumbo adalah film animasi Indonesia yang menjadi tonggak penting untuk industri film lokal. Ceritanya mengikuti Don, anak yatim piatu yang sering dirundung dan mencoba menemukan keberanian, keluarga, dan penerimaan diri.

Sebagai film anak-anak Indonesia, Jumbo penting bukan hanya karena ceritanya, tetapi juga karena pencapaiannya. Film ini membuktikan bahwa animasi lokal bisa menjadi tontonan keluarga yang besar, emosional, dan diterima luas oleh penonton Indonesia.

Tema film ini sangat cocok untuk anak-anak dan keluarga: bullying, rasa percaya diri, kehilangan, persahabatan, dan pentingnya menemukan suara sendiri. Film ini juga punya nilai besar untuk industri karena menunjukkan bahwa animasi Indonesia tidak harus selalu berada di pinggir percakapan.

Sebagai film anak-anak, Jumbo wajib masuk daftar karena menjadi representasi modern yang kuat dari film keluarga Indonesia. Setelah Petualangan Sherina dan Laskar Pelangi, Jumbo bisa menjadi salah satu film lokal yang dikenang generasi baru sebagai tontonan masa kecil mereka.

Rekomendasi Tambahan Film Anak-Anak Lainnya

Kalau kamu masih ingin mencari film anak-anak lain untuk ditonton bersama keluarga, beberapa judul ini juga layak masuk watchlist:

  • The Princess Bride
  • The Goonies
  • The Iron Giant
  • Monsters, Inc.
  • School of Rock
  • Zathura
  • Akeelah and the Bee
  • WALL-E
  • Fantastic Mr. Fox
  • Tangled
  • Wreck-It Ralph
  • Big Hero 6
  • Song of the Sea
  • Moana
  • Zootopia
  • The Red Turtle
  • Wonder
  • Luca
  • Encanto
  • Turning Red
  • Puss in Boots: The Last Wish
  • The Boy and the Heron
  • Inside Out 2
  • Nussa
  • Keluarga Cemara

Beberapa judul di atas lebih cocok untuk anak yang sudah agak besar, terutama yang punya tema emosional atau adegan lebih intens. Jadi, tetap sesuaikan dengan usia anak, sensitivitas, dan kebiasaan menonton keluarga.

Apa yang Dimaksud Film Anak-Anak?

Film anak-anak adalah film yang dibuat atau cocok ditonton oleh anak-anak, biasanya dengan cerita yang mudah diikuti, karakter yang menarik, visual yang ramah, dan pesan yang positif. Namun, film anak-anak tidak selalu berarti film yang hanya bisa dinikmati anak kecil.

Banyak film anak-anak yang juga kuat untuk orang dewasa, seperti Toy Story, Inside Out, Coco, Paddington 2, dan Jumbo. Film-film ini punya cerita yang sederhana di permukaan, tetapi membahas tema yang lebih besar seperti keluarga, kehilangan, persahabatan, identitas, dan penerimaan diri.

Film anak-anak juga tidak selalu animasi. Petualangan Sherina, Laskar Pelangi, Home Alone, dan Harry Potter and the Sorcerer’s Stone adalah contoh film live-action yang bisa masuk kategori film anak atau film keluarga.

Jadi, film anak-anak yang baik bukan hanya film yang membuat anak diam selama dua jam, meski orang tua tentu menghargai keajaiban langka itu. Film anak-anak yang baik juga bisa membuka obrolan, memberi pengalaman emosional, dan membuat anak belajar melihat dunia dengan cara yang lebih luas.

Kenapa Film Anak-Anak Penting?

Film anak-anak penting karena sering menjadi pengalaman pertama anak mengenal cerita, karakter, emosi, dan imajinasi lewat sinema. Dari film, anak bisa belajar tentang persahabatan, keberanian, empati, keluarga, rasa takut, kehilangan, dan cara menghadapi perubahan.

Film seperti Inside Out membantu anak memahami emosi. Finding Nemo membahas hubungan orang tua dan anak. Coco memperkenalkan tema keluarga dan ingatan. Petualangan Sherina menunjukkan anak yang berani dan aktif. Laskar Pelangi mengajarkan pentingnya pendidikan dan mimpi. Jumbo membahas bullying, rasa percaya diri, dan penerimaan diri.

Selain itu, film anak-anak juga bisa menjadi momen keluarga. Menonton bersama memberi ruang untuk tertawa, menangis, dan membicarakan hal-hal yang mungkin sulit dibahas secara langsung. Kadang anak lebih mudah memahami emosi lewat karakter film daripada lewat ceramah panjang orang dewasa yang merasa sudah bijak. Biasanya belum tentu.

Jenis Film Anak-Anak yang Populer

1. Film animasi anak
Film dengan visual animasi yang biasanya penuh warna dan karakter imajinatif. Contohnya Toy Story, Finding Nemo, Frozen, Inside Out, dan Coco.

2. Film petualangan anak
Film yang mengajak anak mengikuti perjalanan, misi, atau dunia baru. Contohnya Petualangan Sherina, Harry Potter and the Sorcerer’s Stone, dan How to Train Your Dragon.

3. Film keluarga
Film yang bisa dinikmati anak dan orang tua bersama, biasanya membahas hubungan keluarga. Contohnya Paddington 2, Home Alone, Jumbo, dan The Mitchells vs. the Machines.

4. Film musikal anak
Film yang mengandalkan lagu dan musik sebagai bagian penting cerita. Contohnya Beauty and the Beast, Aladdin, Frozen, dan Petualangan Sherina.

5. Film anak Indonesia
Film lokal yang dekat dengan budaya, bahasa, dan pengalaman penonton Indonesia. Contohnya Petualangan Sherina, Laskar Pelangi, Nussa, Keluarga Cemara, dan Jumbo.

Tips Memilih Film Anak-Anak yang Cocok

Saat memilih film anak-anak, jangan hanya melihat apakah filmnya animasi atau tidak. Animasi bukan jaminan semua usia cocok. Beberapa film animasi punya tema berat, adegan intens, atau konflik emosional yang mungkin lebih cocok untuk anak yang lebih besar.

Untuk anak kecil, pilih film yang lebih lembut seperti My Neighbor Totoro, Finding Nemo, Paddington 2, atau Klaus. Untuk anak yang sudah lebih besar, film seperti Harry Potter and the Sorcerer’s Stone, Spirited Away, The Incredibles, Laskar Pelangi, dan Jumbo bisa jadi pilihan.

Kalau ingin film anak Indonesia, mulai dari Petualangan Sherina, Laskar Pelangi, dan Jumbo. Ketiganya punya nilai yang berbeda: petualangan dan musik, pendidikan dan mimpi, serta animasi keluarga modern.

Yang paling penting, tonton bersama kalau memungkinkan. Beberapa film anak-anak bisa membuka obrolan penting tentang takut, sedih, kehilangan, bullying, persahabatan, dan keluarga. Anak-anak tidak selalu butuh penjelasan besar. Kadang mereka hanya butuh ditemani saat cerita membuat mereka merasa sesuatu.

Film anak-anak terbaik bukan hanya film yang lucu atau penuh warna. Film yang baik bisa memberi anak pengalaman menonton yang menyenangkan sekaligus membantu mereka memahami emosi, keluarga, persahabatan, keberanian, dan dunia di sekitarnya.

Dari film klasik seperti The Wizard of Oz dan E.T., animasi besar seperti Toy Story, Finding Nemo, Frozen, Inside Out, dan Coco, sampai film Indonesia seperti Petualangan Sherina, Laskar Pelangi, dan Jumbo, semuanya punya nilai berbeda untuk ditonton bersama keluarga.

Kalau kamu ingin mulai dari yang aman dan mudah dinikmati, pilih Toy Story, Finding Nemo, Paddington 2, Klaus, dan The Mitchells vs. the Machines. Kalau ingin yang lebih emosional, tonton Coco, Inside Out, Up, Laskar Pelangi, dan Jumbo. Kalau ingin film anak Indonesia, Petualangan Sherina tetap wajib, Laskar Pelangi cocok untuk anak yang lebih besar, dan Jumbo menjadi pilihan modern yang sangat relevan.

Pada akhirnya, film anak-anak yang baik bisa menjadi lebih dari hiburan. Ia bisa menjadi kenangan keluarga. Anak mungkin lupa detail plotnya, tapi bisa ingat perasaan hangat saat menontonnya bersama orang tua. Dan di dunia yang semakin sibuk membuat semua orang menatap layar masing-masing, satu layar yang ditonton bersama masih lumayan layak diperjuangkan.

***

Dapatkan informasireview, dan rekomendasi film terbaru hanya di menonton.idIkuti juga kami di media sosial seperti TwitterInstagramFacebookYouTube,TikTok, dan Google News untuk mengetahui berita dan rekomendasi terbaru tentang film.

FAQ

Apa film anak-anak terbaik?

Beberapa film anak-anak terbaik adalah Toy Story, Finding Nemo, The Lion King, Frozen, Inside Out, Coco, Paddington 2, Petualangan Sherina, Laskar Pelangi, dan Jumbo.

Apa film anak Indonesia yang bagus untuk ditonton keluarga?

Film anak Indonesia yang bagus untuk ditonton keluarga antara lain Petualangan Sherina, Laskar Pelangi, Nussa, Keluarga Cemara, Petualangan Sherina 2, dan Jumbo.

Apa film anak-anak yang cocok untuk anak kecil?

Film yang cocok untuk anak kecil antara lain My Neighbor Totoro, Finding Nemo, Paddington 2, Klaus, dan Toy Story. Namun, orang tua tetap perlu menyesuaikan dengan sensitivitas dan usia anak.

Apa film anak-anak yang punya pesan keluarga kuat?

Film anak-anak dengan pesan keluarga kuat antara lain The Lion King, Finding Nemo, Up, Inside Out, Coco, The Mitchells vs. the Machines, dan Jumbo.

Apakah film anak-anak selalu animasi?

Tidak. Film anak-anak bisa berupa animasi, live-action, musikal, petualangan, atau drama keluarga. Contohnya Petualangan Sherina, Laskar Pelangi, Home Alone, dan Harry Potter and the Sorcerer’s Stone.

Review Artemis Fowl, Da 5 Bloods, dan The King of Staten Island

17 Juli 2020 menjadi hari yang ditunggu-tunggu pecinta film karena Tenet direncanakan akan dirilis di bioskop. Tapi, hari ini adalah hari yang juga penting. Karena tiga film yang ditunggu-tunggu dirilis secara streaming. Kini, review Da 5 Bloods, review The King of Staten Island, dan review Artemis Fowl sudah bisa dilihat.

Rilis tiga film besar ini menjadi gambaran bagaimana dunia sinema internasional akan terlihat ke depannya. Dengan merilis langsung ke streaming service atau ke bioskop.

Da 5 Bloods dirilis oleh Netflix, The King of Staten Island dirilis oleh Amazon, sementara Artemis Fowl dirilis oleh Disney+. Dua film yang disebutkan terakhir awalnya akan dirilis ke bioskop. Hanya saja, keadaan menjadikan mereka merilis pertama kali di streaming on demand.

Review Da 5 Blood

Netflix merilis Da 5 Bloods dari sutradara Spike Lee mendapatkan kritik terbaik dari ketiga film yang baru dirilis. Film ini mendapatkan 88% (7.86/10) fresh di situs Rotten Tommatoes dan 81/100 di Metacritic.

Film ini sendiri berkisah tentang sekelompok mantan tentara perang Vietnam berkulit hitam. Mereka kembali ke Vietnam untuk mencari emas tersembunyi dan juga menghadapi ingatan peperangan.

Kritikus film banyak memuji film ini. Mulai dari segi cerita, nilai, hingga semangat ang dibawa oleh Spike Lee. Akting dari para pemainnya jug amendapatkan acungan jempol. Bahkan Delroy Lindo yng berperan sebagai Paul disebut-sebut membawakan performa terbaik sepanjang kariernya.

Hanya saja, ada juga sedikit review negatif untuk Da 5 Blood. Film ini disebut terlalu panjang dengan 156 menit durasi. Padahal akan sedikit lebih enak ditonton jika memiliki durasi yang lebih pendek.

Review The King of Staten Island

Berikutnya adalah film dari Judd Apatow, The King of Staten Island. Film ini mendapatkan rating 75% (7.05/10 di Rotten Tomatoes dan 68/100 di Metacritic.

Review The King of Staten Island sendiri banyak memuji performa dari sang pemeran utama Pete Davidson. Selain itu, kisah dari Apatow juga disebut-sebut sangat menyentuh.

Hanya saja, sama seperti Da 5 Bloods, film ini dikritik akan durasinya. Denan 136 menit, terdapat beberapa adegan yang disebut kritikus terlalu panjang, padahal bisa disederhanakan.

Review Artemis Fowl

Terakhir adalah film fantasi dari Kenneth Branagh, Artemis Fowl. Film yang diadaptasi dari novel karya Eoin Colver ini mendapatkan nilai yang sangat rendah. Hanya 14% (4.01/10) di Rotten Tomatoes dan 32/100 di Metacritic.

Film yang dibintangi oleh Ferdia Shaw, Lara McDonnel, Josh Gad, dan Tamara Smart ini tidak mendapatkan banyak pujian dari kritikus film. Banyak review yang menyebut Artemis Fowl berantakan di berbagai lini. Mulai dari cerita, struktur, editing, sampai adaptasinya yang tidak tergambar dengan baik.

Hal ini disebut bisa membuat para penggemar novelnya marah dan para penonton baru tidak tertarik untuk membaca bukuknya. Sangat disayangkan mengingat film ini direncanakan sebagai salah satu film yang bisa meluncurkan franchise baru dari kisah fantasi ini.

Sumber: Rotten TomatoesMetacritic

***

Lihat beragam review film lainnya hanya di menonton.id.

21 Film Action Terbaik Dekade 2010-an Versi Menonton.id

Film action terbaik memang dicari banyak orang. Karena film action sendiri menawarkan sebuah suguhan yang menarik dan juga menghibur.

Lewat beragam aksi bela diri, kebut-kebutan di jalanan, hingga adegan adu tembak para karakter di dalamnya.

Memacu adrenalin. Inilah yang dicari para penggemar film action. Para penonton ingin merasakan betapa intensnya suatu adegan di dalam film.

Akan sempurna jika ditutup dengan ending yang memuaskan, setelah beberapa waktu ke belakang ketegangan aksinya terbangun.

Singkatnya, ada banyak orang menonton film action terbaik untuk terhibur. Sesederhana itu.

Elemen komedi, ketegangan, ketakutan, dan sensasi lainnya hanyalah sebuah pelengkap yang membuat film sempurna.

Tidak banyak film yang bisa memberikan kelengkapan ini. Seringkali, film terasa jomplang antara suatu elemen dengan elemen lainnya.

Tapi, bagi film action terbaik, semua hal terasa saling melengkapi. Sehingga para penonton terasa puas saat kredit film diputar. Apalagi di dekade 2010-an, teknologi spesial efek semakin keren saja.

Daftar film action terbaik dekade 2010-an

Menonton.id telah merangkum 21 film action terbaik di dekade 2010-an kemarin.

Karena range film action sendiri sangat luas, di dalam daftar ini tidak akan menyertakan film-film superhero (Captain America: Winter Soldier, The Dark Knight Rises, dll) di dalamnya.

Diurutkan berdasarkan tahun tayang.

Ip Man 2 (2010)

ip man 2 - film action terbaik
Sutradara: Wilson Yip Pemain: Donnie Yen, Sammo Hung, Huang Xiaoming, Lynn Hung Durasi: 109 menit Negara: Hong Kong

Seberapa sering kita melihat film biografi yang berupa sekuel? Jawabannya mungkin jarang.

Karena sebuah film biografi yang baik biasanya bisa hanya perlu satu film untuk menceritakan jalan hidup seorang tokoh.

Tapi tidak dengan Ip Man. Walaupun memang dengan jalan cerita yang dilebih-lebihkan (untuk tujuan dramatis), kisah hidup Ip Man pantas untuk selalu diikuti, lebih dari satu film.

Dari waktu ke waktu. Dari era ke era.

Itulah yang ada di Ip Man 2. Film ini memiliki sajian cerita dan juga aksi bela diri kelas tinggi.

Sungguh melihat master bela diri seperti Donnie Yen dan Sammo Hung beradu tinju memberikan kepuasan bagi para pecinta film martial arts.

The Man from Nowhere (2010)

the man from nowhere - film action terbaik
Sutradara: Lee Jeong-beom Pemain: Won Bin, Kim Sae-ron, Kim Hee-won, Kim Sung-oh Durasi: 119 menit Negara: Korea Selatan

Film Korea Selatan populer di lingkaran kita dengan film dramanya.

Padahal, film Korea Selatan terbaik ada di genre action dan thriller-nya. Salah satunya adalah The Man from Nowhere.

Sajian aksi dari opening hingga closing credit sangat memanjakan pecinta film action.

Menegangkan, menghibur, menawan, tapi juga menyenangkan. Tentunya juga mengerikan.

The Yellow Sea (2010)

the yellow sea - film action terbaik
Sutradara: Na Hong-jin Pemain: Ha Jung-woo, Kim Yoon-seok, Jo Sung-ha, Lee Chul-min Durasi: 140 menit Negara: Korea Selatan

Film kedua dari Na Hong-jin ini sangat buas menampilkan aksi. Padahal di film pertamanya The Chaser (2008) ia sudah membuat film yang di atas rata-rata.

Film ini dimulai dengan cerita drama seorang supir taksi yang memiliki banyak hutang.

Suatu hari ia terpaksa menerima sebuah kerja pembunuhan untuk menghapus utangnya.

Sialnya, pekerjaan tersebut tidak berjalan lancar, sehingga menjadikan dirinya dicari oleh para kriminal lain dan juga penegak hukum.

Ini semua disajikan dengan adegan aksi seperti perkelahian brutal hingga kejar-kejaran mobil yang menegangkan.

Fast Five (2011)

fast five - film action terbaik
Sutradara: Justin Lin Pemain: Vin Diesel, Paul Walker, Jordana Brewster, Dwayne Johnson Durasi: 13 menit Negara: Amerika Serikat

Terus terang, franchise Fast and Furious diisi oleh film-film yang berada di bawah rata-rata.

Film no-brainer ini hanya berisi adegan kebut-kebutan standar, dengan mobil keren, dan cewek seksi sebagai pelengkap.

Tapi itu semua berubah di Fast Five. Franchise ini banting setir menjadi film heist, dari sebelumnya film balap.

Dengan cerita yang lebih terbangun, adegan aksi yang keren, dan juga karakter para pemainnya yang sangat pas, pantas jika film ini masuk jadi salah satu film action terbaik di tahun 2010-an.

Hanna (2011)

hanna - film action terbaik
Sutradara: Joe Wright Pemain: Saoirse Ronan, Eric Bana, Tom Hollander, Cate Blanchett Durasi: 111 menit Negara: Jerman, Inggris, Amerika Serikat

Hanna adalah film aksi di mana para pemainnya berakting dengan sangat baik, layaknya film drama.

Menjadikan film action ini lebih terasa menegangkan.

Film ini menjadi sebuah bukti bahwa Saoirse Ronan akan menjadi bintang besar di masa depan.

Jangan lewatkan juga aksi dari Cate Blanchett di film ini yang tentunya sangat keren (like always).

Haywire (2011)

haywire - film action terbaik
Sutradara: Steven Soderbergh Pemain: Gina Carano, Michael Fassbender, Ewan McGregor, Bill Paxton Durasi: 93 menit Negara: Amerika Serikat, Irlandia

Jika ditanya film yang membuka jalan untuk film-film sejenis John Wick (2014) atau Atomic Blonde (2017), maka jawabannya adalah Haywire.

Sutradra brilian Steven Sodebergh membawa mantan pemain MMA Gina Carano untuk berperan dalam film ini.

Dengan kemampuannya yang luar biasa serba bisa, ia berhasil memberikan aksi menawan di dalam filmnya.

Mission: Impossible – Ghost Protocol (2011)

mission impossible - ghost protocol
Sutradara: Brad Bird Pemain: Tom Cruise, Jeremy Renner, Simon Pegg, Paula Patton Durasi: 133 menit Negara: Amerika Serikat

Di film ini kita disajikan betapa menegangkannya saat Ethan Hunt memanjat gedung tertingi di dunia, Burj Khalifa.

Adegan tersebut, tentu saja sangat berbahaya. Tapi, Tom Cruise melakukannya sendiri tanpa menggunakan pemeran pengganti.

Karena Tom Cruise senang melakukan itu semua. Memacu adrenalinnya.

The Raid (2011)

the raid - film action terbaik
Sutradara: Gareth Evans Pemain: Iko Uwais, Joe Taslim, Donny Alamsyah, Yayan Ruhian Durasi: 101 menit Negara: Indonesia

Saat pertama dirilis, film Indonesia ini menghebohkan jagat perfilman dunia. Standar film bela diri baru sudah dibuat. Dan standar tinggi tersebut dibuat oleh The Raid.

Kisahnya memang tidak terlalu kuat. Sesederhana polisi melakukan penggerebekan ke dalam sebuah gedung di mana kriminal berada.

Tapi, di setiap lantainya kita disajikan sebuah adegan aksi silat yang mengagumkan dari Iko Uwais dan kawan-kawan.

Semakin tinggi lantainya, semakin menegangkan pula adegan aksinya.

John Wick (2014)

john wick - film action terbaik
Sutradara: Chad Stahelski Pemain: Keanu Reeves, Michael Nyqvist, Alfie Allen, Adrianne Palicki Durasi: 101 menit Negara: Amerika Serikat

Saat pertama kali berita bahwa akan ada film ini, tidak banyak orang yang berharap banyak.

Film ini hanya sebuah film aksi dari sutradara yang sebelumnya merupakan stunt coordinator dan second unit director.

Juga Keanu Reeves yang ketika itu kariernya sedang meredup.

Tapi setelah dirilis, John Wick menjadi sebuah film action legendaris yang tentu akan diingat banyak orang beberapa dekade ke depan.

Sajian aksi bela diri, mobil yang dipacu dengan kecepatan tinggi, hingga adegan tembak-tembakan yang brutal membuat film ini memuaskan para penikmatnya.

Karier Keanu Reeves kembali bersinar karena film ini. Begitu pula bagi Chad Stahelski. Tidak heran ketika akhirnya film ini melahirkan franchise John Wick; yang dua film lainnya juga ada di dalam daftar ini.

The Raid 2 (2014)

the raid 2 - berandal
Sutradara: Gareth Evans Pemain: Iko Uwais, Arifin Putra, Oka Antara, Tio Pakusadewo Durasi: 150 menit Negara: Indonesia

Kesuksesan The Raid di dalam maupun di kancah perfilman internasional menjadikan banyak fans yang berharap akan sekuelnya.

Dan The Raid 2 datang bukan hanya untuk memuaskan para penggemar, tapi untuk juga ikut masuk ke dalam jajaran film action terbaik di dunia.

Berbeda dengan film pertamanya, The Raid 2 memiliki kisah yang lebih mendalam.

Penonton diajak mendalami setiap karakter penting di dalamnya. Menjadikannya lebih dramatis, walau tetap brutal.

Tokyo Tribe (2014)

tokyo tribe - film action terbaik
Sutradara: Sion Sono Pemain: Ryōhei Suzuki, Riki Takeuchi, Young Dais, Nana Seino Durasi: 116 menit Negara: Jepang

Sebagian film Jepang ini merupakan film komedi, sebagian musikal, tapi keseluruhannya adalah film action.

Sion Sono seakan menumpahkan seluruh kecintaannya akan film di sini. Menjadikan film action ini penuh energi.

Mad Max: Fury Road (2015)

mad max - fury road
Sutradara: George Miller Pemain: Charlize Theron, Tom Hardy, Nicholas Hoult, Hugh Keays-Byrne Durasi: 120 menit Negara: Australia

Daftar ini diurutkan berdasarkan tahun tayang. Tapi jika diurutkan dari yang terbaik, Mad Max: Fury Road adalah yang teratas.

Lewat film ini George Miller membuktikan bahwa sebuah film action yang baik membutuhkan imajinasi, ambisi, dan konsep yang matang dengan cerita yang mendalam.

Adegan demi adegan diperhitungkan matang sehingga tidak hanya menampilkan adegan aksi yang menghibur, tapi juga perlu untuk membangun jalan cerita.

Film ini pantas masuk ke dalam jajaran film action terbaik sepanjang masa. Bukan hanya dekade ini saja.

Mission: Impossible – Rogue Nation (2015)

mission impossible - rogue nation
Sutradara: Christopher McQuarrie Pemain: Tom Cruise, Jeremy Renner, Simon Pegg, Rebecca Ferguson Durasi: 131 menit Negara: Amerika Serikat

Bisa dibilang sebagai film franchise Mission: Impossible terbaik, di sini kita bisa melihat aksi gila Tom Cruise, yang lagi-lagi tidak menggunakan pemeran pengganti, untuk bergelantungan di pesawat kargo yang tinggal landas.

Film ini juga menjadi film pertama dari sutradara Christopher McQuarrie di franchise ini.

Kedatangannya membuat Mission: Impossible menjadi lebih penuh aksi, dedikasi, dan adegan gila di dalamnya.

Kill Zone 2 (2015)

kill zone 2 - film action terbaik
Sutradara: Cheang Pou-soi Pemain: Tony Jaa, Wu Jing, Simon Yam, Zhang Jin Durasi: 120 menit Negara: Hong Kong, China

Nama-nama seperti Tony Jaa, Wu Jing, dan Zhang Jin sudah bisa memberikan jaminan mutu film action.

Dibintangi ketiganya, Kill Zone 2 memberikan adegan bela diri yang sangat seru dan intens.

Membuat para penontonnya ternganga ketika menontonnya.

Ditambah lagi ketiganya juga memberikan gaya bela diri yang berbeda di setiap adegannya. Luar biasa menghibur.

Don’t miss the prison fight one.

Spy (2015)

spy - film action terbaik
Sutradara: Paul Feig Pemain: Melissa McCarthy, Jason Statham, Rose Byrne, Miranda Hart Durasi: 120 menit Negara: Amerika Serikat

Mungkin ada banyak orang yang mengerenyitkan dahi dan berpikir, “ngapain nih film komedi ada di daftar ini?well, jawabannya, karena memang film ini pantas masuk di dalamnya.

Akting dari Melissa McCarthy, Jason Statham, dan Rose Byrne ditambah dengan arahan sutradara Paul Feig, film ini sukses menhibur para penontonnya.

Bukan hanya dengan komedi yang juga sangat fresh dan memancing tawa, tapi juga adegan aksinya yang tidak kalah dengan beragam adegan lain film yang ada di daftar ini.

Secara keseluruhan, film ini sangat pantas masuk ke dalam daftar film action terbaik dekade 2010-an.

Sama pantasnya bagi film ini untuk masuk dalam daftar film komedi terbaik dekade 2010-an, jika ada.

Blade of the Immortal (2017)

blade of immortal - film action terbaik
Sutradara: Takashi Miike Pemain: Takuya Kimura, Hana Sugisaki, Sota Fukushi, Hayato Ichihara Durasi: 141 menit Negara: Jepang, Inggris

Takashi Miike menciptakan sebuah film action yang menarik. Diadaptasi dari sebuah manga, film ini berisikan humor dan juga adegan aksi yang cepat.

Semua seakan sangat sempurna, mengingat Takashi Miike sendiri sudah berpengalaman dengan menyutradarai hampir 90 film.

Mulai dari musikal bahkan hingga horor. Tapi film action penuh dengan adegan laga, ini adalah keahlian utamanya.

Baby Driver (2017)

baby driver - film action terbaik
Sutradara: Edgar Wright Pemain: Ansel Elgort, Kevin Spacey, Lily James, Jon Hamm Durasi: 113 menit Negara: Amerika Serikat, Inggris

Dikembangkan selama lebih dari 20 tahun, film heist ini sudah menjadi sebuah project impian Edgar Wright sejak memulai karier di perfilman.

Tidak heran ketika akhirnya film ini menjadi salah satu film terbaik.

Karakternya yang unik dan dicintai penonton, adegan aksinya yang menegangkan, hingga adegan kejar-kejaran mobil yang indah membuat banyak orang menyukai film ini.

John Wick: Chapter 2 (2017)

john wick chapter 2
Sutradara: Chad Stahelski Pemain: Keanu Reeves, Common, Laurence Fishburne, Riccardo Scamarcio Durasi: 122 menit Negara: Amerika Serikat

Film pertama sukses membangun sebuah dunia kriminal yang sangat kejam. Di film keduanya, dunia tersebut semakin terbuka lagi.

Sajian cerita yang ditampilkan film ini lebih baik dari pada film sebelumnya.

Padahal, film pertamanya sendiri sudah masuk ke dalam daftar film action terbaik.

Di sini kita juga ditunjukkan bagaimana John Wick tidak hanya mematikan dengan senjata api.

Ia tetap mematikan bahkan hanya dengan sebuah pensil.

Mission: Impossible – Fallout (2018)

mission impossible - fallout
Sutradara: Christopher McQuarrie Pemain: Tom Cruise, Henry Cavill, Ving Rhames, Simon Pegg Durasi: 147 menit Negara: Amerika Serikat

Loncat dari gedung, kebut-kebutan dengan motor di tengah kota, sampai coba memanjat helikopter, semua adegan ini dilakukan oleh Tom Cruise sendiri.

Ya, sang pemeran utama tampak senang melakuan adegan berbahaya; dan semakin berbahaya seiring waktu.

Franchise film ini memang selalu memberikan adegan aksi yang luar biasa.

Tidak heran jika tidak hanya satu film, tapi tiga, yang bisa masuk ke dalam daftar film action terbaik di dekade 2010-an ini.

The Night Comes for Us (2018)

the-night-comes-for-us-menonton.id
Sutradara: Timo Tjahjanto Pemain: Joe Taslim, Iko Uwais, Julie Estelle, Sunny Pang Durasi: 121 menit Negara: Indonesia

Para pemain The Raid berkumpul di film ini dan kembali membuat film action kelas dunia. Tapi kali ini, mereka diarahkan oleh Timo Tjahjanto.

Film ini memiliki cerita yang jauh berbeda dari The Raid.

The Night Comes for Us mengangkat cerita yang lebih mendalam, tapi dengan sajian aksi yang sama brutal dan kejamnya.

John Wick: Chapter 3 – Parabellum (2019)

john wick 3 - parabellum
Sutradara: Chad Stahelski Pemain: Keanu Reeves, Halle Berry, Laurence Fisburne, Mark Dacascos Durasi: 131 menit Negara: Amerika Serikat

John Wick masih tetap tidak takut akan apapun di film ketiganya. Ia masih terus berjuang untuk pensiun, setelah terpaksa kembali ke pekerjaan sebelumnya di film pertama.

Di sini, kita juga semakin tahu bahwa John Wick tidak membutuhkan senjata apapun.

Jika perlu, dirinya sendiri saja bisa menjadi senjata. Duduk santai sambil menikmati aksi Keanu Reeves menaklukkan satu persatu musuhnya.

Menggunakan senjata apapun, di film sebelumnya pensil, kali ini sebuah buku.

***

Rekomendasi, trailer, dan review film lainnya juga bisa dilihat di menonton.id ya! Jangan lupa untuk follow Twitter, Instagram, dan Facebook untuk informasi terbaru seputar dunia entertainment.

15 Film Black Lives Matter: Penting untuk Gerakan Aktivisme

Black Lives Matter. Bagi kita, orang Indonesia, hal yang paling bisa kita lakukan untuk mendukung gerakan ini adalah dengan mempelajari gerakan anti-rasisme di Amerika Serikat lewati film Black Lives Matter yang direkomendasikan aktivis. Kemudian berempati dengan apa yang terjadi.

Kasus pembunuhan George Floyd oleh kepolisian Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat memicu kembalinya gerakan masyarakat. Tidak hanya di Amerika Serikat, tapi juga di dunia.

Kita yang berada di Indonesia mungkin tidak mengetahui akan apa yang dirasakan oleh People of Color di Amerika Serikat. Tapi paling tidak, kita bisa mendukung pergerakan mereka yang menuntut kesetaraan dan keadilan.

Di era modern seperti sekarang, sepertinya garis-garis pembatas antarmanusia sudah tidak boleh menjadi hal yang saling membedakan hak. Tidak ada ras, warna kulit, bahasa, jenis kelamin, agama, kepercayaan, orientasi seksual, bahkan usia di mana yang satu lebih superior dibandingkan lainnya. Seluruh manusia terlahir sama, dan pantas untuk mendapatkan hak juga kesempatan yang sama.

Lantang berteriak #BlackLivesMatter di jalanan maupun di media sosial dan Internet bukan berarti mengesampingkan warna kulit lainnya. Ini adalah sebuah perlawanan dari opresi dan diskriminasi selama ratusan tahun di Amerika Serikat. Dan semangat ini, juga mewakili banyak minoritas dan ras lainnya. Apapun warna kulitnya. Apapun bahasanya. Apapun rasnya.

Diskriminasi juga terjadi di Indonesia. Minoritas banyak tersingkirkan oleh mayoritas. Hak masyarakat tidak sama untuk semua. Hak akan hukum, ekonomi, politik, hingga agama seringkali tidak ditegakkan dengan adil. Seakan suatu kelompok memiliki hak istimewa di atas kelompok lainnya.

Mendengarkan semangat Black Lives Matter lewat film

Ada banyak film bertema rasial yang bisa ditonton. Terutama jika kita memang ingin mempelajari sejarah dan juga diskriminasi yang terjadi di Amerika Serikat.

Hanya saja tidak sedikit juga film-film yang membahas isu rasialisme dengan cerita white savior. Di mana di dalamnya terdapat seorang karakter kulit putih yang ‘menyelamatkan’ people of color.

Hal ini sama sekali tidak membantu membasmi masalah rasialisme di dunia nyata; walaupun film-film white savior ini sering diangkat dari kisah nyata. Justru sebaliknya, film-film seperti ini bisa membuat rasialisme tetap tertanam di dalam benak penonton; dengan meyakini bahwa hanya orang kulit putih yang bisa menyelamatkan people of color.

Film-film ini juga seringkali membuat asumsi yang salah tentang hal sedang terjadi di dunia. Film bertema rasial dengan karakter white savior di dalamnya banyak yang tidak akurat secara sejarah. Selain juga memberikan kesan bahwa kini dunia sudah tidak rasis; padahal kenyataannya, kasus seperti yang dialami George Floyd masih bisa terjadi.

Itulah kenapa film-film ini bisa menyesatkan (misleading) dalam pergerakan seperti Black Lives Matter.

Mempelajari, mengenal, dan merasakan rasialisme tidak bisa dilakukan dengan menonton film-film white savior. Mississippi Burning (1988), Glory (1989), Freedom Writers (2007), The Blind Side (2009), The Help (2011), 12 Years a Slave (2013), Hidden Figures (2016), atau bahkan Green Book (2018) yang memenangkan Piala Oscar 2019, adalah beberapa judul dari banyak film yang merupakan film white savior.

Tidak ada yang meragukan kualitas teknis film-film tersebut. Hanya saja tidaklah tepat untuk mempelajari isu rasial lewat film-film tadi.

Sejatinya, film-film tentang minoritas, tentang pergerakan kesetaraan dan keadilan harusnya diambil dari kacamata pelaku. Bukan karakter kulit putih. Apalagi jika peran mereka seakan menjadi penyelamat, padahal di dunia nyata mereka lebih sering menjadi masalah.

Untuk itu, menonton.id mencoba merangkum daftar beberapa film yang direkomendasikan oleh banyak aktivis afrika-amerika. Film-film ini disebut menangkap isu rasial di Amerika Serikat dengan sangat baik; dari kacamata para pelaku dan korban, bukan dari para white saviour.

Daftar TV Show dan film Black Lives Matter yang perlu ditonton

Berikut adalah daftarnya film dan TV show untuk mempelajari pergerakan Black Lives Matter.

Do the Right Thing (1989)

do the right thing - film black lives matter
Sutradara: Spike Lee Pemain: Spike Lee, Danny Aiello, Giancarlo Esposito, Bill Nunn Format: Film Durasi: 120 menit

Spoiler alert:

Film tentang rasisme ini memiliki ending yang hampir serupa apa dengan yang terjadi pada George Floyd. Seorang warga kulit hitam mati ditangan seorang polisi karena dicekik. Hal tersebut kemudian memicu kemarahan banyak warga lain, yang meminta keadilan.

Tidak heran jika banyak aktivis yang menyarankan masyarakat menonton film ini untuk mengetahui lebih lanjut soal gerakan Black Lives Matter.

“Let me tell you the story of Right Hand, Left Hand. It’s a tale of good and evil. Hate: it was with this hand that Cain iced his brother. Love: these five fingers, they go straight to the soul of man. The right hand: the hand of love. The story of life is this: static. One hand is always fighting the other hand, and the left hand is kicking much ass. I mean, it looks like the right hand, Love, is finished. But hold on, stop the presses, the right hand is coming back. Yeah, he got the left hand on the ropes, now, that’s right. Ooh, it’s a devastating right and Hate is hurt, he’s down. Left-Hand Hate KOed by Love.”

Radio Raheem

Malcolm X (1992)

malcolm x - film black lives matter
Sutradara: Spike Lee Pemain: Denzel Washington, Angela Bassett, Albert Hall, Delroy Lindo Format: Film Durasi: 201 menit

Film ini bercerita tentang biografi dari Malcolm X. Seorang pemimpin Black Nationalist.

Di masa mudanya, ia adalah seorang gangster yang akhirnya bertobat menjadi petinggi Nation of Islam di Amerika Serikat, dan mulai memimpin pergerakan perlawanan diskriminasi terhadap masyarakat kulit hitam.

“Brothers and sisters, I am here to tell you that I charge the white man. I charge the white man with being the greatest murderer on earth. I charge the white man with being the greatest kidnapper on earth. There is no place in this world that this man can go and say he created peace and harmony. Everywhere he’s gone, he’s created havoc.

Everywhere he’s gone, he’s created destruction. So I charge him. I charge him with being the greatest kidnapper on this earth! I charge him with being the greatest murderer on this earth! I charge him with being the greatest robber and enslaver on this earth! I charge the white man with being the greatest swine-eater on this earth.

The greatest drunkard on this earth! He can’t deny the charges! You can’t deny the charges! We’re the living proof *of* those charges! You and I are the proof. You’re not an American, you are the victim of America.

You didn’t have a choice coming over here. He didn’t say, “Black man, black woman, come on over and help me build America”. He said, “Nigger, get down in the bottom of that boat and I’m taking you over there to help me build America”.

Being born here does not make you an American. I am not an American, you are not an American. You are one of the 22 million black people who are the *victims* of America.

You and I, we’ve never see any democracy. We didn’t see any… democracy on the-the cotton fields of Georgia, wasn’t no democracy down there. We didn’t see any democracy. We didn’t see any democracy on the streets of Harlem or on the streets of Brooklyn or on the streets of Detroit or Chicago.

Ain’t no democracy down there. No, we’ve never seem democracy! All we’ve seen is hypocrisy! We don’t see any American Dream. We’ve experienced only the American Nightmare!”

Malcolm X

Fruitvale Station (2013)

fruitvale station - film black lives matter
Sutrada: Ryan Coogler Pemain: Michael B. Jordan, Melonie Diaz, Kevin Durand, Chad Michael Murray Format: Film Durasi: 85 menit

Film tentang rasisme ini berkisah tentang hari terkhir Oscar Grant III. Ayah berusia 22 tahun ini menjadi korban kebrutalan polisi saat ia harus mati ditembak oleh polisi di Fruitvale Station saat akan pulang ke rumahnya.

Sebuah film yang menggambarkan salah satu pesan utama Black Lives Matter.

“You shot me. I got a daughter…”

Oscar Grant

Dear White People (2014)

dear white people
Sutradara: Justin Simien Pemain: Tessa Thompson, Tyler James, Williams, Teyonah Parris, Brandon P. Bell Format: Film Durasi: 108 menit Platform: Netflix

Film ini berfokus pada bagaimana nyatanya ketegangan rasial di sebuah kampus ternama. Dengan mengambil banyak sudut pandang dari para karakter mahasiswa kulit hitam.

“Black people can’t be racist. Prejudice, yes, but not racist. Racism describes a system of disadvantage based on race. Black people can’t be racist since we don’t stand to benefit from such a system.”

Sam White

13th (2016)

13th - film black lives matter
Sutradara: Ava DuVernay Penulis: Ava DuVernay, Spencer Averick Sinematografi: Hans Charles, Kira Kelly Format: Dokumenter Durasi: 100 menit Platform: Netflix

Film dokumenter ini menyajikan bagaimana isu rasial di Amerika Serikat sudah sangat mengakar, bahkan pada produk-produk hukumnya yang mendiskriminasi warga kulit hitam. Mulai dari perbudakan hingga segregasi sosial.

“The Bureau of Justice reported that one in three young black males is expected to go to jail or prison during his lifetime, which is an unbelievably shocking statistic.”

Bryan Stevenson

Moonlight (2016)

moonlight - film black lives matter
Sutradara: Barry Jenkins Pemain: Trevante Rhodes, André Holland, Janelle Monáe, Mahershala Ali Format: Film Durasi: 111 menit

Film ini memiliki peranan penting dalam menceritakan bagaimana seseorang tumbuh menjadi bagian dari komunitas LGBTQ kulit hitam. Tidak heran ketika film ini kemudian memenangkan Best Picture Piala Oscar 2017.

“Let me tell you something, man. There are black people everywhere. You remember that, okay? No place you can go in the world ain’t got no black people, we was the first on this planet.”

Juan

The Death and Life of Marsha P. Johnson (2017)

The Death and Life of Marsha P. Johnson
Sutradara: David France Penulis: David France, Mark Blane Sinematografi: Tom Bergmann, Adam Uhl Format: Dokumenter Durasi: 105 menit Platform: Netflix

Dokumenter ini mengikuti kisah Marsha P. John. Seorang aktivis gay semasa hidupnya di tahun 1960-an hingga 1990-an. Di dalamnya juga diceritakan tentang investigasi kematian Johnson yang mencurigakan.

“Really, everybody goes sooner or later. Tomorrow’s not promised to anyone. I learned that in church when I was five years old. And I’ve never forgotten it. So, uh, every day counts.”

Marsha P. Johnson

I Am Not Your Negro (2017)

i am not your negro - film black lives matter
Sutradara: Raoul Peck Penulis: James Baldwin, Raoul Peck Narrator: Samuel L. Jackson Format: Dokumenter Durasi: 95 menit

Dokumenter ini dinominasikan sebagai Best Documentary Feature di ajang Piala Oscar 2017, dan memenangkan Best Documentary BAFTA di tahun yang sama.

Film ini berisikan sejarah rasisme di Amerika Serikat melalui sudut pandang James Baldwin ketika ia mengingat aktivitas lain seperti Medgar Evers, Malcolm X, dan Martin Luther King Jr..

“All of the Western nations have been caught in a lie, the lie of their pretended humanism. This means that their history has no moral justification, and that the West has no moral authority. “Vile as I am,” states one of the characters in Dostoevsky’s The Idiot, “I don’t believe in the wagons that bring bread to humanity. For the wagons that bring bread to humanity, may coldly exclude a considerable part of humanity from enjoying what is brought.”

James Baldwin

LA 92 (2017)

la 92 - film black lives matter
Sutradara: Daniel Lindsay, T. J. Martin Editor: Daniel Lindsay, T. J. Martin Format: Dokumenter Durasi: 114 menit Platform: National Geographic, YouTube

Film ini berisikan rekaman-rekaman arsip dari kerusuhan yang terjadi di Los Angeles tahun 1992.

Kerusuhan ini dipicu dari putusan pengadilan yang membebaskan para polisi yang dengan brutal menyiksa Rodney King, seorang warga kulit hitam.

Padahal, terdapat video yang jelas-jelas menangkap kebrutalan para polisi tersebut.

“Mr. President, all of us I think have been stunned by what has happened. And I can’t imagine that the chief or anybody else in the city would condone the kind of conversation that took place-both electronically and by voice- in that Foothill division that night. Blacks are not animals. They’re not lizards. They’re not apes. They’re not gorillas anymore than any of us are. They’re human beings. The first way to open the door to brutalizing people in any place is to cheapen their worth as human beings. And when I read the transcripts of the conversation, I was appalled. But the ability to freely converse in racist terminology suggests a level of tolerance for that kind of discussion that- that is unacceptable by any standard of decency.”

Zev Yaroslavsky, Los Angeles City Council member

Mudbound (2017)

mudbound - film black lives matter
Sutradara: Dee Rees Pemain: Mary J. Blige, Carey Mulligan, Jason Clarke, Jason Mitchell Format: Film Durasi: 134 menit Platform: Netflix

Bercerita tentang bagaimana veteran Perang Dunia II harus kembali ke Mississippi, Amerika Serikat dan berhadapan dengan rasisme.

Film ini mendapatkan banyak pujian dari kritikus film, terutama dari penampilan Mary J. Blige.

“What good is a deed? My grandfathers and great uncles, grandmothers and great aunts, father and mother, broke, tilled, thawed, planted, plucked, raised, burned, broke again. Worked this land all they life, this land that never would be theirs. They worked until they sweated. They sweated until they bled. They bled until they died. Died with the dirt of this same 200 acres under their fingernails. Died clawing at the hard, brown back that would never be theirs. All their deeds undone. Yet this man, this place, this law… say you need a deed. Not deeds.”

Hap Jackson

The Hate U Give (2018)

the hate u give - film black lives matter
Sutradara: George Tillman Jr. Pemain: Amandla Stenberg, Regina Hall, Russell Hornsby, K. J. Apa Format: Film Durasi: 133 menit 

Film ini berkisah tentang bagaimana seorang anak muda harus menghadapi dunianya setelah menyaksikan sebuah penembakan oleh polisi.

Korban penembakat itu adalah teman baiknya dari kecil. Ia pun harus menghadapi tekanan dari beragam pihak.

“How many more of us do you have to kill before you get it?”

Starr Carter to cops

If Beale Street Could Talk (2018)

if beale street could talk - film black lives matter
Sutradara: Barry Jenkins Pemain: KiKi Layne, Stephan James, Regina King, Teyonah Parrish Format: Film Durasi: 117 menit Platform: Netflix

Film ini bercerita tentang perjuangan seorang perempuan ketika ia harus membuktikan bahwa teman yang juga kekasihnya tidak bersalah atas tindakan kriminal.

Semua ini ia lakukan ketika sedang mengandung anak dari kekasihnya tersebut.

“Maybe I’d feel different if I had done something and got caught, but I ain’t do nothing. They was playin’ with me because they knew they could. And look, I’m lucky that I only got two years because… when you in there they can do with you whatever they want. You hear me? What… ever… they want.”

Daniel Carty

King in the Wilderness (2018)

king in the wilderness - film black lives matter
Sutradara: Peter Kunhardt Sinematografi: Clair Popkin Editor: Steven J. Golliday, Maya Mumma Format: Dokumenter Durasi: 111 menit Platform: HBO

Film ini mengangkat bagaimana perjuangan pergerakan kesetaraaan yang dilakukan oleh Martin Luther King Jr..

Lewat video, wawancara, foto, dan beragam dokumentasi tentangnya; hingga akhirn hidupnya ketika ia tewas ditembak.

“Dr. King looked me straight in the eye and said, ‘If we can’t drive, we run… you can’t run, you walk… can’t walk, you crawl.. but keep moving forward.”

Just Mercy (2019)

just mercy
Sutradara: Destin Daniel Cretton Pemain: Michael B. Jordan, Jamie Foxx, Brie Larson, Rob Morgan Format: Film Durasi: 137 menit

Film courtroom drama ini menuturkan kisah dari Bryan Stevenson, seorang pengacara berkulit hitam yang berusaha menegakkan keadilan.

Ia mencoba membuktikan bahwa seorang terdakwa hukuman mati berkulit hitam tidak bersalah seperti yang dituduhkan.

Salah mendakwa hanya karena alasan ras dan warna kulit adalah sebuah hal yang coba dilawan oleh pergerakan Black Lives Matter dan film ini.

“Through this work, I’ve learned that each of us is more than the worst thing that we’ve ever done; that the opposite of poverty isn’t wealth, the opposite of poverty is justice; that the character of our nation isn’t reflected on how we treat the rich and the privileged, but how we treat the poor, the disfavored, and condemned.”

Bryan Stevenson

When They See Us (2019)

when they see us - film black lives matter
Sutradara: Ava DuVernay Pemain: Asante Blackk, Jharrel Jerome, Caleel Harris, Ethan Herisse, Marquis Rodriguez Format: Miniseries Durasi: 64 - 88 menit Platform: Netflix

Film dan TV show Black Lives Matter diceritakan dengan nyata lewat miniseries When They See Us.

Gambaran rasialisme kepolisian Amerika Serikat terlihat jelas ketika mereka menahan lima pemuda dengan tuduhan tidak berdasar.

Mereka dijebak dan dipaksa mengaku akan tindakan kriminal yang tidak mereka lakukan; mengakibatkan kelima anak tersebut harus menjalani hukuman belasan tahun penjara.

“They said if I was there and if I went along with it, that I could go home. And that’s all I wanted. That’s all I wanted, was to go home. That’s all I still want.”

Korey Wise

***

Jangan lupa untuk terus menjelajahi dunia hiburan di menonton.id, di mana kamu bisa menemukan artikel-artikel menarik tentang film, serial TV, dan berita hiburan lainnya. Ikuti juga kami di media sosial seperti TwitterInstagramFacebook, YouTube,TikTok, dan Google News untuk mengetahui berita dan rekomendasi terbaru tentang film.

13 Adegan Meja Makan Terbaik Dalam Film

Makanan seringkali menambah nilai produksi dari sebuah film. Bahkan, adegan makan dan minum tidak jarang menjadi bahan utama ceritanya.

Adegan makan dan minum dalam film seringkali juga disajikan dalam sebuah media makan bersama. Meja makan menjadi tempat utamanya. Dari sana, kita bisa melihat bagaimana interaksi karakter satu sama lain, ketika menyantap makanan, menggambarkan karakter mereka masing-masing.

Berikut adalah 13 adegan makan dan minum film terbaik yang melengkapi kemampuan akting para aktor dan aktrisnya.

Groundhog Day (1993)

Sutradara: Harold Ramis Pemain: Bill Murray, Andie MacDowell, Chris Elliot, Stephen Tobolowsky Durasi: 101 menit

Adegan legendaris Bill Murray meminum kopi panas langsung dari tekonya dan sepotong kue utuh memperkuat karakternya sebagai Phil, pewarta cuaca yang egosentris dan memikirkan dirinya sendiri.

When Harry Met Sally… (1989)

Sutradara: Rob Reiner Pemain: Billy Crystal, Meg Ryan, Carrie Fisher, Bruno Kirby Durasi: 96 menit

Faking orgasm in a restaurant full of people. Meg Ryan dan Billy Crystal memamerkan kemampuan akting komedi mereka dalam film ini. Ya, salah satunya dengan berakting orgasme di tengah restoran! Adegan ini mungkin adalah salah satu adegan paling ikonik sepanjang masa dalam film komedi romantis.

Indiana Jones and the Temple of Doom (1984)

Sutradara: Steven Spielberg Pemain: Harrison Ford, Kate Capshaw, Amrish Puri, Roshan Seth Durasi: 118 menit

Ada banyak menu yang tidak mungkin mudah dilupakan di dalam adegan ini. Mulai dari ular, sup mata, sampai es otak kera. Adegan ini bukan untuk semua orang. Jelas. Beberapa karakter ada yang menikmati tapi ada juga yang ketakutan di meja makan. Ikonik dan tentu saja tidak bisa dilewatkan dari daftar ini.

Aliens (1986)

Sutradara: James Cameron Pemain: Sigourney Weaver, Michael Biehn, Paul Reiser, Lance Henriksen Durasi: 137 menit

Imej Sigourney Weaver dengan film Aliens tidak akan pernah terpisahkan. Adegan meja makan ini sangat kompleks dan berlapis karena tidak hanya membahas tentang makanan roti jagung luar angkasa yang seadanya, tapi terdapat adegan Stab Finger Game yang mendebarkan.

Bad Boys (1995)

Sutradara: Michael Bay Pemain: Will Smith, Martin Lawrence, Téa Leoni, Joe Pantaliano Durasi: 119 menit

Martin Lawrence menikmati roti isinya dan berubah pikiran untuk memakan acara mentimun secara sarkastis setelah mendengar “ceramah” dari Téa Leoni adalah salah satu adegan komedi terbaik sepanjang masa.

The Martian (2015)

Sutradara: Ridley Scott Pemain: Matt Damon, Jessica Chastain, Jeff Daniels, Kristen Wiig Durasi: 141 menit

Matt Damon menakar sisa jatah makanannya dan kehabisan saus di Mars adalah sebuah manifestasi keterbatasan dalam karantina. Dan kita semacam bisa merasakannya akhir-akhir ini di masa pandemik.

Eat Pray Love (2010)

Sutradara: Ryan Murphy Pemain: Julia Roberts, James Franco, Richard Jenkins, Viola Davis Durasi: 133 menit

Adegan Julia Roberts menyantap spaghetti diiringi Zauberflöte – Arie der Königin der Nacht karya Mozart adalah sebuah hal yang langka terjadi di dunia. Melihat Julia Roberts menyantap Mie Ayam, rasanya akan sama memuaskannya.

City of Angels (1998)

Sutradara: Brad Silberling Pemain: Nicholas Cage, Meg Ryan, Dennis Franz, Andre Braugher Durasi: 114 menit

Siapa yang tidak tahu lagu Iris oleh Goo Goo Dolls? Yep, itu merupakan soundtrack dari film City of Angel yang dibintangi oleh Nicolas Cage. Adegan di atas adalah ketika Dennis Franz menyantap makan malamnya dengan lahap sambil menjelaskan filosofi dunia malaikat dan manusia kepada Nicolas Cage.

Fury (2014)

Sutradara: David Ayer Pemain: Brad Pitt, Logan Lerman, Shia LaBeouf, Michael Peña Durasi: 135 menit

I’m enjoying my meals, boys. Brad Pitt menunjukkan otoritas dan rasa hormatnya kepada para wanita Jerman yang telah membuatkan pasukannya makan siang setelah pertempuran. Salah satu adegan meja makan paling menegangkan di dalam sejarah film.

American Gangster (2007)

Sutradara: Ridley Scott Pemain: Denzel Washington, Russell Crowe, Chiwetel Ejiofor, Cuba Gooding Jr. Durasi: 158 menit

Adegan Idris Elba mencoba merekrut Denzel Washington untuk berbisnis dengannya ketika Denzel sedang sarapan adalah sebuah kombinasi yang gila. Dan ketika Denzel tersenyum mengucapkan “My man..” di akhir, kita tahu siapa yang memenangkan adegan itu.

Thor (2011)

Sutradara: Kenneth Branagh Pemain: Chris Hemsworth, Natalie Portman, Tom Hiddleston, Idris Elba Durasi: 114 menit

Tidak heran jika penonton ikut lapar ketika melihat Chris Hemsworth menikmati makanan dan minumannya. Kelihatannya, bisnis cangkir sangat menjanjikan di Asgard.

The Breakfast Club (1985)

Sutradara: John Hughes Pemain: Emilio Estevez, Paul Gleason, Molly Ringwald, Anthony Michael Hall Durasi: 97 menit

Rasanya, adegan melibatkan makanan terbaik sudah semestinya jatuh pada film The Breakfast Club. Lengkap. Script yang brilian. Bakat acting dan kebebasan berekspresi dengan makanan yang luar biasa.

Matilda (1996)

Sutradara: Danny DeVito Pemain: Danny DeVito, Mara Wilson, Rhea Perlman, Embeth Davidtz Durasi: 98 menit

Sebuah klasik. Matilda kecil memasak sarapannya ketika ditinggal di rumah sendiri, minum susu sambil membaca majalah. It never gets old.

25 Film Jepang Terbaik Sepanjang Masa yang Wajib Ditonton Pecinta Film

Jepang adalah salah satu negara dengan tradisi perfilman paling kuat di Asia, bahkan dunia. Sejarah film Jepang sudah berkembang sejak era awal sinema modern dan menghasilkan banyak sutradara besar yang pengaruhnya terasa sampai sekarang.

Nama-nama seperti Akira Kurosawa, Yasujirō Ozu, Kenji Mizoguchi, Masaki Kobayashi, Hayao Miyazaki, Hirokazu Kore-eda, Kiyoshi Kurosawa, Satoshi Kon, Ryusuke Hamaguchi, hingga Takashi Yamazaki menunjukkan betapa luasnya sinema Jepang. Mereka tidak hanya membuat film bagus, tetapi juga membentuk cara banyak orang melihat film sebagai seni, hiburan, kritik sosial, dan pengalaman emosional.

Yang menarik, film Jepang tidak hanya kuat di satu genre. Ada film samurai yang memengaruhi western dan action modern. Ada drama keluarga yang tenang tapi menghantam. Ada horor yang membentuk ulang genre J-horror. Ada anime yang membuat animasi Jepang dihormati secara global. Ada thriller psikologis yang membuat penonton curiga pada realitas sendiri. Ada kaiju yang lahir dari trauma pascaperang lalu berubah menjadi ikon pop culture dunia.

Dengan kata lain, sinema Jepang terlalu kaya untuk dirangkum dalam satu jenis tontonan. Kalau kamu hanya mengenal Jepang dari anime populer atau film Godzilla versi Hollywood, kamu baru menyentuh permukaannya. Tenang, tidak apa-apa. Semua orang mulai dari permukaan sebelum akhirnya tenggelam dalam watchlist yang tidak manusiawi.

Daftar ini berisi rekomendasi film Jepang terbaik dari berbagai era dan genre. Ada film klasik, drama modern, film samurai, horor, animasi, thriller, dan karya-karya yang penting untuk memahami posisi Jepang dalam sejarah sinema dunia.

Rekomendasi film Jepang terbaik yang wajib kamu tonton.

Rashomon (1950)

rashomon - film jepang

Rashomon adalah salah satu film paling berpengaruh dalam sejarah sinema dunia. Film karya Akira Kurosawa ini terkenal karena cara penceritaannya yang tidak biasa, yaitu memperlihatkan satu peristiwa dari beberapa sudut pandang berbeda.

Dari film inilah lahir istilah “Rashomon effect”, yaitu kondisi ketika satu kejadian bisa memiliki banyak versi kebenaran tergantung siapa yang menceritakannya. Struktur ini kemudian banyak menginspirasi film, novel, kajian psikologi, bahkan diskusi hukum. Karena rupanya manusia bukan hanya sering berbohong, tetapi juga bisa mengingat kebenaran sesuai kepentingannya sendiri. Menggemaskan, dalam arti meresahkan.

Ceritanya berpusat pada sebuah insiden yang melibatkan seorang perempuan, suaminya yang merupakan samurai, seorang bandit, dan seorang pemotong kayu. Setiap karakter memberi versi berbeda, membuat penonton terus mempertanyakan apa yang benar-benar terjadi.

Selain memenangkan Golden Lion di Festival Film Venezia, Rashomon juga membantu memperkenalkan sinema Jepang ke panggung internasional. Ini bukan hanya film penting dalam sejarah Jepang, tetapi juga film yang masih terasa segar secara struktur sampai sekarang.

Kalau kamu ingin memahami kenapa Kurosawa begitu berpengaruh, Rashomon adalah salah satu titik awal terbaik.

Tokyo Story (1953)

tokyo story - film jepang

Tokyo Story adalah salah satu film drama keluarga terbaik yang pernah dibuat. Film karya Yasujirō Ozu ini mengikuti pasangan lansia yang pergi ke Tokyo untuk mengunjungi anak-anak mereka yang sudah dewasa. Namun, kunjungan itu perlahan memperlihatkan jarak emosional antara orang tua dan anak.

Yang membuat Tokyo Story luar biasa adalah kesederhanaannya. Tidak ada konflik besar yang meledak-ledak. Tidak ada twist dramatis. Ozu membangun emosi lewat momen kecil, percakapan tenang, dan gestur yang tampak biasa tetapi terasa sangat manusiawi.

Film ini sering masuk daftar film terbaik sepanjang masa. Bahkan, dalam banyak polling internasional, Tokyo Story kerap disebut sebagai salah satu puncak pencapaian sinema. Kekuatannya ada pada cara film ini menangkap perubahan keluarga modern, kesepian orang tua, dan kesibukan anak-anak yang tidak selalu jahat, tetapi tetap menyakitkan.

Kalau kamu suka drama keluarga yang halus, sunyi, dan menghantam pelan-pelan, Tokyo Story wajib ditonton.

Gojira (1954)

gojira

Sebelum menjadi ikon pop culture global, Godzilla lahir lewat film Jepang berjudul Gojira. Film garapan Ishirō Honda ini menceritakan kemunculan monster raksasa yang mengguncang kehidupan masyarakat dan pemerintah Jepang.

Namun, Gojira bukan hanya film monster biasa. Di balik sosok kaiju yang ikonik, film ini menyimpan trauma pascaperang, kecemasan nuklir, dan refleksi tentang kekuatan destruktif manusia. Godzilla bukan sekadar makhluk besar yang menghancurkan kota. Ia adalah simbol dari ketakutan kolektif Jepang setelah bom atom dan uji coba nuklir.

Dari sisi produksi, Gojira juga sangat berpengaruh. Desain monster, efek praktikal, dan atmosfernya menjadi standar penting bagi film kaiju setelahnya. Sampai sekarang, warisan Gojira masih terasa dalam franchise Godzilla, baik versi Jepang maupun Hollywood.

Kalau kamu ingin memahami akar film monster Jepang, jangan mulai dari versi modern dulu. Tonton Gojira dan lihat bagaimana monster bisa menjadi metafora sejarah yang sangat kuat.

Sansho the Bailiff (1954)

sansho the bailiff - film jepang

Sansho the Bailiff adalah drama sejarah karya Kenji Mizoguchi yang sangat emosional. Film ini mengikuti sebuah keluarga bangsawan yang terpisah setelah sang ayah dikirim ke pengasingan. Dari sana, cerita berkembang menjadi kisah tentang penderitaan, daya tahan, dan harga kemanusiaan.

Mizoguchi dikenal sebagai sutradara yang sangat peka dalam menggambarkan perempuan, kelas sosial, dan ketidakadilan. Dalam film ini, ia memperlihatkan bagaimana sistem sosial yang keras bisa menghancurkan kehidupan orang-orang biasa.

Secara visual, Sansho the Bailiff juga luar biasa. Banyak adegan dibangun dengan komposisi indah dan pengambilan gambar panjang. Tapi keindahan visual itu tidak membuat ceritanya terasa ringan. Sebaliknya, film ini sering terasa seperti tragedi yang berjalan perlahan.

Film ini bukan tontonan santai, tetapi penting untuk memahami kedalaman drama klasik Jepang. Kalau kamu ingin melihat sisi humanis dan tragis dari sinema Jepang lama, Sansho the Bailiff adalah salah satu karya terbaiknya.

Seven Samurai (1954)

seven samurai - film jepang

Seven Samurai adalah film samurai legendaris yang pengaruhnya sulit dilebih-lebihkan. Ceritanya tentang sebuah desa petani yang meminta bantuan tujuh ronin untuk melindungi mereka dari kelompok bandit yang mengancam hasil panen.

Film ini panjang, lebih dari tiga jam, tapi hampir tidak pernah terasa sia-sia. Kurosawa membangun karakter satu per satu, memperlihatkan dinamika kelompok, lalu menyusun ketegangan menuju konflik besar dengan sangat rapi.

Pengaruh Seven Samurai bisa dilihat dalam banyak film setelahnya, termasuk The Magnificent Seven. Struktur “mengumpulkan tim untuk misi berbahaya” yang sekarang terasa sangat umum sebenarnya banyak berutang pada film ini.

Yang membuat Seven Samurai bertahan bukan hanya aksinya, tetapi juga rasa kemanusiaannya. Film ini memperlihatkan petani, samurai, kelas sosial, pengorbanan, dan kenyataan pahit bahwa kemenangan tidak selalu terasa sepenuhnya bahagia.

Kalau kamu ingin memahami kenapa Kurosawa begitu dihormati dalam sejarah film dunia, Seven Samurai adalah film wajib.

The Human Condition Trilogy (1959-1961)

the human condition trilogy - film jepang

The Human Condition Trilogy adalah salah satu proyek film Jepang paling ambisius. Diadaptasi dari novel karya Junpei Gomikawa, trilogi ini mengikuti kehidupan Kaji, seorang pria Jepang dengan prinsip humanis yang harus menghadapi tekanan sistem militer dan politik pada masa Perang Dunia II.

Dengan total durasi lebih dari sembilan jam, film ini jelas bukan tontonan santai sambil setengah tidur. Ini lebih dekat ke komitmen emosional jangka panjang. Hampir seperti hubungan, tapi dengan lebih banyak kritik perang dan jauh lebih sedikit ghosting.

Masaki Kobayashi membuat trilogi ini sebagai kritik terhadap sistem otoriter dan dehumanisasi dalam perang. Kaji adalah karakter yang terus mencoba mempertahankan moralitasnya di tengah sistem yang ingin menghancurkan kemanusiaan setiap orang.

Film ini berat, serius, dan sangat kuat secara emosional. Kalau kamu ingin melihat epik perang Jepang yang lebih fokus pada konflik moral daripada glorifikasi perang, The Human Condition Trilogy adalah salah satu karya paling penting.

Yojimbo (1961)

yojimbo - film jepang

Yojimbo adalah salah satu film samurai paling menghibur dari Akira Kurosawa. Film ini mengikuti seorang ronin yang datang ke kota kecil yang sedang dikuasai dua kelompok kriminal. Dengan kecerdikannya, ia memainkan kedua pihak agar saling menjatuhkan.

Toshiro Mifune tampil sangat karismatik sebagai samurai tanpa tuan yang tenang, sinis, tapi berbahaya. Film ini punya humor gelap, aksi efektif, dan ritme cerita yang sangat enak diikuti.

Pengaruh Yojimbo sangat besar, termasuk pada film western A Fistful of Dollars yang dibintangi Clint Eastwood. Ini contoh sempurna bagaimana film Jepang bisa memengaruhi sinema global lintas genre.

Yang membuat Yojimbo menarik adalah kesederhanaannya. Premisnya tidak terlalu rumit, tetapi eksekusinya sangat tajam. Ini film samurai yang cool tanpa perlu berusaha terlalu keras, sebuah kualitas yang jarang dimiliki manusia di media sosial.

Harakiri (1962)

harakiri - film jepang

Harakiri adalah salah satu film samurai terbaik sepanjang masa. Film karya Masaki Kobayashi ini mengikuti seorang ronin yang datang ke kediaman klan feodal dan membuat permintaan ekstrem yang perlahan membuka rahasia kelam di balik sistem kehormatan samurai.

Kobayashi tidak membuat film samurai sebagai glorifikasi kekerasan atau heroisme buta. Sebaliknya, ia membongkar sisi gelap dari konsep kehormatan, kemiskinan, dan kekuasaan feodal.

Film ini dibangun dengan sangat sabar. Setiap dialog, tatapan, dan perubahan suasana terasa penting. Tatsuya Nakadai memberikan penampilan luar biasa, sementara sinematografinya memperkuat rasa tragis yang terus menekan sampai akhir.

Sebagai film Jepang klasik, Harakiri sangat kuat karena tidak hanya memberi duel dan ketegangan, tetapi juga kritik sosial yang tajam. Ini film samurai untuk penonton yang ingin melihat kehormatan dibongkar dari dalam, bukan hanya dipajang seperti poster motivasi.

Pitfall (1962)

pitfall - film jepang

Pitfall adalah film panjang pertama Hiroshi Teshigahara dan menjadi awal kolaborasinya dengan penulis Kōbō Abe. Film ini menggabungkan drama sosial, misteri, dan elemen surealis dalam cerita tentang seorang pria yang pergi bersama anaknya untuk mencari pekerjaan.

Film ini tidak bergerak seperti drama konvensional. Ada atmosfer aneh, rasa asing, dan nuansa kritik sosial yang kuat. Dunia dalam Pitfall terasa seperti tempat yang kosong, keras, dan tidak sepenuhnya bisa dipahami.

Sebagai film Jepang awal 1960-an, Pitfall menarik karena menunjukkan sisi sinema Jepang yang lebih eksperimental. Ini bukan film yang mudah dicerna, tetapi punya posisi penting dalam perkembangan arthouse Jepang.

Kalau kamu ingin keluar dari jalur Kurosawa-Ozu-Mizoguchi, Pitfall bisa menjadi pintu masuk ke wilayah sinema Jepang yang lebih surealis dan tidak nyaman.

Tampopo (1985)

tampopo - film jepang

Tampopo adalah film Jepang yang unik, lucu, dan sangat mencintai makanan. Film ini sering disebut sebagai “ramen western” karena struktur ceritanya mengikuti seorang perempuan pemilik kedai ramen yang berusaha menyempurnakan masakannya dengan bantuan seorang sopir truk dan orang-orang di sekitarnya.

Namun, Tampopo bukan hanya film tentang ramen. Film ini juga berisi beberapa cerita kecil tentang hubungan manusia dengan makanan, budaya makan, cinta, dan cara menikmati hidup.

Juzo Itami menyusun film ini dengan gaya yang ringan tapi cerdas. Hasilnya adalah komedi kuliner yang terasa hangat, aneh, dan sangat memorable. Film semi Jepang ini bisa membuat kamu lapar sekaligus bahagia, kombinasi yang jauh lebih sehat daripada membaca komentar internet.

Tampopo penting karena memperlihatkan bahwa film Jepang tidak hanya serius, tragis, atau penuh samurai. Ia juga bisa lucu, sensual dalam arti kuliner, dan sangat humanis.

Ring (1998)

film horor jepang ringu - Menonton.id (13)

Ring adalah salah satu film horor Jepang paling berpengaruh. Film ini mengikuti seorang jurnalis yang menyelidiki kaset video misterius yang konon akan membunuh siapa pun yang menontonnya dalam tujuh hari.

Konsepnya sederhana, tapi sangat efektif. Di era VHS, ide bahwa sebuah video bisa membawa kutukan terasa sangat menyeramkan. Sekarang mungkin formatnya sudah berubah, tapi rasa takut terhadap media yang membawa sesuatu ke dalam rumah tetap relevan. Tinggal ganti kaset dengan link mencurigakan, dan horornya langsung modern.

Sadako menjadi salah satu ikon horor Jepang paling dikenal. Tapi kekuatan Ring bukan hanya pada sosoknya. Film ini membangun teror lewat atmosfer dingin, misteri, dan rasa bahwa ancaman bisa datang dari objek sehari-hari.

Pengaruh Ring sangat besar terhadap J-horror dan remake Hollywood pada awal 2000-an. Kalau kamu ingin memahami mengapa horor Jepang punya reputasi kuat, film ini wajib masuk daftar.

Cure (1997)

cure - Menonton.id (4)

Cure adalah thriller psikologis karya Kiyoshi Kurosawa yang sangat mengganggu. Ceritanya mengikuti seorang detektif yang menyelidiki serangkaian pembunuhan aneh. Para pelaku berbeda-beda, tetapi semua korban memiliki tanda yang sama, dan para pembunuh tampak tidak sepenuhnya memahami kenapa mereka melakukan kejahatan tersebut.

Film ini tidak bekerja seperti thriller biasa. Tidak ada kejar-kejaran besar atau twist murahan. Ketegangannya datang dari atmosfer, dialog yang aneh, dan rasa bahwa sesuatu yang sangat gelap sedang menyebar pelan-pelan.

Kiyoshi Kurosawa membangun horor psikologis lewat ruang kosong, kesunyian, dan ketidakpastian. Cure terasa menyeramkan bukan karena banyak adegan mengejutkan, tetapi karena membuat penonton meragukan batas antara kehendak, sugesti, dan kekerasan.

Film ini cocok untuk kamu yang suka thriller Jepang yang pelan, dingin, dan benar-benar mengganggu pikiran. Bukan film untuk ditonton sambil berharap semuanya dijelaskan dengan rapi, karena jelas hidup tidak sebaik itu.

Audition (1999)

audition - Menonton.id (2)

Audition adalah film horor psikologis dari Takashi Miike yang terkenal karena perubahan tone-nya yang sangat ekstrem. Film ini mengikuti seorang duda yang mengadakan audisi palsu untuk mencari calon pasangan baru. Dari sana, ia bertemu Asami, perempuan misterius yang tampak lembut dan menarik.

Di awal, Audition terasa seperti drama romantis yang tenang. Tapi perlahan, film ini bergerak ke wilayah yang jauh lebih gelap dan tidak nyaman. Takashi Miike membangun rasa curiga sedikit demi sedikit sebelum membawa penonton ke bagian akhir yang terkenal mengerikan.

Yang membuat Audition kuat adalah caranya mempermainkan ekspektasi. Penonton dipaksa masuk ke sudut pandang pria yang merasa punya kendali, lalu film ini membalik situasi dengan sangat kejam.

Sebagai film Jepang, Audition penting karena memperlihatkan sisi ekstrem dan provokatif dari horor modern Jepang. Ini bukan film untuk semua orang, tapi pengaruhnya besar.

Battle Royale (2000)

battle-royale-menonton.id

Battle Royale adalah salah satu film Jepang paling fenomenal dari awal 2000-an. Film ini mengambil latar distopia, ketika sekelompok pelajar dipaksa mengikuti permainan bertahan hidup ekstrem oleh pemerintahan totaliter.

Saat dirilis, film ini mengundang kontroversi karena tema sosialnya yang keras dan penggambaran kompetisi yang intens. Namun, di balik reputasinya yang provokatif, Battle Royale juga banyak dibahas sebagai kritik terhadap otoritarianisme, tekanan sosial terhadap anak muda, dan budaya kompetisi yang dibawa ke titik paling ekstrem.

Pengaruh film ini sangat besar. Istilah “battle royale” kini digunakan dalam manga, anime, film, novel, hingga video game untuk menggambarkan format kompetisi survival dengan banyak peserta sampai tersisa satu pemenang.

Tidak banyak film yang bisa mengubah istilah menjadi genre populer. Ini salah satunya. Dan seperti biasa, manusia melihat kritik sosial lalu mengubahnya jadi format game kompetitif. Konsisten sekali.

Perfect Blue (1997)

perfect blue - Menonton.id (1)

Perfect Blue adalah film animasi psikologis dari Satoshi Kon yang sangat berpengaruh. Ceritanya mengikuti Mima, mantan idol yang mencoba beralih menjadi aktris. Namun, perubahan karier itu membuatnya menghadapi tekanan publik, obsesi penggemar, dan krisis identitas yang semakin mengganggu.

Film ini luar biasa karena caranya mengaburkan batas antara realitas, performa, memori, dan delusi. Satoshi Kon menyusun cerita dengan editing yang sangat cerdas, membuat penonton ikut kehilangan pegangan tentang apa yang nyata dan apa yang terjadi dalam pikiran Mima.

Sebagai animasi, Perfect Blue membuktikan bahwa medium ini tidak hanya untuk cerita anak-anak atau fantasi ringan. Film ini adalah thriller dewasa yang gelap, kompleks, dan sangat tajam dalam membahas industri hiburan, citra perempuan, dan obsesi publik.

Pengaruh Perfect Blue terasa dalam banyak film psikologis setelahnya. Kalau kamu suka thriller yang mind blowing dan tidak takut masuk ke wilayah tidak nyaman, ini wajib ditonton.

Spirited Away (2001)

spirited away

Spirited Away adalah salah satu mahakarya Studio Ghibli dan Hayao Miyazaki. Film ini mengikuti Chihiro, anak perempuan berusia 10 tahun yang tidak sengaja masuk ke dunia spiritual setelah perjalanan bersama orang tuanya berubah menjadi pengalaman ajaib.

Di dunia itu, Chihiro harus bekerja di pemandian milik Yubaba sambil mencari cara untuk menyelamatkan keluarganya dan kembali ke dunia manusia. Premisnya terdengar seperti dongeng, tetapi film ini punya lapisan makna yang sangat kaya.

Spirited Away membahas keberanian, identitas, keserakahan, kedewasaan, dan hubungan manusia dengan dunia spiritual. Film ini juga menjadi animasi Jepang yang memenangkan Oscar untuk Best Animated Feature.

Visualnya indah, imajinasinya luar biasa, dan emosinya sangat kuat. Kalau kamu baru ingin mulai menonton film animasi Jepang, Spirited Away adalah salah satu pilihan paling aman.

Nobody Knows (2004)

nobody knows - film jepang

Nobody Knows adalah salah satu film paling menyentuh dari Hirokazu Kore-eda. Film ini mengikuti empat anak yang tinggal bersama dalam kondisi sangat terbatas. Ketika sang ibu pergi untuk waktu yang lama, mereka harus menghadapi kehidupan sehari-hari dengan saling bergantung satu sama lain.

Kore-eda tidak menyajikan cerita ini dengan melodrama berlebihan. Justru pendekatannya yang tenang membuat film ini terasa semakin menyakitkan. Ia memperlihatkan kehidupan anak-anak yang luput dari perhatian orang dewasa dan sistem sosial di sekitar mereka.

Yūya Yagira memenangkan Best Actor di Festival Film Cannes 2004 lewat film ini. Saat itu, ia menjadi pemenang termuda dalam sejarah kategori tersebut.

Nobody Knows adalah film yang pelan, sunyi, tapi sangat membekas. Ini jenis drama yang tidak berteriak minta simpati, tetapi diam-diam menghancurkan penonton dengan observasi kecil.

Love and Honor (2006)

love and honor

Love and Honor adalah film penutup dari trilogi samurai karya Yōji Yamada, setelah The Twilight Samurai dan The Hidden Blade. Film ini mengikuti seorang samurai muda yang mengalami perubahan besar dalam hidupnya setelah kehilangan penglihatan, serta hubungan emosionalnya dengan sang istri.

Yang menarik dari Love and Honor adalah pendekatannya yang lebih intim terhadap cerita samurai. Ini bukan film tentang pertarungan besar atau peperangan megah. Fokusnya ada pada harga diri, cinta, kesetiaan, dan martabat seseorang setelah hidupnya berubah total.

Yōji Yamada dikenal mampu membuat film samurai yang lebih manusiawi dan membumi. Dalam film ini, dunia samurai tidak hanya dipenuhi pedang dan kehormatan, tetapi juga masalah rumah tangga, status sosial, dan rasa malu.

Love and Honor cocok untuk kamu yang ingin melihat film samurai yang lebih romantis, emosional, dan tidak sekadar tentang duel.

Departures (2008)

departures - film jepang

Departures adalah film drama Jepang yang indah dan sangat manusiawi. Film ini mengikuti seorang pemain cello yang gagal mempertahankan karier musiknya, lalu bekerja sebagai nōkanshi, profesi yang bertugas mempersiapkan jenazah untuk prosesi perpisahan terakhir dalam tradisi Jepang.

Premisnya mungkin terdengar muram, tapi film ini justru sangat hangat. Departures membahas kematian dengan kelembutan, rasa hormat, dan humor kecil yang membuatnya tidak terasa terlalu berat.

Yang membuat film ini kuat adalah caranya memperlihatkan kematian sebagai bagian dari kehidupan, bukan sekadar akhir yang menakutkan. Setiap prosesi menjadi momen untuk menghormati orang yang sudah pergi dan membantu keluarga yang ditinggalkan menerima perpisahan.

Film ini memenangkan Academy Award untuk Best Foreign Language Film. Kalau kamu mencari film Jepang yang emosional, hangat, dan mudah diakses, Departures adalah pilihan yang sangat bagus.

Tokyo Sonata (2008)

tokyo sonata

Tokyo Sonata adalah drama keluarga dari Kiyoshi Kurosawa yang memperlihatkan sisi lain dari sutradara yang lebih dikenal lewat horor dan thriller. Film ini mengikuti keluarga Sasaki yang perlahan retak setelah sang ayah kehilangan pekerjaan dan menyembunyikannya dari keluarganya.

Film ini sangat kuat karena menggambarkan tekanan ekonomi dan maskulinitas dalam keluarga modern Jepang. Sang ayah merasa kehilangan identitas ketika tidak lagi bekerja. Anak-anak punya dunia sendiri. Ibu mencoba menjaga keluarga tetap berjalan meski semuanya perlahan terasa kosong.

Kiyoshi Kurosawa membangun drama ini dengan atmosfer yang dingin dan canggung. Tidak ada hantu, tapi rasa tidak nyamannya tetap terasa. Ternyata kehilangan pekerjaan dan komunikasi keluarga yang buruk bisa sama menyeramkannya dengan kutukan VHS. Siapa sangka.

Tokyo Sonata cocok untuk kamu yang suka drama keluarga modern dengan kritik sosial yang halus tapi tajam.

Like Father, Like Son (2013)

like father, like son

Like Father, Like Son adalah drama keluarga dari Hirokazu Kore-eda yang membahas pertanyaan besar: apa yang membuat seseorang menjadi orang tua? Film ini mengikuti dua keluarga yang mengetahui bahwa anak mereka tertukar saat lahir.

Dari premis melodramatis ini, Kore-eda membuat film yang tenang, lembut, dan sangat manusiawi. Ia tidak memeras emosi secara berlebihan. Sebaliknya, ia membiarkan karakter berpikir, ragu, terluka, dan perlahan memahami arti hubungan keluarga.

Film ini sangat kuat dalam membahas hubungan darah, waktu yang dihabiskan bersama, ekspektasi ayah, dan definisi keluarga. Apakah anak lebih ditentukan oleh genetik atau oleh cinta dan kebiasaan sehari-hari?

Like Father, Like Son adalah salah satu film Kore-eda yang paling mudah diakses dan sangat cocok untuk penonton yang suka drama keluarga emosional.

Your Name (2016)

your name

Your Name adalah film anime Jepang karya Makoto Shinkai yang menjadi fenomena besar secara global. Ceritanya mengikuti Mitsuha, gadis SMA dari desa, dan Taki, remaja laki-laki di Tokyo, yang secara misterius saling bertukar tubuh.

Di awal, film ini terasa seperti romcom body-swap yang lucu. Namun, semakin jauh cerita berjalan, Your Name berubah menjadi kisah romantis, fantasi, dan drama tentang waktu, memori, serta takdir.

Visual Your Name sangat indah. Makoto Shinkai dikenal dengan detail langit, cahaya, kota, dan lanskap yang tampak hampir terlalu cantik. Tapi kekuatan film ini tidak hanya visual. Ceritanya juga punya emosi yang kuat dan mudah diterima penonton luas.

Kalau kamu baru ingin masuk ke film anime Jepang modern di luar Studio Ghibli, Your Name adalah salah satu titik awal terbaik.

Shoplifters (2018)

shoplifters

Shoplifters adalah salah satu film terbaik Hirokazu Kore-eda dan pemenang Palme d’Or di Festival Film Cannes. Film ini mengikuti sebuah keluarga non-biologis yang hidup di tengah keterbatasan ekonomi dan bertahan dengan cara-cara yang berada di wilayah abu-abu secara moral.

Kekuatan film ini ada pada cara Kore-eda mempertanyakan arti keluarga. Apakah keluarga harus selalu dibentuk oleh hubungan darah? Atau justru oleh kepedulian, kebiasaan, dan pilihan untuk saling menjaga?

Shoplifters hangat sekaligus pahit. Ia memperlihatkan kehidupan orang-orang kecil dengan empati besar, tanpa menghakimi mereka secara mudah. Tapi film ini juga tidak menutup mata terhadap kenyataan bahwa kasih sayang saja tidak selalu cukup untuk melindungi seseorang dari sistem sosial yang keras.

Film ini meraih nominasi Best Foreign Language Film di Academy Awards dan Golden Globe. Untuk drama Jepang modern, Shoplifters adalah tontonan wajib.

Drive My Car (2021)

drive my car - Menonton.id

Drive My Car adalah film drama karya Ryusuke Hamaguchi yang diadaptasi dari cerita pendek Haruki Murakami. Film ini mengikuti Yūsuke Kafuku, aktor dan sutradara teater yang masih berduka setelah kematian istrinya. Ia kemudian bekerja dengan seorang sopir muda bernama Misaki dalam proses produksi teater di Hiroshima.

Film ini berdurasi hampir tiga jam, tapi kekuatannya ada pada kesabaran. Drive My Car membahas duka, komunikasi, perselingkuhan, seni, bahasa, dan hal-hal yang tidak pernah selesai dibicarakan dalam hubungan manusia.

Yang menarik, film ini tidak buru-buru. Ia memberi ruang untuk diam, perjalanan mobil, latihan teater, dan percakapan yang pelan-pelan membuka luka karakter.

Drive My Car memenangkan Best International Feature Film di Academy Awards dan menjadi salah satu film Jepang modern paling penting dalam beberapa tahun terakhir. Kalau kamu suka drama yang dewasa, reflektif, dan sangat manusiawi, film ini wajib ditonton.

Godzilla Minus One (2023)

review godzilla minus one - Menonton.id (4)

Godzilla Minus One adalah salah satu film kaiju Jepang terbaik dalam era modern. Film ini membawa Godzilla kembali ke akar traumatisnya, dengan latar Jepang pasca-Perang Dunia II. Ceritanya mengikuti Kōichi Shikishima, mantan pilot kamikaze yang hidup dalam rasa bersalah dan trauma, saat Jepang kembali menghadapi ancaman besar lewat kemunculan Godzilla.

Yang membuat Godzilla Minus One sangat kuat adalah caranya menggabungkan spectacle monster dengan drama manusia yang emosional. Godzilla di sini bukan hanya makhluk besar yang menghancurkan kota. Ia menjadi simbol trauma, kehancuran, dan rasa takut yang muncul di negara yang sedang mencoba bangkit dari perang.

Film ini juga berhasil memberi karakter manusia yang benar-benar menarik. Kita peduli pada mereka bukan hanya karena mereka sedang dikejar monster, tetapi karena mereka membawa luka dan keinginan untuk hidup lebih baik.

Godzilla Minus One memenangkan Academy Award untuk Best Visual Effects, pencapaian besar untuk film Jepang dan franchise Godzilla. Ini film yang membuktikan bahwa kaiju masih bisa terasa segar, emosional, dan relevan.

Rekomendasi Tambahan Film Jepang Lainnya

Kalau kamu masih ingin mengeksplorasi sinema Jepang lebih jauh, beberapa judul ini juga layak masuk watchlist:

  • Ugetsu
  • Floating Clouds
  • Kwaidan
  • Woman in the Dunes
  • Onibaba
  • Kuroneko
  • The Face of Another
  • Dodes’ka-den
  • House
  • Kagemusha
  • Ran
  • Grave of the Fireflies
  • Akira
  • My Neighbor Totoro
  • Only Yesterday
  • Sonatine
  • Hana-bi
  • After Life
  • Millennium Actress
  • Paprika
  • Still Walking
  • Confessions
  • 13 Assassins
  • Our Little Sister
  • Monster
  • Evil Does Not Exist
  • Perfect Days

Beberapa judul di atas lebih dekat ke horor, anime, arthouse, drama keluarga, yakuza film, atau thriller. Tapi semuanya bisa membantu kamu melihat betapa luas dan menariknya sinema Jepang.

Kenapa Film Jepang Begitu Berpengaruh?

Film Jepang punya pengaruh besar karena mampu bergerak di banyak wilayah. Ada film samurai yang membentuk bahasa sinema aksi modern, drama keluarga yang mengajarkan kesederhanaan, animasi yang memperluas imajinasi, sampai film sosial yang mengkritik kehidupan modern.

Akira Kurosawa memengaruhi banyak sutradara dunia lewat struktur cerita, visual, dan cara membangun aksi. Yasujirō Ozu menunjukkan bahwa drama keluarga bisa sangat kuat tanpa perlu konflik berlebihan. Kenji Mizoguchi membawa kedalaman tragedi dan kritik sosial. Masaki Kobayashi membongkar kekuasaan, kehormatan, dan dehumanisasi.

Di era modern, Studio Ghibli membuktikan bahwa animasi bisa menjadi karya sinema yang dalam dan universal. Hirokazu Kore-eda terus memperlihatkan bahwa cerita kecil tentang keluarga bisa terasa sangat besar. Kiyoshi Kurosawa dan Takashi Miike menunjukkan sisi gelap horor dan thriller Jepang. Ryusuke Hamaguchi membawa drama Jepang modern ke panggung penghargaan global.

Itulah mengapa film Jepang tidak pernah hanya menjadi tontonan regional. Ia punya bahasa emosional dan visual yang bisa dipahami penonton dari banyak negara.

Jenis Film Jepang yang Populer

1. Film samurai
Film samurai menjadi salah satu kontribusi terbesar Jepang untuk sinema dunia. Contohnya Seven Samurai, Yojimbo, Harakiri, dan Love and Honor.

2. Drama keluarga
Drama keluarga Jepang sering tenang, observasional, dan emosional. Contohnya Tokyo Story, Nobody Knows, Like Father, Like Son, dan Shoplifters.

3. Film horor Jepang
J-horror dikenal lewat atmosfer dingin, kutukan, hantu, dan rasa takut psikologis. Contohnya Ring, Cure, dan Audition.

4. Film anime Jepang
Anime Jepang punya variasi luas, dari fantasi keluarga sampai thriller psikologis. Contohnya Spirited Away, Your Name, dan Perfect Blue.

5. Film kaiju
Kaiju adalah film monster raksasa yang sangat identik dengan Jepang. Contohnya Gojira dan Godzilla Minus One.

6. Film arthouse Jepang
Banyak film Jepang punya pendekatan eksperimental, filosofis, atau sangat artistik. Contohnya Pitfall, Woman in the Dunes, dan Drive My Car.

Tips Mulai Menonton Film Jepang

Kalau kamu baru ingin masuk ke sinema Jepang, pilih berdasarkan mood, bukan berdasarkan rasa bersalah karena belum menonton film klasik. Ini bukan ujian akhir semester.

Kalau ingin mulai dari klasik yang paling berpengaruh, tonton Rashomon, Tokyo Story, dan Seven Samurai. Kalau suka samurai, lanjut ke Yojimbo, Harakiri, dan Love and Honor.

Kalau ingin drama keluarga yang emosional, mulai dari Shoplifters, Like Father, Like Son, Departures, atau Nobody Knows. Kalau ingin horor dan thriller, coba Ring, Cure, dan Audition. Kalau ingin anime Jepang, Spirited Away, Your Name, dan Perfect Blue memberi tiga rasa yang sangat berbeda.

Untuk film modern yang terasa relevan, Drive My Car, Shoplifters, dan Godzilla Minus One adalah pilihan kuat.

Tidak perlu menonton semuanya sekaligus. Pilih satu jalur dulu, lalu lanjut perlahan. Watchlist yang terlalu panjang adalah bentuk lain dari penderitaan modern, dan kita semua sudah cukup menderita.

Daftar film Jepang terbaik ini menunjukkan betapa luasnya sinema Jepang. Dari Rashomon yang mengubah cara film bercerita, Tokyo Story yang menyentuh lewat kesederhanaan, Seven Samurai yang membentuk film aksi modern, sampai Shoplifters dan Drive My Car yang membuktikan drama Jepang modern masih sangat kuat, semuanya punya alasan penting untuk ditonton.

Film Jepang juga tidak hanya hidup dalam drama dan samurai. Ring, Cure, dan Audition menunjukkan kekuatan horor dan thriller Jepang. Spirited Away, Perfect Blue, dan Your Name membuktikan animasi Jepang punya jangkauan luar biasa. Gojira dan Godzilla Minus One memperlihatkan bagaimana monster raksasa bisa menjadi simbol trauma, sejarah, dan harapan.

Kalau kamu baru ingin mulai, pilih Rashomon, Tokyo Story, Seven Samurai, Spirited Away, Shoplifters, dan Godzilla Minus One sebagai titik awal. Dari sana, kamu bisa menjelajah lebih jauh sesuai genre favorit kamu.

Pada akhirnya, film Jepang punya tempat istimewa karena mampu membuat cerita yang sangat lokal terasa universal. Keluarga, kehilangan, kehormatan, trauma, ketakutan, makanan, monster, dan pencarian makna hidup, semuanya bisa hadir dalam bentuk yang indah dan berkesan. Sinema Jepang memang luas sekali. Menyebalkan bagi waktu luang kita, tapi sangat baik untuk jiwa penonton.

***

Dapatkan trailer, review, dan rekomendasi film lainnya hanya di menonton.id. Follow juga Twitter, Instagram, dan Facebook untuk informasi terbaru seputar dunia film.

FAQ

Apa film Jepang terbaik sepanjang masa?

Beberapa film Jepang terbaik sepanjang masa adalah Rashomon, Tokyo Story, Seven Samurai, Harakiri, Spirited Away, Shoplifters, Drive My Car, dan Godzilla Minus One.

Apa film Jepang yang cocok untuk pemula?

Film Jepang yang cocok untuk pemula antara lain Spirited Away, Your Name, Shoplifters, Departures, Rashomon, dan Godzilla Minus One.

Apa film Jepang klasik yang wajib ditonton?

Film Jepang klasik yang wajib ditonton antara lain Rashomon, Tokyo Story, Gojira, Seven Samurai, Yojimbo, dan Harakiri.

Apa film horor Jepang terbaik?

Beberapa film horor Jepang terbaik adalah Ring, Cure, Audition, Kwaidan, Onibaba, dan Kuroneko.

Apa film anime Jepang terbaik?

Beberapa film anime Jepang terbaik adalah Spirited Away, Perfect Blue, Your Name, Akira, Grave of the Fireflies, dan My Neighbor Totoro.

25 Film Korea Terbaik dari Thriller, Drama, Horor, sampai Parasite

Film Korea Selatan sudah lama menjadi salah satu kekuatan besar dalam sinema dunia. Sebelum drama Korea populer di mana-mana, film Korea sebenarnya sudah membangun reputasi lewat thriller gelap, drama sosial, horor psikologis, film perang, melodrama, sampai satire kelas sosial yang tajam.

Banyak orang mungkin baru benar-benar memperhatikan film Korea setelah Parasite menang Best Picture di Oscar. Itu wajar, karena kemenangan tersebut memang menjadi momen besar. Tapi kalau menonton lebih jauh, sinema Korea sudah punya sejarah panjang yang menarik: dari klasik seperti The Housemaid, drama sosial seperti Peppermint Candy, thriller kriminal seperti Memories of Murder, revenge thriller seperti Oldboy, horor seperti A Tale of Two Sisters, sampai drama modern seperti Burning dan Decision to Leave.

Yang membuat film Korea menarik adalah keberaniannya mencampur genre. Satu film bisa terasa lucu, sedih, brutal, politis, dan tragis dalam waktu bersamaan. Penonton bisa tertawa sebentar, lalu lima menit kemudian merasa seperti baru ditampar oleh kritik sosial. Sinema Korea memang tidak terlalu peduli pada kenyamanan emosional penonton. Dan anehnya, itu justru kekuatannya.

Daftar ini berisi rekomendasi film Korea terbaik dari berbagai era dan genre. Ada film klasik, drama auteur, thriller, horor, action, perang, zombie, fantasi, hingga film modern yang membuat sinema Korea semakin dikenal di dunia.

Daftar Cepat Film Korea Berdasarkan Mood

Mood MenontonRekomendasi Film
Film Korea klasikThe Housemaid, Aimless Bullet
Film Korea thrillerMemories of Murder, Oldboy, The Chaser, I Saw the Devil
Film Korea hororA Tale of Two Sisters, The Wailing, Train to Busan, Exhuma
Film Korea dramaPeppermint Candy, Secret Sunshine, Poetry, Burning
Film Korea actionTaegukgi, The Man from Nowhere, Train to Busan
Film Korea romantis/artistik3-Iron, The Handmaiden, Decision to Leave
Film Korea politik/sejarahJoint Security Area, A Taxi Driver, Parasite
Film Korea modernParasite, Decision to Leave, Exhuma, No Other Choice

Rekomendasi film Korea terbaik yang wajib kamu tonton

1. The Housemaid (1960)

the housemaid - Menonton.id (4)

The Housemaid adalah salah satu film Korea klasik paling penting. Disutradarai Kim Ki-young, film ini mengikuti sebuah keluarga kelas menengah yang hidupnya berubah kacau setelah mereka mempekerjakan seorang pembantu rumah tangga.

Film ini penting karena jauh mendahului banyak tema yang kemudian sering muncul dalam film Korea modern: rumah sebagai ruang konflik, kelas sosial, hasrat, ketakutan domestik, dan kehancuran keluarga dari dalam. Dengan kata lain, jauh sebelum Parasite membongkar rumah orang kaya, The Housemaid sudah menunjukkan bahwa rumah keluarga bisa menjadi tempat yang sangat tidak aman.

Sebagai film Korea klasik, The Housemaid wajib masuk daftar karena pengaruhnya besar terhadap perkembangan sinema Korea. Film ini punya atmosfer melodrama, thriller psikologis, dan horor domestik yang masih terasa kuat.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin memahami akar sinema Korea, terutama bagaimana konflik kelas dan keluarga sudah lama menjadi bahan cerita yang tajam.

2. Aimless Bullet (1961)

aimless bullet - Menonton.id (5)

Aimless Bullet adalah film klasik Korea yang sering dianggap sebagai salah satu film terbaik dalam sejarah sinema Korea Selatan. Film ini mengikuti kehidupan keluarga miskin di Korea pascaperang, dengan fokus pada rasa putus asa, trauma, dan tekanan ekonomi.

Film ini bukan tontonan ringan. Tidak ada hiburan mudah atau konflik yang diselesaikan manis. Yang ada adalah gambaran tentang masyarakat yang masih terluka setelah perang, orang-orang yang kehilangan arah, dan keluarga yang terhimpit oleh keadaan.

Sebagai film Korea, Aimless Bullet penting karena memperlihatkan sisi realis dari sinema Korea awal. Film ini berbicara tentang trauma nasional, kemiskinan, dan kehancuran sosial dengan cara yang sangat kuat.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin film Korea klasik yang serius dan historis. Tidak semua film perlu membuat kita nyaman. Kadang film justru perlu membuat kita paham kenapa satu negara membentuk imajinasi sinemanya dari luka.

3. Peppermint Candy (1999)

peppermint candy

Peppermint Candy adalah film karya Lee Chang-dong yang menggunakan struktur cerita mundur untuk memperlihatkan kehancuran hidup seorang pria bernama Yong-ho. Film ini dimulai dari titik paling gelap dalam hidupnya, lalu bergerak ke masa lalu untuk mencari jejak bagaimana ia sampai di sana.

Film ini sangat kuat karena menghubungkan tragedi pribadi dengan sejarah Korea Selatan. Kehidupan Yong-ho tidak berdiri sendiri. Ia dibentuk oleh trauma politik, kekerasan negara, perubahan sosial, dan pilihan-pilihan yang perlahan menghancurkannya.

Sebagai film Korea, Peppermint Candy penting karena menunjukkan bagaimana sinema Korea bisa sangat personal sekaligus politis. Lee Chang-dong tidak hanya menceritakan satu orang, tetapi juga memotret luka satu generasi.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin drama Korea serius, tragis, dan penuh lapisan sosial.

4. Joint Security Area (2000)

joint security area - Menonton.id (3)

Joint Security Area atau JSA adalah film karya Park Chan-wook yang berlatar zona demiliterisasi antara Korea Selatan dan Korea Utara. Ceritanya dimulai dari insiden penembakan, lalu berkembang menjadi kisah persahabatan rahasia antara tentara dari dua sisi perbatasan.

Film ini penting karena menjadi salah satu karya yang membantu menaikkan nama Park Chan-wook sebelum Oldboy. Di balik premis investigasi militer, JSA membahas rasa kemanusiaan yang bertahan di tengah konflik politik yang sangat keras.

Sebagai film Korea, JSA menarik karena memadukan thriller, drama militer, dan tragedi nasional. Film ini memperlihatkan bahwa konflik Korea bukan hanya isu geopolitik, tetapi juga luka manusia yang diwariskan lintas generasi.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin film Korea bertema politik, militer, dan persahabatan yang mustahil. Karena tentu saja, manusia bisa berteman, lalu negara datang membawa peraturan rumit untuk merusaknya.

5. A Tale of Two Sisters (2003)

a tale of two sisters

A Tale of Two Sisters adalah salah satu film horor Korea paling terkenal. Terinspirasi dari cerita rakyat Korea, film ini mengikuti dua saudara perempuan yang kembali ke rumah setelah salah satu dari mereka keluar dari rumah sakit jiwa, lalu menghadapi kejadian-kejadian aneh bersama ibu tiri mereka.

Film ini tidak hanya mengandalkan jumpscare. Horornya datang dari atmosfer, trauma keluarga, rasa bersalah, dan struktur cerita yang perlahan membuka rahasia. Rumah dalam film ini terasa cantik sekaligus menekan, seolah setiap ruangan menyimpan sesuatu yang tidak mau diucapkan.

Sebagai film Korea, A Tale of Two Sisters penting karena memperkenalkan horor psikologis Korea ke penonton internasional. Film ini juga kemudian dibuat ulang dalam versi Hollywood berjudul The Uninvited.

Film ini cocok untuk penonton yang suka horor elegan, pelan, dan lebih fokus pada luka batin daripada sekadar suara keras tiba-tiba.

6. Memories of Murder (2003)

memories of murder - film korea

Memories of Murder adalah thriller kriminal karya Bong Joon-ho yang terinspirasi dari kasus pembunuhan berantai Hwaseong. Film ini mengikuti dua detektif lokal dan satu detektif dari Seoul yang mencoba mencari pelaku pembunuhan di tengah keterbatasan metode investigasi.

Film ini menjadi salah satu contoh terbaik kekuatan sinema Korea: lucu, suram, tegang, tragis, dan politis dalam waktu bersamaan. Bong Joon-ho memperlihatkan investigasi kriminal bukan sebagai proses heroik yang rapi, tetapi sebagai rangkaian kebingungan, kekerasan aparat, dan kegagalan sistem.

Sebagai film Korea, Memories of Murder wajib masuk daftar karena menjadi salah satu thriller terbaik dari Korea Selatan. Film ini juga menunjukkan kemampuan Bong Joon-ho menggabungkan genre dengan kritik sosial tanpa terasa seperti ceramah.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin thriller kriminal yang kuat, atmosferik, dan sangat membekas.

7. Oldboy (2003)

oldboy

Oldboy adalah film revenge thriller karya Park Chan-wook dan salah satu film Korea paling terkenal di dunia. Ceritanya mengikuti Oh Dae-su, pria biasa yang tiba-tiba diculik dan dikurung selama 15 tahun tanpa tahu alasannya, lalu dilepaskan begitu saja untuk mencari kebenaran.

Film ini brutal, stylish, dan penuh twist. Adegan pertarungan lorongnya menjadi salah satu momen paling ikonik dalam film action-thriller modern. Tapi kekuatan Oldboy bukan hanya kekerasannya. Film ini membahas balas dendam, rasa bersalah, manipulasi, dan kehancuran moral dengan cara yang sangat gelap.

Sebagai film Korea, Oldboy wajib masuk daftar karena menjadi pintu besar bagi banyak penonton internasional untuk mengenal sinema Korea modern. Film ini juga menjadi bukti bahwa film thriller bisa sangat ekstrem tanpa kehilangan kekuatan artistik.

Film ini cocok untuk penonton yang suka cerita gelap, twist besar, dan emosi yang tidak ramah pada kesehatan mental penonton.

8. 3-Iron (2004)

3-iron

3-Iron adalah film karya Kim Ki-duk tentang seorang pria muda yang masuk ke rumah-rumah kosong, tinggal sementara, lalu memperbaiki barang-barang sebelum pergi. Hidupnya berubah setelah ia bertemu seorang perempuan yang terjebak dalam hubungan penuh kekerasan.

Film ini unik karena sangat minim dialog. Banyak hal disampaikan lewat gestur, ruang, kebiasaan, dan keheningan. Hubungan antara dua karakter utamanya terasa seperti puisi visual, bukan drama romantis biasa.

Sebagai film Korea, 3-Iron penting karena memperlihatkan sisi sinema Korea yang lebih art-house dan kontemplatif. Tidak semua film Korea harus berisi pembunuh berantai, zombie, atau keluarga kaya yang menyimpan basement. Terkadang cukup dua orang kesepian dan rumah-rumah kosong untuk membuat film yang anehnya menyentuh.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin film Korea yang pelan, simbolik, dan romantis dengan cara yang tidak biasa.

9. Taegukgi (2004)

taegukgi

Taegukgi adalah film perang Korea yang mengikuti dua kakak beradik yang terpaksa ikut bertempur dalam Perang Korea. Film ini menggabungkan skala besar, aksi perang, melodrama keluarga, dan tragedi nasional.

Film ini sangat populer di Korea Selatan dan sering dianggap sebagai salah satu film perang Korea paling penting. Kekuatan utamanya ada pada hubungan kakak-adik di tengah kekacauan perang. Perang tidak hanya dilihat sebagai konflik politik, tetapi sebagai mesin yang merusak keluarga dan identitas.

Sebagai film Korea, Taegukgi penting karena memperlihatkan bagaimana Perang Korea tetap menjadi luka besar dalam imajinasi nasional. Film ini juga menunjukkan kemampuan sinema Korea membuat blockbuster perang yang emosional dan intens.

Film ini cocok untuk penonton yang suka film perang besar dengan drama keluarga yang kuat.

10. The Host (2006)

the host

The Host adalah film monster karya Bong Joon-ho tentang makhluk aneh dari Sungai Han yang menculik seorang anak perempuan. Keluarganya kemudian berusaha menyelamatkannya, meski mereka bukan keluarga paling kompeten di dunia. Justru itu yang membuatnya menarik.

Film ini memadukan monster movie, komedi keluarga, horor, action, dan kritik sosial. Bong Joon-ho memakai makhluk raksasa bukan hanya untuk menakut-nakuti, tetapi juga untuk membahas pencemaran, birokrasi, kepanikan publik, dan ketidakpercayaan terhadap otoritas.

Sebagai film Korea, The Host wajib masuk daftar karena menjadi salah satu blockbuster Korea paling cerdas. Film ini menghibur, lucu, menegangkan, dan tetap punya lapisan kritik sosial yang kuat.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin film monster yang tidak hanya berisik, tetapi juga punya karakter dan sindiran tajam.

11. Secret Sunshine (2007)

secret sunshine - Menonton.id (2)

Secret Sunshine adalah drama karya Lee Chang-dong tentang Shin-ae, perempuan yang pindah ke kota kecil bersama anaknya setelah kematian suaminya. Hidupnya kemudian dihantam tragedi lain yang menguji iman, rasa bersalah, dan kemampuan manusia untuk memaafkan.

Film ini sangat berat secara emosional. Jeon Do-yeon tampil luar biasa sebagai Shin-ae, membawa karakter yang rapuh, marah, hancur, dan terus berusaha bertahan. Film ini tidak memberi jawaban mudah tentang agama, penderitaan, atau pengampunan.

Sebagai film Korea, Secret Sunshine penting karena menjadi salah satu drama paling kuat dari Lee Chang-dong. Ini film yang tidak memanipulasi penonton dengan musik sedih berlebihan, tetapi membiarkan rasa sakit karakternya terasa mentah.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin drama Korea serius, dewasa, dan sangat emosional. Jangan tonton saat mood sedang rapuh, kecuali memang sedang mencari kehancuran tambahan. Hobi manusia memang kadang mencurigakan.

12. The Chaser (2008)

the chaser

The Chaser adalah film thriller kriminal karya Na Hong-jin tentang mantan polisi yang menjadi mucikari dan mulai mencari perempuan-perempuan yang hilang setelah bertemu satu klien mencurigakan.

Film ini intens karena penonton cukup cepat tahu siapa pelakunya. Ketegangannya bukan hanya “siapa pembunuhnya?”, tetapi apakah korban bisa diselamatkan sebelum terlambat, dan apakah sistem hukum bisa bergerak cukup cepat.

Sebagai film Korea, The Chaser penting karena menjadi salah satu thriller Korea paling menegangkan dari era 2000-an. Film ini memperlihatkan dunia yang kotor, kasar, dan penuh kegagalan institusi.

Film ini cocok untuk penonton yang suka crime thriller yang brutal, cepat, dan membuat frustrasi dalam cara yang efektif.

13. Mother (2009)

mother

Mother adalah film karya Bong Joon-ho tentang seorang ibu yang berusaha membuktikan bahwa anaknya tidak bersalah setelah dituduh membunuh seorang perempuan muda. Dari premis itu, film ini berkembang menjadi drama kriminal yang semakin gelap.

Film ini luar biasa karena karakter ibunya tidak digambarkan sebagai figur suci yang sederhana. Ia penuh cinta, tapi juga bisa nekat, buta, dan berbahaya ketika berusaha melindungi anaknya.

Sebagai film Korea, Mother penting karena memperlihatkan sisi lain Bong Joon-ho: lebih intim, tragis, dan psikologis. Film ini tetap punya kritik sosial, tapi pusat emosinya adalah hubungan ibu-anak yang sangat rumit.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin thriller drama yang pelan, tajam, dan punya ending yang sulit dilupakan.

14. Thirst (2009)

film horor korea thirst - Menonton.id (4)

Thirst adalah film vampir karya Park Chan-wook tentang seorang pendeta Katolik yang berubah menjadi vampir setelah eksperimen medis gagal. Dari situ, hidupnya masuk ke konflik iman, hasrat, dosa, dan hubungan terlarang.

Film ini jelas bukan cerita vampir romantis yang aman. Park Chan-wook membuat film yang sensual, berdarah, lucu gelap, dan penuh dilema moral. Vampir di sini bukan sekadar makhluk malam, tetapi cara untuk membongkar hasrat manusia yang selama ini ditekan.

Sebagai film Korea, Thirst penting karena memperlihatkan bagaimana genre vampir bisa dipakai dengan cara yang sangat khas Park Chan-wook: indah, ekstrem, dan tidak nyaman.

Film ini cocok untuk penonton yang suka horor dewasa, psychological drama, dan film yang tidak takut mencampur agama, tubuh, dan rasa bersalah. Kombinasi yang jelas tidak akan membuat suasana ruang keluarga santai.

15. Poetry (2010)

poetry

Poetry adalah film Lee Chang-dong tentang Mija, perempuan berusia lanjut yang mulai belajar menulis puisi saat ia juga mulai menunjukkan gejala Alzheimer. Di saat yang sama, ia menghadapi kenyataan moral yang berkaitan dengan cucunya.

Film ini sangat lembut, tetapi juga sangat menyakitkan. Ia membahas ingatan, keindahan, kekerasan, tanggung jawab, dan cara seseorang mencoba menemukan bahasa untuk memahami dunia yang kejam.

Sebagai film Korea, Poetry penting karena menunjukkan kekuatan Lee Chang-dong dalam membangun drama yang pelan tapi menusuk. Film ini tidak berteriak, tetapi justru karena itu efeknya terasa dalam.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin film Korea yang puitis, serius, dan kontemplatif.

16. I Saw the Devil (2010)

i saw the devil - Menonton.id (11)

I Saw the Devil adalah revenge thriller brutal karya Kim Jee-woon. Ceritanya mengikuti agen intelijen yang membalas dendam kepada psikopat pembunuh berantai yang membunuh tunangannya. Tapi balas dendam itu tidak dilakukan sekali, melainkan dibuat seperti permainan panjang yang semakin tidak manusiawi.

Film ini sangat intens dan penuh kekerasan. Namun, kekuatannya bukan hanya pada adegan brutal, tetapi pada pertanyaan moralnya: ketika seseorang membalas monster dengan cara yang sama mengerikannya, apakah ia masih berbeda?

Sebagai film Korea, I Saw the Devil penting karena menjadi salah satu revenge thriller paling ekstrem dari Korea Selatan. Choi Min-sik dan Lee Byung-hun tampil kuat dalam konflik yang semakin lama semakin gelap.

Film ini cocok untuk penonton yang suka thriller brutal. Tapi kalau tidak kuat dengan kekerasan eksplisit, lebih baik pilih film lain. Tidak semua orang perlu membuktikan ketahanan mentalnya lewat film seperti ini. Hidup sudah cukup.

17. The Handmaiden (2016)

the handmaiden - Menonton.id(9)

The Handmaiden adalah psychological thriller karya Park Chan-wook yang terinspirasi dari novel Fingersmith karya Sarah Waters, tetapi memindahkan latarnya ke Korea pada masa kolonial Jepang.

Film ini mengikuti seorang perempuan muda yang disewa untuk menjadi pelayan seorang pewaris kaya, sebagai bagian dari rencana penipuan besar. Tapi cerita kemudian berbelok menjadi kisah tentang hasrat, manipulasi, kebebasan, dan cara perempuan mengambil kembali kendali atas tubuh serta hidupnya.

Sebagai film Korea, The Handmaiden wajib masuk daftar karena merupakan salah satu karya Park Chan-wook paling elegan dan kompleks. Visualnya indah, strukturnya berlapis, dan twist-nya dibangun dengan sangat rapi.

Film semi korea ini cocok untuk penonton dewasa yang suka thriller erotik, misteri, dan drama psikologis. Ini bukan film romance biasa, jelas. Ini film yang membuat penipuan terlihat seperti seni mahal.

18. The Wailing (2016)

review the wailing - Menonton.id

The Wailing adalah film horor-misteri karya Na Hong-jin tentang desa kecil yang diguncang serangkaian kematian aneh setelah kedatangan orang asing misterius. Seorang polisi lokal kemudian berusaha mencari tahu apa yang terjadi, terutama saat keluarganya ikut terancam.

Film ini sangat kuat karena atmosfernya terus memburuk. Penonton tidak pernah benar-benar nyaman, karena film ini terus bermain dengan kemungkinan: apakah ini penyakit, kriminal, kutukan, atau sesuatu yang lebih jahat?

Sebagai film Korea, The Wailing penting karena menjadi salah satu horor modern terbaik dari Korea Selatan. Film ini memadukan folk horror, thriller, drama keluarga, dan paranoia dengan sangat efektif.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin horor panjang, gelap, dan penuh rasa tidak pasti. Bukan tipe horor yang selesai lalu bisa langsung tidur tenang. Ya, terima kasih banyak.

19. Train to Busan (2016)

train to busan - menonton.id (13)

Train to Busan adalah film zombie Korea yang mengikuti penumpang kereta dari Seoul ke Busan saat wabah zombie menyebar cepat. Di tengah kekacauan itu, seorang ayah harus melindungi anak perempuannya.

Film ini sangat efektif karena memakai ruang sempit kereta sebagai mesin ketegangan. Zombie bergerak cepat, karakter harus berpindah gerbong, dan konflik manusia justru sering lebih menyebalkan daripada monster.

Sebagai film Korea, Train to Busan penting karena menjadi salah satu film zombie paling populer dari Asia dan berhasil menembus penonton internasional. Film ini tidak hanya seru, tetapi juga punya emosi keluarga dan kritik sosial.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin horor-action yang cepat, emosional, dan sangat mudah direkomendasikan.

20. A Taxi Driver (2017)

a taxi driver - Menonton.id

A Taxi Driver adalah film drama sejarah tentang seorang sopir taksi Seoul yang mengantar jurnalis Jerman ke Gwangju pada 1980, saat terjadi gerakan pro-demokrasi dan represi militer.

Film ini menarik karena memakai sudut pandang orang biasa. Tokoh utamanya bukan aktivis besar atau politisi, melainkan sopir taksi yang awalnya hanya ingin mendapatkan uang. Namun, perjalanan itu membuatnya melihat langsung kekerasan dan keberanian warga Gwangju.

Sebagai film Korea, A Taxi Driver penting karena mengangkat sejarah politik Korea Selatan dengan cara yang emosional dan mudah diakses. Song Kang-ho tampil sangat kuat sebagai karakter yang perlahan berubah karena pengalaman yang ia saksikan sendiri.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin film Korea bertema sejarah, politik, dan kemanusiaan.

21. Burning (2018)

burning

Burning adalah film misteri psikologis karya Lee Chang-dong yang diadaptasi dari cerita pendek Haruki Murakami. Ceritanya mengikuti Jong-su, pemuda yang bertemu kembali dengan teman lamanya, Hae-mi, lalu mengenal Ben, pria kaya misterius yang membuat hidupnya semakin dipenuhi rasa curiga.

Film ini sangat pelan, tetapi penuh ketegangan tersembunyi. Ia membahas kelas sosial, maskulinitas, kecemburuan, kesepian, dan rasa tidak berdaya generasi muda. Misterinya tidak dijelaskan secara mudah, sehingga penonton harus hidup dengan ambiguitasnya. Menyebalkan, tapi justru itulah seninya.

Sebagai film Korea, Burning wajib masuk daftar karena menjadi salah satu film arthouse Korea paling dipuji dalam dekade terakhir. Steven Yeun, Yoo Ah-in, dan Jeon Jong-seo memberi performa yang sangat kuat.

Film ini cocok untuk penonton yang suka mystery drama yang pelan, ambigu, dan lebih terasa seperti bara api daripada ledakan.

22. Parasite (2019)

parasite - Menonton.id (1)

Parasite adalah film Bong Joon-ho yang membawa sinema Korea ke puncak pengakuan global. Ceritanya mengikuti keluarga Kim yang hidup miskin dan perlahan menyusup ke kehidupan keluarga Park yang kaya raya dengan menjadi pekerja di rumah mereka.

Film ini bekerja karena sangat rapi dalam mencampur genre: komedi gelap, thriller, drama keluarga, satire kelas sosial, dan tragedi. Awalnya terasa seperti film penipuan yang lucu, lalu perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap.

Sebagai film Korea, Parasite wajib masuk daftar karena posisinya tidak bisa diabaikan. Film ini bukan hanya sukses secara kritik, tetapi juga menjadi momen historis ketika film Korea memenangkan Best Picture di Oscar.

Yang membuat Parasite bertahan adalah kritik kelasnya yang tajam. Rumah, tangga, ruang bawah tanah, bau, dan pekerjaan rumah tangga semuanya menjadi simbol struktur sosial. Bong Joon-ho membuat film yang sangat menghibur sekaligus sangat kejam terhadap ilusi mobilitas sosial. Menyenangkan, lalu menyakitkan. Formula Korea yang sudah seperti tanda tangan nasional.

23. Decision to Leave (2022)

decision to leave - Menonton.id (1)

Decision to Leave adalah thriller romantis karya Park Chan-wook tentang detektif Hae-jun yang menyelidiki kematian seorang pria dan mulai tertarik pada Seo-rae, istri korban yang menjadi tersangka.

Film ini lebih tenang dibanding Oldboy atau The Handmaiden, tetapi tetap sangat khas Park Chan-wook. Ada obsesi, misteri, hasrat, rasa bersalah, dan visual yang sangat terkontrol. Film ini terasa seperti noir romantis yang disusun dengan presisi tinggi.

Sebagai film Korea, Decision to Leave penting karena menunjukkan kedewasaan gaya Park Chan-wook. Ia tidak lagi mengandalkan kekerasan ekstrem, tetapi membangun ketegangan dari tatapan, jarak, ponsel, laut, gunung, dan hubungan yang tidak pernah bisa benar-benar aman.

Film ini cocok untuk penonton yang suka misteri romantis dewasa, visual indah, dan drama psikologis yang pelan tapi menghantui.

24. Exhuma (2024)

review exhuma - Menonton.id (1)

Exhuma adalah film horor okultisme Korea tentang dua dukun, ahli feng shui, dan petugas pemakaman yang terlibat dalam pembongkaran makam misterius sebuah keluarga kaya. Dari sana, mereka menemukan sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari sekadar urusan leluhur.

Film ini penting karena menjadi salah satu hit besar Korea pada 2024. Ia membuktikan bahwa horor lokal dengan elemen perdukunan, sejarah, dan spiritualitas masih punya daya tarik besar, bukan hanya di Korea tetapi juga di pasar internasional.

Sebagai film Korea, Exhuma layak masuk daftar karena memperlihatkan arah horor Korea modern: bukan hanya rumah berhantu atau jumpscare, tetapi campuran ritual, sejarah, kolonialisme, feng shui, dan ketakutan budaya yang lebih dalam.

Film ini cocok untuk penonton yang suka horor okultisme yang atmosferik dan punya lapisan budaya kuat.

25. No Other Choice (2025)

no other choice - Menonton.id

No Other Choice adalah film black comedy thriller karya Park Chan-wook yang diadaptasi dari novel The Ax karya Donald E. Westlake. Ceritanya mengikuti seorang pria yang kehilangan pekerjaan dan kemudian menyusun rencana ekstrem untuk menghabisi para pesaingnya demi mendapatkan pekerjaan baru.

Film ini terdengar absurd, tetapi sangat dekat dengan kecemasan modern: pekerjaan, status, maskulinitas, keluarga, kompetisi, dan rasa tidak berguna ketika sistem ekonomi membuang seseorang. Park Chan-wook memakai premis gelap ini untuk membahas tekanan sosial dan kegilaan yang muncul dari rasa putus asa.

Sebagai film Korea modern, No Other Choice layak masuk daftar karena memperlihatkan bahwa sinema Korea terus bergerak setelah era Parasite. Ia masih berani memakai genre untuk membahas masalah sosial, hanya kali ini lewat komedi gelap dan krisis pekerjaan.

Film ini cocok untuk penonton yang suka karya Park Chan-wook dan satire sosial yang gelap. Karena rupanya kehilangan pekerjaan bisa menjadi premis thriller. Ekonomi modern, selalu mencari cara baru untuk membuat manusia bertingkah buruk.

Rekomendasi Tambahan Film Korea Lainnya

Kalau kamu masih ingin mencari film Korea lain, beberapa judul ini juga layak masuk watchlist:

  • The Coachman
  • Chilsu and Mansu
  • Sopyonje
  • Christmas in August
  • Shiri
  • Barking Dogs Never Bite
  • My Sassy Girl
  • Sympathy for Mr. Vengeance
  • Save the Green Planet!
  • A Bittersweet Life
  • Welcome to Dongmakgol
  • The King and the Clown
  • The Good, the Bad, the Weird
  • Castaway on the Moon
  • The Man from Nowhere
  • The Yellow Sea
  • The Front Line
  • Masquerade
  • The Attorney
  • The Admiral: Roaring Currents
  • Ode to My Father
  • Veteran
  • Assassination
  • The Age of Shadows
  • Along with the Gods: The Two Worlds
  • 1987: When the Day Comes
  • Little Forest
  • House of Hummingbird
  • Escape from Mogadishu
  • Broker
  • Concrete Utopia
  • 12.12: The Day
  • Past Lives
  • The Roundup
  • Sleep
  • Harbin

Beberapa judul di atas bisa masuk daftar utama tergantung angle artikel. Kalau ingin lebih populer dan box office, Along with the Gods, The Admiral, Veteran, dan The Roundup bisa dinaikkan. Kalau ingin lebih arthouse, House of Hummingbird, Broker, dan Past Lives bisa dipertimbangkan, walau Past Lives lebih tepat disebut film Amerika-Korea daripada film Korea Selatan murni.

Apa yang Membuat Film Korea Begitu Populer?

Film Korea populer karena berani mencampur genre dan emosi dengan cara yang sangat khas. Satu film bisa dimulai sebagai komedi keluarga, berubah menjadi thriller, lalu berakhir sebagai tragedi sosial. Formula seperti ini membuat penonton sulit menebak arah cerita.

Selain itu, film Korea sering kuat dalam kritik sosial. Parasite membahas kelas sosial. Memories of Murder membahas kegagalan sistem dan kekerasan institusi. A Taxi Driver membahas represi politik. Burning membahas frustrasi generasi muda. Exhuma memakai horor untuk menyentuh sejarah dan kepercayaan budaya.

Film Korea juga dikenal punya karakter yang kuat dan tidak selalu mudah disukai. Banyak tokohnya cacat, marah, putus asa, atau melakukan hal buruk karena tekanan sosial. Ini membuat ceritanya terasa lebih manusiawi, walau kadang manusiawinya agak mengerikan. Tapi ya, manusia memang sering lebih menarik ketika tidak sedang pura-pura baik.

Genre Film Korea yang Paling Populer

1. Thriller Korea
Thriller Korea sangat terkenal karena intens, gelap, dan sering punya twist kuat. Contohnya Memories of Murder, Oldboy, The Chaser, Mother, dan I Saw the Devil.

2. Horor Korea
Horor Korea sering menggabungkan trauma keluarga, mitos lokal, spiritualitas, dan atmosfer mencekam. Contohnya A Tale of Two Sisters, The Wailing, Train to Busan, dan Exhuma.

3. Drama Korea
Drama film Korea biasanya kuat secara emosional dan sosial. Contohnya Peppermint Candy, Secret Sunshine, Poetry, dan Burning.

4. Film Korea politik/sejarah
Film seperti Joint Security Area, Taegukgi, A Taxi Driver, dan 1987: When the Day Comes membahas luka sejarah, perang, demokrasi, dan hubungan Korea Utara-Korea Selatan.

5. Film Korea romantis dan arthouse
Film seperti 3-Iron, The Handmaiden, dan Decision to Leave menunjukkan sisi romantis yang tidak biasa, sering bercampur dengan misteri, obsesi, atau visual yang sangat artistik.

6. Film Korea blockbuster
Film seperti The Host, Train to Busan, Along with the Gods, The Roundup, dan Exhuma menunjukkan bahwa Korea juga punya film komersial besar yang tetap punya identitas lokal kuat.

Tips Memilih Film Korea yang Cocok

Kalau kamu baru mulai menonton film Korea, pilih Parasite, Train to Busan, Memories of Murder, Oldboy, dan Decision to Leave. Kelimanya memberi gambaran luas tentang kekuatan sinema Korea: satire sosial, horor-action, thriller kriminal, revenge thriller, dan misteri romantis.

Kalau suka thriller gelap, tonton Oldboy, The Chaser, Mother, dan I Saw the Devil. Kalau suka horor, pilih A Tale of Two Sisters, The Wailing, Train to Busan, dan Exhuma. Kalau suka drama serius, mulai dari Peppermint Candy, Secret Sunshine, Poetry, dan Burning.

Kalau ingin film Korea yang lebih populer dan mudah ditonton, Train to Busan, The Host, A Taxi Driver, dan Exhuma bisa jadi pilihan aman. Kalau ingin yang lebih art-house, 3-Iron, Poetry, Burning, dan Decision to Leave lebih cocok.

Jangan langsung menonton semua thriller Korea secara maraton. Setelah tiga film, kamu mungkin mulai mencurigai semua tetangga punya rahasia gelap. Memang mungkin, tapi tidak perlu dibantu sinema setiap malam.

Film Korea terbaik membuktikan bahwa Korea Selatan punya salah satu industri film paling kuat di dunia. Dari klasik seperti The Housemaid dan Aimless Bullet, drama sosial seperti Peppermint Candy dan Secret Sunshine, thriller seperti Memories of Murder, Oldboy, dan The Chaser, sampai film modern seperti Parasite, Decision to Leave, Exhuma, dan No Other Choice, sinema Korea terus berkembang dengan identitas yang kuat.

Kalau kamu baru ingin mulai, tonton Memories of Murder, Oldboy, The Host, Train to Busan, The Handmaiden, Burning, Parasite, Decision to Leave, dan Exhuma. Dari sana, kamu bisa memilih apakah ingin masuk ke thriller, horor, drama, action, atau film Korea yang lebih art-house.

Pada akhirnya, film Korea disukai karena tidak takut membuat penonton merasa campur aduk. Lucu, sedih, brutal, politis, romantis, dan mengerikan bisa hadir dalam satu film. Hasilnya, pengalaman menontonnya sering terasa lebih hidup, meski kadang hidup yang dimaksud adalah hidup yang sedang jatuh dari tangga sosial sambil dikejar trauma keluarga. juga membangun atmosfer mencekam secara perlahan.

***

Jangan lupa untuk terus menjelajahi dunia hiburan di menonton.id, di mana kamu bisa menemukan artikel-artikel menarik tentang film, serial TV, dan berita hiburan lainnya. Ikuti juga kami di media sosial seperti TwitterInstagramFacebook, YouTube,TikTok, dan Google News untuk mengetahui berita dan rekomendasi terbaru tentang film.

FAQ

Apa film Korea terbaik?

Beberapa film Korea terbaik adalah Memories of Murder, Oldboy, The Host, The Handmaiden, Train to Busan, Burning, Parasite, Decision to Leave, dan Exhuma.

Apa film Korea yang cocok untuk pemula?

Film Korea yang cocok untuk pemula antara lain Parasite, Train to Busan, Memories of Murder, A Taxi Driver, The Host, dan Decision to Leave.

Apa film thriller Korea terbaik?

Film thriller Korea terbaik antara lain Memories of Murder, Oldboy, The Chaser, Mother, I Saw the Devil, dan Decision to Leave.

Apa film horor Korea terbaik?

Film horor Korea terbaik antara lain A Tale of Two Sisters, The Wailing, Train to Busan, dan Exhuma.

Apa film Korea yang memenangkan Oscar?

Film Korea yang paling terkenal di Oscar adalah Parasite. Film karya Bong Joon-ho ini memenangkan Best Picture, Best Director, Best Original Screenplay, dan Best International Feature Film di Oscar 2020.

15 Film Horor Found Footage Terbaik dari REC sampai Incantation

Film horor found footage punya cara menakut-nakuti yang berbeda dari horor biasa. Formatnya dibuat seolah-olah berasal dari rekaman asli: kamera amatir, handycam, dokumenter palsu, CCTV, webcam, video call, livestream, atau footage yang ditemukan setelah karakter-karakternya hilang. Penonton dibuat merasa sedang melihat bukti dari kejadian mengerikan, bukan sekadar menonton film horor biasa.

Itulah kenapa format ini sangat efektif untuk horor. Kamera yang goyah, gambar yang tidak selalu jelas, audio yang berantakan, dan sudut pandang terbatas membuat ketakutan terasa lebih dekat. Kita tidak selalu tahu apa yang ada di luar frame. Kita juga sering hanya bisa melihat apa yang dilihat karakter. Dan tentu saja, karakter dalam film ini biasanya tetap merekam meski situasinya sudah jelas berbahaya. Sebuah keputusan yang tidak masuk akal, tapi tanpa itu filmnya selesai. Seni kadang memang butuh kebodohan manusia.

Film found footage sebenarnya bukan hanya milik horor. Format ini juga bisa dipakai untuk film monster, sci-fi, komedi, mockumentary, sampai screenlife thriller. Namun, horor tetap menjadi genre yang paling lekat dengan found footage karena format ini bisa menciptakan ilusi realisme dan rasa panik yang sangat kuat.

Daftar ini khusus membahas film horor found footage terbaik. Jadi, film seperti Chronicle, Project X, Searching, atau End of Watch lebih cocok dibahas di artikel film found footage secara umum. Di sini, fokusnya adalah film-film yang memakai format rekaman untuk menciptakan ketakutan: dari horor hutan, rumah berhantu, wabah, kultus, rumah sakit jiwa, video call, sampai siaran televisi palsu.

Berikut rekomendasi film horor found footage terbaik yang wajib kamu tonton.

Daftar Cepat Film Horor Found Footage Berdasarkan Mood

Mood MenontonRekomendasi Film
Found footage klasikCannibal Holocaust, The Blair Witch Project, Paranormal Activity
Horor paling intensREC, Gonjiam: Haunted Asylum, Host
Horor supernaturalParanormal Activity, The Taking of Deborah Logan, Incantation
Horor mockumentaryNoroi: The Curse, Lake Mungo
Horor monster / disasterCloverfield
Horor IndonesiaKeramat
Horor antologiV/H/S
Horor psikologisCreep, Lake Mungo
Horor modernGonjiam: Haunted Asylum, Host, Incantation, Late Night with the Devil

1. Cannibal Holocaust (1980)

cannibal-holocaust-menonton.id

Cannibal Holocaust sering disebut sebagai salah satu film penting dalam sejarah found footage. Film karya Ruggero Deodato ini memakai konsep rekaman ekspedisi yang ditemukan setelah sekelompok pembuat dokumenter menghilang di hutan Amazon.

Secara historis, film ini penting karena sudah memakai ide “rekaman ditemukan” jauh sebelum format found footage populer di era modern. Film ini menciptakan ilusi bahwa penonton sedang melihat dokumentasi nyata dari sesuatu yang mengerikan.

Namun, Cannibal Holocaust juga sangat kontroversial. Kontennya ekstrem, eksploitatif, dan sulit direkomendasikan sebagai tontonan santai. Karena itu, film ini lebih tepat dibahas sebagai tonggak sejarah yang problematis dalam found footage horror, bukan film yang bisa ditonton tanpa catatan.

Sebagai film horor found footage, posisinya penting karena memperlihatkan bagaimana format ini sejak awal bermain dengan batas antara fiksi, dokumenter, sensasi, dan manipulasi penonton. Film ini cocok untuk penonton dewasa yang ingin memahami akar found footage, dengan catatan bahwa isinya sangat tidak nyaman.

2. Noroi: The Curse (2005)

noroi the curse - Menonton.id (9)

Noroi: The Curse adalah film horor Jepang yang memakai gaya mockumentary untuk membangun cerita tentang kutukan, ritual, dan kejadian-kejadian aneh yang saling terhubung. Film ini disajikan seperti dokumenter investigasi yang mengikuti seorang peneliti paranormal bernama Masafumi Kobayashi.

Yang membuat Noroi kuat adalah cara film ini menyusun ketakutan secara perlahan. Tidak ada satu kejadian besar yang langsung menjelaskan semuanya. Sebaliknya, film ini memberi potongan rekaman, wawancara, acara televisi, laporan, dan video amatir yang perlahan membentuk gambaran mengerikan.

Sebagai film horor found footage, Noroi penting karena menunjukkan gaya film Jepang yang lebih sabar, misterius, dan penuh atmosfer. Ketegangannya tidak selalu datang dari jumpscare, tetapi dari rasa bahwa sesuatu yang buruk sudah bekerja sejak lama dan penonton baru menyadarinya terlalu lambat.

Film ini cocok untuk penonton yang suka horor investigasi, kutukan, dan cerita yang terasa seperti puzzle. Bukan horor yang berlari cepat, tapi horor yang merayap pelan sambil membawa dokumen. Sangat tidak sopan.

3. The Blair Witch Project (1999)

the blair witch project - Menonton.id

The Blair Witch Project adalah film yang membawa found footage ke arus utama. Ceritanya mengikuti tiga mahasiswa film yang masuk ke hutan Black Hills untuk membuat dokumenter tentang legenda Blair Witch. Mereka kemudian hilang, dan film yang kita tonton disajikan sebagai rekaman yang ditemukan setelah kejadian itu.

Kekuatan film ini ada pada kesederhanaannya. Tidak ada monster yang terlihat jelas. Tidak ada efek visual besar. Yang ada hanya kamera goyah, suara aneh di hutan, konflik antarkarakter, dan rasa tersesat yang semakin membuat panik.

Sebagai film horor found footage, The Blair Witch Project sangat penting karena membuktikan bahwa keterbatasan bisa menjadi kekuatan. Justru karena penonton tidak melihat semuanya, imajinasi bekerja lebih keras. Dan imajinasi manusia, seperti biasa, sangat rajin menciptakan hal buruk.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin memahami kenapa found footage horror bisa menjadi fenomena besar. Pengaruhnya sangat terasa pada banyak film horor setelahnya.

4. Paranormal Activity (2007)

film found footage paranormal activity - Menonton.id (6)

Paranormal Activity adalah salah satu film horor found footage paling sukses secara komersial. Ceritanya sangat sederhana: pasangan muda memasang kamera di rumah mereka untuk merekam gangguan supernatural yang terjadi pada malam hari.

Film ini efektif karena sabar. Banyak adegan hanya memperlihatkan kamar tidur yang diam. Penonton dipaksa menunggu apakah pintu akan bergerak, suara akan muncul, atau sesuatu akan terjadi di sudut frame. Ini horor yang membuat kita takut pada ruang kosong. Hebat sekali, manusia bisa kalah oleh tripod.

Sebagai film horor found footage, Paranormal Activity penting karena membuktikan bahwa horor murah bisa menjadi fenomena besar jika konsepnya kuat. Film ini juga mempopulerkan kembali gaya kamera statis dalam rumah, yang kemudian banyak ditiru oleh film-film horor lain.

Film ini cocok untuk penonton yang suka horor rumah berhantu, gangguan gaib, dan ketegangan yang dibangun pelan-pelan.

5. REC (2007)

film zombie rec-2007

REC adalah salah satu film horor found footage terbaik dari Spanyol. Ceritanya mengikuti reporter televisi dan kameramannya yang sedang meliput aktivitas pemadam kebakaran. Mereka kemudian masuk ke sebuah gedung apartemen dan terjebak ketika penghuni di dalam mulai menunjukkan gejala mengerikan.

Film ini sangat intens karena memakai struktur real-time. Kamera terus bergerak dari satu ruang ke ruang lain, membuat penonton ikut merasa terkurung di gedung yang sama. Semakin lama, situasinya semakin kacau dan hampir tidak memberi ruang untuk bernapas.

Sebagai film horor found footage, REC wajib masuk daftar karena eksekusinya sangat efektif. Format rekaman tidak terasa seperti gimmick, tetapi benar-benar menjadi cara untuk membangun kepanikan. Sudut pandang kamera yang terbatas membuat setiap lorong, tangga, dan ruangan terasa berbahaya.

Film ini cocok untuk penonton yang suka horor wabah, gedung terkunci, dan ketegangan cepat. Ini salah satu pilihan terbaik kalau kamu ingin found footage yang benar-benar agresif.

6. Lake Mungo (2008)

lake mungo - Menonton.id (4)

Lake Mungo adalah horor Australia yang memakai gaya mockumentary. Ceritanya mengikuti keluarga Palmer yang berduka setelah kematian anak perempuan mereka, Alice. Setelah kematian itu, mereka mulai mengalami kejadian-kejadian aneh yang tampaknya berkaitan dengan Alice dan rahasia yang ia simpan.

Film ini berbeda dari banyak found footage lain karena tidak terlalu mengandalkan kepanikan. Lake Mungo lebih pelan, sedih, dan muram. Ketakutannya datang dari rasa kehilangan, memori keluarga, rekaman yang membingungkan, dan perasaan bahwa orang yang kita cintai mungkin tidak sepenuhnya kita kenal.

Sebagai film horor found footage, Lake Mungo penting karena menunjukkan bahwa format ini bisa dipakai untuk horor duka yang emosional. Tidak semua found footage harus berisi orang berlari sambil berteriak. Kadang horor paling menyakitkan justru datang dari video keluarga yang terlihat biasa.

Film ini cocok untuk penonton yang suka horor atmosferik, mockumentary, dan cerita yang lebih sedih daripada brutal.

7. Cloverfield (2008)

cloverfield - Menonton.id (7)

Cloverfield memang sering masuk kategori monster movie dan disaster film, tetapi ia juga punya unsur horor found footage yang kuat. Ceritanya mengikuti sekelompok orang di New York yang sedang mengadakan pesta sebelum kota tiba-tiba diserang makhluk raksasa misterius.

Film ini menarik karena memakai found footage untuk skala besar. Biasanya monster movie memperlihatkan kehancuran kota dari sudut pandang luas. Cloverfield justru membatasi penonton lewat kamera pribadi karakter, sehingga serangan monster terasa lebih kacau, dekat, dan membingungkan.

Sebagai film horor found footage, Cloverfield penting karena memperluas format ini dari hutan dan rumah berhantu ke kota besar yang hancur. Ia membuat monster terasa seperti bencana yang dialami orang biasa, bukan sekadar spektakel dari jauh.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin found footage dengan monster, kepanikan urban, dan energi blockbuster.

8. Keramat (2009)

keramat - Menonton.id (5)

Keramat adalah salah satu film horor found footage terbaik dari Indonesia. Film Monty Tiwa ini mengikuti sekelompok kru produksi dari Jakarta yang pergi ke Bantul untuk persiapan syuting. Namun, perjalanan mereka berubah menjadi pengalaman mengerikan ketika kejadian-kejadian mistis mulai muncul.

Kekuatan Keramat ada pada rasa naturalnya. Dialog dan interaksi karakter terasa seperti dokumentasi perjalanan kru film sungguhan. Karena itu, ketika hal-hal aneh mulai terjadi, efeknya terasa lebih dekat dan tidak terlalu dibuat-buat.

Sebagai film horor found footage Indonesia, Keramat penting karena berhasil memanfaatkan nuansa lokal: perjalanan ke daerah, mitos, kerasukan, suasana desa, dan rasa tidak siap menghadapi sesuatu yang tidak bisa dijelaskan secara rasional.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin horor found footage lokal dengan atmosfer kuat dan rasa realisme yang cukup natural. Ini juga bukti bahwa Indonesia tidak perlu selalu meniru horor luar untuk membuat found footage yang efektif.

9. V/H/S (2012)

vhs - Menonton.id (3)

V/H/S adalah film horor antologi yang memakai format found footage. Film ini berisi beberapa segmen horor pendek yang disajikan sebagai rekaman-rekaman aneh dalam kaset video. Setiap segmen punya gaya, ancaman, dan pendekatan yang berbeda.

Sebagai antologi, kualitas setiap segmen memang tidak selalu sama. Ada yang sangat kuat, ada yang biasa saja. Tapi secara keseluruhan, V/H/S penting karena membawa found footage ke format anthology horror yang lebih liar dan bervariasi.

Film ini juga membantu membuka jalan untuk franchise V/H/S yang terus berkembang dengan berbagai sekuel. Formatnya cocok untuk horor pendek karena found footage bisa langsung masuk ke situasi menyeramkan tanpa perlu terlalu banyak setup.

Film ini cocok untuk penonton yang suka horor antologi, rekaman aneh, dan variasi cerita dalam satu film. Kalau satu segmen tidak cocok, tunggu sebentar. Masalah baru akan datang. Begitulah efisiensi horor.

10. Creep (2014)

film horor found footage creep - Menonton.id

Creep adalah film horor found footage yang sangat kecil secara skala, tapi sangat efektif. Ceritanya mengikuti Aaron, videografer yang menerima pekerjaan untuk merekam Josef, pria asing yang mengaku sedang sakit dan ingin membuat video untuk anaknya. Semakin lama, perilaku Josef semakin aneh dan mengganggu.

Film ini kuat karena hanya membutuhkan dua karakter dan kamera. Ketegangannya bukan datang dari rumah berhantu atau monster, tetapi dari interaksi sosial yang semakin tidak nyaman. Josef bisa terlihat lucu, ramah, sedih, dan menyeramkan dalam waktu yang hampir bersamaan.

Sebagai film horor found footage, Creep membuktikan bahwa format ini sangat cocok untuk psychological horror. Kamera menjadi alasan bagi karakter untuk terus berinteraksi, bahkan ketika situasinya sudah terasa salah.

Film ini cocok untuk penonton yang suka horor kecil, canggung, dan sangat tidak nyaman. Ini jenis film yang membuat kita ingin menolak semua pekerjaan freelance dari orang asing. Pelajaran hidup yang berguna.

11. The Taking of Deborah Logan (2014)

the taking of deborah logan - Menonton.id (1)

The Taking of Deborah Logan adalah film horor found footage yang awalnya terlihat seperti dokumenter tentang Alzheimer. Sekelompok kru membuat dokumentasi tentang Deborah Logan, perempuan tua yang mengalami gejala penyakit tersebut. Namun, semakin lama, kondisi Deborah menunjukkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan.

Film ini menarik karena memulai horornya dari sesuatu yang sangat manusiawi: penyakit, penuaan, dan ketakutan keluarga kehilangan seseorang secara perlahan. Lalu film bergerak ke wilayah supernatural yang semakin ekstrem.

Sebagai film horor found footage, The Taking of Deborah Logan efektif karena memanfaatkan format dokumenter medis untuk membangun rasa realisme. Penonton awalnya merasa sedang menyaksikan studi kasus, sebelum perlahan sadar bahwa masalahnya bukan hanya kesehatan.

Film ini cocok untuk penonton yang suka horor possession, dokumenter palsu, dan ketegangan yang berubah dari sedih menjadi mengerikan.

12. Gonjiam: Haunted Asylum (2018)

gonjiam haunted asylum - Menonton.id (7)

Gonjiam: Haunted Asylum adalah film horor found footage Korea Selatan tentang kru web series horor yang melakukan livestream dari rumah sakit jiwa terbengkalai. Tujuannya tentu saja untuk mencari views. Karena manusia modern rupanya melihat bangunan angker dan berpikir, “ini konten.”

Film ini sangat efektif karena memakai format livestream dan kamera personal. Setiap karakter membawa perangkat, sehingga penonton bisa melihat kepanikan dari sudut yang berbeda. Lokasi rumah sakit jiwa juga memberi ruang yang sempit, gelap, dan penuh rasa tidak aman.

Sebagai film horor found footage, Gonjiam penting karena menjadi salah satu contoh terbaik dari Asia modern. Film ini memadukan kultur internet, eksplorasi tempat angker, dan horor supernatural dengan ritme yang sangat intens.

Film ini cocok untuk penonton yang suka haunted location, livestream horror, dan film Korea yang tidak terlalu lama basa-basi sebelum membuat penonton tegang.

13. Host (2020)

host - Menonton.id

Host adalah film horor screenlife yang seluruh ceritanya berlangsung lewat video call. Ceritanya mengikuti sekelompok teman yang melakukan sesi pemanggilan arwah secara online, lalu gangguan supernatural mulai terjadi di rumah masing-masing.

Film ini sangat relevan dengan era pandemi, ketika banyak orang terbiasa beraktivitas lewat layar. Format Zoom membuat film ini terasa dekat karena mediumnya sangat familiar. Rumah masing-masing karakter yang awalnya terasa aman justru berubah menjadi ruang horor pribadi.

Sebagai film horor found footage modern, Host penting karena menunjukkan evolusi format ini ke screenlife horror. Tidak perlu handycam atau rekaman ekspedisi. Cukup laptop, koneksi internet, dan keputusan buruk untuk bermain-main dengan hal gaib lewat video call.

Film ini cocok untuk penonton yang ingin horor pendek, padat, modern, dan sangat efektif.

14. Incantation (2022)

incantation - Menonton.id (2)

Incantation adalah film horor Taiwan yang memakai format found footage untuk cerita tentang kutukan, ritual, dan trauma masa lalu. Film ini mengikuti Li Ronan, seorang ibu yang mencoba melindungi anaknya dari kutukan yang berkaitan dengan pelanggaran ritual beberapa tahun sebelumnya.

Film ini menarik karena tidak hanya memakai kamera sebagai alat dokumentasi, tetapi juga melibatkan penonton dalam pengalaman ritualnya. Ada momen ketika film seperti meminta penonton ikut membaca simbol atau mantra, membuat batas antara layar dan penonton terasa lebih tipis.

Sebagai film horor found footage, Incantation penting karena membawa pendekatan folk horror Asia Timur yang sangat kuat. Atmosfernya gelap, mitologinya menarik, dan struktur rekamannya membuat cerita terasa seperti dokumentasi kutukan yang benar-benar menyebar.

Film ini cocok untuk penonton yang suka horor kutukan, ritual, dan found footage Asia yang lebih modern. Jangan heran kalau setelah menonton, kamu jadi curiga pada simbol-simbol acak. Otak manusia memang suka mencari masalah.

15. Late Night with the Devil (2023)

review late night with the devil 2023 - Menonton.id (1)

Late Night with the Devil adalah horor bergaya faux broadcast yang disajikan seperti rekaman episode talk show malam tahun 1977 yang hilang dan kemudian ditemukan. Ceritanya mengikuti Jack Delroy, pembawa acara yang mencoba menaikkan rating lewat episode Halloween spesial yang menghadirkan paranormal, skeptis, dan seorang anak perempuan yang diduga kerasukan.

Film ini berbeda dari found footage biasa. Tidak ada kamera goyah atau karakter yang berlari sambil merekam. Formatnya lebih menyerupai siaran televisi lama, lengkap dengan estetika talk show, jeda, backstage footage, dan rasa bahwa penonton sedang melihat acara yang seharusnya tidak pernah ditayangkan.

Sebagai film horor found footage modern, Late Night with the Devil menarik karena memperluas bentuk found footage ke arah lost broadcast horror. Ia menunjukkan bahwa rekaman “yang ditemukan” tidak harus selalu berupa handycam. Bisa juga berupa arsip televisi yang menyimpan sesuatu yang salah.

Film ini cocok untuk penonton yang suka horor okultisme, format siaran palsu, dan cerita yang bermain dengan media televisi. Lagi-lagi, hiburan manusia berubah menjadi pintu masalah. Sangat konsisten.

Rekomendasi Tambahan Film Horor Found Footage Lainnya

Kalau kamu masih ingin mencari film horor found footage lain, beberapa judul ini juga layak masuk watchlist:

  • The Last Broadcast
  • The Collingswood Story
  • Diary of the Dead
  • The Poughkeepsie Tapes
  • The Last Exorcism
  • The Tunnel
  • Grave Encounters
  • The Bay
  • The Sacrament
  • Willow Creek
  • As Above, So Below
  • Unfriended
  • The Den
  • Be My Cat: A Film for Anne
  • Hell House LLC
  • The Visit
  • The Medium
  • Dashcam
  • Deadstream
  • Savageland
  • The Outwaters
  • V/H/S/94
  • V/H/S/99
  • V/H/S/85
  • V/H/S/Beyond

Beberapa judul di atas bisa masuk main list tergantung angle artikel. The Last Broadcast penting secara sejarah, Grave Encounters populer untuk haunted asylum, Hell House LLC punya fanbase kuat, dan Deadstream menarik sebagai horor-komedi livestream. Namun, untuk daftar utama, 15 judul dipilih agar lebih seimbang antara klasik, horor Asia, horor modern, screenlife, dan film yang punya pengaruh besar pada format found footage.

Apa Itu Film Horor Found Footage?

Film horor found footage adalah film horor yang dibuat seolah-olah berasal dari rekaman yang ditemukan, direkam oleh karakter, atau dikumpulkan dari kamera yang ada di dalam dunia cerita. Rekamannya bisa berupa handycam, kamera dokumenter, CCTV, webcam, ponsel, laptop, video call, livestream, atau siaran televisi.

Format ini membuat penonton merasa seperti sedang melihat peristiwa nyata. Gambar yang tidak sempurna, kamera goyah, audio kacau, dan sudut pandang terbatas justru menjadi bagian dari ketegangannya.

Film horor found footage biasanya memakai beberapa pola: karakter menghilang dan rekamannya ditemukan, kru dokumenter menyelidiki kasus aneh, keluarga memasang kamera di rumah, atau seseorang merekam kejadian mengerikan secara langsung. Tujuannya sama: membuat horor terasa lebih dekat dan lebih sulit ditebak.

Bedanya Film Found Footage dan Horor Found Footage

Film found footage adalah format yang bisa dipakai untuk banyak genre. Ada found footage sci-fi seperti Chronicle, komedi seperti Project X, thriller screenlife seperti Searching, dan police drama seperti End of Watch.

Sementara film horor found footage lebih spesifik: format rekaman dipakai untuk menciptakan ketakutan. Ancaman dalam filmnya bisa berupa hantu, iblis, kutukan, monster, wabah, kultus, rumah angker, atau psikopat.

Jadi, semua film horor found footage adalah found footage, tetapi tidak semua film found footage adalah horor. Kalimat ini terdengar seperti soal logika SMP, tapi penting agar artikel ini tidak rebutan keyword dengan artikel film found footage yang lebih umum.

Kenapa Film Horor Found Footage Menyeramkan?

Film horor found footage menyeramkan karena membatasi informasi. Dalam film horor biasa, kamera bisa memperlihatkan ancaman dari berbagai sudut. Dalam found footage, kita hanya melihat apa yang direkam karakter. Kalau ada suara dari luar frame, penonton ikut tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Format ini juga membuat horor terasa lebih personal. Kamera biasanya dipegang karakter, dipasang di kamar, atau muncul sebagai rekaman pribadi. Akibatnya, kejadian mengerikan terasa seperti sesuatu yang bisa terjadi pada orang biasa, bukan hanya pada karakter film.

Selain itu, found footage sering memakai estetika amatir. Gambar buram, suara rusak, dan framing yang tidak sempurna membuat film terasa lebih “mentah”. Saat dieksekusi dengan baik, ketidaksempurnaan itu justru membuat horor lebih efektif. Saat dieksekusi buruk, ya, hasilnya hanya seperti orang lupa belajar memegang kamera. Begitulah risiko seni.

Tips Memilih Film Horor Found Footage yang Cocok

Kalau kamu baru ingin mulai, pilih The Blair Witch Project, REC, Paranormal Activity, Lake Mungo, dan Host. Lima film ini memberi gambaran dasar tentang berbagai gaya horor found footage.

Kalau ingin yang paling intens, tonton REC, Gonjiam: Haunted Asylum, dan Host. Kalau ingin horor yang lebih pelan dan atmosferik, pilih Noroi: The Curse dan Lake Mungo. Kalau ingin horor lokal, Keramat adalah pilihan penting. Kalau ingin horor modern dari Asia, Incantation sangat layak ditonton.

Kalau kamu gampang pusing dengan kamera goyah, pilih film screenlife seperti Host atau film faux broadcast seperti Late Night with the Devil. Keduanya lebih stabil secara visual, walau tetap tidak stabil secara mental. Sebuah kompromi yang cukup manusiawi.

Film horor found footage terbaik membuktikan bahwa keterbatasan kamera bisa menjadi sumber ketakutan yang sangat kuat. Dari sejarah ekstrem Cannibal Holocaust, fenomena The Blair Witch Project, rumah berhantu minimalis Paranormal Activity, kepanikan real-time REC, duka sunyi Lake Mungo, horor lokal Keramat, sampai horor modern seperti Gonjiam: Haunted Asylum, Host, Incantation, dan Late Night with the Devil, format ini terus berkembang mengikuti teknologi dan kebiasaan manusia merekam segalanya.

Kalau kamu baru ingin mulai, tonton The Blair Witch Project, REC, Paranormal Activity, Lake Mungo, Keramat, Gonjiam: Haunted Asylum, dan Host. Dari sana, kamu bisa memilih apakah ingin horor rumah, hutan, wabah, mockumentary, screenlife, atau livestream.

Pada akhirnya, film horor found footage bekerja karena membuat penonton merasa terlalu dekat dengan kejadian. Kamera bukan hanya alat perekam, tetapi juga mata karakter, bukti kejadian, dan kadang satu-satunya hal yang tersisa setelah semuanya berakhir buruk. Jadi, kalau suatu hari kamu berada di tempat angker dan hal aneh mulai terjadi, mungkin jangan merekam. Lari saja. Tapi tentu, kalau semua orang di film berpikir begitu, genre ini tidak akan ada. Manusia memang harus membuat keputusan buruk agar sinema tetap hidup.

***

Dapatkan informasireview, dan rekomendasi film terbaru hanya di menonton.id. Ikuti juga kami di media sosial seperti TwitterInstagramFacebookYouTube,TikTok, dan Google News untuk mengetahui berita dan rekomendasi terbaru tentang film.

FAQ

Apa film horor found footage terbaik?

Beberapa film horor found footage terbaik adalah The Blair Witch Project, REC, Paranormal Activity, Lake Mungo, Keramat, Creep, Gonjiam: Haunted Asylum, Host, dan Incantation.

Apa itu film horor found footage?

Film horor found footage adalah film horor yang dibuat seolah-olah berasal dari rekaman yang ditemukan, direkam oleh karakter, atau diambil dari kamera dalam dunia cerita seperti handycam, CCTV, webcam, laptop, atau livestream.

Apa film horor found footage Indonesia terbaik?

Salah satu film horor found footage Indonesia terbaik adalah Keramat. Film ini memakai gaya rekaman kru produksi dan memadukannya dengan horor lokal yang terasa natural.

Apa film horor found footage yang paling menyeramkan?

Beberapa film yang sering dianggap menyeramkan adalah REC, The Blair Witch Project, Lake Mungo, Gonjiam: Haunted Asylum, Host, dan Incantation.

Apa bedanya film found footage dan screenlife horror?

Found footage biasanya memakai rekaman kamera dalam dunia cerita, sedangkan screenlife horror menampilkan cerita lewat layar digital seperti laptop, video call, ponsel, atau media sosial. Host adalah contoh screenlife horror.

Review Devs: Sebuah Sajian Filosofis yang Indah

Sulit untuk membuat review Devs (2020) jika tidak membahas tema besar series ini. Karena, bukan hanya hal teknis, gambaran besar dari cerita karya Alex Garland ini luar biasa.

Jika kamu bosan dengan serial yang itu-itu saja, yang hanya menghibur, yang hanya bercerita tanpa mengajak berdiskusi, maka Devs adalah pilihan tepat.

Devs menawarkan banyak hal dari segi teknis maupun cerita. Tidak seperti kebanyakan acara tv lainnya, miniseries ini membuat para penontonnya berpikir dan bertanya akan tujuan dari eksistensi manusia di dunia.

Series ini sangat pintar dalam menyajikan pertanyaan-pertanyaan filosofis. Saking pintarnya, terkadang kita yang menontonnya akan merasa seperti tampak bodoh. Walaupun, series ini tidak membodohi.

Determinisme versus free will

devs-2020

Pertanyaan terbesar dalam film ini adalah tentang determinisme versus kebebasan memilih (free will).

Apakah hidup ini merupakan sebuah rangkaian dari alasan, atau sebuah pilihan bebas? Apakah kehidupan dibentuk hal yang dilakukan sebelumnya, atau kita bebas membentuk kehidupan sendiri?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akhirnya berkembang menjadi sebuah pertanyaan untuk banyak hal. Mulai dari hidup, mati, ilmu, agama, dan lainnya.

Devs sendiri berkisah tentang seorang ilmuan kaya raya, Forest (Nick Offerman), yang membangun sebuah perusahaan teknologi bernama Amaya. Di dalam perusahaannya tersebut ia membuat sebuah kelompok divisi yang dinamakan Devs.

Mereka yang masuk ke dalam Devs, boleh membawa informasi dari luar dan sebaliknya. Apa yang terjadi di dalam Devs, tetap di Devs. Menjadikan tidak ada seorang pun yang tahu apa yang Devs kembangkan atau kerjakan.

Suatu hari, salah seorang engineer muda dipromosikan untuk masuk ke dalam Devs. Saat sudah bergabung, ia menyadari apa yang dibuat oleh Devs, lalu mencoba untuk mencuri kode-nya.

Namun, ia kemudian di bunuh. Kekasihnya, Lily Chan (Sonoya Mizuno), harus mencari tahu apa penyebab tewasnya sang kekasih.

Lambat, tapi indah

devs-2020

Akan objektif untuk membuat review Devs saat bicara bahwa series ini kemungkinan besar tidak disukai banyak orang. Bagaimana tidak, setiap episode Devs sendiri dibuat dengan pace yang lambat. Sangat lambat.

Untuk sebagian besar penikmat acara TV yang menginginkan aksi di setiap adegannya, tentu Devs bukan pilihan tepat.

Hanya saja, pace lambat tersebut tidak terasa sia-sia. Karena semuanya tejalin dengan sangat apik dan memiliki tujuan yang jelas.

Ditambah akting keren dari Nick Offerman, Alison Pill, Sonoya Mizuno, dan Zach Grenier, pace tersebut bukanlah sebuah kelemahan. Justru, lambatnya setiap adegan memberikan banyak waktu penonton untuk bernapas dan bertanya akan cerita yang sedang dibangun.

Selain juga membuat cerita terasa lebih menegangkan di setiap adegannya.

Tidak hanya akting dan penyajiannya yang baik, sinematografi dan set production-nya juga patut diacungi jempol.

Kita bisa melihat bagaimana indahnya bangunan Devs, yang didesain oleh Forest. Futuristik, indah, minimalis, sekaligus juga rapuh dan menakutkan.

Visualnya juga membuat kita takjub, dengan menangkap keindahan-keindahan dari desain sederhana, maupun lanskap indah San Francisco. Membuat kita lupa bahwa kita sedang menonton sebuah acara TV, bukan film.

devs-2020

Terakhir, Devs bukanlah miniseries untuk kebanyakan orang. Ada terlalu banyak hal yang ditawarkan, dan yang ditawarkan adalah hal rumit. Jauh dari kata menghibur.

Tapi, sama seperti beragam karya lainnya seperti Ex-Machina (2014) dan Annihilation (2018), Garland mengajak kita untuk bertanya lebih jauh, menantang pikiran, melihat kehidupan dari sisi lain.

Jika kalian memang menyukai sebuah sajian science fiction yang mengajak kita berpikir tentang kehidupan, Devs tentu tidak boleh dilewatkan.

devs-menonton.id

***

Dapatkan beragam review film dan TV series favoritmu di menonton.id.

9 Film yang Streaming di Netflix Bulan Mei 2020 ini Wajib Ditonton

April memamerkan banyak film baru yang bisa disaksikan di Netflix. Tapi daftar film terbaru di Netflix di bulan Mei juga tidak kalah kerennya.

Selain ada beberapa nama film-film orisinil yang memang baru tayang di Netflix, ada juga film-film lain yang memang bagian dari film klasik.

Beragam film Netflix yang baru akan mulai tayang di bulan Mei ini berisi nama-nama besar. Mulai dari film box office sampai film pemenang beragam penghargaan.

Karenanya, menonton.id sudah membuat daftar daftar 9 film Netflix bulan Mei yang harus kamu tonton. Karena sayang jika dilewatkan. Ini dia daftarnya.

Willy Wonka & the Chocolate Factory (1971)

Sutradara: Mel Stuart Pemain: Gene Wilder, Jack Albertson, Peter Ostrum, Roy Kinnear Streaming di Netflix: 1 Mei 2020

Willy Wonka & the Chocolate Factory adalah sebuah film fantasi musikal yang diadaptasi dari sebuah novel Charlie and the Chocolate Factory karya Roald Dahl.

Film ini berkisah tentang seorang anak miskin bernama Charlie Bucket yang mendapatkan Tiket Emas di dalam sebuah cokelat. Tiket Emas tersebut bisa digunakan untuk mengunjungi pabrik cokelat milik Willy Wonka; bersama empat anak lain dari berbagai penjuru dunia.

Film ini merupakan film adaptasi pertama dari novel tersebut. Di tahun 2005, adaptasi lainnya dibuat kembali dengan judul Charlie and the Chocolate Factory. Film ini dibintangi oleh Johnny Depp.

Back to the Future (1985)

Sutradara: Robert Zemeckis Pemain: Michael J. Fox, Christopher Lloyd, Lea Thompson Streaming di Netflix: 1 Mei 2020

Film ini bercerita tentang Marty McFly, anak muda yang kembali ke masa lalu dari tahun 1985 ke tahun 1955. Di masa lalu, ia bertemu dengan orang tua-nya yang masih muda.

Back to the Future sendiri merupakan film pertama dari trilogi ini. Dibuatnya Back to the Future Part II (1989) dan Back to the Future Part III (1990) serta sebuah seri animasi adalah gambaran betapa suksesnya film ini.

Back to the Future Part II juga akan mulai streaming di Netflix 1 Mei 2020.

The Curious Case of Benjamin Button (2008)

Sutradara: David Fincher Pemain: Brad Pitt, Cate Blanchett, Tilda Swinton, Taraji P. Henson Streaming di Netflix: 1 Mei 2020

Film darama romantis fantasi ini berkisah tentang seorang laki-laki yang mengalami penuaan terbalik. Dalam artian, ia terlahir tua dan meninggal muda. Sehingga ia mengalami berbagai pengalaman hidup yang aneh.

Saat penayangannya di tahun 2008, film ini sukses besar. Ia menadapatkan pendapatan sekitar 335.8 juta dolar dari biaya produksi 167 juta dolar. Bahkan, film ini mendapatkan 13 nominasi piala oscar, dan memenangkan tiga di antaranya.

Jarhead (2005)

Sutradara: Sam Mendes Pemain: Jake Gyllenhaal, Jamie Fox, Peter Sarsgaard, Lucas Black Streaming di Netflix: 1 Mei 2020

Jarhead merupakan sebuah film perang yang diangkat dari sebuah buku berjudul sama karya Anthony Swofford. Di mana diceritakan kisah hidupnya ketika ia menjadi tentara di perang teluk. Tokoh Swofford sendiri dibintangi oleh Jake Gyllenhaal.

Film perang ini memiliki banyak penggemar. Walaupun mendapatkan respon yang bervariasi dari banyak pecinta film, tapi Jarhead memiliki hingga tiga film sekuel lainya.

Jarhead 2: Field of Fire (2014) dan Jarhead 3: The Siege (2016) juga akan tayang di Netflix 1 Mei 2020.

Sinister (2012)

Sutradara: Scott Derrickson Pemain: Ethan Hawke, Juliet Rylance, Vincent D’Onofrio, Clare Foley Streaming di Netflix: 1 Mei 2020

Film ini sukses di box office dengan pendapatan 87,7 juta dolar dari biaya produksi 3 juta dolar, saat penayangannya tahun 2012. Mendapatkan banyak pujian dari segi cerita, sinematografi, penyutradaraan, musik, hingga akting dari para pemainnya.

Film ini bercerita tentang seorang penulis novel kriminal Ellison Oswalt yang di loteng rumah barunya menemukan sebuah kotak berisi video pembunuhan. Video ini akhirnya membuat keluarganya dalam bahaya.

District 9 (2009)

Sutradara: Neill Blomkamp Pemain: Sharlto Copley, Jason Cope, David James Streaming di Netflix: 15 Mei 2020

Film ini merupaan sebuah film aksi horor fiksi yang mengangkat tema kemanusiaan, xenophobia, dan pemisahan sosial. Semua kisahnya diceritakan ketika di tahun fiksi 1982 sebuah pesawat alien muncul di Johannesburg, Afrika Selatan.

Film ini sukses ketika ditayangkan pertama kali. Pujian datang dari cerita, tema, penyutradaan, dan akting para pemainnya. Tidak hanya itu, banyak pecinta film juga menyebut District 9 adalah film science fiction terbaik era 2000-an.

United 93 (2006)

Sutradara: Paul Greengrass Pemain: Christian Clemeson, Cheyenne Jackson, David Alan Basche, Peter Hermann Streaming di Netflix: 16 Mei 2020

Film ini mengangkat kisah pembajakan pesawat United 93 dalam peristiwa penyerangan 11 September 2001 di Amerika Serikat. Saat dua pesawat berhasil ditabrakkan ke World Trade Center, para penumpang di United 93 berusaha melawan pembajak yang coba menabrakkan pesawat ke gedung Pentagon.

Ditayangkan hanya 5 tahun setelah tragedi memilukan tersebut, film ini mendapat banyak pujian. Selain itu, pengembangan film ini juga melibatkan seluruh keluarga penumpang United 93.

Film ini mendapatkan dua nominasi Piala Oscar 2007 yaitu kategori Best Director dan Best Film Editing.

Trumbo (2015)

Sutradara: Jay Roach Pemain: Bryan Cranston, Adewale Akinnuoye-Agbaje, Diane Lane, Helen Mirren Streaming di Netflix: 19 Mei 2020

Aksi perannya sebagai penulis skenario eksentrik Dalton Trumbo membuat Bryan Cranston mendapatkan nominasi Piala Oscar sebagai Best Actor.

Kisahnya sendiri diangkat dari sebuah biografi berjudul Dalton Trumbo yang ditulis oleh Bruce Alexander Cook. Di mana ia merupakan seorang penulis skenario film-film sukses, yang suatu saat harus dipenjara karena pandangan politiknya.

Uncut Gems (2019)

Sutradara: Josh Safdie, Benny Safdie Pemain: Adam Sandler, Kevin Garnett, Lakeith Stanfield, Eric Bogosian Streaming di Netflix: 25 Mei 2020

Yang terakhir dari daftar film Netflix yang akan tayang di bulan Mei adalah Uncut Games. Film independen ini mendapatkan banyak pujian, terutama dari sisi pengembangan cerita dan juga akting dari Adam Sandler.

Hanya saja, film ini tidak banyak mendapatkan penghargaan besar, bahkan nominasi pun. Padahal tidak sedikit peinta film yang menyebut film ini sebagai salah satu film terbaik 2019.

Penampilan di film ini pun disebut-sebut sebagai penampilan akting terbaik sepanjang karier Adam Sandler.